SABDAweb ©
Biblical
Introduction
23 Jan 2020 | Home | Bible | Biblical | Tools | Download | | SiteMap |
Bible Versions
Alkitab Terjemahan Baru
Alkitab Kabar Baik (BIS)
Firman Allah Yang Hidup
Perjanjian Baru WBTC [draft]
Alkitab Terjemahan Lama
Kitab Suci Injil
Alkitab Shellabear [draft]
Alkitab Melayu Baba
Alkitab Klinkert 1863
Alkitab Klinkert 1870
Alkitab Leydekker [draft]
Alkitab Ende
TB Interlinear [draft]
TL Interlinear [draft]
AV with Strong Numbers
Bible in Basic English
The Message Bible
New King James Version
Philips NT in Modern English
Revised Webster Version
God's Word Translation
NET Bible [draft]
NET Bible [draft] Lab
BHS with Strongs
Analytic Septuagint
Interlinear Greek/Strong
Westcott-Hort Greek Text
Textus Receptus

Introductions
Pengantar Full Life
Pengantar BIS
Pengantar FAYH
Pengantar Ende
Pengantar Jerusalem
Pengantar Bible Pathway
Intisari Alkitab
Ajaran Utama Alkitab
Garis Besar Full Life
Garis Besar Ende
Garis Besar Pemulihan
Judul Perikop Full Life
Judul Perikop BIS
Judul Perikop TB
Judul Perikop FAYH
Judul Perikop Ende
Judul Perikop KSI
Judul Perikop WBTC

Verse Notes
Catatan Ayat Full Life
Catatan Ayat BIS
Catatan Ayat Ende
Catatan Terjemahan Ende
Catatan Ayat Jerusalem
Referensi Silang TSK
Referensi Silang TB
Referensi Silang BIS
Santapan Harian

Dictionaries
Kamus Kompilasi
Kamus Easton
Kamus Pedoman
Kamus Gering
Maps

Lexicons
Greek Lexicon
Hebrew Lexicon
Intisari Alkitab - Joel
Chapter: 1 2 3
Previous bookNext book

Penghakiman dan belas kasihan

SIAPAKAH YOEL?
Nama Yoel berarti "Yehova adalah Allah". Itulah nama anak tertua Samuel (1Sa 8:2), tetapi tidak banyak yang kita ketahui tentang nabi Yoel selain gambaran singkat mengenai dirinya sendiri dalam Yoe 1:1. Umum berpendapat bahwa ia adalah salah satu dari sekian banyak nabi Perjanjian Lama yang terdahulu. Boleh jadi ia telah mengenal baik nabi Elia maupun Elisa di masa mudanya. Ia bernubuat di kerajaan selatan, yaitu Yehuda, mungkin dalam zaman pemerintahan Yoas (2Ra 11 dan 2Ra 12).

APA LATAR BELAKANGNYA?
Ungkapan kuncinya adalah "Hari Tuhan". Negeri ini baru saja dihancurkan oleh hama belalang, dan bagi Yoel peristiwa ini mengandung makna spiritual. Ia percaya bahwa belalang-belalang itu merupakan hukuman ilahi, yaitu reaksi Allah terhadap dosa manusia. Tetapi hukuman yang lebih besar akan segera tiba: Yehuda dikelilingi oleh bangsa-bangsa yang jahat bagaikan sekumpulan belalang. Harapan mereka satu-satunya hanya pertobatan. Kitab ini memfokuskan penghakiman yang sudah lampau (belalang), penghakiman yang sedang dihadapi (bangsa-bangsa), tersedianya belas kasihan Allah dan panggilan Allah untuk bertobat (Yoe 1:13-20; 2:12-17).

APA PESANNYA?
Walaupun demikian, Yoel adalah seorang nabi harapan. Sebenarnya ia dinamakan "nabi kebangunan rohani" (Yoe 2:18-32). Kita dapat melihat hal ini terutama dalam peristiwa Hari Pentakosta pada waktu nubuatan Yoel digenapi. Tentu saja beberapa nubuatan masih menunggu penggenapannya (Yoe 2:28,29; Kis 2:16-21). Tetapi kita juga dapat melihat dalam kitab Yoel suatu ramalan mengenai berkumpulnya kembali orang Israel di tanah leluhur mereka dan mengenai penghakiman atas bangsa-bangsa (Yoe 3:2-7; Mat 25:32).

KITAB NUBUATAN YANG SANGAT INDAH
Sebagai literatur, Yoel merupakan kitab yang indah. Tidak pernah ditemukan dalam kitab-kitab lain gambaran yang begitu terperinci mengenai kehancuran yang disebabkan oleh awan belalang yang bergulung-gulung. Dan berkat kepandaiannya, Yoel melihat kumpulan belalang ini sebagai suatu ilustrasi yang luar biasa mengenai rombongan musuh yang mengelilingi Yehuda yang akan membawa penghukuman dari Allah.

Garis Besar

[1] BENCANA NASIONAL Yoe 1:1-20
Yoe 1:1-12         Hama belalang
Yoe 1:13-20        Panggilan untuk bertobat

[2] HARI TUHAN Yoe 2:1-32
Yoe 2:1-11         Penghancuran yang dahsyat
Yoe 2:12-17        Perlunya kembali kepada Tuhan
Yoe 2:18-27        Janji kemakmuran materi
Yoe 2:28-32        Janji berkat rohani

[3] NUBUATAN MASA DEPAN Yoe 3:1-21
Yoe 3:1-15         Musuh-musuh Israel ditantang
Yoe 3:16,17        Allah ikut campur tangan atas nama Israel
Yoe 3:18           Berkat Allah atas Israel
Yoe 3:19-21        Kerajaan kekal diwujudkan

Pesan

Pesan Yoel berfokus pada "Hari Tuhan", waktu ketika Tuhan akan ikut campur tangan di dalam dunia ini, ketika Tuhan akan memerintah sebagai raja, dan umat-Nya akan dibenarkan. Sudah barang tentu tema yang sama juga terdapat dalam nubuatan nabi-nabi lainnya (Yes 2:6-22; Amo 5:18-20; Zef 1:2-8).

1. Persiapan untuk "Hari Tuhan"
o Hama belalang dimaksudkan sebagai peringatan (lihat Amo 7:1-3) (lihat Amo 7:1-3). Yoe 1:1-12; 2:1-11
o Allah menuntut agar semua orang bertobat (lihat Zef 2:1-3). Yoe 1:13-20; 2:12-17

2. Jawaban Tuhan
o Berkat untuk bangsa-bangsa. Yoe 2:18-27
o Pencurahan Roh Kudus. Yoe 2:28-32
o Penghakiman dari bangsa-bangsa di sekitarnya. Yoe 3:1-8
o Keputusan: Umat Allah dibenarkan. Yoe 3:9-21

Penerapan

1. Waktu segalanya tidak beres
"Allah berbisik pada kita ketika kita bersukacita, tetapi Ia berteriak pada kita dalam kedukaan kita." Ketika segala sesuatu tidak beres bagi kita atau bangsa kita, boleh jadi Allah sedang memanggil kita. Ia memakai bencanaa dan kedukaan untuk membuat umat-Nya kembali kepada-Nya, tetapi kita seringkali tidak menangkap suara-Nya, oleh karena kita sudah puas dengan penjelasan ilmiah dari peristiwa "alam" yang terjadi. Tugas Yoel adalah untuk menunjukkan kepada manusia bahwa Allah sedang berkata-kata kepada mereka melalui hama belalang.

2. Meluruskan yang salah
Tugas Yoel ialah memberitahu manusia apa kesalahan mereka, tetapi tugas manusia adalah meluruskan yang salah itu! Apabila Allah memberikan suatu peringatan yang jelas, maka reaksi kita satu-satunya hanyalah pertobatan.

3. Pertobatan dan pengampunan
Kedua hal di atas saling berhubungan erat dalam Alkitab. Jika kita bertobat, kita akan diampuni. Dan jika kita tidak mau bertobat, maka kita tidak dapat diampuni.

4. Pesan Yoel kepada gereja
Yoel berkhotbah kepada suatu bangsa, yaitu umat pilihan Allah. Bencana alam merupakan petunjuk akan adanya kerusakan rohani. Hal ini merupakan suatu pelajaran yang penting bagi umat pilihan Allah dewasa ini, yaitu gereja. Apakah kita menderita kelaparan rohani? Apakah kita mengalami kekalahan rohani? Apakah orang-orang yang belum percaya yang ada di sekeliling kita menertawakan gereja? Apakah kita merasa tertekan dan kehilangan semangat? Jika demikian, dosa, ketidakpercayaan, ketidaktaatanlah yang menjadi sebab semuanya itu. Kalau begitu, maka jawabannya adalah pertobatan. Dan jika umat Allah mendengar, menanggapi, bertobat dan berlaku taat, Allah akan mengampuni dan memulihkan serta memberkati kita.

Tema-tema Kunci

1. Hari Tuhan
Ungkapan "Hari Tuhan" muncul lima kali dalam kitab ini (Yoe 1:15; 2:1,11,31; 3:14. Juga lihat Yoe 3:18, "hari itu"). Terdapat banyak referensi lain kepada Perjanjian Lama: Yes 2:12-22. Yeh 13:1-7; Zef 1:14-2,3; Zak 14:1-21. Apa lima ciri utama dari Hari Tuhan?

2. Pencurahan Roh Tuhan
Yoel mengharapkan pencurahan Roh Allah secara besar-besaran. Perhatikan bahwa pencurahan itu berlaku "bagi semua orang" (Yoe 2:28) dan akan terjadi "sebelum kedatangan hari Tuhan yang dahsyat dan menakutkan" (Yoe 2:31). Pada hari Pentakosta Petrus berkata bahwa nubuatan Yoel sedang digenapi (Kis 2:1-21). Bagian nubuatan Yoel mana saja yang telah digenapi, apa yang diingini manusia di mana-mana dewasa ini, (Kis 2:38) dan bagian mana dari nubuatan Yoel yang masih akan digenapi? (Lihat juga Mar 13:3-37).

3. Penghukuman Allah
Apabila Allah ingin mendisiplin umat-Nya, Ia kadang-kadang memakai bencana kelaparan atau hama (seperti belalang pada masa Yoel), tetapi seringkali Ia juga memakai bangsa-bangsa lain. Kitab Hakim-hakim penuh dengan contoh-contoh seperti ini. Tetapi seringkali bangsa-bangsa mendapat pengertian yang salah. Mereka menjadi sombong, berbual dan karena itulah mereka pada akhirnya harus dihukum. Lihat hal ini dalam Yoe 3:1-14. Apakah kita berpendapat bahwa oleh karena Allah telah memakai kita dalam suatu hal, maka Ia akan selalu memakai kita? Hal-hal apa saja yang dapat membuat kita sombong? Bagaimana Allah menghukum kita?

4. Raja dan kerajaan-Nya
Dari permulaan sampai akhir Alkitab terdapat sejumlah pasal dan ayat yang berisi pengharapan bahwa pada suatu ketika Allah akan memerintah dunia ini. Yoe 3:17,18 merupakan bagian dari nubuatan ini. (Lihat juga Yes 9:6,7; 35:4, dan nubuatan mengenai kerajaan seribu tahun yang terdapat dalam Wah 20). Biasanya, hal ini diartikan bahwa Yesuslah yang akan menjadi penguasa itu. Kalau begitu, mengapa Yesus tidak menerima secara terang-terangan julukan Raja Orang Yahudi? Mengapa Ia tidak memperbolehkan orang banyak untuk mengungkapkan kuasa-Nya? (misalnya: Mar 1:44; 3:12; 5:43; 7:24,36). Apakah Kis 1:6 dapat menolong kita untuk mengerti rahasia ini? Bacalah Rom 8:18-22. Apa yang dimaksud dengan seluruh makhluk "ditaklukkan kepada kesia-siaan"? Bagaimana hal ini dapat diakhiri?

Previous book Top Next book
< ABLE align="center" width="700" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" id="b"> | About Us | Support Us | F.A.Q. | Guest Book | YLSA Sites |copyright ©2004–2015 YLSA