SABDAweb ©
Biblical
Introduction
24 Feb 2020 | Home | Bible | Biblical | Tools | Download | | SiteMap |
Bible Versions
Alkitab Terjemahan Baru
Alkitab Kabar Baik (BIS)
Firman Allah Yang Hidup
Perjanjian Baru WBTC [draft]
Alkitab Terjemahan Lama
Kitab Suci Injil
Alkitab Shellabear [draft]
Alkitab Melayu Baba
Alkitab Klinkert 1863
Alkitab Klinkert 1870
Alkitab Leydekker [draft]
Alkitab Ende
TB Interlinear [draft]
TL Interlinear [draft]
AV with Strong Numbers
Bible in Basic English
The Message Bible
New King James Version
Philips NT in Modern English
Revised Webster Version
God's Word Translation
NET Bible [draft]
NET Bible [draft] Lab
BHS with Strongs
Analytic Septuagint
Interlinear Greek/Strong
Westcott-Hort Greek Text
Textus Receptus

Introductions
Pengantar Full Life
Pengantar BIS
Pengantar FAYH
Pengantar Ende
Pengantar Jerusalem
Pengantar Bible Pathway
Intisari Alkitab
Ajaran Utama Alkitab
Garis Besar Full Life
Garis Besar Ende
Garis Besar Pemulihan
Judul Perikop Full Life
Judul Perikop BIS
Judul Perikop TB
Judul Perikop FAYH
Judul Perikop Ende
Judul Perikop KSI
Judul Perikop WBTC

Verse Notes
Catatan Ayat Full Life
Catatan Ayat BIS
Catatan Ayat Ende
Catatan Terjemahan Ende
Catatan Ayat Jerusalem
Referensi Silang TSK
Referensi Silang TB
Referensi Silang BIS
Santapan Harian

Dictionaries
Kamus Kompilasi
Kamus Easton
Kamus Pedoman
Kamus Gering
Maps

Lexicons
Greek Lexicon
Hebrew Lexicon
Pengantar Full Life - Hosea
Chapter: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
Previous bookNext book
Penulis          : Hosea
Tema             : Hukuman dan Kasih Penebusan Allah
Tanggal Penulisan: 715 - 710 SM

Latar Belakang
Hosea, yang namanya berarti "keselamatan", diperkenalkan sebagai putra
Beeri (Hos 1:1). Tidak ada lagi yang diketahui tentang nabi ini selain
beberapa kilasan otobiografis di dalam kitab itu sendiri. Hosea adalah
penduduk Israel, bukan Yehuda, dan ia bernubuat kepada bangsanya sendiri.
Hal ini tampak dari

(1) banyak acuannya kepada "Israel" dan "Efraim" (dua sebutan terkemuka bagi
    kerajaan utara) serta "Samaria" (ibu kota kerajaan utara),

(2) acuannya kepada raja Israel di Samaria sebagai "raja kita"
    (Hos 7:5), dan

(3) perhatiannya yang mendalam akan kebobrokan rohani, moral, politik dan
    sosial Israel.

Pelayanan Hosea kepada kerajaan utara terjadi segera setelah pelayanan
Amos (seorang nabi Yehuda yang bernubuat kepada Israel). Hanya kitab
nabi Amos dan Hosea di PL yang seluruh beritanya dialamatkan ke
kerajaan utara dan menubuatkan kebinasaannya yang akan datang.

Hosea dipanggil Allah untuk bernubuat kepada kerajaan Israel yang sedang
ambruk selama sekitar 30 tahunnya yang terakhir, seperti yang kemudian
dilakukan oleh Yeremia kepada Yehuda. Ketika Hosea memulai pelayanannya pada
masa akhir pemerintahan Yerobeam II, Israel sedang mengalami kemakmuran
ekonomi dan kestabilan politik untuk sementara waktu yang menciptakan rasa
aman yang palsu. Akan tetapi, segera setelah Yerobeam II wafat (753 SM),
keadaan bangsa itu mulai memburuk dengan pesat dan menuju kehancurannya yang
terjadi pada tahun 722 SM. Dalam 15 tahun setelah kematiannya, empat raja
Israel terbunuh; dalam 15 tahun lagi Samaria merupakan puing-puing berasap
dan penduduk Israel dibuang ke Asyur dan kemudian disebarkan di antara
berbagai bangsa. Pernikahan Hosea yang tragis dan firman nubuatnya dipadukan
sebagai pesan Allah kepada Israel sepanjang tahun-tahun terakhir yang kacau
menuju kehancurannya ini.

Allah memerintahkan Hosea untuk "kawini seorang perempuan sundal"
(Hos 1:2) untuk melukiskan ketidaksetiaan rohani Israel kepada Allah.
Sekalipun ada yang menafsirkan pernikahan Hosea sebagai kiasan khayalan,
kebanyakan sarjana Alkitab yang konservatif memandangnya sebagai benar-benar
terjadi. Akan tetapi, kelihatan tidak mungkin bahwa Allah akan memerintahkan
seorang nabi yang saleh menikahi perempuan sundal untuk menggambarkan
berita-Nya kepada Israel; rupanya kemungkinannya lebih besar bahwa Hosea
menikahi Gomer ketika ia masih perawan dan kemudian ia menjadi pelacur.
Jadi, perintah untuk "kawinilah seorang perempuan sundal" diberikan sebagai
nubuat yang mengantisipasi apa yang akan terjadi.

Latar belakang sejarah pelayanan Hosea disebutkan sebagai dalam pemerintahan
Yerobeam II dari Israel dan empat raja Yehuda (Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia;
lih. Hos 1:1) -- yaitu, sekitar 755-715 SM -- yang tidak hanya
menjadikannya rekan sezaman yang lebih muda daripada Amos, tetapi juga dari
Yesaya dan Mikha. Kenyataan bahwa Hosea menetapkan tanggal dari sebagian
besar pelayanannya dengan mengacu kepada empat raja Yehuda dan bukan kepada
masa pemerintahan yang singkat dari enam raja Israel terakhir, mungkin
menunjukkan bahwa ia melarikan diri dari kerajaan utara untuk tinggal di
Yehuda menjelang kehancuran Samaria, oleh Asyur (tahun 722 SM); di sanalah
dia menyusun nubuat-nubuatnya menjadi kitab yang berjudul namanya ini.

Tujuan
Nubuat Hosea adalah usaha terakhir Allah untuk memanggil orang Israel supaya
bertobat dari penyembahan berhala dan kefasikan mereka yang tak kunjung
berakhir sebelum menyerahkan mereka kepada hukuman penuh atas dosa-dosa
mereka. Kitab ini ditulis untuk menyatakan

(1) bahwa Allah mempertahankan kasih-Nya kepada umat perjanjian-Nya dan
    dengan sungguh-sungguh ingin menebus mereka dari kejahatan mereka, dan

(2) bahwa hal-hal menyedihkan terjadi apabila orang terus-menerus tidak
    menaati Allah dan menolak kasih-Nya yang menebus.

Ketidaksetiaan istri Hosea dicatat sebagai gambaran ketidaksetiaan Israel
kepada Allah. Gomer mengejar-ngejar laki-laki lain, sedangkan Israel
mengejar-ngejar dewa-dewa lain; Gomer melakukan zina jasmaniah,
sedangkan Israel zina rohani.

Survai
Pasal 1-3 (Hos 1:1--3:5) menerangkan pernikahan Hosea kepada Gomer.
Nama ketiga anak mereka adalah tanda-tanda nubuat bagi Israel: Yizreel
("Allah mencerai-beraikan"), Lo-Ruhama ("Tidak dikasihi") dan Lo-Ami
("Bukan umat-Ku"). Kasih Hosea yang tekun kepada istrinya yang pezina
melambangkan ketabahan kasih Allah kepada Israel.

Pasal 4-14 (Hos 4:1--14:10) berisi serangkaian nubuat oleh Hosea yang
menyamakan ketidaksetiaan Israel dengan ketidaksetiaan istrinya.
Perbuatan Gomer yang meninggalkan Hosea untuk kekasih lainnya
(pasal 1; Hos 1:1-22) melambangkan Israel yang meninggalkan Allah
(pasal 4-7; Hos 4:1--7:16). Gomer direndahkan (pasal 2; Hos 2:1-22)
untuk melambangkan rasa malu dan hukuman atas Israel (pasal 8-10;
Hos 8:1--10:15).  Perbuatan Hosea yang menebus Gomer dari pasar budak
(pasal 3; Hos 3:1-5) melambangkan keinginan dan rencana Allah untuk
memulihkan Israel di masa depan (pasal 11-14; Hos 11:1--14:10).  Kitab
ini menekankan bahwa karena Israel telah menolak kasih Allah dan
panggilan-Nya untuk bertobat, maka hukuman tidak bisa ditunda lagi.

Ciri-ciri Khas
Tujuh ciri utama menandai kitab Hosea.

(1) Inilah kitab pertama dalam kumpulan PL yang namanya "Kitab Dua Belas"
    atau juga dikenal dengan nama "Nabi-Nabi Kecil" ("kecil" karena singkat
    dibandingkan dengan Yesaya, Yeremia, dan Yehezkiel).

(2) Hosea adalah satu dari hanya dua nabi dari utara yang menulis kitab
    nubuat di PL (yang lain adalah Yunus).

(3) Seperti halnya Yeremia dan Yehezkiel, pengalaman pribadi Hosea
    melukiskan berita nubuatnya.

(4) Kitab ini berisi sekitar 150 pernyataan tentang dosa-dosa Israel, dan
    lebih dari separuhnya berkaitan dengan penyembahan berhala.

(5) Melebihi nabi PL lainnya, Hosea mengingatkan Israel bahwa Tuhan telah
    sabar dan setia dalam kasih-Nya terhadap mereka.

(6) Tidak ada tatanan khusus dari nubuat-nubuat Hosea dalam bagian utama
    kitab ini (pasal 4-14; Hos 4:1--14:10); sulit untuk mengetahui
    akhir sebuah nubuat dan awal nubuat berikutnya.

(7) Nubuat-nubuat kitab Hosea penuh dengan kiasan-kiasan yang hidup,
    kebanyakan diambil dari daerah pedesaan.

Penggenapan Dalam Perjanjian Baru
Kitab Hosea mempunyai beberapa ayat yang dikutip oleh PB sebagai tergenapi
di dalam Yesus Kristus:

(1) pemanggilan putra Allah dari Mesir (Hos 11:1; bd. Mat 2:15);

(2) kemenangan Kristus atas kematian (Hos 13:14; bd. 1Kor 15:55);

(3) kerinduan Allah akan kasih setia bukan korban sembelihan
    (Hos 6:6; bd. Mat 9:13; Mat 12:7); dan

(4) orang bukan Yahudi yang bukan umat Allah, kini menjadi umat Allah
    (Hos 1:6,9-10; Hos 2:22; bd. Rom 9:25-26; 1Pet 1:10).

Selain dari ayat-ayat khusus, PB memperluas tema kitab ini tentang Allah
sebagai suami umat-Nya, dalam hal Kristus menjadi mempelai laki-laki
dari mempelai wanita yang ditebus, gereja (lih 1Kor 11:2; Ef 5:22-32;
Wahy 19:6-9; Wahy 21:1-2,9-10*). Hosea menekankan berita PB mengenai perlunya
pengenalan akan Allah untuk memasuki hidup (Hos 2:19; Hos 4:6; Hos 5:15;
Hos 6:3,6*; bd. Yoh 17:1-3). Terpadu dengan berita ini, Hosea dengan jelas
menunjukkan hubungan langsung di antara dosa yang terus-menerus dengan
hukuman yang tidak terelakkan. Kedua penekanan utama Hosea dirangkum Paulus
dalam Rom 6:23, "Upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup
yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita."
Previous book Top Next book
< ABLE align="center" width="700" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" id="b"> | About Us | Support Us | F.A.Q. | Guest Book | YLSA Sites |copyright ©2004–2015 YLSA