Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/misi/2011/40

e-JEMMi edisi No. 40 Vol. 14/2011 (11-10-2011)

Pentingnya Doa dalam Misi (II)

______________________________  e-JEMMi  _____________________________
                   (Jurnal Elektronik Mingguan Misi)
______________________________________________________________________

SEKILAS ISI
ARTIKEL MISI: DOA: SENJATA STRATEGIS DALAM MENCAPAI SUKU-SUKU YANG
            BELUM TERJANGKAU 2
DOA BAGI MISI DUNIA: TURKI, PAKISTAN
DOA BAGI INDONESIA: KKR SISWA DI SOLO, SRAGEN, DAN KLATEN
STOP PRESS: INTERNATIONAL DAY OF PRAYER FOR THE PERSECUTED CHURCH
            (IDOP)

Shalom,

Masih melanjutkan edisi sebelumnya, edisi e-JEMMi minggu ini membahas
pentingnya berdoa untuk memenangkan pertempuran di alam rohani, untuk
merebut mereka yang terhilang dari tangan setan. Mari kita belajar
memiliki kuasa yang dari Tuhan dengan menyimak artikel yang telah kami
persiapkan ini. Tuhan memberkati.

Pemimpin Redaksi e-JEMMi,
Novita Yuniarti
< novita(at)in-christ.net >
< http://misi.sabda.org/ >

          ARTIKEL MISI: DOA: SENJATA STRATEGIS DALAM MENCAPAI
                  SUKU-SUKU YANG BELUM TERJANGKAU 2
                  Diringkas oleh: Novita Yuniarti

Strategi-Strategi Misi yang Berhasil Berasal dari Penelitian yang
Direndam dalam Doa

Dalam Bilangan 13, Yosua merupakan salah seorang "peneliti" pertama
yang mengintai negeri perjanjian. Karena ia mengetahui fakta-fakta
tentang negeri itu dan orang-orangnya, maka ia menyusun siasat ulung
selama penaklukan. Yosua senantiasa melibatkan Allah dalam menyusun
strategi-strateginya. Ia tidak bersandar pada pengertiannya sendiri,
tapi mengandalkan Allah yang disampaikan lewat doa. Prinsipnya masih
sama, menggabungkan hasil-hasil penelitian dengan kelompok yang sedang
kita jangkau dengan doa yang gigih secara terus menerus, merupakan
suatu gabungan yang akan membawa kemenangan dalam proses pengembangan
strategi misi yang berhasil guna.

Doa: Cara di Luar Kekuatan Manusia, yang dapat Melipatgandakan dan
Mengutus Para Pekerja ke Pelayanan Suku-Suku yang Belum Terjangkau

"Mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan
pekerja-pekerja untuk tuaian itu." (Matius 9:37-38) Yesus tidak
menganjurkan para murid-Nya, agar semuanya pergi keluar lalu
mengumpulkan sebanyak mungkin pekerja Kristen, atau meningkatkan dana
jutaan dolar bagi misi. Sebaliknya, Ia berkata bahwa berdoa kepada Dia
yang empunya tuaian -- itu merupakan prioritas. Sebab Dialah yang
dapat memanggil, melengkapi, dan mengutus pekerja yang paling mampu
untuk menuai tuaian tersebut. Allah sedang menanti-nantikan doa
umat-Nya, untuk membalikkan para penganut fanatik di sekeliling kita
seperti yang dilakukannya terhadap rasul Paulus, agar mereka menjadi
utusan-utusan Injil bagi kelompok mereka. Ketika jaringan-jaringan doa
dibentuk dengan memusatkan perhatian pada suku-suku, kota-kota, dan
negara-negara tertentu, kita akan melihat Allah membangkitkan
laskar-laskar pekerja yang baru untuk menuai di dunia.

Doa Membuka Pintu-Pintu Tertutup Bagi Kehadiran Orang Kristen

Rasul Paulus mendesak orang-orang Kristen dari generasinya untuk
"Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil
mengucap syukur. Berdoa jugalah untuk kami, supaya Allah membuka pintu
untuk pemberitaan kami, sehingga kami dapat berbicara tentang rahasia
Kristus." (Kolose 4:2-4) Don McCurry dari Ministries to Muslims
International memberi ilustrasi menarik dalam hubungan ini. Enam tahun
yang lalu, ia mengunjungi Guinea di Afrika Barat. Sekou Toure, seorang
pemimpin Marxis, baru saja mengusir semua utusan Injil kecuali dua
orang yang tertinggal dan sibuk menyiksa para tahanan politik. Dua
utusan Injil yang tertinggal, McCurry, dan 12 pendeta nasional bertemu
untuk berdoa syafaat bagi negara itu.

Pertama-tama, mereka berdoa agar Allah menyingkirkan tirani Marxis
yang telah menutup pintu bagi usaha-usaha misi, dan bagi suku-suku
yang belum terjangkau oleh Injil. Kemudian mereka menaruh peta di
seputar ruangan pertemuan, lalu bersama-sama meletakkan tangan pada
daerah-daerah dan kelompok-kelompok dari negara yang belum memiliki
orang Kristen. Mereka berdoa dan bersama-sama sepakat bagi suatu
terobosan dan pendirian pelayanan Kristen di tempat-tempat tersebut.
Dalam setahun, Sekou Toure tersingkir, digantikan oleh seorang
pemimpin yang ramah, yang membuka pintu bagi misi. Saat ini, setiap
orang dari kelompok-kelompok suku yang mereka doakan telah terlayani.

Sewaktu Jonathan Goforth berencana melancarkan suatu usaha baru di
Provinsi Hunan Utara di Tiongkok, Hudson Taylor menuliskan kata-kata
ini kepadanya, "Saudara, jika Anda harus memenangkan provinsi
tersebut, Anda harus maju terus dengan menggunakan lutut Anda."
Nasihatnya kini masih tetap berlaku. Tahun lalu, Allah membuka
benteng-benteng anti Kristen di Rumania dan Albania. Dapatkah kita
mengharapkan-Nya untuk melakukan hal yang sama dengan Mauritania,
Maroko, Libya, Turki, atau Arab Saudi, jika umat Allah akan memusatkan
doa-doa mereka pada tempat-tempat yang sulit ini?

Peperangan Rohani Menghancurkan Kendali dari Kuasa-Kuasa Kegelapan
atas Kelompok-Kelompok Bangsa, Kota, dan Negara

Ada mata rantai yang perlu dihancurkan, jika pencapaian terhadap
suku-suku yang belum terjangkau makin maju. Rantai-rantai dari
kegelapan rohani dan perbudakan sering membelenggu suku-suku,
kota-kota, dan negara-negara yang belum terjangkau, dengan
penghulu-penghulu dan kuasa-kuasa yang berusaha mengendalikan
peristiwa-peristiwa umat manusia. Pada masa kini, dunia misi sedang
mengalami suatu penemuan kembali, sehingga pokok persoalan dalam
mencapai suku-suku yang belum terjangkau merupakan salah satu kuasa
rohani. Sama seperti pada saat Allah menghadapi dewa-dewa Mesir atau
Baal di Gunung Karmel, demikian juga kini pokok persoalan itu masih
merupakan salah satu pertarungan kuasa antara Allah yang sejati dengan
dewa-dewa palsu, makhluk-makhluk rohani yang memegang kekuasaan atas
segmen- segmen manusia.

Peter Wagner dalam sebuah simposium tentang "penginjilan dengan kuasa"
di Fuller Seminary menegaskan, "Setan mendelegasikan anggota-anggota
yang berpangkat tinggi dari hierarki roh-roh jahat untuk mengendalikan
wilayah-wilayah, bangsa-bangsa, kota-kota, kelompok-kelompok bangsa,
lingkungan tetangga, dan jaringan-jaringan sosial lainnya di seluruh
dunia. Penugasan mereka yang utama adalah untuk mencegah Allah
dipermuliakan dalam wilayah mereka, yang mereka lakukan melalui
mengarahkan kegiatan dari roh-roh jahat yang berpangkat rendah."

Efesus 6 menunjukkan bahwa semua orang Kristen terlibat dalam
pertempuran yang tidak kelihatan dengan kuasa-kuasa kegelapan. Apalagi
bagi kita yang terlibat dalam pencapaian suku-suku yang belum
terjangkau sebagai utusan Injil, pendoa syafaat, atau ahli siasat.
Paulus mengatakan perjuangan kita harus dilaksanakan melalui doa dalam
Roh. Selain dari pedang Roh -- firman Allah, doa merupakan
satu-satunya senjata penyerang yang tersedia bagi kita dalam
peperangan kosmik. Jelaslah, jika kita bermaksud melihat
terobosan-terobosan misi di kelompok-kelompok bangsa, kota, dan
negara, kita perlu belajar bagaimana menggunakan senjata penyerang
untuk mencabut kuasa-kuasa kegelapan. Sementara membahas penerimaan
atau perlawanan dari kelompok-kelompok bangsa akan Kristus, Wagner
menjelaskan pengertian tersirat ini, "Jika hipotesis yang berkenaan
dengan roh-roh teritorial ini benar, dan jika kita dapat belajar
bagaimana menghancurkan kendali mereka lewat kuasa Allah, sebenarnya
posisi-posisi sumbu penerimaan-perlawanan dapat berubah dalam
semalam" -- orang berubah, dari sikap melawan menjadi terbuka dan
mudah menerima Kristus dalam waktu singkat.

Francis Frangipane, yang menulis tentang benteng-benteng yang
dipertahankan kuasa-kuasa kegelapan di kelompok-kelompok bangsa,
berbicara hal yang senada, "Ada benteng-benteng yang dipengaruhi setan
yang memengaruhi sidang-sidang jemaat dan pribadi-pribadi di
negara-negara dan komunitas-komunitas... Benteng-benteng ini berada
di dalam pola-pola dan gagasan-gagasan pemikiran yang berpengaruh atas
pribadi-pribadi, dan juga komunitas-komunitas serta bangsa-bangsa.
Sebelum dapat menagih kemenangan, benteng-benteng ini harus
dirobohkan, senjata yang dimiliki setan harus disingkirkan. Lalu
senjata-senjata yang dahsyat dari firman dan Roh, dapat secara
berhasil guna menjarah rumah yang dimiliki iblis."

Telaah-telaah tentang sistem kepercayaan kafir menyokong kenyataan
dari lukisan makhluk-makhluk rohani yang digambarkan dalam Efesus 6,
kitab Daniel, dan di tempat-tempat lain. Orang-orang Myanmar percaya
pada makhluk-makhluk adikodrati yang disebut "Nets" yang disusun
secara hierarkis dengan kendali atas fenomena alam, desa-desa,
wilayah-wilayah, dan bangsa-bangsa. Hubungan makhluk-makhluk ini
dipertahankan lewat tukang-tukang sihir atau media-media,
sedikit-dikitnya salah satu ditemukan pada setiap desa. Di Muang Thai
ada roh desa maupun roh wilayah -- roh desa merupakan bawahan dari roh
wilayah. Tiang-tiang sering didirikan di desa-desa sebagai tempat
tinggal bagi roh-roh pengawal mereka. Seorang utusan Injil CMA
memberitahu saya tentang penindasan yang meningkat, dan kurangnya
tanggapan rohani yang dihadapi oleh dia dan rekan sekerjanya dalam
sebuah desa segera sesudah tiang ini didirikan. Seorang utusan Injil
OMF berpendapat ia telah mengidentifikasikan penghulu utama nasional
atas seluruh Muang Thai.

Di India telah ditemukan suatu kosmologi serupa, yang melibatkan
roh-roh pengawal pada desa-desa dan tempat-tempat lainnya pada
wilayah-wilayah. Mereka sering dihubungkan dengan penyakit, kematian,
dan bencana yang tiba-tiba. Kali, dewi perusak, adalah dewa wilayah
yang khusus dikenal di antara orang-orang Bengali dari Bengal Barat di
Kalkuta. Setiap orang yang pernah di Kalkuta dapat melihat dampak yang
menghancurkan kota itu dan rakyatnya yang diakibatkan oleh penyembahan
kepada dewi tersebut. Para pekerja Kristen yang ada di sana, mengeluh
atas penindasan yang berat dan perpecahan dalam jemaat. Cukup aneh,
karena mereka masih belum pernah berkumpul bersama-sama berdoa bagi
kota itu, dan mengambil tindakan ofensif terhadap kuasa-kuasa
kegelapan. Sebuah buku tentang negara Zimbabwe di Afrika menyingkapkan
bahwa setiap wilayah, kota, desa dianggap berada di bawah kendali
roh-roh teritorial. Seorang pemimpin Sidang Jemaat Allah di Nigeria,
yang dahulunya berpraktik okultisme tingkat tinggi sebelum bertobat,
mengatakan, bahwa iblis menugaskannya mengendalikan 12 roh, setiap roh
mengendalikan 600 setan. Ia menyaksikan, "Saya berhubungan dengan
semua roh yang mengendalikan setiap kota di Nigeria, dan saya memiliki
sebuah tempat keramat di semua kota besar."

Baru-baru ini dalam sebuah pertemuan dengan seorang penginjil Jepang
dan beberapa utusan Injil untuk Jepang, saya terkejut menemukan betapa
banyak orang Jepang yang masih terikat dengan okultisme. Kita dapat
dibodohkan dengan teknologi tinggi, pandangan modern dari Jepang, lalu
tidak menyadari bahwa banyak orang-orang Jepang masih menghadiri
tempat-tempat keramat Shinto, sehingga setiap anak sekolah membawa
sebuah jimat, atau imam-imam Shinto dipanggil untuk meresmikan setiap
bangunan baru. Suatu fenomena berbahaya yang sedang kita hadapi di
Barat, sebagai "yang menyalurkan" penyokong sekte Zaman Baru untuk
berkomunikasi dengan makhluk-makhluk roh, dengan demikian mendirikan
kembali hubungan-hubungan dengan kuasa-kuasa kegelapan yang pada
mulanya dihancurkan oleh penginjilan dan pengkristenan dari masyarakat
Barat.

Masalahnya ialah kebanyakan dari kita tidak menyadari bahwa kita
berada dalam suatu perang sungguh-sungguh, sehingga merasa tidak
membutuhkan doa sebagai senjata strategis. John Piper, seorang pendeta
di Minneapolis, menyatakannya demikian, "Masalahnya ialah bahwa
kebanyakan dari kita sebenarnya tidak menyadari bahwa hidup adalah
perang, dan bahwa musuh kita yang tidak kelihatan justru mengagumkan.
Bagaimana Anda mengusahakan mereka untuk berdoa? Mereka akan berkata
mereka memercayai kebenaran-kebenaran ini, tapi amatilah kehidupan
mereka. Pada masa damai, mereka santai-santai saja dalam gereja
tentang hal-hal rohani. Tidak ada bom yang berjatuhan, tidak ada
peluru yang mendesing di atas kepala, tidak ada ranjau yang perlu
dihindari, tidak ada raungan di cakrawala semuanya lancar di Amerika,
Disneyland dari alam semesta. Jadi mengapa berdoa?"

Dalam Markus 3:27, Yesus mengatakan sesuatu yang relevan bagi kegiatan
pencapaian suku-suku yang belum terjangkau, "Tetapi tidak seorang pun
dapat memasuki rumah seorang yang kuat untuk merampas harta bendanya
apabila tidak diikatnya dahulu orang kuat itu. Sesudah itu, barulah ia
dapat merampok rumah itu." Hal itu menunjuk pada alasan bahwa kita
sebagai utusan-utusan Injil, tidak dapat berhasil dalam memasuki dan
merebut apa yang telah menjadi milik iblis selama berabad-abad --
bagian-bagian dari umat manusia di bawah penguasaannya -- tanpa
mengikat roh-roh teritorial yang memiliki kendali yang didelegasikan
di sana. Berdoa dalam Roh yang diinformasikan dengan fakta-fakta yang
disingkapkan lewat penelitian, merupakan suatu kekuatan yang kuat
dalam mengikat orang-orang kuat yang mengendalikan kota-kota,
kelompok-kelompok bangsa, dan negeri-negeri. Buku karangan John Dawson
mempertunjukkan bagaimana penelitian dapat menyingkapkan hubungan yang
dimiliki sebuah komunitas dengan kuasa-kuasa kegelapan, dan doa yang
dipersatukan dalam Roh dapat memutuskan hubungan itu.

Dalam Matius 18:18-19, Yesus memberikan sebuah jaminan yang
menakjubkan bagi mereka yang berdoa dengan cara ini: "Aku berkata
kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di
sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.
Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini
sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan
oleh Bapa-Ku yang di sorga." Peperangan rohani yang berhasil guna,
terjadi ketika kita berdoa dalam persatuan dengan orang-orang lain.
Ajaran ini memperlihatkan kepentingan dari kelompok-kelompok doa, di
mana orang-orang memanjatkan doa-doa yang telah disepakati untuk
kelompok-kelompok bangsa, kota, dan negeri tertentu secara mendalam.

Kata "mengikat" dalam bahasa Yunani untuk ayat-ayat ini berarti
"merantai atau memenjarakan". Doa-doa dari umat Allah yang digabungkan
bersama-sama, akan merantai dan membatasi kegiatan dari
makhluk-makhluk roh yang memusuhi kemuliaan Allah dan perluasan
kerajaan-Nya di bumi. Seperti yang dikemukakan rasul Paulus, "senjata
kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang
diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan
benteng-benteng." (2 Korintus 10:3-4)

Pengalaman dari Omar Cabrera, seorang pendeta-penginjil di Argentina,
menggarisbawahi persenjataan yang mengagumkan yaitu doa dalam Roh
dapat menggoyahkan kuasa kegelapan. Sejak beberapa tahun lalu, ia
membiasakan untuk berdoa dan berpuasa selama beberapa hari, sebelum
membuka suatu kampanye penginjilan di sebuah kota yang hendak
dijangkaunya. Sering selama kurun waktu doa dan puasa tersebut,
makhluk-makhluk roh akan datang melawannya, bahkan tampak dalam
bentuk-bentuk yang aneh, untuk menggugat kehadiran dan rencananya
menginjili kota itu. Mereka sering berkata, "Anda tidak berhak berada
di sini. Ini adalah wilayahku." Cabrera menjawab, "Sebaliknya, Anda
sama sekali tidak berhak berada di sini. Saya mengikatmu dalam
otoritas dari Yesus Kristus, yang memiliki segala kuasa di surga dan
di bumi." Segera roh itu mengungsi dari tempat kejadian, dan penguasa
yang lebih tinggi sering akan muncul untuk melawan Cabrera. Dengan
cara yang sama, lewat perjuangan dalam doa, Cabrera memutuskan
pegangan dari makhluk tersebut yang sering ternyata merupakan roh dari
sebuah guna-guna. Ketika orang kuat yang paling hebat diikat, suasana
dari seluruh kota berubah -- sering dari satu perlawanan terhadap
Injil, menjadi satu penerimaan luar biasa -- dengan ratusan dan ribuan
orang yang datang pada Kristus, yang disertai dengan tanda-tanda dan
mukjizat-mukjizat serta kesembuhan secara luar biasa. Dengan
menggunakan pendekatan ini, Cabrera telah beralih dari pelayanan pada
sebuah jemaat yang anggotanya kurang dari 20, menjadi seorang pendeta
dari sebuah gereja terbesar ketiga di dunia beranggota lebih dari
140.000 orang.

Sekalipun pengalaman Cabrera nampaknya aneh bagi sebagian besar di
antara kita, kita sebaiknya berusaha menerapkan apa yang telah dia dan
banyak pekerja Kristen lainnya alami tentang doa, sebagai senjata
dalam tugas pelayanan misi. Sewaktu saya melakukan perjalanan keliling
menuntun konsultasi-konsultasi dan seminar-seminar tentang strategi
misi bagi para pekerja Kristen nasional, pokok persoalan tentang
peperangan rohani terus bermunculan. Keyakinan saya yang semakin
bertumbuh ialah bahwa dalam banyak konteks perlawanan, kita dapat
membuat siasat dan menginjili sampai kita babak belur dengan tiada
hasil apa-apa, sampai kita mengenali dan mengikat orang kuat pada
kelompok yang sedang dijangkau. Sebelum hal ini terjadi, kita tidak
mungkin melihat banyak tanggapan. Mungkin orang-orang yang telah kita
anggap "tertutup", sesungguhnya mereka tidaklah benar-benar tertutup,
tetapi mereka sedang dalam cengkeraman roh yang menolak Kristus?

Arthur Matthews menulis tentang bebannya berdoa syafaat bagi dua
daerah khusus di Asia Tenggara di mana para utusan Injil tidak mampu
melakukan suatu kemajuan, "Dengan menegaskan posisi saya bersama
Kristus di tempat-tempat yang sorgawi berdasarkan firman Allah, saya
mengambil seluruh senjata Allah bagi saya, agar dapat bertahan melawan
semua daya iblis dan menahan perlawanannya terhadap Injil." Loren
Cunningham, Direktur Jendral dari Youth With A Mission (YWAM),
memaparkan pengalamannya dalam berdoa dan berpuasa selama tiga hari
bersama 12 rekan sekerja pada tahun 1973, sewaktu mereka berdoa, Tuhan
menyatakan seharusnya mereka berdoa bagi tumbangnya "pangeran Yunani".
Hari yang sama di Selandia Baru dan Eropa, kelompok-kelompok YWAM
menerima perkataan yang mirip dari Allah. Tiga kelompok menaati dan
melawan penghulu ini. Dalam 24 jam, sebuah kelompok politik mengubah
pemerintahan Yunani, dengan membawa kebebasan yang lebih luas bagi
kegiatan misi di negara itu.

Saya yakin jika tidak ada jaringan-jaringan doa muncul, yang
memusatkan perhatian pada penginjilan dunia terhadap suku-suku,
kota-kota, dan negara-negara yang belum terjangkau dengan Injil, maka
semua usaha penginjilan hanya merupakan angan-angan. Pertempuran
haruslah dimenangkan dalam alam rohani, jika para pekerja Kristen
ingin menuai tuaian.

Disampaikan pada: International Society for Frontier Missiology, 13-15
September 1990

Diringkas dari:
Judul buku: Doa: Senjata Strategis dalam Mencapai Suku-suku yang
            belum Terjangkau
Judul artikel: Doa: Senjata Strategis dalam Mencapai Suku-suku yang
            belum Terjangkau
Penulis: John Robb
Halaman: 12 -- 21

               DOA BAGI MISI DUNIA: TURKI, PAKISTAN

TURKI -- Satu-satunya layanan televisi Kristen yang mengudara selama
24 jam seminggu dalam bahasa Turki dan subbahasa Turki yang lainnya,
yaitu Kanal Hayat (KH), benar-benar menjadi "Saluran Kehidupan" bagi
76 juta populasi Turki, yang 97 persen penduduknya beragama
non-Kristen. Selama tahun 2010, lebih dari 200.000 pendengar memberi
respons kepada layanan televisi ini, dan sebagian besar orang-orang
ini ingin belajar lebih banyak lagi mengenai Yesus Kristus.
Orang-orang Turki Kristen membuat program-program kristiani,
mengadakan follow-up, dan menanggung risikonya sendiri. Hampir setiap
hari, layanan televisi ini juga menyiarkan program-programnya dalam
bahasa Azeri dan bahasa Turkmen. Bagi beberapa kota di Turki, layanan
televisi ini adalah satu-satunya saksi Kristus bagi mereka. (t/Yudo)

Diterjemahkan dari:
Judul Buletin: Body Life Vol. 29, No. 6 June 2011
Nama Kolom: World Christian Report
Judul asli artikel: Turkey: Gospel Prime-Time TV
Penerbit: 120 Fellowship Adult Class at Lake Avenue Church, Pasadena
Halaman: 4

Pokok Doa:

* Doakan layanan televisi Kanal Hayat, agar melalui program-program
yang ditayangkan dan follow-up yang dijalankan, dapat menjadi jalan
bagi banyak orang Turki untuk mengenal Tuhan Yesus Kristus.

* Doakan agar Roh Tuhan bekerja secara luar biasa di tengah-tengah
suku dan subsuku di Turki. Biarlah mereka dapat dijangkau oleh siaran
televisi Kanal Hayat, sehingga semakin keselamatan datang atas mereka.

PAKISTAN -- Daily News Karachi melaporkan bahwa sekelompok ulama
radikal di Pakistan, menginginkan Mahkamah Agung Pakistan untuk
mengumumkan bahwa beberapa perikop dalam Alkitab bersifat penghujatan,
karena perikop-perikop tersebut menggambarkan beberapa tokoh Alkitab
seperti Daud dan Salomo sebagai pribadi yang memiliki sifat yang
tercela, padahal Daud dan Salomo dihormati oleh agama lain sebagai
nabi dalam agama mereka. Jika pengadilan gagal memutuskan untuk
mengutuk perikop itu, maka para pengacara akan mengajukan rancangan
undang-undang, agar Alkitab dilarang secara formal di Pakistan, kata
sebuah laporan CNSNews. "Kampanye ini...adalah usaha terbaru kelompok
radikal dalam menggunakan undang-undang penistaan agama, demi
melindungi agama lain dari penghinaan yang mereka tuduhkan," ujar PG.
(t/Yudo)

Diterjemahkan dari:
Judul Buletin: Body Life Vol. 29, No. 6 June 2011
Nama Kolom: World Christian Report
Judul asli artikel: Pakistan: Radical Clerics Ready to Ban Bible
Penerbit: 120 Fellowship Adult Class at Lake Avenue Church, Pasadena
Halaman: 4

Pokok Doa:

* Berdoalah agar Tuhan menyatakan kuasa-Nya di Pakistan melalui
masalah ini, supaya Alkitab tetap diijinkan untuk dibaca dan iman
mereka terus terjaga.

* Doakan untuk kegigihan orang-orang Kristen mempertahankan kerinduan
mereka untuk tetap berjuang di tengah situasi yang sulit dan
mengancam.

                DOA BAGI INDONESIA: KKR SISWA DI SOLO,
                        SRAGEN, DAN KLATEN

Puji Tuhan, pada tanggal 15 -- 17 September 2011 yang lalu, telah
diadakan KKR siswa oleh STEMI di sejumlah wilayah sekitar Solo,
Klaten, dan Sragen. KKR ini dihadiri oleh sekitar 9.000 siswa, baik
dari jenjang TK, SD, SMP, SMK, dan SMU. Puji Tuhan, KKR ini berjalan
dengan baik dan firman Tuhan telah diberitakan dengan jelas dan setia.
Melalui KKR ini, tidak hanya para siswa yang di jamah oleh Tuhan,
melainkan guru-guru yang mendampingi siswanya pun juga mengalami hal
yang sama.

Pokok Doa:

1. Mengucap syukur untuk campur tangan Tuhan dalam KKR siswa di
beberapa tempat di Jawa Tengah, yang berlangsung dengan lancar dan
baik. Mengucap syukur juga atas kesempatan sehingga firman Tuhan
diberitakan dengan aman.

2. Doakan agar setiap siswa yang telah menghadiri KKR tersebut, dapat
terus menjaga "kasih mula-mula" dari Kristus, sehingga mereka terus
bertumbuh di dalam pengenalan yang benar akan Dia.

3. Doakan agar para siswa dapat menjaga hati mereka dan menjadi berkat
bagi teman-teman mereka yang belum percaya. Berdoa juga agar Tuhan
memberi mereka semangat untuk rajin belajar, sehingga bisa mendapat
nilai yang baik dan nama Tuhan dipermuliakan.

4. Doakan para guru yang mengikuti KKR tersebut, agar merekapun dapat
bertumbuh dalam pengenalan yang dalam kepada Kristus. Biarlah mereka
juga dapat menjadi teladan bagi murid-murid mereka dan sesama rekan
guru lain.

         STOP PRESS: INTERNATIONAL DAY OF PRAYER FOR THE
                    PERSECUTED CHURCH (IDOP)

Pada bulan kegiatan IDOP, gereja-gereja dan umat Kristen di seluruh
dunia berdoa bersama bagi gereja Tuhan yang teraniaya. Tahun ini,
kegiatan IDOP akan dilaksanakan secara serempak pada bulan November
2011.

Kami mengajak Anda, para gembala sidang, pengajar, pemimpin, kaum
muda, pendoa syafaat, dan semua orang percaya untuk dapat bergabung
dalam acara doa bersama ini. Dapatkan pula IDOP KIT untuk membantu
Anda berdoa dan menyusun acara IDOP di gereja, sekolah, atau
persekutuan doa Anda. Informasi lebih lanjut tentang acara IDOP, bisa
di lihat di < www.persecutedchurch.org >

"ONLY LIVING SAVIOUR COULD RESCUE A DYING WORLD"

Kontak: < jemmi(at)sabda.org >
Redaksi: Novita Yuniarti, Yulia Oeniyati
(c) 2011 -- Yayasan Lembaga SABDA
< http://www.ylsa.org >
Rekening: BCA Pasar Legi Solo;
No. 0790266579
a.n. Yulia Oeniyati
< http://blog.sabda.org/ >
< http://fb.sabda.org/misi >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org