SABDAweb ©
Biblical
Introduction
25 Feb 2020 | Home | Bible | Biblical | Tools | Download | | SiteMap |
Bible Versions
Alkitab Terjemahan Baru
Alkitab Kabar Baik (BIS)
Firman Allah Yang Hidup
Perjanjian Baru WBTC [draft]
Alkitab Terjemahan Lama
Kitab Suci Injil
Alkitab Shellabear [draft]
Alkitab Melayu Baba
Alkitab Klinkert 1863
Alkitab Klinkert 1870
Alkitab Leydekker [draft]
Alkitab Ende
TB Interlinear [draft]
TL Interlinear [draft]
AV with Strong Numbers
Bible in Basic English
The Message Bible
New King James Version
Philips NT in Modern English
Revised Webster Version
God's Word Translation
NET Bible [draft]
NET Bible [draft] Lab
BHS with Strongs
Analytic Septuagint
Interlinear Greek/Strong
Westcott-Hort Greek Text
Textus Receptus

Introductions
Pengantar Full Life
Pengantar BIS
Pengantar FAYH
Pengantar Ende
Pengantar Jerusalem
Pengantar Bible Pathway
Intisari Alkitab
Ajaran Utama Alkitab
Garis Besar Full Life
Garis Besar Ende
Garis Besar Pemulihan
Judul Perikop Full Life
Judul Perikop BIS
Judul Perikop TB
Judul Perikop FAYH
Judul Perikop Ende
Judul Perikop KSI
Judul Perikop WBTC

Verse Notes
Catatan Ayat Full Life
Catatan Ayat BIS
Catatan Ayat Ende
Catatan Terjemahan Ende
Catatan Ayat Jerusalem
Referensi Silang TSK
Referensi Silang TB
Referensi Silang BIS
Santapan Harian

Dictionaries
Kamus Kompilasi
Kamus Easton
Kamus Pedoman
Kamus Gering
Maps

Lexicons
Greek Lexicon
Hebrew Lexicon
Pengantar Full Life - Amos
Chapter: 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Previous bookNext book
Penulis          : Amos
Tema             : Keadilan, Kebenaran dan Hukuman Ilahi Karena Dosa
Tanggal Penulisan: + 760 - 755 SM

Latar Belakang
Amos adalah seorang nabi abad ke-8 SM, rekan sezaman Yesaya dan Mikha di
Yehuda, dan Yunus serta Hosea di Israel. Ia menyatakan empat fakta penting
tentang dirinya dalam Am 1:1.

(1) Ia adalah seorang peternak (yang juga "pemungut buah ara hutan",
    lih. Am 7:14) dari Tekoa, sebuah desa Yehuda sekitar 19 km
    sebelah selatan Yerusalem.

(2) Amos "melihat" beritanya (yaitu, ia mendapat beberapa penglihatan nubuat;
    bd. Am 7:1,4,7; Am 8:1-2; Am 9:1) mengenai Israel, kerajaan utara.
    Sekalipun dia orang awam tanpa status nabi yang resmi, Allah memberikan
    kepadanya beban dan pelayanan kenabian bagi Israel yang memberontak
    (bd. Am 7:14-15); namanya berarti "terbeban" atau "pemikul beban".

(3) Pelayanan Amos kepada Israel terjadi ketika Uzia menjadi raja Yehuda dan
    Yerobeam II raja Israel. Masa pemerintahan kedua raja ini saling tumpang
    tindih pada tahun 767-753 SM. Sangat mungkin Amos melayani sekitar
    760-755 SM.

(4) Amos bernubuat dua tahun sebelum "gempa bumi".

Para ahli purbakala telah menemukan bukti terjadinya sebuah gempa bumi
besar yang merusak dari waktu ini di beberapa tempat di Israel,
termasuk ibukotanya Samaria.  Zakharia juga menyebutkan gempa bumi
yang sama (Za 14:5) lebih dari 200 tahun kemudian, serta menyatakan
bahwa gempa itu sangat besar. Acuan oleh Amos menyinggung bahwa ia
memandangnya sebagai pengesahan dari berita dan pelayanannya sebagai
nabi kepada Israel (bd. Am 9:1).

Ketika Amos bernubuat kepada kerajaan utara pada pertengahan abad ke-8 SM,
bangsa itu secara lahiriah berada di puncak perluasan wilayah, stabilitas
politik dan kemakmuran nasional, tetapi secara batiniah sudah bobrok.
Kemunafikan dan penyembahan berhala sudah merata, masyarakat hidup mewah
secara berlebihan, kebejatan merajalela, sistem peradilan rusak dan
penindasan orang miskin merupakan kebiasaan umum. Dalam rangka mengikuti
panggilan Allah, Amos pergi ke Betel, tempat tinggal raja Yerobeam II dan
pusat agama yang dibanjiri para penyembah. Di sanalah Amos dengan berani
memberitakan berita keadilan, kebenaran dan hukuman ilahi karena dosa kepada
umat yang tidak mau mendengarkan apa yang dikatakan Tuhan kepada mereka.

Tujuan
Kemakmuran Israel hanyalah memperdalam kebobrokan mereka. Ketika Allah dalam
kemurahan-Nya mengutus Amos ke Betel untuk memberitakan amanat "bertobat
atau mati", sang nabi diusir dari kota itu dan diperintahkan jangan
bernubuat di situ lagi (bd. tanggapan Niniwe kepada berita Yunus). Pada
waktu itu atau tidak lama sesudah itu, rupanya Amos pulang ke rumahnya di
Yehuda dan menulis beritanya. Maksudnya melakukan itu adalah

(1) menyampaikan sebuah salinan tertulis dari peringatan kenabiannya kepada
    Raja Yerobeam II, dan

(2) menyebarluaskan berita di Israel (dan Yehuda) tentang kepastian hukuman
    Allah yang menjelang atas Israel dan bangsa-bangsa di sekitarnya kecuali
    mereka bertobat dari penyembahan berhala, kebejatan dan ketidakadilan.
    Kebinasaan Israel terjadi hanya 30 tahun kemudian.

Survai
Kitab ini dengan sendirinya terbagi ke dalam tiga bagian utama.

(1) Dalam bagian pertama (Am 1:3--2:16), Amos pertama-tama mengalamatkan
    berita hukuman kepada tujuh bangsa di sekitar Israel, termasuk Yehuda.
    Setelah pada mulanya membujuk Israel hingga dengan senang hati
    menyetujui hukuman Allah atas bangsa-bangsa lain (Am 1:3--2:5), maka
    Amos dengan jelas menguraikan dosa-dosa Israel dan hukuman Allah atas
    mereka (Am 2:6-16). Bagian ini menentukan suasana untuk berita
    penghukuman kitab ini, yang menghasilkan kebinasaan dan pembuangan
    bangsa itu.

(2) Bagian kedua (Am 3:1--6:14) mencatat tiga berita tegas, yang
    masing-masing dimulai dengan frase "Dengarlah firman ini"
    (Am 3:1; Am 4:1; Am 5:1). Dalam berita yang pertama, Allah menuduh Israel
    sebagai umat yang diistimewakan yang telah dibebaskan-Nya dari Mesir;
    "Hanya kamu yang Kukenal dari segala kaum di muka bumi, sebab itu Aku
    akan menghukum kamu karena segala kesalahanmu" (Am 3:2). Berita
    kedua diawali dengan menyapa wanita-wanita Israel yang makmur di Samaria
    sebagai "lembu-lembu Basan ... yang memeras orang lemah, yang menginjak
    orang miskin, yang mengatakan kepada tuan-tuanmu: 'bawalah ke mari,
    supaya kita minum-minum!' " (Am 4:1). Amos bernubuat bahwa mereka
    akan digiring kedalam tawanan dengan kait dan kail sebagai hukuman yang
    layak dari Allah (Am 4:2-3). Amos mempunyai kata-kata yang sama
    bagi pedagang yang tidak jujur, penguasa korup, pengacara dan hakim yang
    mencari untung, dan para imam dan nabi yang berkompromi. Berita ketiga
    (pasal 5-6; Am 5:1--6:14) mencatat dosa-dosa Israel yang menjijikkan,
    dan Amos mengimbau mereka untuk bertobat. "Celaka atas orang-orang yang
    merasa aman di Sion" (Am 6:1); kehancuran dahsyat dan hukuman atas
    dosa sedang datang.

(3) Bagian utama terakhir (Am 7:1--9:10) mencatat lima penglihatan
    nubuat Amos mengenai hukuman Allah yang menjelang. Penglihatan keempat
    secara jelas sekali menggambarkan Israel sebagai keranjang dengan buah
    musim kemarau yang ranum, yang segera akan disingkapkan sebagai membusuk
    dalam panasnya hukuman Allah (Am 8:1-14). Penglihatan terakhir
    melihat Allah sedang berdiri dekat mezbah, siap memukul ibu kota Samaria
    dan kerajaan yang merosot itu (Am 9:1-10). Kitab ini ditutup dengan
    janji yang singkat tetapi mengesankan tentang pemulihan kaum sisa yang
    selamat di masa depan (Am 9:11-15).

Ciri-ciri Khas
Enam ciri utama menandai kitab Amos.

(1) Kitab ini terutama merupakan seruan kenabian untuk keadilan dan
    kebenaran, berdasarkan sifat Allah. Sedangkan hati Hosea hancur oleh
    ketidaksetiaan Israel kepada Allah, Amos sangat marah atas pelanggaran
    Israel terhadap standar-standar keadilan dan kebenaran Allah bagi
    umat-Nya.

(2) Kitab ini secara jelas melukiskan betapa jijiknya agama bagi Allah
    ketika dipisahkan dari perilaku yang benar dalam hidup sehari-hari.

(3) Kitab ini bersifat konfrontasi yang tidak tanggung-tanggung dan penuh
    semangat. Konfrontasi Amos dengan imam Amazia (Am 7:10-17) merupakan
    adegan yang istimewa dalam nubuat Ibrani.

(4) Gaya yang tegas dan penuh semangat mencerminkan kesetiaan sang nabi yang
    kuat dan kokoh kepada Allah dan standar-standar kebenaran-Nya bagi umat
    perjanjian itu.

(5) Kitab ini menunjukkan kesediaan dan kesiapan Allah memakai orang-orang
    yang takut akan Allah, meskipun mereka tidak memiliki mandat kependetaan
    yang formal untuk memberitakan amanat-Nya pada zaman  profesionalisme
    ini.

(6) Kitab ini berisi banyak bagian terkenal, di antaranya ialah:
    Am 3:3,7; Am 4:6-12; Am 5:14-15,21-24; Am 6:1; Am 7:8; Am 8:11; Am 9:13.

Penggenapan Dalam Perjanjian Baru
Berita Amos adalah tampak dengan jelas sekali dalam ajaran Yesus dan
kitab Yakobus. Yesus dan Yakobus keduanya menerapkan berita Amos bahwa
ibadah yang sejati kepada Allah bukanlah pelaksanaan formal dari tatacara
agama, tetapi "mendengar" dan "melaksanakan" kehendak Allah, yang
ditunjukkan dengan perlakuan yang adil dan benar terhadap sesama manusia
(mis. Mat 7:15-27; Mat 23:1-39; Yak 2:1-26). Juga, Amos dan Yakobus
menekankan prinsip bahwa "agama yang sejati menuntut perilaku yang benar".
Akhirnya, Yakobus mengutip Am 9:11-12 pada Sidang di Yerusalem (lih.
Kis 15:16-18) dalam hubungan dengan penerimaan orang bukan Yahudi di
dalam gereja.
Previous book Top Next book
< ABLE align="center" width="700" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" id="b"> | About Us | Support Us | F.A.Q. | Guest Book | YLSA Sites |copyright ©2004–2015 YLSA