SABDAweb ©
Biblical
Introduction
2 Apr 2020 | Home | Bible | Biblical | Tools | Download | | SiteMap |
Bible Versions
Alkitab Terjemahan Baru
Alkitab Kabar Baik (BIS)
Firman Allah Yang Hidup
Perjanjian Baru WBTC [draft]
Alkitab Terjemahan Lama
Kitab Suci Injil
Alkitab Shellabear [draft]
Alkitab Melayu Baba
Alkitab Klinkert 1863
Alkitab Klinkert 1870
Alkitab Leydekker [draft]
Alkitab Ende
TB Interlinear [draft]
TL Interlinear [draft]
AV with Strong Numbers
Bible in Basic English
The Message Bible
New King James Version
Philips NT in Modern English
Revised Webster Version
God's Word Translation
NET Bible [draft]
NET Bible [draft] Lab
BHS with Strongs
Analytic Septuagint
Interlinear Greek/Strong
Westcott-Hort Greek Text
Textus Receptus

Introductions
Pengantar Full Life
Pengantar BIS
Pengantar FAYH
Pengantar Ende
Pengantar Jerusalem
Pengantar Bible Pathway
Intisari Alkitab
Ajaran Utama Alkitab
Garis Besar Full Life
Garis Besar Ende
Garis Besar Pemulihan
Judul Perikop Full Life
Judul Perikop BIS
Judul Perikop TB
Judul Perikop FAYH
Judul Perikop Ende
Judul Perikop KSI
Judul Perikop WBTC

Verse Notes
Catatan Ayat Full Life
Catatan Ayat BIS
Catatan Ayat Ende
Catatan Terjemahan Ende
Catatan Ayat Jerusalem
Referensi Silang TSK
Referensi Silang TB
Referensi Silang BIS
Santapan Harian

Dictionaries
Kamus Kompilasi
Kamus Easton
Kamus Pedoman
Kamus Gering
Maps

Lexicons
Greek Lexicon
Hebrew Lexicon
Pengantar Full Life - Job
Chapter: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42
Previous bookNext book
Penulis          : Tidak Dikenal
Tema             : Mengapa Orang Benar Menderita ?
Tanggal Penulisan: Tidak Pasti

Latar Belakang
Kitab Ayub tergolong sebagai salah satu kitab hikmat dan syair dalam PL:
"hikmat" karena membahas secara mendalam soal-soal universal yang penting
dari umat manusia; "syair" karena hampir seluruh kitab ini berbentuk syair.
Akan tetapi, semua syair ini berdasarkan seorang tokoh sejarah yang nyata
(lih. Yeh 14:14,20) dan suatu peristiwa sejarah yang nyata
(lih. Yak 5:11).  Tempat terjadinya peristiwa dalam kitab ini ialah
"tanah Us" (Ayub 1:1) yang kemudian menjadi wilayah Edom, terletak di
bagian tenggara Laut Mati atau di sebelah utara Arabia (bd. Rat 4:21);
jadi latar belakang sejarah Ayub bersifat Arab dan bukan Ibrani.

Dua tanggal penting hendaknya dipertimbangkan berhubungan dengan kitab Ayub:

(1) tanggal kehidupan Ayub sendiri dan peristiwa-peristiwa yang diceritakan
    dalam kitab ini, dan

(2) tanggal penulis kitab ini yang diilhamkan.

Beberapa fakta menunjukkan bahwa Ayub sendiri hidup sekitar zaman Abraham
(2000 SM) atau sebelumnya. Fakta-fakta yang paling penting ialah:

(1) Ayub masih hidup selama 140 tahun setelah peristiwa-peristiwa
    dalam kitab ini (Ayub 42:16), yang menyarankan jangka hidup
    yang hampir 200 tahun (Abraham hidup 175 tahun);

(2) kekayaannya dihitung dari jumlah ternak (Ayub 1:3; Ayub 42:12);

(3) pelayanannya sebagai imam dalam keluarganya, seperti Abraham,
    Ishak, dan Yakub (Ayub 1:5);

(4) sistem keluarga pimpinan ayah menjadi kesatuan sosial mendasar
    seperti pada zaman Abraham (Ayub 1:4-5,13);

(5) serbuan orang-orang Syeba (Ayub 1:15) dan orang Kasdim
    (Ayub 1:17) yang cocok dengan zaman Abraham;

(6) sering kali (31 kali) penulis memakai nama yang dipakai para
    patriarkh bagi Allah, yaitu Shaddai (Yang Mahakuasa); dan

(7) tidak ada petunjuk sama sekali kepada sejarah Israel atau hukum
    Musa sehingga memberi kesan tentang zaman pra-Musa
    (sebelum 1500 SM).

Ada tiga pandangan utama mengenai tanggal kitab ini ditulis. Kitab ini
mungkin disusun

(1) selama zaman para leluhur (sekitar 2000 SM) tidak lama sesudah semua
    peristiwa ini terjadi dan mungkin ditulis oleh Ayub sendiri;

(2) selama zaman Salomo atau tidak lama sesudah itu (sekitar 950-900 SM),
    karena bentuk sastra dan gaya penulisannya mirip dengan kitab-kitab
    sastra hikmat masa itu; atau

(3) selama masa pembuangan (sekitar 586-538 SM), ketika umat Allah sedang
    bergumul mencari arti teologis dari bencana mereka.

Penulis yang tidak dikenal, jikalau bukan Ayub sendiri, pastilah memiliki
sumber-sumber lisan atau tertulis yang terinci dari zaman Ayub, yang
dipakainya di bawah dorongan dan ilham ilahi untuk menulis kitab ini
sebagaimana adanya sekarang. Beberapa bagian dari kitab ini pasti
telah diberikan melalui penyataan langsung dari Allah (mis.
Ayub 1:6--2:10).

Tujuan
Kitab Ayub menggumuli pertanyaan abadi, "Jikalau Allah itu adil dan penuh
kasih, mengapa diizinkan-Nya orang yang sungguh-sungguh benar seperti Ayub
(Ayub 1:1,18) menderita demikian hebat?" Ketika menggumuli soal ini,
penulis mengemukakan kebenaran-kebenaran berikut.

(1) Selaku musuh Allah, Iblis menerima izin untuk menguji kesejatian iman
    seorang benar dengan menyiksa dia; tetapi kasih karunia Allah menang
    atas penderitaan karena oleh iman Ayub tetap kokoh dan tidak goyah,
    bahkan ketika kelihatannya tidak ada keuntungan jasmaniah atau duniawi
    untuk terus mengabdi kepada Allah.

(2) Allah digerakkan oleh pertimbangan-pertimbangan yang terlalu luas
    sehingga tak dapat dipahami oleh pikiran manusia (Ayub 37:5); karena
    kita tidak melihat dengan kelapangan hati dan visi Yang Mahakuasa, maka
    kita memerlukan Allah menyatakan diri-Nya kepada kita.

(3) Landasan iman yang sesungguhnya tidak terletak dalam berkat-berkat
    Allah, dalam situasi-situasi pribadi atau jawaban-jawaban yang cerdik
    pandai, tetapi dalam penyataan Allah sendiri.

(4) Allah kadang-kadang mengizinkan Iblis menguji orang benar dengan
    kesengsaraan agar memurnikan iman dan kehidupan mereka, sebagaimana emas
    dimurnikan oleh api (Ayub 23:10; bd. 1Pet 1:6-7); ujian
    semacam itu mengakibatkan peningkatan integritas rohani dan kerendahan
    hati umat-Nya (Ayub 42:1-10).

(5) Sekalipun cara-cara Allah menghadapi kita kadang-kadang tampak suram dan
    kejam (sebagaimana dikira oleh Ayub sendiri), akhirnya Allah tampak
    dalam belas kasihan dan kemurahan yang penuh.
    (Ayub 42:7-17; bd. Yak 5:11).

Survai
Terdapat lima bagian tertentu di dalam struktur kitab Ayub:

(1) Prolog (pasal 1-2; Ayub 1:1--2:13) yang melukiskan musibah Ayub dan
    penyebabnya;

(2) tiga rangkaian dialog di antara Ayub dan ketiga orang temannya, ketika
    mereka mencari jawaban-jawaban yang masuk akal untuk penderitaan Ayub
    (pasal 3-31; Ayub 3:1--31:40);

(3) empat monolog oleh Elihu, seorang yang lebih muda daripada Ayub dan
    ketiga temannya, yang berisi sekilas pengertian mengenai makna
    (sekalipun belum mengenai penyebab) penderitaan Ayub
    (pasal 32-37; Ayub 32:1--37:24);

(4) Allah sendiri, yang menegur ketidaktahuan dan keluhan Ayub serta
    mendengarkan tanggapan Ayub atas penyataan-Nya
    (pasal 38, 1-42, 6; Ayub 38:1-38; Ayub 1:1--42:17; Ayub 6:1-30);

(5) epilog (Ayub 42:7-17) yang mencatat pemulihan Ayub. Kitab Ayub
    seluruhnya ditulis dalam bentuk syair, kecuali tiga bagian:

    (a) prolog,

    (b) Ayub 32:1-6, dan

    (c) epilog.

Dalam pasal 1 (Ayub 1:1-22) Ayub diperkenalkan sebagai seorang benar
yang takut akan Allah (Ayub 1:1,8) dan terkaya dari semua orang di
sebelah Timur (Ayub 1:3). Keadaan hidupnya mendadak berubah oleh
serangkaian musibah besar yang memusnahkan harta milik, anak-anak, dan
kesehatannya (Ayub 1:13-22; Ayub 2:7-10). Ayub bingung sama sekali, karena
tidak menyadari bahwa dirinya terlibat dalam pertentangan di antara Allah
dan Iblis (Ayub 1:6-12; Ayub 2:1-6). Ketiga teman Ayub -- Elifas, Bildad, dan
Zofar -- datang untuk menghibur Ayub, tetapi akhirnya berdebat dengannya
mengenai penyebab terjadinya penderitaan itu. Mereka bersikeras bahwa
karena Allah itu adil, penderitaan Ayub pasti merupakan hukuman atas
dosa-dosa tersembunyi dan satu-satunya jalan keluar baginya adalah
bertobat. Ayub menolak jawaban mereka, menegaskan ketidakbersalahannya
dan mengaku ketidakmampuannya untuk memahami (pasal 3-31;
Ayub 3:1--31:40).  Elihu mengemukakan sudut pandang yang lain, yaitu
penderitaan Ayub menyangkut maksud penebusan Allah untuk lebih memurnikan
Ayub (pasal 32-37; Ayub 32:1--37:24).

Pada akhirnya semua terdiam, termasuk Ayub, ketika Allah sendiri berbicara
kepada Ayub mengenai hikmat dan kuasa-Nya selaku Pencipta. Ayub mengakui
ketidaktahuan dan ketidakberartian dirinya dengan penuh penyesalan dan
rendah hati (pasal 38-41; Ayub 38:1--41:25). Ketika Ayub bertobat dari
berbantah dengan Yang Mahakuasa (Ayub 40:1-4,8; Ayub 42:5-6) dan berdoa bagi
teman-temannya yang telah sangat melukai hatinya (Ayub 42:8,10), ia
dibebaskan dari pencobaan berat itu dan dipulihkan dua kali lipat
(Ayub 42:10); Ayub juga dibenarkan ketika Allah berkata bahwa Ayub
telah "berkata benar tentang Aku" (Ayub 42:7). Kehidupan Ayub kemudian
hari lebih diberkati daripada sebelum penderitaan itu (Ayub 42:12-17).
Sekalipun Allah tidak pernah memberikan pemahaman filosofis kepada Ayub
mengenai penyebab penderitaannya, pembaca memperoleh perspektif yang penting
ini dari prolog.

Ciri-ciri Khas
Tujuh ciri utama menandai kitab ini.

(1) Ayub, penduduk Arab utara, seorang bukan Israel yang benar dan takut
    akan Allah, mungkin  telah hidup sebelum keluarga perjanjian Israel ada
    (Ayub 1:1).

(2) Kitab ini menyajikan pembahasan terdalam yang pernah ditulis mengenai
    rahasia penderitaan. Sebagai puisi dramatik, drama dalam kitab ini
    berisi rasa kesedihan yang mengharukan dan dialog intelektual yang
    menggugah perasaan.

(3) Kitab ini menyingkapkan suatu dinamika penting yang beroperasi dalam
    setiap ujian berat yang dialami orang saleh: sementara Iblis berusaha
    untuk menghancurkan iman orang saleh, Allah bekerja untuk membuktikan
    iman itu dan memperdalamnya. Keteguhan Ayub dalam iman yang sejati
    memungkinkan maksud Allah menang atas niat Iblis (bd. Yak 5:11).

(4) Kitab ini memberikan sumbangan tak ternilai kepada seluruh penyataan
    alkitabiah tentang pokok-pokok penting seperti Allah, umat manusia,
    penciptaan, Iblis, dosa, kebenaran, penderitaan, keadilan, pertobatan,
    dan iman.

(5) Sebagian besar kitab ini mencatat penilaian teologis yang salah tentang
    penderitaan Ayub oleh teman-temannya. Mungkin cara berpikir mereka yang
    salah diulang begitu sering dalam kitab ini karena mencerminkan
    kesalahan yang umum terdapat antara umat Allah dan yang harus
    diperbaiki.

(6) Peranan Iblis sebagai "penuduh" orang benar ditunjukkan dengan lebih
    jelas dalam Ayub daripada di kitab PL lainnya. Dari 19 acuan kepada
    Iblis dalam PL, 14 kali di antaranya ada dalam kitab ini.

(7) Secara dramatis kitab Ayub mempertunjukkan prinsip alkitabiah bahwa
    orang percaya diubah oleh penyataan dan bukan informasi
    (Ayub 42:5-6).

Penggenapan Dalam Perjanjian Baru
Penebus yang diakui Ayub (Ayub 19:25-27), perantara yang didambakannya
(Ayub 9:32-33), dan jawaban kepada semua pertanyaan dan keperluan yang
mendalam, semuanya menemui penggenapannya di dalam Yesus Kristus. Yesus
sepenuhnya manunggal dengan penderitaan manusia (bd. Ibr 4:15-16; Ibr 5:8)
sebagai Penebus, perantara, hikmat, penyembuh, terang, dan hidup yang
ditetapkan Allah. Roh nubuat mengenai kedatangan Kristus terungkap paling
jelas dalam Ayub 19:25-27. Ayub dua kali disebutkan dalam PB:

(1) sebagai sebuah kutipan (Ayub 5:13 dalam 1Kor 3:19), dan

(2) sebagai acuan kepada ketabahan Ayub dalam penderitaan dan akibat yang
    penuh kemurahan dari tindakan Allah dalam hidupnya (Yak 5:11).

Kitab Ayub melukiskan dengan jelas kebenaran PB bahwa ketika orang
percaya mengalami penganiayaan atau ujian penderitaan yang berat,
mereka harus tetap teguh di dalam iman dan terus mempercayakan diri
mereka kepada Dia yang menghakimi dengan adil, sama seperti yang
dilakukan Yesus ketika Ia menderita (bd. 1Pet 2:23). Ayub 1:6--2:10
merupakan gambaran paling jelas mengenai musuh kita sebagaimana
dinyatakan dalam 1Pet 5:8-9.
Previous book Top Next book
< ABLE align="center" width="700" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" id="b"> | About Us | Support Us | F.A.Q. | Guest Book | YLSA Sites |copyright ©2004–2015 YLSA