SABDAweb ©
Biblical
Introduction
7 May 2021 | Home | Bible | Biblical | Tools | Download | | SiteMap |
Bible Versions
Alkitab Terjemahan Baru
Alkitab Kabar Baik (BIS)
Firman Allah Yang Hidup
Perjanjian Baru WBTC [draft]
Alkitab Terjemahan Lama
Kitab Suci Injil
Alkitab Shellabear [draft]
Alkitab Melayu Baba
Alkitab Klinkert 1863
Alkitab Klinkert 1870
Alkitab Leydekker [draft]
Alkitab Ende
TB Interlinear [draft]
TL Interlinear [draft]
AV with Strong Numbers
Bible in Basic English
The Message Bible
New King James Version
Philips NT in Modern English
Revised Webster Version
God's Word Translation
NET Bible [draft]
NET Bible [draft] Lab
BHS with Strongs
Analytic Septuagint
Interlinear Greek/Strong
Westcott-Hort Greek Text
Textus Receptus

Introductions
Pengantar Full Life
Pengantar BIS
Pengantar FAYH
Pengantar Ende
Pengantar Jerusalem
Pengantar Bible Pathway
Intisari Alkitab
Ajaran Utama Alkitab
Garis Besar Full Life
Garis Besar Ende
Garis Besar Pemulihan
Judul Perikop Full Life
Judul Perikop BIS
Judul Perikop TB
Judul Perikop FAYH
Judul Perikop Ende
Judul Perikop KSI
Judul Perikop WBTC

Verse Notes
Catatan Ayat Full Life
Catatan Ayat BIS
Catatan Ayat Ende
Catatan Terjemahan Ende
Catatan Ayat Jerusalem
Referensi Silang TSK
Referensi Silang TB
Referensi Silang BIS
Santapan Harian

Dictionaries
Kamus Kompilasi
Kamus Easton
Kamus Pedoman
Kamus Gering
Maps

Lexicons
Greek Lexicon
Hebrew Lexicon
Pengantar Full Life - Lamentations
Chapter: 1 2 3 4 5
Previous bookNext book
Penulis          : Yeremia
Tema             : Kesusahan yang Sekarang dan Harapan Masa Depan
Tanggal Penulisan: 586 - 585 SM

Latar Belakang
Judul kitab ini diambil dari judul tambahannya dalam naskah PL terjemahan
Yunani dan Latin -- "Ratapan Yeremia." PL Ibrani memasukkan kitab ini
sebagai salah satu di antara lima kitab gulungan (bersama Rut, Ester,
Pengkhotbah dan Kidung Agung) dari bagian ketiga Alkitab Ibrani, yaitu
bagian _Hagiographa_ ("Tulisan-tulisan Kudus"); masing-masing dari kelima
kitab ini secara tradisional dibacakan pada saat tertentu dalam tahun
liturgi Yahudi. Ratapan ini ditetapkan untuk dibaca pada hari kesembilan
dari bulan Ab (sekitar pertengahan Juli), bilamana orang Yahudi memperingati
penghancuran kota Yerusalem. Versi Septuaginta menempatkan Ratapan langsung
setelah kitab Yeremia, tempatnya dalam kebanyakan Alkitab masa kini.

Sudah lama para pakar Yahudi dan Kristen menyetujui bahwa Yeremia adalah
penulis kitab ini. Di antara berbagai bukti yang mendukung kesimpulan ini
terdapat yang berikut:

(1) Dari 2Taw 35:25 kita mengetahui bahwa Yeremia biasa menggubah syair
    ratapan; apalagi, kitab nubuat Yeremia sering kali menyebut bagaimana ia
    meratapi kebinasaan Yerusalem yang akan datang.
    (lih. Yer 7:29; Yer 8:21; Yer 9:1,10,20).

(2) Gambaran yang hidup dalam kitab Ratapan tentang peristiwa malapetaka itu
    memberikan kesan bahwa ini dikisahkan oleh seorang saksi mata; Yeremia
    adalah satu-satunya penulis kitab PL yang diketahui telah menyaksikan
    langsung musibah Yerusalem pada tahun 586 SM.

(3) Terdapat beberapa persamaan tema dan gaya bahasa di antara kitab Yeremia
    dengan kitab ini. Misalnya, kedua kitab ini menghubungkan penderitaan
    Yehuda dan kebinasaan Yerusalem karena dosa dan pemberontakan yang
    terus-menerus terhadap Allah. Dalam kedua kitab ini Yeremia menyebut
    umat Allah sebagai "anak dara" -Nya (Yer 14:17; Yer 18:13; Rat 1:15;
    Rat 2:13). Fakta-fakta ini, bersama dengan kesamaan di antara kedua
    kitab ini dalam gaya penulisan syairnya, menunjuk kepada penulis yang
    sama.

Ketandusan Yerusalem digambarkan demikian jelas dan hidup dalam Ratapan
sehingga menunjukkan bahwa peristiwa itu baru saja dialami penulisnya.
Yeremia sendiri berusia 50-an ketika kota itu jatuh; dia mengalami
sepenuhnya traumanya dan dipaksa ke Mesir pada tahun 585 SM
(lih Yer 41:1--44:30), di mana dia wafat (mungkin sebagai orang syahid)
dalam dasawarsa kemudian. Jadi, kitab ini mungkin sekali ditulis segera
setelah pembinasaan Yerusalem (586-585 SM).

Tujuan
Yeremia menulis serangkaian lima ratapan untuk mengungkapkan kesedihan yang
sangat dan penderitaan emosionalnya atas kerusakan Yerusalem yang tragis,
termasuk

(1) keruntuhan yang memalukan dari kerajaan dan keturunan Daud,

(2) pembinasaan sama sekali dari tembok-tembok kota, Bait Suci, istana raja
    dan kota pada umumnya, dan

(3) pembuangan yang menyedihkan ke Babel dari kebanyakan orang yang tidak
    dibunuh.

"Yeremia duduk sambil menangis dan meratap dengan ratapan ini
atas Yerusalem," bunyi sebuah super skripsi pada kitab ini dalam
versi Septuaginta dan Vulgata Latin. Dalam kitab ini, kesedihan sang
nabi menyembur keluar bagaikan kesedihan seorang peratap pada saat
penguburan kerabat dekat yang mati secara tragis. Semua ratapan ini
mengakui bahwa tragedi tersebut merupakan hukuman Allah atas Yehuda
karena pemberontakan berabad-abad para pemimpin dan penduduknya
terhadap Dia; kini hari perhitungan telah tiba dan hari itu amat
dahsyat. Dalam Ratapan, Yeremia bukan hanya mengakui bahwa Allah
benar dan adil dalam segala jalan-Nya, tetapi juga bahwa Dia itu
murah hati dan berbelas kasihan kepada mereka yang berharap
kepada-Nya (Rat 3:22-23,32).  Jadi, Kitab Ratapan memungkinkan umat
itu memiliki pengharapan di tengah-tengah keputusasaan mereka dan
memandang lebih jauh dari hukuman pada saat itu, kepada saat Allah
akan memulihkan umat-Nya kelak.

Survai
Kitab ini merupakan serangkaian lima ratapan, tiap ratapan itu dalam
sendirinya lengkap. Ratapan pertama (pasal 1; Rat 1:1-22) menggambarkan
kerusakan Yerusalem dan ratapan sang nabi atas kota itu ketika ia berseru
kepada Allah dalam penderitaan jiwanya; kadang-kadang ratapannya
melambangkan ratapan Yerusalem (Rat 1:12-22). Dalam ratapan kedua
(pasal 2; Rat 2:1-22), Yeremia melukiskan penyebab kerusakan ini sebagai
murka Allah atas umat pemberontak yang menolak untuk bertobat. Musuh Yehuda
menjadi sarana penghukuman Allah. Syair berikutnya (pasal 3; Rat 3:1-66)
mendesak bangsa itu untuk ingat kembali bahwa Allah sungguh-sungguh pemurah
dan setia, dan bahwa Dia itu baik kepada mereka yang mengandalkan diri-Nya.
Yang keempat (pasal 4; Rat 4:1-22) mengulang kembali tema ketiga syair
sebelumnya.  Di dalam syair yang terakhir (pasal 5; Rat 5:1-22), setelah
pengakuan dosa dan kebutuhan Yehuda untuk pengampunan, Yeremia berdoa kepada
Allah untuk mengembalikan umat itu kepada perkenan-Nya lagi.

Kelima ratapan di dalam kitab ini, yang sama dengan jumlah pasalnya,
masing-masing terdiri atas 22 ayat (kecuali pasal 3; Rat 3:1-66 yang
    memiliki 22 kali 3, yaitu 66 ayat); nomor 22 adalah jumlah huruf
dalam abjad bahasa Ibrani. Empat syair pertama merupakan akrostik abjad,
yaitu setiap ayat (atau dalam pasal 3; Rat 3:1-66 setiap perangkat dari
tiga ayat) dimulai dengan huruf Ibrani yang berbeda dari _Alef_ hingga
_Taw_. Susunan menurut abjad ini, di samping mempermudah penghafalan,
juga melaksanakan mencapai dua hal.

(1) Susunan ini menyampaikan gagasan bahwa ratapan-ratapan ini lengkap,
    meliputi segala sesuatu dari A hingga Z (Ibr- _Alef_ hingga _Taw_).

(2) Dengan menyusun semua ratapan sedemikian, sang nabi dibatasi untuk
    terus-menerus meratap dan menangis; semua ratapan ada akhirnya,
    sebagaimana halnya suatu saat pembuangan akan berakhir dan Yerusalem
    akan dibangun kembali.

Ciri-ciri Khas
Lima ciri utama menandai kitab Ratapan.

(1) Sekalipun di dalam Mazmur dan kitab para nabi ada ratapan pribadi dan
    ratapan umum, hanya kitab ini di Alkitab yang semata-mata terdiri atas
    syair-syair duka.

(2) Susunan kesusastraan kitab ini sama sekali syair; dengan empat dari
    kelima syair itu bersifat akrostik (lihat alinea terakhir bagian
    "Survai"). Sesuai dengan susunan syair kitab ini, syair kelima juga
    terdiri atas 22 ayat.

(3) Sedangkan 2Raj 25:1-30 dan Yer 52:1-34 melukiskan peristiwa
    sejarah pembinasaan Yerusalem, hanya kitab ini yang dengan hidup
    menggambarkan emosi dan perasaan orang-orang yang benar-benar mengalami
    musibah tersebut.

(4) Pada inti kitab ini terdapat salah satu pernyataan paling kuat tentang
    kesetiaan dan keselamatan dari Allah di dalam Alkitab (Rat 3:21-26).
    Walaupun kitab Ratapan dimulai dengan sebuah ratapan (Rat 1:1-2),
    secara tepat kitab itu berakhir dengan nada pertobatan dan harapan untuk
    pemulihan (Rat 5:16-22).

(5) Tidak ada kutipan dari kitab ini dalam PB selain beberapa ibarat
    (bd. Rat 1:15 dengan Wahy 14:19;
         Rat 2:1 dengan Mat 5:35;
         Rat 3:30 dengan Mat 5:39;
         Rat 3:45 dengan 1Kor 4:13).

Penggenapan Dalam Perjanjian Baru
Sekalipun Ratapan tidak dikutip sama sekali dalam PB, kitab ini memiliki
relevansi langsung bagi mereka yang percaya pada Kristus. Seperti halnya
Rom 1:18--3:20, kelima pasal ini meminta orang percaya untuk merenungkan
kehebatan dosa dan kepastian hukuman ilahi. Pada saat yang sama, kitab itu
mengingatkan bahwa oleh karena belas kasihan dan kemurahan Tuhan,
keselamatan tersedia bagi orang-orang yang bertobat dari dosa mereka dan
berbalik kepada-Nya. Selanjutnya, air mata sang nabi mengingatkan kita
tentang air mata Yesus Kristus, yang menangisi dosa-dosa Yerusalem karena
mengetahui kebinasaannya yang akan datang oleh tentara Romawi
(Mat 23:37-38; Luk 13:34-35; Luk 19:41-44).
Previous book Top Next book
< ABLE align="center" width="700" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" id="b"> | About Us | Support Us | F.A.Q. | Guest Book | YLSA Sites |copyright ©2004–2015 YLSA