copyright
25 Feb 2021 | Home | Bible | Biblical | Tools | Download | | SiteMap |
Bible Versions 
Alkitab Terjemahan Baru
Alkitab Kabar Baik (BIS)
Firman Allah Yang Hidup
Perjanjian Baru WBTC [draft]
Alkitab Terjemahan Lama
Kitab Suci Injil
Alkitab Shellabear [draft]
Alkitab Melayu Baba
Alkitab Klinkert 1863
Alkitab Klinkert 1870
Alkitab Leydekker [draft]
Alkitab Ende
TB Interlinear [draft]
TL Interlinear [draft]
AV with Strong Numbers
Bible in Basic English
The Message Bible
New King James Version
Philips NT in Modern English
Revised Webster Version
God's Word Translation
NET Bible [draft]
NET Bible [draft] Lab
BHS with Strongs
Analytic Septuagint
Interlinear Greek/Strong
Westcott-Hort Greek Text
Textus Receptus

Introductions 
Pengantar Full Life
Pengantar BIS
Pengantar FAYH
Pengantar Ende
Pengantar Jerusalem
Pengantar Bible Pathway
Intisari Alkitab
Ajaran Utama Alkitab
Garis Besar Full Life
Garis Besar Ende
Garis Besar Pemulihan
Judul Perikop Full Life
Judul Perikop BIS
Judul Perikop TB
Judul Perikop FAYH
Judul Perikop Ende
Judul Perikop KSI
Judul Perikop WBTC

Verse Notes 
Catatan Ayat Full Life
Catatan Ayat BIS
Catatan Ayat Ende
Catatan Terjemahan Ende
Catatan Ayat Jerusalem
Referensi Silang TSK
Referensi Silang TB
Referensi Silang BIS
Santapan Harian

Dictionaries 
Kamus Kompilasi
Kamus Easton
Kamus Pedoman
Kamus Gering
Maps

Lexicons 
Greek Lexicon
Hebrew Lexicon
Pengantar Full Life - Joel
Chapter: 1 2 3
Previous bookNext book
Penulis          : Yoel
Tema             : Hari Tuhan yang Besar dan Mengagumkan
Tanggal Penulisan: 835-830 SM (?)

Latar Belakang
Yoel, yang namanya berarti "Tuhan adalah Allah", memperkenalkan dirinya
sebagai "bin Petuel" (Yoel 1:1). Banyaknya acuan ke Sion dan pelayanan
di dalam Bait Suci sepanjang kitab ini menunjukkan bahwa ia seorang nabi
kepada Yehuda dan Yerusalem. Keakrabannya dengan imam-imam menyebabkan
beberapa orang mengira bahwa dia seorang nabi "imam" (bd. Yer 28:1,5)
yang mengucapkan firman Tuhan yang sejati.

Karena Yoel tidak menyebutkan raja atau peristiwa bersejarah yang diketahui
tanggalnya, maka saat pelayanan dan berita nubuatnya tidak pasti. Beberapa
orang beranggapan bahwa pelayanan Yoel terjadi setelah para buangan Yahudi
kembali ke Yerusalem dan membangun kembali Bait Suci (+ 510-400 SM). Pada
waktu ini tidak ada raja di Yehuda dan para pemimpin rohani yang terkemuka
adalah imam. Orang lain beranggapan bahwa berita Yoel terjadi sementara masa
awal pemerintahan Raja Yoas (835-830 SM) yang naik takhta Yehuda pada usia
7 tahun (2Raj 11:21) dan tetap berada di bawah perwalian imam besar
Yoyada selama ia di bawah umur; situasi itu mungkin menjelaskan keunggulan
para imam dalam kitab ini dan tidak adanya acuan kepada raja. Tema nubuat
dan gaya sastra Yoel lebih dekat dengan nabi-nabi abad kedelapan, Amos,
Mikha, dan Yesaya daripada dengan nabi-nabi pasca-pembuangan seperti Hagai,
Zakharia dan Maleakhi. Semua fakta ini dan beberapa fakta lainnya cenderung
mengarah ke abad ke-9 SM sebagai latar belakang kitab ini.

Peristiwa langsung yang mengakibatkan penulisan kitab ini ialah serbuan
belalang dan musim kering yang hebat, perpaduan yang menghancurkan hampir
setiap lapisan masyarakat Yehuda. Kemampuan wabah belalang untuk melahap
segala sesuatu yang hijau seluas beberapa mil persegi cukup sering terjadi
di wilayah itu pada zaman dahulu dan sekarang.

Tujuan
Yoel berkhotbah dan menulis karena dua bencana alam yang baru terjadi serta
kemungkinan adanya serbuan pasukan asing ke Yehuda tidak lama lagi.
Tujuannya itu lipat tiga:

(1) untuk mengumpulkan umat itu di hadapan Tuhan dalam suatu perkumpulan
    raya yang kudus (Yoel 1:14; Yoel 2:15-16);

(2) untuk menasihati mereka agar bertobat dan dengan rendah hati kembali
    kepada Tuhan Allah dengan berpuasa, menangis,  berkabung, dan bersyafaat
    memohon kemurahan Allah (Yoel 2:12-17); dan

(3) untuk mencatat firman nubuat Allah kepada umat-Nya pada saat mereka
    sungguh-sungguh bertobat (Yoel 2:18--3:21).

Survai
Isi kitab ini terbagi atas tiga bagian.

(1) Bagian satu (Yoel 1:2-20) menggambarkan kehancuran Yehuda ketika
    pasukan belalang yang besar melahap daun-daunan dari kebun anggur,
    pohon, dan ladang mereka (Yoel 1:7,10), dengan demikian
    mendatangkan kesengsaraan besar atas umat itu. Di tengah malapetaka itu,
    nabi Yoel meminta para pemimpin rohani Yehuda untuk memimpin bangsa itu
    kepada pertobatan nasional (Yoel 1:13-14).

(2) Bagian dua (Yoel 2:1-17) mencatat dekatnya hukuman Allah yang bahkan
    lebih besar lagi dari utara (Yoel 1:1-11), baik dalam bentuk

    (a) bencana belalang lain yang secara kiasan dilukiskan sebagai pasukan
        perusak, atau

    (b) serbuan sebuah pasukan asing yang sungguh. Sekali lagi sang nabi
        mencanangkan tanda bahaya rohani di Sion (Yoel 2:1,15),
        memanggil perkumpulan raya yang kudus di mana para imam dan seluruh
        bangsa itu dengan sungguh-sungguh akan mencari kemurahan Allah di
        dalam pertobatan, puasa, syafaat dan kehancuran yang ikhlas di
        hadapan-Nya (Yoel 2:12-17).

(3) Bagian terakhir (Yoel 2:18--3:21) diawali dengan pernyataan bahwa
    Allah mengasihani umat-Nya ketika melihat pertobatan mereka yang
    sungguh-sungguh (kata kerja Ibrani dalam Yoel 2:18-19 menunjuk
    tindakan yang sudah dikerjakan).

Pertobatan Yehuda yang rendah hati dan kemurahan Allah yang besar menjadi
alasan bagi nubuat-nubuat Yoel tentang masa depan, yang mencakup
janji-janji pemulihan (Yoel 2:19-27), pencurahan Roh Kudus atas
seluruh umat manusia (Yoel 2:28-31) dan hukuman dan keselamatan Allah
pada akhir zaman (Yoel 3:1-21).

Ciri-ciri Khas
Lima ciri utama menandai kitab ini.

(1) Kitab ini menjadi salah satu adikarya sastra yang terindah dalam PL.

(2) Kitab ini berisi nubuat PL yang paling terkemuka tentang pencurahan Roh
    Kudus atas seluruh umat manusia pada hari Pentakosta.

(3) Kitab ini mencatat banyak malapetaka nasional -- bencana belalang,
    kekeringan dan kelaparan, kebakaran, serbuan pasukan asing,
    bencana-bencana di langit -- sebagai hukuman Allah atas kemerosotan
    rohani dan moral.

(4) Kitab ini menekankan bahwa Allah kadang-kadang bekerja secara berdaulat
    di dalam sejarah melalui bencana-bencana alam dan serbuan pasukan supaya
    mendatangkan pertobatan, kebangunan rohani dan penebusan.

(5) Kitab ini memperagakan seorang pengkhotbah kenabian yang, karena
    hubungannya dekat dengan Allah dan keunggulan rohani, dapat memanggil
    umat Allah secara meyakinkan untuk bertobat sebagai bangsa pada masa
    krisis dalam sejarah mereka dan menghasilkan hal-hal positif melalui
    pertobatan itu.

Penggenapan Dalam Perjanjian Baru
Beberapa ayat kitab Yoel sangat menyumbang kepada berita PB.

(1) Nubuat tentang kedatangan Roh Kudus (Yoel 2:28-32) secara khusus
    dikutip Petrus dalam khotbahnya pada hari Pentakosta (Kis 2:16-21),
    setelah Roh Kudus turun dari sorga dengan kuasa atas 120 anggota gereja
    mula-mula dengan manifestasi-manifestasi rohani berupa berbicara dalam
    bahasa roh, bernubuat, dan memuji Allah (Kis 2:4,6-8,11,17-18).

(2) Lagi pula, ajakan Petrus kepada banyak orang yang berkumpul pada
    hari raya Yahudi itu mengenai perlunya berseru kepada nama Tuhan dan
    menerima keselamatan telah diilhami (sebagian) oleh apa yang dikatakan
    Yoel (Yoel 2:32; Yoel 3:14, lih. Kis 2:21,37-41); Paulus juga
    mengutip ayat yang sama dari Yoel (lih Rom 10:13).

(3) Tanda-tanda apokaliptis di langit yang dinubuatkan Yoel akan terjadi
    pada akhir zaman (Yoel 2:30-31) bukan saja dikutip oleh Petrus
    (Kis 2:19-20) tetapi juga diacu oleh Yesus (mis. Mat 24:29)
    dan Yohanes di Patmos (Wahy 6:12-14).

(4) Akhirnya, nubuat Yoel tentang penghakiman Allah atas bangsa-bangsa di
    Lembah Yosafat (Yoel 3:2,12-14) dikembangkan lebih jauh dalam kitab
    terakhir di Alkitab (Wahy 14:18-20; Wahy 16:12-16; Wahy 19:19-21;
    Wahy 20:7-9).

Ada unsur masa kini dan masa depan dalam semua penerapan kitab Yoel oleh
PB ini. Karunia-karunia Roh yang mulai mengalir melalui umat Allah pada
hari Pentakosta masih tersedia bagi orang percaya hari ini (bd.
1Kor 12:1--14:40). Demikian pula, ayat-ayat yang langsung mendahului
nubuat Yoel tentang Roh Kudus (yaitu gambaran masa menuai dari hujan musim
gugur dan musim semi, Yoel 2:23-27) dan ayat-ayat setelah itu (yaitu
tanda-tanda di langit pada akhir zaman, Yoel 2:30-32) menunjukkan bahwa
nubuat tentang pencurahan Roh Kudus (Yoel 2:28-29) mencakup bukan hanya
hujan awal Roh Kudus pada hari Pentakosta, tetapi juga pencurahan akhir
Roh Kudus atas seluruh umat manusia pada akhir zaman.
Previous book ../../images/steelblue/top.gif Next book
| About Us | Support Us | F.A.Q. | Guest Book | YLSA Sites |copyright ©2004–2015 YLSA