Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/misi/2010/51

e-JEMMi edisi No. 51 Vol. 13/2010 (21-12-2010)

Bukti Ilmiah Kelahiran Yesus Kristus (II)

______________________________  e-JEMMi  _____________________________
                   (Jurnal Elektronik Mingguan Misi)
______________________________________________________________________
SEKILAS ISI

EDITORIAL
ARTIKEL MISI: Bukti Ilmiah: Apakah Arkeologi Mendukung atau Menolak
              Biografi Yesus? (Bagian II)
SUMBER MISI: Christian Mission for the United Nations (CM-UN)
DOA BAGI MISI DUNIA: Internasional, India
DOA BAGI INDONESIA: Tahun Baru 2011

______________________________________________________________________

         THE CHRISTIAN`S GREATEST JOY AND USEFULNESS IS FOUND
             IN LETTING GOD FULLY POSSES HIS OWN PROPERTY
______________________________________________________________________
EDITORIAL

  Shalom,

  Sebagai kelanjutan artikel (bagian I) yang e-JEMMi sajikan minggu
  lalu, maka kami sajikan: "Apakah Arkeologi Mendukung atau Menolak
  Biografi Yesus?" Secara khusus bagian II ini menyinggung tentang
  kebenaran tempat-tempat bersejarah dalam Alkitab dan letak
  geografis yang dapat dibuktikan secara ilmiah. Selamat menemukan
  jawaban pertanyaan di atas dalam tulisan berikut ini!

  Kami juga mengajak Anda untuk bersama-sama mendoakan pelayanan
  Christian Mission for the United Nations (CM-UN), Gospel for Asia,
  dan juga untuk Indonesia. Simak liputannya dan pokok-pokok doa yang
  telah kami sediakan.

  Selamat menyimak dan selamat berdoa! Tuhan memberkati.

  Redaksi tamu e-JEMMi,
  Samuel Njurumbatu
  http://www.sabda.org/publikasi/misi/
  http://misi.sabda.org/

______________________________________________________________________
ARTIKEL MISI

                            BUKTI ILMIAH:
       APAKAH ARKEOLOGI MENDUKUNG ATAU MENOLAK BIOGRAFI YESUS?

  Konsistensi dari serangkaian alat ukur untuk Yohanes

  Arkeologi mendukung kredibilitas Lukas, tetapi Lukas bukanlah
  satu-satunya penulis Perjanjian Baru. Saya heran tentang apa yang
  dikatakan para ilmuwan mengenai Yohanes, yang memulai injilnya
  dengan fasih menegaskan inkarnasi -- bahwa, "Firman," atau Yesus,
  telah menjadi Manusia dan tinggal di antara kita dalam Natal
  pertama.

  Injil Yohanes terkadang dicurigai karena dia berbicara tentang
  tempat-tempat yang tidak dapat dibuktikan. Beberapa pelajar
  menyalahkannya karena dia tidak bisa meluruskan dan menjelaskan
  secara detail, Yohanes dapat dipastikan tidak akrab dengan
  peristiwa-peristiwa dalam kehidupan Yesus.

  Akan tetapi, kesimpulannya telah diputar-balikkan akhir-akhir ini.
  "Ada beberapa penemuan yang menyatakan bahwa Yohanes sangat akurat,"
  McRay menunjukkan, "Contohnya, Yohanes 5:1-15 menuliskan bagaimana
  Yesus menyembuhkan orang sakit di serambi Kolam Bethesda. Yohanes
  menyatakan secara detail bahwa kolam tersebut memunyai lima serambi.
  Untuk waktu yang lama, orang-orang mengutip hal ini sebagai contoh
  ketidaktepatan Yohanes, karena tidak ada tempat yang ditemukan.

  "Akhir-akhir ini Kolam Bethesda telah digali -- kolam itu mungkin
  terkubur di bawah tanah -- dan tentunya, ada lima beranda, yang
  berarti bilik atau lorong, persis seperti yang digambarkan Yohanes.
  Anda juga mengetahui penemuan-penemuan lainnya -- Kolam Siloam dalam
  Yohanes 9:7, Sumur Yakub dalam Yohanes 4:12, lokasi yang mungkin
  merupakan tempat yang bernama Litostrotos di dekat gerbang Jafa
  dalam Yohanes 19:13, bahkah identitas Pilatus sendiri, semuanya
  memberikan kredibilitas historis dalam injil Yohanes."

  "Jadi hal ini menantang pernyataan tanpa bukti bahwa injil Yohanes
  telah ditulis jauh setelah Yesus sehingga injil ini tidak mungkin
  tepat," ujarku.

  "Tepat sekali," balasnya.

  Saya memutuskan untuk menanyakan McRay pertanyaan yang lebih luas:
  apakah dia pernah mendapatkan penemuan arkeologis yang nyata-nyata
  bertentangan dengan acuan Perjanjian Baru?

  Dia menggelengkan kepalanya. "Arkeologi tidak menemukan apa pun, yang
  secara tegas menentang Alkitab," jawabnya dengan meyakinkan.
  "Sebaliknya, seperti yang telah kita bahas, banyak sekali pendapat
  ilmuwan yang telah disusun sebagai suatu fakta selama
  bertahun-tahun, tetapi arkeologi tersebut dinyatakan salah."

  Walaupun demikian, ada beberapa hal yang saya ingin ketahui,
  terutama tentang permasalahan seputar kelahiran Yesus. Saya melihat
  catatan saya dan siap menantang McRay dengan tiga teka-teki panjang
  -- persoalan yang masih ada kaitannya, yang saya kira masih sulit
  dijelaskan oleh arkeologi.

  Teka-teki ke-1: Sensus

  Pernyataan naratif yang ditulis Lukas menyatakan bahwa Maria dan
  Yusuf diharuskan pulang ke kota asal Yusuf, Bethlehem, berdasarkan
  sensus. "Saya akan menyatakannya secara blak-blakan: ini tampak
  konyol," ujarku. "Bagaimana mungkin pemerintah menyuruh seluruh
  warganya untuk kembali ke kota kelahiran mereka? Apakah ada bukti
  arkeologis apa pun bahwa sensus seperti ini pernah terjadi?"

  McRay dengan perlahan mengambil salinan bukunya. "Sebenarnya,
  penemuan bentuk sensus kuno telah menerangkan sedikit tentang
  praktik ini," ujarnya seraya membuka lembaran buku. Ketika menemukan
  referensi yang dia cari, dia mengutip peraturan pemerintahan resmi
  pada tahun 104 SM.

  Gaius Vibius Maximus, Perfect of Egypt [mengatakan]: Karena waktu
  untuk sensus rumah ke rumah telah tiba, maka mereka semua, yang atas
  alasan apa pun tinggal di luar provinsi mereka diwajibkan pulang ke
  rumah mereka masing-masing, agar mereka dapat melaksanakan peraturan
  rutin sensus serta mereka dapat berpartisipasi dengan rajin untuk
  menggarap tanah mereka.

  "Seperti yang dapat Anda lihat," ujarnya sambil menutup buku, "bahwa
  praktik tersebut dikuatkan oleh dokumen ini, walaupun cara
  menghitung warga ini tampak aneh bagi Anda. Dan naskah lain
  menjelaskan bahwa tulisan dibuat pada tahun 48 SM, menunjukkan bahwa
  semua anggota keluarga terlibat dalam sensus."

  Akan tetapi, naskah ini tidak menghapus seluruh permasalahan. Lukas
  mengatakan bahwa sensus yang menyebabkan Yusuf dan Maria kembali ke
  Betlehem dilaksanakan ketika Kirenius memimpin Siria dan selama
  kekuasaan Herodes Agung.

  "Hal ini memicu permasalahan mendasar," ujarku, "karena Herodes
  meninggal pada tahun 4 SM, dan Kirenius tidak memerintah
  sampai 6 SM, ketika sensus dilakukan setelah itu. Ada jarak
  yang jauh di sana; bagaimana Anda menanggapi ketidakcocokan yang
  besar dalam penanggalan ini?"

  McRay mengetahui bahwa saya mengangkat permasalahan yang telah
  digeluti para arkeolog selama bertahun-tahun. Dia menanggapinya
  dengan mengatakan, "Seorang arkeolog yang terkenal bernama Jerry
  Vardaman telah melakukan kerja yang bagus berkaitan dengan hal ini.
  Dia menemukan koin dengan nama Kirenius. Di koin itu terdapat
  tulisan yang sangat kecil, atau yang kita kenal dengan huruf-huruf
  "mikrografik". Hal ini menempatkannya sebagai prokonsul dari Siria
  dan Kilikia dari tahun 11 Sebelum Masehi sampai kematian Herodes."

  Saya bingung. "Apa maksudnya?" tanyaku.

  "Yang jelas, ada dua orang yang bernama Kirenius," ujarnya. "Banyak
  orang yang memunyai nama Roma yang sama adalah hal yang lumrah,
  jadi tidak ada alasan untuk meragukan bahwa ada dua orang dengan
  nama Kirenius. Sensus dapat terjadi di bawah kekuasaan Kirenius yang
  pertama. Karena sensus diadakan selama empat belas tahun sekali,
  sensus akan berjalan dengan cukup lancar."

  Teka-teki ke-2: Kehadiran Nazaret

  Banyak orang Kristen tidak sadar bahwa skeptis telah menegaskan
  untuk waktu yang cukup lama bahwa orang Nazaret tidak pernah ada
  selama waktu Perjanjian Baru menyebutkan bahwa Yesus menghabiskan
  masa kecilnya di sana setelah kelahirannya di Bethlehem.

  Atheis Frank Zindler menunjukkan bahwa Nazaret tidak disebutkan dalam
  Perjanjian Lama, oleh rasul Paulus, oleh Talmud, atau oleh sejarawan
  abad pertama, Yosefus. Kenyataannya, tidak ada sejarawan-sejarawan
  atau ahli geografi yang menyebutkan Nazaret sebelum awal mula abad
  ke-4."

  Hilangnya bukti ini memberikan gambaran yang mencurigakan. Jadi aku
  menanyakan hal ini langsung ke McRay: "Apakah ada konfirmasi
  arkeologis bahwa Nazaret ada selama abad pertama?"

  Permasalahan ini bukanlah permasalahan yang baru buat McRay. "Dr.
  James Strage dari University of South Florida adalah seorang ahli
  dalam bidang ini. Dia menggambarkan Nazaret adalah kota yang sangat
  kecil, sekitar enam hektar, dengan populasi maksimum sekitar 480
  pada awal abad pertama," ujar McRay.

  "Bagaimana dia bisa mengetahuinya?" tanyaku.

  "Strange mencatat bahwa Yerusalem runtuh pada tahun 70 SM. Para imam
  tidak lagi diperlukan di tempat ibadah karena tempat ibadah tersebut
  telah dirusak. Jadi, mereka dikirim ke berbagai tempat lain, bahkan
  sampai ke Galilea. Para arkeolog menemukan daftar dalam bahasa Aram
  yang menggambarkan dua puluh empat `bagian`, atau keluarga, dari
  para imam yang dipindahkan, dan salah satu dari mereka di dalam
  "daftar` telah pindah ke Nazaret. Hal ini menunjukkan bahwa
  perkampungan kecil ini pasti terletak di sana pada waktu itu."

  Sebagai tambahan, dia mengatakan bahwa ada penggalian arkeologis
  yang telah menemukan kuburan abad pertama di daerah sekitar
  Nazaret, yang menandakan batas-batas desa, karena menurut peraturan
  Yahudi, penguburan hanya boleh dilakukan di kota itu.

  McRay mengambil salinan buku arkeolog terkemuka, Jack Finegan,
  yang dipublikasikan oleh Princeton University Press. Dia membukanya,
  kemudian membaca analisis Finegan: "Dari kuburan...dapat disimpulkan
  bahwa Nazaret adalah kota Yahudi dalam masa Romawi."

  McRay melihatku. "Ada diskusi tentang beberapa wilayah dari abad
  pertama, seperti di mana letak kubur Yesus, tetapi di antara para
  arkeolog ada keraguan besar tentang lokasi Nazaret. Mereka yang
  menyangsikan lokasi Nazaretlah yang harus membuktikannya."

  Nah, itu terdengar masuk akal. Bahkan ilmuwan Wilson yang biasanya
  skeptikal, mengutip sisa-sisa kekristenan yang ditemukan pada tahun
  1955 di bawah gereja di bawah Church of the Annunciation pada masa
  Nazaret telah diakui, "Penemuan seperti itu menunjukkan bahwa Nazaret
  mungkin ada pada masa Yesus, walaupun tidak diragukan lagi tempat
  tersebut sangat kecil dan tidak berpengaruh.

  Karena sangat tidak berpengaruh perenungan Natanael dalam injil
  Yohanes saat ini masuk akal: "Nazaret!" ujarnya. "Adakah sesuatu
  yang baik muncul dari sana?"

  Bintang ...

  Apakah bintang itu sebuah komet? Asteroid? Kumpulan planet-planet?
  Semua menunjukkan bintang Natal yang memimpin orang-orang majus dari
  timur untuk mengunjungi bayi Kristus. Bagi astronom Hugh Ross, salah
  satu kemungkinan, itu adalah "kembali munculnya bintang baru".

  "Sebuah nova yang kasat mata (bintang yang langsung bertambah
  sinarnya, dan dalam beberapa bulan atau tahun baru meredup) terjadi
  sekitar sekali setiap dekade," ujarnya. "Nova yang unik menarik
  perhatian pengamat-pengamat yang jeli dan terlatih seperti orang
  majus. Akan tetapi, banyak nova yang juga biasa saja, dan lepas dari
  perhatian peneliti lainnya."

  Sebagian besar nova meledak satu kali, namun beberapa meledak
  berkali-kali dalam hitungan bulan maupun tahun. Hal ini, ujarnya,
  dapat menjelaskan perkataan Matius bahwa bintang muncul, hilang, dan
  kemudian muncul lagi dan kemudian menghilang lagi.

  Teka-teki 3: Pembunuhan Massal di Betlehem

  Injil Matius menggambarkan kejadian mengerikan: Herodes Agung, raja
  Yudea, terancam oleh lahirnya seorang bayi yang dia takuti akan
  mengambil alih takhtanya, mengutus pasukannya membunuh semua anak di
  bawah umur dua tahun di Betlehem. Akan tetapi, diperingatkan oleh
  malaikat, Yusuf melarikan diri ke Mesir bersama Maria dan Yesus.
  Beberapa saat sesudah Herodes mati, maka kembalilah mereka ke
  Nazaret Hanya setelah Herodes meninggal mereka kembali menetap di
  Nazaret, demikianlah keseluruhan episode menggenapi ketiga nubuatan
  kuno tentang Mesias.

  Masalah: tidak ada penegasan langsung bahwa pembunuhan masal ini
  terjadi. Tidak ada yang menulis mengenai hal ini dalam
  tulisan-tulisan Yosefus dan sejarawan lain. Tidak ada bukti-bukti
  arkeologis. Tidak ada catatan sejarah atau dokumen tentang itu.

  "Tentu saja kejadian sebesar ini kemudian disaksikan orang lain pada
  waktu itu selain Matius," tegasku. "Dengan kehampaan dokumentasi
  historis atau arkeologis, bukankah masuk akal kejadian ini tidak
  pernah terjadi?"

  "Saya tahu mengapa Anda mengatakan hal itu," ujar McRay, "Jika
  peristiwa tersebut mungkin terjadi masa kini, maka hal itu akan
  disiarkan di seluruh CNN dan seluruh stasiun di dunia. Akan tetapi,
  Anda harus menempatkan diri anda pada abad pertama dan mengingat
  sedikit hal. Pertama, Betlehem mungkin tidak lebih besar daripada
  Nazaret, jadi berapa banyak bayi berumur kurang dari dua tahun di
  desa yang terdiri dari lima atau enam ratus orang? Bukan ribuan,
  bukan ratusan, tetapi pastinya sedikit.

  "Kedua, Herodes Agung adalah raja yang haus darah; dia membunuh
  anggota-anggota keluarganya sendiri; dia membunuh orang banyak yang
  dia kira dapat menentangnya. Jadi fakta bahwa dia membunuh beberapa
  bayi di Betlehem tidak akan menarik perhatian orang-orang di dunia
  Romawi.

  "Dan ketiga, tidak ada televisi, tidak ada radio, tidak ada koran.
  Butuh waktu yang lama untuk berita ini menyebar, terutama dari desa
  kecil di balik perbukitan di suatu tempat yang tak dikenal, dan para
  sejarawan memiliki cerita-cerita yang lebih besar untuk dituliskan."

  Sebagai seorang jurnalis, hal ini masih sedikit sulit dipahami.
  "Kejadian ini tidak cukup besar untuk dituliskan?" tanyaku, sedikit
  ragu.

  "Saya kira tidak, paling tidak di hari-hari itu," ujarnya, "Orang
  gila yang membunuh setiap orang yang tampaknya dapat menjadi ancaman
  baginya adalah pekerjaan yang biasa bagi Herodes. Tentunya,
  kemudian, setelah kekristenan berkembang, peristiwa mengenaskan ini
  menjadi lebih penting, tetapi saya akan lebih terkejut jika
  peristiwa ini menjadi berita besar pada masa itu."

  Saya perlu akui bahwa dari apa yang saya ketahui tentang peristiwa
  berdarah Palestina kuno, penjelasan McRays tampaknya masuk akal.
  Tentu saja, ketika wawancara saya dengan McRay telah usai, saya
  lebih yakin tentang ketepatan keseluruhan Perjanjian Baru.

  Clifford Wilson, seorang arkeolog dari Australia, mengatakan,
  "Mereka yang mengetahui fakta-fakta saat ini menyadari bahwa
  Perjanjian Baru perlu diterima sebagai buku sumber yang sangat
  akurat."

  Yang lebih penting adalah Perjanjian Baru kemudian didokumentasikan
  oleh sumber-sumber historis kuno dari luar Alkitab. "Kita memunyai
  dokumentasi historis yang lebih baik tentang Yesus daripada pendiri
  agama kuno lainnya," ujar Dr. Edwin Yamauchi saat kunjungan saya ke
  Miami University of Ohio.

  Yamauchi, yang memunyai gelar doktor studi Mediterranean dari
  Brandeis University, adalah penulis `The Scriptures and Archaeology
  and The World of the First Christian`. Ketika saya menanyakannya apa
  yang dapat disimpulkannya tentang Yesus yang bergantung sepenuhnya
  pada sumber-sumber kuno non-Christian, dia menjawab:

  "Kita tahu, pertama, Yesus adalah guru Yahudi; kedua, banyak orang
  percaya bahwa Dia dapat menyembuhkan dan mengusir setan; ketiga,
  beberapa orang percaya bahwa Dia Seorang Mesias; keempat, Dia
  ditolak oleh pemimpin-pemimpin Yahudi; kelima, Dia disalibkan
  di bawah pemerintahan Pontius Pilatus pada zaman kekuasaan Tiberius;
  keenam, di balik kematiannya yang memalukan, pengikutnya, yang
  percaya kepada-Nya masih hidup, menyebar keluar palestina sehingga
  banyak sekali dari mereka yang berada di Roma pada tahun 64 Sesudah
  Masehi; dan ketujuh, semua orang dari kota dan desa -- pria dan
  wanita, budak dan orang merdeka, menyembahnya sebagai Allah."

  Seorang ahli mendokumentasikan 39 sumber historis kuno yang mencatat
  ada lebih dari seratus fakta tentang kehidupan, pengajaran,
  penyaliban dan kebangkitan Yesus. Tujuh sumber sekuler dan beberapa
  kepercayaan mula-mula menekankan pada ketuhanan Yesus, sebuah
  doktrin "tentunya terdapat pada gereja mula-mula," menurut Dr. Gary
  Habermas, penulis The Historical Jesus.

  Akhirnya, pertanyaan saya tentang apakah perjanjian baru telah
  diceritakan dan dipercaya selama berabad-abad sampai sekarang ini
  telah dijawab oleh Dr. Bruce Metzger, profesor emiritus dari
  Princeton Theology Seminary. Dia mengatakan kepada saya bahwa
  sejumlah tulisan-tulisan Perjanjian Baru yang belum pernah terjadi
  sebelumnya dan mereka ... dekat dengan tulisan-tulisan asli.
  Perjanjian Baru yang modern 99,55 bebas dari ketidaksesuaian teks,
  dan tanpa diragukan lagi, tidak terdapat doktrin-doktrin kristen
  besar. Selain itu, kriteria yang digunakan oleh gereja mula-mula
  menentukan buku-buku apa yang dianggap memiliki otoritas, telah
  memastikan bahwa kita memunyai tulisan-tulisan terbaik tentang
  Yesus.

  Tulisan-tulisan itu tidak ambigu menyatakan bahwa bayi di kandang
  adalah Anak Allah. Akan tetapi, dapatkah dia mendukung
  pernyataannya? Saya tahu ada intelek Kristen bernama D.A. Carson
  yang dapat menolong saya menemukan apakah Yesus memenuhi
  atribut-atribut Allah.

  Diterjemahkan dari:
  Judul buku: The Case for Christmas
  Judul asli artikel: The Scientific Evidence: Does Archaeology
                      Confirm or Contradict Jesus` Biographies?
  Penulis: Lee Strobel
  Penerbit: Zondervan, Grand Rapids, Michigan 2005
  Halaman: 45 -- 54

______________________________________________________________________
SUMBER MISI

CHRISTIAN MISSION FOR THE UNITED NATIONS (CM-UN)
==> www.christianmission-un.org

  Christian Mission for the United Nations (CM-UN) merupakan
  organisasi misi nondenominasi dan independen yang berbasis di
  Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Organisasi ini berfungsi sebagai
  sumber daya rohani dan pendorong untuk pemerintah dan orang lain
  yang mencari solusi dari permasalahan yang dihadapi dunia. CM-UN
  percaya bahwa dimensi spiritual penting secara pribadi bagi mereka
  yang melayani bangsa-bangsa. Ide yang diprakarsai oleh Dr. Gary
  Allen dan istrinya, Elaine, mulai diwujudnyatakan pada tahun 1978.
  Mereka mulai melayani komunitas bangsa-bangsa, dan berkeliling
  untuk melayani mereka di aras kepemimpinan di seluruh dunia. (DIY)

______________________________________________________________________
DOA BAGI MISI DUNIA

I N D I A

  SC, seorang utusan Injil yang didukung oleh Gospel for Asia, telah
  menyaksikan keajaiban-keajaiban yang dapat Allah lakukan lewat
  pelayanan yang dilakukan dengan sarana sebuah film sederhana.

  SC, yang melayani di bidang pelayanan Film GPA, telah menayangkan
  film "Jesus, Man Of Mercy" (Yesus, Manusia yang Berbelas Kasih) di
  33 desa dan kota. Dia menyaksikan banyak orang belajar tentang Yesus
  dan mengenal-Nya sebagai Juru Selamat.

  Salah satu dari mereka bernama M. Pada umurnya yang baru 18 tahun, M
  mengidap penyakit perut yang kronis. Walaupun dia telah mengunjungi
  banyak dokter, mereka tidak dapat menyembuhkan penyakitnya.

  Suatu hari setelah menonton film itu, M meminta SC untuk
  mendoakannya. Pada saat dan di tempat itu juga, Allah melakukan
  mujizat yang luar biasa dalam kehidupan M: Tuhan menyembuhkannya. M
  memilih untuk mengikut Yesus dan bergabung dengan jemaat yang
  didukung lembaga Gospel for Asia.

  SC juga meminta agar Anda berdoa untuk kedua matanya. Selama lima
  tahun terakhir ini, dia tidak bisa melihat dengan jelas.
  Dokter-dokter mengatakan bahwa dia perlu dioperasi dengan banyak
  biaya.

  Walaupun menghadapi pergumulan tersebut, SC tetap melayani di
  bidang pelayanan film. Selain itu, dia memimpin jemaat kecil dan
  aktif dalam menjangkau komunitas yang dilayaninya. (t/uly)

  Sumber: Mission News, Desember 2010
  [Selengkapnya: http://www.mnnonline.org/article/15048]

  Pokok doa:
  * Mengucap syukur untuk pelayanan Gospel for Asia yang telah
    menjangkau masyarakat di India dengan proyek film "Jesus". Doakan
    agar masyarakat India yang telah dimenangkan bagi Kristus, dapat
    bertumbuh dan mengalami Kristus secara pribadi.
  * Berdoa juga bagi SC, agar Tuhan menyembuhkan matanya dan semakin
    memperlengkapi dan memakainya lebih lagi untuk melayani masyarakat
    di India.

I N T E R N A T I O N A L

  Natal merupakan momen terbaik untuk merefleksikan Injil, karena
  tema-tema ini ada dalam pikiran setiap orang. Itulah alasannya
  Bright Hope International meluncurkan kampanye "Musim Pengharapan"
  (Season of Hope). Kampanye ini merupakan sebuah proyek yang mana
  hadiah-hadiah natal akan membantu mengubah kehidupan dari mereka
  yang sangat miskin.

  Terkadang solusi-solusi yang paling sederhana adalah perubahan hidup
  di negara-negara dunia ketiga di Afrika, Asia, dan Amerika Latin.
  Suatu hidangan hangat, kelambu, selimut atau sebuah keluarga yang
  membuat suatu dunia berbeda bagi seorang anak, khususnya bagi mereka
  yang sering menjadi korban kemiskinan yang sangat rentan.

  Sebuah hadiah "Musim Pengharapan" dapat membantu menyediakan
  pinjaman keuangan skala kecil dan pelatihan kerja bagi banyak
  keluarga. Melalui proyek ini, kaum pria dewasa akan mendapatkan
  sesuatu yang cukup untuk menopang keluarga mereka, atau kaum wanita
  dewasa dapat membuat kerajinan tangan, roti panggang, proyek-proyek
  menjahit, menjual, melayani dengan memberikan teladan kepada
  anak-anak mereka dan seluruh desa.

  Bagaimanapun, ada kata-kata kiasan yang mengatakan, "Berilah
  seseorang seekor ikan sebelum Anda mengajarkannya bagaimana
  memancing". Cara inilah yang dipraktikkan oleh gereja-gereja suku di
  10 negara di mana lembaga Bright Hope International melayani.

  Pengajaran disampaikan melalui distribusi Alkitab dalam bahasa suku,
  dukungan para pendeta, dan aksi pemuridan. Orang yang sangat miskin
  akan menerima bantuan melalui gereja lokal mereka, yang mana
  merupakan basis dari pelayanan lembaga Bright Hope International
  untuk menyampaikan harapan secara fisik, ekonomi, dan spiritual
  kepada semua orang yang mereka layani.

  Katalog "Musim Pengharapan" menawarkan 12 hadiah yang dapat
  diberikan atas nama seorang teman atau seseorang yang disayangi
  yang benar-benar akan memberikan suatu perbedaan di bagian-bagian
  dunia yang sangat miskin. Inilah hadiah-hadiah yang akan mengubah
  kehidupan dengan menyediakan bantuan kesehatan, makanan, lowongan
  kerja, dan pengharapan bagi banyak orang dan masyarakat yang
  terabaikan akibat kemiskinan, yaitu mereka yang hidup kurang dari
  satu dolar per hari. (t/Samuel)

  Sumber: Mission News, Desember 2010
  [Selengkapnya: http://www.mnnonline.org/article/15064]

  Pokok doa:
  * Doakan proyek "Musim Pengharapan" yang sedang dilakukan oleh
    Bright Hope International, agar melalui proyek ini, kasih Kristus
    bisa dirasakan oleh setiap orang yang mereka layani.
  * Berdoa juga agar Tuhan menggerakkan setiap orang percaya untuk
    mendukung pelayanan mereka, sehingga semakin banyak lagi orang
    yang bisa mereka jangkau dan layani.

______________________________________________________________________
DOA BAGI INDONESIA

                           TAHUN BARU 2011

  Tuhan telah memberikan begitu banyak kesempatan dalam kehidupan
  kita. Dan rahmat kasih-Nya semakin bertambah dari hari lepas hari.
  Sudah semestinya kita bersyukur kepada Tuhan, apabila kesempatan itu
  boleh kita nikmati dan terima sampai saat ini. Kini kita tiba
  di penghujung tahun 2010. Beberapa hari lagi kita akan menikmati
  tahun yang baru. Mari kita menata hidup yang lebih baik lagi
  menyambut hari yang akan datang, supaya kita lebih maksimal dalam
  melayani Tuhan. Dan yakini bahwa di tahun baru nanti membawa kita
  untuk lebih menyaksikan dan menerima keajaiban-keajaiban tangan
  Tuhan yang lebih luar biasa.

  Sumber: Publikasi KADOS Edisi 43 Tahun 2010
  [Selengkapnya: http://www.sabda.org/publikasi/kados/043/]

  Pokok Doa:

  1. Mengucap syukur untuk penyertaan Tuhan sepanjang tahun 2010 dan
     apa yang sudah Tuhan lakukan dalam hidup kita. Doakan agar di
     tahun 2011, setiap umat percaya bisa lebih sungguh-sungguh
     mengasihi Dia.

  2. Doakan para pemimpin yang ada di aras atas, supaya mereka boleh
     semakin memberikan teladan yang baik bagi rakyatnya di tahun
     2011. Doakan setiap program yang masih tertunda di tahun 2010,
     supaya segera dapat dilaksanakan di tahun 2011.

  3. Di tahun 2011, doakan agar rakyat Indonesia semakin terdidik
     dalam hidup sebagai warga negara yang bertanggung jawab dan cinta
     tanah air Indonesia. Berdoa untuk persatuan dan kesatuan antar
     umat beragama, supaya di tahun 2011 dapat terjalin lebih baik
     lagi.

  4. Doakan untuk persatuan antar suku di Indonesia, supaya Tuhan
     menolong para pemimpin untuk memiliki keberanian menjaga
     perdamaian dengan gigih.

  5. Doakan agar di tahun 2011, setiap gereja Tuhan semakin giat
     melayani mereka yang belum terlayani, dan semakin mencerminkan
     kasih Kristus di lingkungan mereka.

  6. Doakan agar terjadi pemulihan atas Indonesia di tahun 2011,
     sehingga bisa mengembalikan nama baik Indonesia dan meningkatkan
     kepercayaan di mata Internasional.

  7. Doakan juga agar konflik yang terjadi antara Indonesia dan negara
     tetangga di tahun 2010 bisa segera terselesaikan dengan baik,
     sehingga terjalin hubungan yang baik antar negara-negara
     tetangga.

______________________________________________________________________
Anda diizinkan menyalin/memperbanyak semua/sebagian bahan dari e-JEMMi
(untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: tidak
untuk tujuan komersial dan harus mencantumkan SUMBER ASLI bahan
yang diambil dan nama e-JEMMi sebagai penerbit elektroniknya.
______________________________________________________________________
Staf Redaksi: Novita Yuniarti, Yulia Oeniyati
Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari berbagai pihak.
Copyright(c) 2010 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Kontak Redaksi: < jemmi(at)sabda.org >
Untuk berlangganan: < subscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk berhenti: < unsubscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk pertanyaan/saran/bahan: < owner-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
______________________________________________________________________
Situs e-MISI dan e-JEMMi: http://misi.sabda.org/
Arsip e-JEMMi: http://www.sabda.org/publikasi/misi/
Situs YLSA: http://www.ylsa.org/
Situs SABDA Katalog: http://katalog.sabda.org/
______________________________________________________________________

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org