Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/misi/2012/14

e-JEMMi edisi No. 14 Vol. 15/2012 (3-4-2012)

Mandat Misi Global 1

______________________________  e-JEMMi  _____________________________
                   (Jurnal Elektronik Mingguan Misi)
______________________________________________________________________

SEKILAS ISI
ARTIKEL MISI: MANDAT MISI GLOBAL 1
DOA BAGI MISI DUNIA: INTERNASIONAL
DOA BAGI INDONESIA: UMAT KRISTEN DI JAWA BARAT

Shalom,

Pelayanan misi adalah ujung tombak penuntasan Amanat Agung yang
dipercayakan oleh Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya. Namun pelayanan
misi dari generasi ke generasi justru menghasilkan hasil yang semakin
menurun. Salah satu sebabnya adalah adanya pergeseran arti dan makna
yang jelas tentang kedalaman prinsip pelayanan misi. Karena itu, pada
dua edisi e-JEMMi berturut-turut, kami ingin membawa Anda untuk
belajar tentang Mandat Misi Global.

Untuk bagian pertama (Edisi 14), secara khusus kita akan belajar
definisi-definisi dari istilah-istilah penting dalam dunia misi,
supaya menolong kita memahami lebih dalam makna keterlibatan kita
dalam pelayanan misi. Bagian kedua dari artikel ini akan kami sajikan
di edisi e-JEMMi berikutnya (Edisi 15). Semoga sajian kami dapat
mendorong Anda untuk semakin bersemangat mendukung pelayanan misi.
Tuhan Yesus memberkati!

Melalui kesempatan ini, izinkan segenap staf Redaksi e-JEMMi
mengucapkan "Selamat menyambut Paskah 2012, kiranya kasih dan
penyertaan Tuhan melingkupi kita semua."

Staf Redaksi e-JEMMi,
Yosua Setyo Yudo
< http://misi.sabda.org/ >

                  ARTIKEL MISI: MANDAT MISI GLOBAL 1

Alasan yang paling mendasar bagi kebutuhan "Utusan-Utusan Tuhan yang
Baru" adalah meluasnya wilayah-wilayah dunia yang tidak lagi mampu
dijangkau melalui cara utusan Injil yang lama.

Seabad yang lalu situasinya terlihat lebih baik. Sejak akhir tahun
1800-an sampai tahun-tahun pertama 1900-an, banyak ahli strategi misi
percaya bahwa dunia dapat diinjili sebelum abad ke-20. David B.
Barret, dalam World Christian Encyclopedia menyatakan: "Pada tahun
1900, sepertiga umat manusia adalah orang Kristen dan setengahnya
sadar akan kekristenan dan juga telah dipengaruhi olehnya. Optimisme
untuk penyelesaian tugas penginjilan global dengan cepat sangat
tinggi. Dari tahun 1889 sampai tahun 1914, komunitas-komunitas
Protestan dan Anglikan yang besar di Eropa dan Amerika Utara,
menonjolkan sebuah semboyan yang merangkum optimisme ini dalam sebuah
tujuan untuk `Penginjilan Dunia Pada Generasi Ini`."

Sayangnya, proyeksi optimistik ini tidak terwujud. Hari ini, hampir
seabad kemudian, total persentase populasi dunia yang diidentifikasi
sebagai orang Kristen sebenarnya telah menurun. Pada tahun 1900,
perkiraan terbaik tentang orang yang mengaku Kristen adalah sebesar
34,4 persen dari populasi global, sebuah pencapaian tertinggi
sepanjang sejarah. Angka ini menurun ke angka 33,7 persen di tahun
1970 dan ke angka 33;2 persen pada 1975, turun lebih jauh lagi ke
angka 32,4 persen di 1985, dan diproyeksikan oleh Barret akan turun
sebesar 0;1 persen ke angka 32;3 persen di tahun 2000.

Sembari kita menyongsong akhir abad ini (buku ini ditulis pada tahun
1987, Red.), sangat penting bagi kita untuk memahami mengapa
pelayanan-pelayanan misi yang kita kerjakan sekarang ini tidak
mencapai tujuannya, yang dengan optimis telah diprediksi dapat dicapai
sebelum saat ini oleh banyak orang. Bahkan yang lebih penting lagi,
kita perlu mempertimbangkan hambatan-hambatan baru yang terbentuk,
yang jika tak bisa dihindari akan membuat penginjilan global menjadi
semakin melemah di abad ke-21.

Namun sebelum kita meninjau semua ini, kita perlu mengambil dua
langkah yang lain: pertama, mendefinisikan istilah yang kita pakai
sehingga kita bisa lebih fokus pada penyelidikan kita dengan tepat;
kedua, meninjau kembali mengapa kita harus mencurahkan waktu kita dan
mungkin hidup kita untuk memberitakan Kabar Baik di negeri-negeri
asing.

DEFINISI BERBAGAI ISTILAH

Dalam hampir setiap diskusi mengenai hal ini, sejumlah kecil kata-kata
penting cenderung digunakan berulang-ulang, kata-kata yang
menggambarkan bagian-bagian dari proses utama pada tujuan membawa
orang di luar tanah air pada iman dan ketaatan dalam Kristus. Definisi
singkat istilah-istilah berikut ini cukup memadai untuk kita mengerti
di sini.

Pertama, "penginjilan", kata ini secara spesifik berkaitan dengan
pekabaran Injil. Menurut definisi dalam World Christian Encyclopedia,
"diinjili" artinya "sebuah keadaan yang di dalamnya Kabar Baik telah
disebarkan atau ditawarkan; suatu keadaan yang menyadari kekristenan,
Kristus, dan Injil."

Penginjilan, untuk tujuan-tujuan kita, tidak berarti perpindahan
agama, namun agaknya persis dengan apa yang ada di benak Yesus ketika
Dia berkata pada murid-Nya untuk "Pergilah ke seluruh dunia,
beritakanlah Injil kepada segala makhluk." (Markus 16:15) Suku yang
telah diinjili adalah sekelompok orang yang lebih dari setengah
anggotanya memiliki kesempatan untuk mendengar atau membaca beberapa
elemen kunci dalam Injil. Mereka tidak selalu harus berpindah agama.

Kedua, berkaitan dengan apakah sebuah suku sudah atau belum
"dijangkau". Untuk memenuhi syarat sebagai suku yang sudah terjangkau,
harus ada sebuah jemaat lokal yang giat dan mampu mengabarkan Kabar
Baik ke dalam suku tersebut.

Kata "pribumi" adalah kuncinya. Jemaat lokal atau kelompok Kristen itu
haruslah mandiri, sehingga dapat bertahan tanpa dukungan dari luar.

Yang terpenting dari semuanya, suatu kelompok yang terjangkau secara
potensial dapat memiliki sumber-sumber lokal untuk memelihara dan
mengembangkan populasi Kristennya sendiri, bahkan dalam
lingkungan-lingkungan yang sangat dibatasi, seperti dalam lingkungan
yang di dalamnya memiliki banyak utusan Tuhan yang baru dapat sedang
bekerja.

Konsep "Kelompok Kristus" yang digunakan dalam buku ini adalah untuk
menyebut jemaat-jemaat lokal, gereja-gereja rumah, dan
pertemuan-pertemuan bawah tanah orang-orang Kristen yang seringkali
menjadi alternatif bagi gereja di "negara-negara tertutup" yang
menjadi tujuan bagi pengutusan para utusan Baru.

"Kelompok suku" paling tepat didefinisikan sebagai orang-orang yang
terpisah secara budaya dan bahasa (seperti suku Maasai di Kenya atau
suku-suku di perbukitan Hmong di Laos). Dalam sebuah pengertian,
terdapat 24.000 kelompok suku di dunia pada saat ini dan sekitar
17.000 dari jumlah tersebut masih belum dijangkau. Jumlah 17.000
adalah kelompok-kelompok suku yang belum terjangkau, atau "orang-orang
yang tersembunyi", yang diperkirakan pada pertengahan tahun 1985
berjumlah lebih dari 2,5 juta jiwa. Saat ini ada 77 negara dan ribuan
kelompok suku yang tertutup, cenderung berada dalam dunia Muslim dan
Komunis.

Suatu konsep dasar yang lain adalah "perpindahan agama". Dalam Matius
28:19 
Yesus mengatakan, "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa
murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus."
Dalam kasus-kasus lain, baptisan tidak disebutkan dan perintahnya
hanyalah untuk menerima Yesus Kristus sebagai Juru Selamat, mungkin
melalui doa khusus, pengungkapan iman di depan umum, atau melalui
sarana yang lain.

Untuk menghindari perselisihan mengenai kapankah terjadinya
perpindahan agama, saya lebih suka memilih sebuah konsep yang lebih
global -- "membawa orang pada iman dan ketaatan kepada Kristus."
Istilah ini lebih akurat dan sepertinya, untuk saya, menggambarkan
tujuan kita dengan sangat baik. Masalah yang ada hanyalah, tentu saja,
hal itu tidak terukur dan tidak terhitung, kecuali oleh Tuhan.

Dalam banyak kasus yang berkaitan dengan statistik, kita akan banyak
membahas mengenai orang-orang Kristen yang mengakui apa yang dianutnya
-- dan dengan demikian berbasis pada jumlah individu yang menyatakan
sebutan Kristen atas diri mereka berdasarkan keinginan mereka sendiri.

Selama bertahun-tahun kami bergumul untuk menemukan cara-cara yang
lebih baik untuk menghitung jumlah orang Kristen dalam perbandingan
dengan populasi nasional atau internasional yang besar. Pada umumnya
saya lebih menyukai penggunaan istilah "anggota tetap" (anggota jemaat
yang dewasa). Kategori ini kurang elastis daripada istilah
"komunitas", yang lebih disukai oleh beberapa denominasi (contohnya,
Katolik Roma), dan yang termasuk di dalamnya tidak hanya warga jemaat
dewasa, tetapi juga anak-anak mereka yang tentu saja terpengaruh oleh
pilihan agama orang tuanya.

Dengan mengonversikan semua angka tersebut menjadi jemaat tetap,
memungkinkan kita menghindari kesalahan dalam membandingkan variabel
yang tidak bisa dibandingkan.

Mungkin inilah saat terbaik untuk membuat pembedaan yang lain,
didorong oleh kenyataan bahwa sekarang terdapat 270 denominasi Kristen
baru di seluruh dunia setiap tahunnya, dengan jumlah bersih yang terus
meningkat. Ketika artikel ini ditulis, jumlah denominasi dan kelompok
gereja berjumlah lebih dari 22.000, semuanya mengklaim sebagai cara
terbaik dalam mengikuti Jalan Kristus. Dengan jumlah besar denominasi
yang kadang-kadang bersaing ini, saya ingin memperjelas bahwa tujuan
artikel ini adalah untuk memperlengkapi Anda menolong lebih banyak
orang datang kepada iman dan ketaatan dalam Kristus, bukan pada
denominasi tertentu atau sekelompok denominasi dalam Tubuh Kristus
secara global.

Saya yakin jika seorang petobat baru mulai bergerak ke arah iman dan
ketaatan, ia akan dipandu sesuai dengan kebutuhannya oleh Guru
Terbesar yang pernah ada. Mungkin contoh terbaik sekarang ini adalah
ledakan pertumbuhan Gereja di Tiongkok, setelah pengusiran para utusan
Injil.

Saya menyatakan hal ini bukan untuk mengatakan bahwa saya kurang
memiliki keyakinan pribadi tentang cara-cara menyembah Tuhan dan
berbagai cara menafsirkan firman Tuhan. Hal ini merupakan pertimbangan
vital bagi saya, sama seperti bagi orang Kristen lainnya. Bagaimanapun
juga, beban artikel ini adalah untuk mengembangkan berbagai macam
strategi yang dapat menolong untuk membawa lebih dari ratusan juta
orang kepada Kristus -- dan bukan untuk meributkan hal-hal yang
berkaitan dengan doktrin, seberapa pun pentingnya, dengan orang-orang
yang telah menjadi percaya.

Tujuan kami adalah untuk membangun Tubuh Kristus dan untuk memperluas
Gereja-Nya, bukan untuk melemahkannya melalui
pertengkaran-pertengkaran antar kelompok yang kurang penting, yang
terjadi pada saat keselamatan jutaan orang tergantung pada kerja kita
sebagai satu tim. Bersama sebagai gereja-Nya; Tubuh dari semua orang
percaya, kita diwajibkan untuk mengejar "misi-misi gereja": untuk
menyatakan Kristus dan membawa sebanyak mungkin orang pada iman dan
ketaatan kepada Dia (Roma 16:26). (t/Rinto)

Diterjemahkan dari:
Judul buku: God`s New Envoys
Judul asli artikel: The Mandate for Global Mission
Penulis: Tetsunao Yamamori
Penerbit: Multnomah Press Portland, Oregon 1987
Halaman: 21 -- 25

                  DOA BAGI MISI DUNIA: INTERNASIONAL

Sebuah pelayanan Pioneers di Timur Tengah dan Afrika Utara melaporkan
bahwa komunitas pekabaran Injil di sana berduka lagi karena kehilangan
salah seorang pengerja mereka.

Meskipun tim Pioneer tidak bekerja secara langsung dengan pria yang
disebut "Mark" itu, tetapi ia adalah seorang rekan kerja yang diutus
oleh badan misi di Afrika sub-Sahara. Di seluruh dunia Arab, para
pengerja ini adalah rekan pemuridan terbaik yang menyediakan baik
pengertian kultural dan memberi sumbangsih yang besar terhadap
pelayanan ini.

Mark adalah anggota dari sebuah tim yang terdiri dari dua keluarga
yang melayani di sebuah daerah Radikal. Ketika tim tersebut mendapat
ancaman pembunuhan, kedua keluarga tersebut diungsikan, namun Mark
tetap tinggal untuk pertemuan terakhir dengan para orang percaya di
sana sebelum pergi menyusul timnya.

Malam hari, setelah pertemuan itu, saat tengah mempersiapkan makan
malamnya, Mark ditembak hingga tewas. Ia ditemukan keesokan paginya,
tetapi sudah kehilangan terlalu banyak darah untuk dapat selamat. Mark
meninggalkan seorang istri dan dua putri kembarnya yang masih bayi.

Roma 8 menyatakan, "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut
sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan.
Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang
menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita."

Tim misi yang menaungi Mark saat itu khawatir akan kemungkinan
tuntutan yang akan dilayangkan oleh ayah Mark, yang bukan seorang
percaya dan sangat keras menentang pelayanan anaknya di antara orang
Radikal. Tetapi, pada saat upacara pemakaman Mark, ayahnya adalah
salah seorang dari lima belas orang yang menyerahkan hidupnya bagi
Kristus.

Misi yang dimulai oleh Mark akan berlanjut: istrinya berencana untuk
melayani di daerah yang sama dengan tempat suaminya dibunuh.

Pelayanan di Dunia Arab disatukan oleh rekan-rekan utusan Injil dan
orang-orang percaya nasional seperti Mark. Orang-orang semacam ini
adalah orang-orang yang berdiri dengan teguh dalam iman mereka dan
tidak mudah meninggalkan pos pelayanan mereka.

Pioneers memiliki kesempatan untuk menyebarkan harapan yang kekal
kepada orang-orang Radikal di Dunia Arab sepanjang tahun 2012 melalui
kampanye "Winds of Change" (Angin Perubahan). Tujuan dari langkah awal
ini adalah untuk memperlengkapi arus penyiaran Dunia Arab dengan pesan
yang memiliki daya tarik yang spesifik terhadap 10 negara yang berbeda
secara demografis. Kampanye ini juga termasuk pendistribusian paket
Alkitab dan film. Pelayanan ini akan menyokong pelayanan yang telah
dimulai oleh orang-orang seperti Mark. (t/Yudo)

Sumber: http://mnnonline.org/article/17006

1. Mengucap syukur untuk kehadiran anak-anak Tuhan seperti Mark, yang
tetap setia mengikut Yesus meskipun harus mengalami ancaman dan
tekanan.

2. Berdoa untuk istri Mark yang akan melanjutkan pelayanan Mark
sebelumnya, agar Tuhan memberikan hikmat dan kekuatan kepadanya,
sehingga melalui pelayanannya banyak orang dapat memperoleh anugerah
keselamatan.

3. Doakan juga untuk kedua putri Mark yang masih bayi, agar Tuhan
memberi kesehatan dan perlindungan, sehingga mereka dapat bertumbuh
menjadi anak-anak yang mengasihi Tuhan.

4. Mengucap syukur untuk ayah Mark yang telah menerima Kristus sebagai
Tuhan dan Juru Selamat. Doakan agar ia memiliki kerinduan untuk
mengenal Kristus lebih dalam lagi.

5. Doakan untuk anak-anak Tuhan yang melayani di wilayah Arab, agar
Tuhan memberi kekuatan, perlindungan, dan hikmat, serta mencukupkan
setiap kebutuhan yang diperlukan.

           DOA BAGI INDONESIA: UMAT KRISTEN DI JAWA BARAT

Pada Maret yang lalu, Jawa Barat kembali menjadi saksi mata atas dua
kasus kekerasan yang berlandaskan pada perbedaan agama sehingga
mengusik suasana ibadah umat Kristen yang diadakan di sebuah hotel di
Bandung. Kasus ini melaporkan adanya tuduhan kegiatan pembaptisan
terhadap warga non Kristen. Kelompok ini bersikeras dan mengaku
melindungi agama mereka, serta menentang siapa pun yang berniat untuk
berpindah kepercayaan.

Keesokan harinya, dua tersangka berpakaian putih datang dan
menembakkan senapan angin di salah satu gereja di Indramayu. Pihak
kepolisian berhasil mengidentifikasi pelaku dan langsung menahan para
pelaku. Keduanya baru saja selesai menunaikan ibadah sebelum menerobos
masuk ke bangunan gereja. Tidak ada korban luka dalam insiden ini.

Indonesia menempati peringkat ke-43 dalam World Watch List. Menurut
Institusi Setara, terdapat 99 kasus penganiayaan yang menentang etnis
dan kelompok minoritas agama sejak Januari sampai Juni 2011, dan 30 di
antaranya terjadi di Jawa Barat. Kasus-kasus tersebut termasuk
penutupan gereja, kekerasan fisik, diskriminasi, dan gangguan terhadap
ibadah.

Sumber: DetikCom, Republika Online, Kompas Online

Pokok Doa:

1. Berdoa agar Tuhan menolong umat Kristen di Jawa Barat untuk dapat
menyikapi penganiayaan ini dengan hikmat dan terus bertekun di dalam
doa.

2. Doakan agar Tuhan membantu pihak kepolisian dan pemerintah
menuntaskan kekerasan dan diskriminasi terhadap umat Kristen di Jawa
Barat.

3. Berdoa untuk gereja-gereja Tuhan di Jawa Barat, agar dapat menjadi
terang dan garam di lingkungan mereka.

4. Berdoa supaya Tuhan memberikan kesatuan hati di antara
gereja-gereja di Jawa Barat.

5. Biarlah kasih dan terang Kristus terus bercahaya di Jawa Barat
melalui anak-anak Tuhan yang setia memancarkan kasih dan terang-Nya.

"SPEND YOUR TIME COUNTING YOUR BLESSING NOT AIRING YOUR COMPLAINTS"

Kontak: < jemmi(at)sabda.org >
Redaksi: Novita Yuniarti, Yosua Setyo Yudo
(c) 2012 -- Yayasan Lembaga SABDA
< http://www.ylsa.org >
Rekening: BCA Pasar Legi Solo;
No. 0790266579
a.n. Yulia Oeniyati
< http://blog.sabda.org/ >
< http://fb.sabda.org/misi >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org