Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/misi/2011/43

e-JEMMi edisi No. 43 Vol. 14/2011 (1-11-2011)

Kepemimpinan Misi yang Efektif di Gereja 1

______________________________  e-JEMMi  _____________________________
                   (Jurnal Elektronik Mingguan Misi)
______________________________________________________________________

SEKILAS ISI
ARTIKEL MISI: MENJALANKAN TIM KEPEMIMPINAN MISI YANG EFEKTIF DI GEREJA 1
DOA BAGI MISI DUNIA: HUNGARIA, VIETNAM
DOA BAGI INDONESIA: INSIDEN DI PAPUA

Shalom,

Pelayanan misi adalah sebuah pelayanan yang kompleks, dan membutuhkan
tim yang terdiri dari orang-orang yang cakap dan memiliki visi yang
jelas untuk mengerjakan panggilan ini. Untuk membahas topik yang cukup
dalam ini, kami akan menyajikan secara berturut-turut dalam edisi 43
dan 44, mengenai tim kepemimpinan misi yang efektif di gereja. Kiranya
sajian kami di edisi ini menjadi berkat bagi Anda. Tuhan Yesus
memberkati.

Redaksi Tamu e-JEMMi,
Yosua Setyo Yudo
< http://misi.sabda.org/ >

            ARTIKEL MISI: MENJALANKAN TIM KEPEMIMPINAN MISI
                     YANG EFEKTIF DI GEREJA 1

Pengantar

Misi adalah satu pekerjaan besar. Ada yang mengatakan bahwa
menjalankan misi dalam gereja lokal itu seperti menjalankan "global
marketing" dalam dunia bisnis multinasional. Pekerjaan ini sangat
kompleks. Beban untuk menguasai kerumitan ini ada pada para pemimpin
misi. Keefektifan suatu gereja yang bermisi, sering kali dibatasi oleh
pekerjaan mereka. Mengasihi Kristus dan memiliki kecintaan yang besar
untuk melakukan pekerjaan misi itu penting, tetapi belum cukup. Perlu
adanya pengetahuan ditambah keterampilan dalam kepemimpinan,
organisasi, perencanaan, dan komunikasi. Artikel ini dimaksudkan untuk
membantu para pemimpin gereja mengembangkan keterampilan dan struktur
yang mereka perlukan untuk memimpin misi gereja mereka.

Mengetahui Tugas Anda

Dengan agak ragu, tim setuju untuk melayani dalam komisi misi di
Wildcat Creek. Sebelum pertemuan pertama, ia bertanya kepada ketuanya,
"Apa yang dilakukan oleh komisi misi?" "Kami hanya melakukan urusan
misi," jawabnya. Kelihatannya jawaban ini agak kabur bagi tim, tetapi
ia berharap dapat mengerti lebih banyak pada pertemuan pengurus misi
yang pertama.

Kelompok kepemimpinan misi di gereja Anda mungkin melakukan apa saja
yang dilakukan oleh para pendahulu mereka. Tugas-tugas yang biasa
dilakukan adalah: mendistribusikan dana keuangan misi (khususnya di
gereja-gereja mandiri) dan merencanakan kegiatan misi selama satu
tahun (khususnya dalam gereja-gereja gabungan).

Ada banyak kesempatan bagi satu tim misi. Tim misi yang efektif, akan
melakukan sebanyak mungkin untuk melayani gerejanya yang sedang
bermisi, sambil membatasi diri kepada apa yang dapat mereka lakukan
dengan baik.

Setelah pertemuan pertama, tim merasa pekerjaan itu akan menjadi lebih
sederhana, jika mereka memunyai batas-batas yang jelas mengenai
definisi misi yang telah dipikirkan dengan baik. Misi telah menjadi
sebuah pekerjaan yang mencakup segalanya dari sejumlah besar urusan
gereja, termasuk sekolah Alkitab, rumah jompo, pelayanan sosial,
pelayanan masyarakat, penginjilan lokal, dan pelayanan lintas budaya.
Selanjutnya, kelihatannya tidak ada seorang pun yang tahu apa tujuan
dari beberapa pelayanan misi luar negeri yang didukung oleh gereja.

Karena tim pernah memiliki pengalaman dalam satu tim misi yang
efektif, ia membuat daftar mengenai tanggung jawab pelayanan misi bagi
komisi mereka. Komisi itu setuju bahwa dalam pertemuan yang
berikutnya, mereka akan menentukan tugas-tugas mana yang akan mereka
ambil, dan mereka akan mencoba untuk mendefinisikan misi, agar ada
batasan bagi tugas mereka.

Berikut bidang-bidang tanggung jawab untuk tim kepemimpinan misi.

1. Menyediakan pemimpin bagi misi dalam gereja.
2. Membantu para pemimpin gereja dalam menaati Amanat Agung.
3. Mengembangkan struktur organisasi tim dan syarat-syaratnya.
4. Merekrut, memberi pengarahan, dan mendidik tim tersebut.
5. Menetapkan batasan-batasan bagi pelayanan misi.
6. Mengembangkan dan mengikuti kebijakan, serta langkah-langkah yang
   sesuai bagi pelayanan misi.
7. Mengembangkan prioritas pelayanan dan strategi misi bagi gereja.
8. Menetapkan tujuan, membuat rencana, dan menjalankan rencana
   tersebut.
9. Meningkatkan dukungan doa bagi para utusan Injil dan proyek
   pelayanan mereka bagi orang-orang, bangsa-bangsa, dan bagi gereja
   yang miskin dan tertindas.
10. Memastikan bahwa para utusan Injil yang diutus gereja mendapat
    perhatian, dukungan, bimbingan, dan perhatian.
11. Mendidik jemaat mengenai mandat Alkitab, perkembangan sejarah
    misi, dan tokoh-tokoh pahlawan misi.
12. Memberikan informasi yang jelas dan teratur mengenai pelayanan
    misi gereja, perkembangan, dan pelayanan misi yang penting, serta
    kebutuhan-kebutuhan misi dunia.
13. Merencanakan dan melaksanakan promosi misi, pengajaran, dan peka
    terhadap peristiwa-peristiwa misi yang sedang terjadi.
14. Mengembangkan dan mengurus anggaran keuangan misi.
15. Mendampingi dan membantu para pemimpin gereja mengembangkan
    pelayanan misi.
16. Memperlengkapi dan memampukan anggota jemaat untuk dapat terlibat
    secara langsung dalam pelayanan misi.
17. Merencanakan dan menyelenggarakan perjalanan misi.
18. Merekrut dan membantu mempersiapkan, serta membimbing calon utusan
    Injil dari jemaat setempat.
19. Mengumpulkan, menyaring, mengevaluasi, menyetujui, mengatur,
    melaksanakan, dan membantu proyek dana misi.
20. Mengembangkan dan memelihara hubungan dengan gereja-gereja lain
    atau organisasi misi lain, dan mendukung para utusan Injil yang
    melayani di bawah organisasi misi tersebut.

Merekrut

Dalam pertemuan kedua yang dihadiri oleh tim, kelompok itu memakai
beberapa waktu lamanya untuk merumuskan definisi misi yang sesuai,
kemudian mulai mempertimbangkan bidang-bidang tanggung jawab yang akan
mereka jalankan. Walaupun mereka belum bekerja dalam beberapa bidang
ini, kelihatannya semua bidang ini penting tetapi mereka sulit
mengesampingkan satu bidang pun yang selama ini biasa mereka lakukan.

Setelah beberapa saat, seorang anggota berseru, "Kita tidak memunyai
cukup orang dan waktu untuk melakukan semua hal ini. Kita membutuhkan
lebih banyak orang."

"Barangkali seperti yang Anda ketahui," kata ketua itu, "Komisi ini
terdiri dari beberapa ketua, yang memimpin beberapa departemen
lainnya. Ini sudah ditentukan oleh peraturan gereja kita. Karena kita
melakukan sebagian besar dari pelayanan komisi-komisi lainnya, kita
tidak memunyai cukup waktu untuk menjalankan tugas-tugas pelayanan
misi ini."

"Dapatkah kita menambang orang lain?" tanya tim.

"Tidak ada seorang pun yang mau menjadi sukarelawan. Semua orang
sibuk, dan direktur pendidikan Kristen mengalami kesulitan untuk
mendapatkan cukup guru. Memang tidak cukup orang," komentar salah satu
anggota.

Bapak ketua memunyai satu gagasan. "Mungkin sukarelawan bukan cara
terbaik. Mari kita mendoakan hal ini," katanya. "Ini adalah pekerjaan
Allah, dan tentu saja Allah akan menyediakan orang-orang dengan
kualitas yang tepat untuk menjalankan tugas ini."

"Saya teringat pada seorang sahabat saya Craig, yang masih bujangan.
Ia sedang mempersiapkan diri untuk menggembalakan jemaat, dan para
penatua gerejanya beranggapan bahwa ia harus menikah. Kapan saja
mereka bertanya padanya mengenai kapan ia menikah, Craig menjawab,
"Saya sedang mendoakan hal itu." Akhirnya salah seorang penatua yang
agak kesal berkata, "Craig, Alkitab berkata berjaga-jagalah dan
berdoalah! Saya percaya itulah yang harus kita lakukan -- berjaga-jaga
dan berdoa."

"Selanjutnya saya bertanya-tanya, apakah kita harus berubah dari
sebuah komisi yang membuat keputusan menjadi sebuah tim, di mana
setiap anggota memunyai tugas untuk dikerjakan. Dengan demikian, kita
dapat menyelesaikan lebih banyak pekerjaan tanpa memberi beban yang
berlebihan kepada beberapa orang saja."

"Jika kita mau menambah orang, orang seperti apa atau kualitas atau
kemampuan seperti apa yang kita inginkan?" tanya tim. Bolehkah saya
membagikan satu pengalaman?" tanya tim. "Dua tahun yang lalu, ketika
saya menginginkan agar ada orang yang membantu mengajar satu kelas
dewasa pelajaran misi yang telah dipilih, saya berdoa agar Allah
menunjukkan kepada saya siapa yang harus saya minta. Saya berdoa
setiap hari selama beberapa minggu, dan menuliskan beberapa nama dan
orang-orang yang terlintas dalam pikiran saya, yang saya rasa dapat
melakukan pekerjaan itu dengan baik."

"Suatu malam di gereja, saya masuk ke dalam sebuah ruangan kosong
untuk mencari sesuatu, dan Duane sedang berada di ruangan itu.
Sementara kami berbincang-bincang, saya teringat bahwa ia ada dalam
daftar doa saya, sebagai salah seorang yang bisa mengajar di sana.
Apakah Duane adalah orang yang saya minta? Saya memikirkan hal itu
lebih banyak lagi, sementara kami berbicara dan kemudian saya
menanyakan hal itu kepadanya. Dengan bersemangat, ia sangat ingin
membantu mengajar kelas itu. Sejak saat itu, ia terus berada dalam
kepemimpinan misi."

"Pengalaman itu sangat membesarkan hati," kata ketua itu. "Maukah
masing-masing kalian memasukkan permohonan ini dalam daftar doa harian
kalian, dan kemudian menuliskan nama dan orang-orang yang Allah
ingatkan kepada kalian? Mari kita saksikan dan lihat bagaimana Allah
memimpin. Kita akan mendekati orang-orang yang kita setujui dan
meminta mereka untuk melayani."

"Satu hal lagi," tim menambahkan. "Saya percaya bahwa kita harus
menjelaskan sebelumnya, peran apa yang kita harapkan agar mereka
ambil. Mari kita menuliskan apa yang kita harapkan agar mereka
lakukan, dan kira-kira berapa lama waktu yang dibutuhkan. Mari kita
meminta mereka untuk memberikan komitmen, agar menyediakan jangka
waktu tertentu dalam pelayanan misi."

Sementara tim misi itu berdoa, mereka menjadi yakin bahwa orang-orang
tertentu memunyai keterampilan khusus yang diperlukan oleh tim itu.
Yang mengejutkan, beberapa orang ini belum banyak terlibat dalam
program-program gereja; ada dua orang yang masih sangat muda --
berusia dua puluhan; dan ada beberapa yang lain masih baru terlibat
dalam gereja.

Dengan mengikuti pimpinan Tuhan, anggota-anggota tim mendekati
orang-orang ini untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan khusus di dalam
misi gereja. Syukurlah, beberapa orang itu setuju.

Berikut ini adalah persyaratan yang harus dimiliki anggota-anggota tim
misi.

1. Kehidupan rohani yang sehat dan bertumbuh.
2. Memiliki komitmen yang kuat kepada Allah, gereja, dan doa.
3. Menaruh perhatian pada orang-orang yang belum diselamatkan.
4. Memiliki semangat kerja sama, hubungan kerja sama yang baik.
5. Fleksibel, terbuka pada perubahan.
6. Positif dan optimis.
7. Mewakili jemaat kita, bukan jemaat di luar.
8. Haus untuk belajar kebenaran firman Tuhan.
9. Pendoa yang setia.
10. Dapat diandalkan, setia untuk taat sampai akhir.
11. Memiliki keterampilan kepemimpinan dan berorganisasi.
12. Pemikir yang strategis.
13. Memiliki keterampilan berkomunikasi.
14. Memiliki kreativitas.
15. Memiliki keterampilan desain grafis.
16. Memahami bidang keuangan.
17. Memiliki waktu untuk menjalankan tanggung jawab.
18. Memahami misi.
19. Memiliki keterampilan mengajar dan melatih.

Harapan anggota-anggota tim

1. Mengadakan pertemuan dua kali sebulan dengan tim atau
   kelompok-kelompok yang memiliki tugas.
2. Terus mempelajari dan mendalami misi.
3. Menghadiri pelatihan misi yang diadakan setiap tahun.
4. Memimpin satu bidang tanggung jawab pelayanan.
5. Memunyai komitmen untuk dua tahun jabatan.
6. Memasukkan perspektif global (wawasan yang luas) ke dalam bidang
   pelayanan lainnya.

Diambil dari:
Judul buku: Bagaimana Menjalankan Tim Kepemimpinan Misi yang Efektif
            di Gereja Anda
Judul artikel: Menjalankan Tim Kepemimpinan Misi yang Efektif di Gereja
Penulis: David Mays
Penerjemah: Hennuwati
Penerbit: Yayasan Mitra Pengembangan Desa, Bandung 1999
Halaman: 3 -- 11

               DOA BAGI MISI DUNIA: HUNGARIA, VIETNAM

HUNGARIA -- Sebuah pemandangan rohani yang menakjubkan terjadi di
Eropa. Mata rohani dibukakan, acara penyembahan terjadi selama 3 jam,
gereja-gereja dipenuhi oleh para remaja dan pemuda. Semua hal itu
telah terjadi di Hungaria, sebuah negara yang memiliki tujuh
perbatasan dengan negara-negara di benua Eropa yang lain -- dan dapat
memengaruhi semua negara itu. Sungguh, kecenderungan kebangkitan
rohani yang baru tengah dimulai di Eropa.

Benua Eropa sering kali disebut sebagai tempat paska-Kekristenan dan
beberapa orang telah tawar hati melihat keadaan di benua ini. Kita
mendengar statistik menyedihkan yang menyebutkan bahwa tempat ibadah
agama lain, menggantikan gedung gereja di Inggris dan kita tahu betapa
sedikitnya orang-orang yang pergi ke gereja di Jerman dan Perancis.
Beberapa orang berasumsi bahwa wilayah yang dulu memberi kita
Reformasi Protestan, sekarang telah menjadi gurun rohani.

Tanda-tanda yang membesarkan hati mengenai kehidupan rohani telah
terjadi di Hungaria, mulai dari Budapest dan Vac di sebelah Barat
sampai ke Miskolc, dan Debrecen di Timur. (t/Yudo)

Diterjemahkan dari:
Judul Buletin: Body Life Vol.29, No.7 July 2011
Nama Kolom: World Christian Report
Judul asli artikel: Hungary: Growing Spiritual Hunger
Penerbit: 120 Fellowship Adult Class at Lake Avenue Church, Pasadena
Halaman: 4

Pokok Doa:

* Bersyukurlah kepada Tuhan atas kuasa Roh-Nya di Hungaria, yang
menggerakkan umat-Nya untuk kembali mencari Dia.

* Berdoalah bagi orang-orang percaya di Hungaria, baik orang-orang tua
maupun para pemuda dan remaja, agar mereka juga memiliki hati untuk
menyebarkan kegerakan rohani ini kepada negara-negara Eropa yang lain,
sehingga Allah kembali ditinggikan di benua ini.

VIETNAM -- Tiga penganut Kristen Menonit dituduh sebagai
anti-pemerintah dan divonis minggu ini. Mereka dituduh atas tuduhan
subversif, setelah menolong sesama orang Vietnam yang terpaksa menjual
tanah mereka kepada sebuah perusahaan.

Karena telah menegakkan keadilan bagi seorang Vietnam yang tanah
pertaniannya dijual secara paksa oleh pemerintah kepada perusahaan
raksasa ini, beberapa orang percaya dijatuhi hukuman penjara. TT
menerima vonis penjara selama 8 tahun penjara, DK menerima 6 tahun
penjara, dan NT menerima vonis penjara selama 2 tahun, sementara empat
aktivis lainnya juga menerima hukuman.

Ketiga orang Kristen ini adalah anggota gereja menonit yang tidak
dikenal, dan menghadiri "Cow Shed Church" di Ho Chi Minh City. Mereka
juga anggota Viet Tan, sebuah partai yang berdasarkan demokrasi yang
menyerukan perdamaian reformasi politik. (t/Yudo)

Diterjemahkan dari:
Judul Buletin: Body Life Vol.29, No.7 July 2011
Nama Kolom: World Christian Report
Judul asli artikel: Vietnam: Christian Activists Convicted
Penerbit: 120 Fellowship Adult Class at Lake Avenue Church, Pasadena
Halaman: 4

Pokok Doa:

* Berdoalah agar Allah berkenan menegakkan keadilan-Nya di Vietnam,
dan membangkitkan lebih banyak lagi orang percaya untuk menyuarakan
keadilan di negara ini.

* Doakan tujuh aktivis yang menerima hukuman karena menyuarakan
kebenaran ini, terutama saudara TT, DK, dan NT, agar mereka semakin
dikuatkan dan diteguhkan dalam iman mereka kepada Allah yang Mahaadil.

                 DOA BAGI INDONESIA: INSIDEN DI PAPUA

Kekerasan di Papua terus terjadi. Mobil patroli Route Patrol 15,
ditembaki orang tak dikenal saat melewati Mil 35 (Kilometer 56) di
areal PT Freeport Indonesia, Timika, Kabupaten Mimika, Rabu (26/10).
Tidak ada korban jiwa dalam aksi penembakan tersebut.

Sumber: Kompas, Kamis, 27 Oktober 2011, Halaman 1

Pokok Doa:

1. Mengucap syukur untuk perlindungan Tuhan terhadap 3 personel polisi
dan 2 petugas keamanan PT Freeport Indonesia yang ditembaki di Mil 35.

2. Doakan agar Tuhan memberi perlindungan kepada aparat keamanan yang
bertugas di areal PT Freeport Indonesia.

3. Doakan agar Tuhan memberi hikmat kepada pemerintah pusat dan
daerah, dalam upaya menghentikan dan mencari jalan keluar terhadap
situasi yang saat ini sedang terjadi di Papua.

4. Doakan agar Tuhan memberikan kesatuan hati di antara anak-anak-Nya
yang ada di Papua, untuk setia berdoa bagi pemulihan Papua.

5. Doakan agar Tuhan menggerakkan lebih banyak anak-anak-Nya untuk
mendoakan keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia. Satu hal kita
percaya, Tuhan mengasihi Indonesia.

"WHEN WE ARE MOST READY TO PERRISH THEN IS GOD MOST READY TO HELP US"

Kontak: < jemmi(at)sabda.org >
Redaksi: Novita Yuniarti, Yulia Oeniyati
(c) 2011 -- Yayasan Lembaga SABDA
< http://www.ylsa.org >
Rekening: BCA Pasar Legi Solo;
No. 0790266579
a.n. Yulia Oeniyati
< http://blog.sabda.org/ >
< http://fb.sabda.org/misi >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org