Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/misi/2010/45

e-JEMMi edisi No. 45 Vol. 13/2010 (9-11-2010)

Pelatihan Untuk Para Pekerja 1

______________________________  e-JEMMi  _____________________________
                   (Jurnal Elektronik Mingguan Misi)
______________________________________________________________________
SEKILAS ISI

EDITORIAL
ARTIKEL MISI: Pelatihan Untuk Para Pekerja 1
SUMBER MISI: International Christian Mission
DOA BAGI MISI DUNIA: Turki, Spanyol
DOA BAGI INDONESIA: Tsunami dan Gempa Bumi di Mentawai

______________________________________________________________________

    GOD GRADUATES SAME RARE SCHOLARS FROM THE SCHOOL OF LONELINESS
______________________________________________________________________
EDITORIAL

  Shalom,

  Sebelum kita diperhadapkan dengan tugas-tugas yang harus kita
  kerjakan, maka sebaiknya kita melakukan persiapan yang matang
  terlebih dahulu. Sama halnya ketika kita masuk dalam ladang
  penginjilan, kita perlu persiapan yang matang, baik dari segi
  pengalaman, pengetahuan, khususnya kerohanian kita. e-JEMMI edisi
  45 dan 46, secara khusus akan mengupas tentang bagaimana
  mempersiapkan diri untuk terjun dalam ladang misi. Kiranya
  pengetahuan yang kita dapatkan ini dapat memupuk semangat kita
  untuk semakin rindu terjun ke ladang pelayanan misi. Selamat
  membaca. Tuhan Yesus memberkati.

  Redaksi Tamu e-JEMMi,
  Yonathan Sigit
  http://www.sabda.org/publikasi/misi/
  http://misi.sabda.org/

______________________________________________________________________
ARTIKEL MISI

                    PELATIHAN UNTUK PARA PEKERJA

  Metode pengajaran yang dipakai Yesus saat melatih para murid sama
  dengan metode yang digunakan oleh Roh Kudus untuk mempersiapkan para
  pengabar Injil gereja mula-mula. Yesus mengajar teori melalui
  penerapannya. Dia mengajak para murid melayani, lalu dia memakai
  pengalaman mereka untuk mengajarkan prinsip-prinsip rohani yang
  harus menjadi patokan prosedur mereka. Dia memakai pangalaman mereka
  sebagai landasan pengajaran-Nya. Di samping itu, Dia mendorong
  mereka meninggalkan semua harta benda mereka dan mengikuti-Nya dalam
  perjalanan iman. Mereka hidup, bekerja, dan belajar untuk bergantung
  pada Tuhan yang melengkapi setiap kebutuhan mereka.

  Saat menyiapkan orang-orang yang terlibat dalam pekerjaan Injil,
  kita harus mencari prinsip-prinsip utama berdasarkan firman Allah
  dengan pikiran yang jernih. Kita perlu menyatakan metode pengajaran
  dan tujuan yang ingin kita capai dengan jelas. Ada dua faktor
  mendasar yang perlu menjadi pertimbangan:

  1. Perlengkapan dasar bagi semua jenis pelayanan rohani ada dua,
     yaitu panggilan Allah dan kemampuan menggunakan karunia Roh.
     Perlengkapan tersebut tersedia bagi semua anggota gereja.
  2. Setiap anggota gereja dipanggil Allah untuk menjadi saksi nyata
     dalam bidang pelayanan. Tidak ada pemisahan jemaat yang melayani
     dan jemaat yang tidak melayani. Sistem gereja modern menciptakan
     sistem pembagian seperti pelayan dan jemaat biasa, namun gereja
     Perjanjian Baru tidaklah demikian. Semua anggota gereja adalah
     imamat bagi Allah.

  Kedua hal inilah yang merupakan landasan gereja. Jika orang-orang
  terpilih tidak memunyai perlengkapan dasar, maka pelatihan yang
  diberikan kepada mereka akan sia-sia. Jika mereka gagal memahami
  arti penting bersandar pada perlengkapan dasar tersebut, maka
  pekerjaan mereka akan rapuh.

  Walaupun demikian, panggilan Allah dan karunia Roh saja tidak cukup
  untuk menjadikan seseorang pekerja yang efisien. Ada empat hal yang
  Anda butuhkan saat melatih karunia Roh Anda:

  1. Pemahaman yang mendalam tentang firman Allah,
  2. Pengalaman rohani pribadi,
  3. Pengalaman mempergunakan karunia Roh, dan yang terpenting
  4. Perjalanan yang setia bersama Roh, karena jika roh kering dan
     haus tidak ada pengetahuan maupun pengalaman apa pun yang akan
     memberikan kekuatan spiritual.

  Paulus menulis kepada Timotius, "Jangan seorang pun menganggap
  engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang
  percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu,
  dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu. Sementara itu, sampai aku
  datang bertekunlah dalam membaca Kitab-kitab Suci, dalam membangun
  dan dalam mengajar. Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang
  ada padamu, yang telah diberikan kepadamu oleh nubuat dan dengan
  penumpangan tangan sidang penatua. Perhatikanlah semuanya itu,
  hiduplah di dalamnya supaya kemajuanmu nyata kepada semua orang."
  (1 Timotius 4:12-15).

  Pengetahuan dan pengalaman kita pun semakin bertambah lewat
  kesetiaan kita melatih karunia-karunia Roh. Alhasil, keahlian dalam
  pelayanan akan berkembang dengan pesat.

  Dalam gereja Perjanjian Baru terdapat banyak bentuk pelayanan.
  Gereja-gereja memunyai pendeta dan guru; ada beberapa yang melayani
  orang percaya, yang lain melayani orang yang tidak percaya; ada yang
  melayani anak dan pemuda, yang lain melayani yang dewasa; ada juga
  yang memiliki karunia melayani secara pribadi dan berkunjung ke
  rumah-rumah; ada yang menjadi penatua gereja dan diakon, yang lain
  disebut penginjil yang merintis gereja baru. Semua ini membutuhkan
  pengetahuan dan pengalaman yang dapat diperoleh dari pelayanan
  nyata. Jemaat Perjanjian Baru menyediakan pelayanan yang memadai.

  PERSIAPAN UNTUK PERINTISAN GEREJA

  Ada satu pelayanan yang membutuhkan pengalaman pelayanan yang lebih
  luas, yaitu pelayanan seorang penginjil atau misionaris atau
  perintis gereja. Seorang yang melayani di bidang itu harus memunyai
  pengalaman dalam merintis gereja-gereja baru.

  Kita telah mempelajari bagaimana para perintis gereja Perjanjian
  Baru dipanggil dan dipersiapkan. Kita mempelajari persiapan dasar
  Paulus, Barnabas, Timotius, Titus, Silas, dan yang lainnya dalam
  pelayanan jemaat lokal. Pada awalnya, mereka melewati beberapa tahun
  pelayanan aktif dalam jemaat lokal. Di sana mereka belajar melayani
  dengan karunia Roh, berdoa, dan juga mencari bimbingan Roh Kudus.

  Saat melayani dalam gereja yang aktif, tokoh-tokoh tersebut belajar
  tentang struktur, kesulitan, masalah, dan bahaya dalam gereja.
  Kemudian mereka belajar cara mengatasinya. Karena mereka mengabarkan
  Injil kepada orang-orang yang sudah maupun yang belum diselamatkan.
  Mereka semakin mahir mendekati dan akrab dengan berbagai macam
  orang. Saat mereka menjalani semua ini, mereka tidak hanya
  mempelajari doktrin agama, tetapi mereka juga belajar tentang
  kebenaran rohani dalam pelayanan. Setelah masa persiapan mereka
  selesai dan panggilan pelayanan mereka sudah jelas, mereka bergabung
  dengan para penginjil yang berpengalaman dan mereka dapat memperoleh
  kecakapan yang mereka perlukan.

  Perlengkapan yang dibutuhkan pelayan dapat dirangkum sebagai
  berikut:

  1. Pemahaman yang menyeluruh akan firman Tuhan.
  2. Pengalaman melayani Injil kepada orang percaya dan yang tidak
     percaya. Pelayanan seperti ini membutuhkan kecakapan melebihi
     pelayanan dasar karena dia perlu tahu bagaimana cara memerhatikan
     dan mengajar orang percaya baru.
  3. Pemahaman mendalam tentang organisasi, perlengkapan rohani,
     prosedur, pelayanan, dan masalah jemaat. Dia harus memiliki
     pengetahuan tersebut, agar dia dapat merintis gereja secara
     aktif serta dapat mengatur dan menasihati penatua dan diaken
     gereja tersebut.
  4. Pengalaman pribadi berdoa dalam roh.
  5. Pengalaman pribadi dibimbing oleh Roh kudus.
  6. Iman untuk terus melangkah maju ke depan dan memercayai Allah
     yang memenuhi setiap kebutuhan dunia dan spiritual.
  7. Pengalaman pribadi berjalan bersama Roh, kemenangan melawan
     daging, konflik dengan kekuatan Iblis, dan kemenangan yang di
     raih oleh iman, sehingga kehidupannya akan menjadi teladan
     tentang kebenaran rohani yang diajarkannya kepada orang yang baru
     percaya serta gereja-gereja.

  KELEMAHAN DARI METODE MODERN

  Setelah memahami prinsip dan tujuan dari tugas kita, kita dapat
  memahami masalah yang kita hadapi saat ini. Kita menghadapi satu
  kesulitan besar yang tidak ditemukan dalam Perjanjian Baru.
  Kesulitan tersebut muncul dari pola gereja masa kini yang sangat
  berbeda dengan pola gereja Perjanjian Baru. Pola gereja tersebut
  tidak cukup untuk mempersiapkan para pelayan. Demikian juga dengan
  sekolah teologi ataupun sekolah alkitab modern.

  Sejarah sekolah teologi muncul pada pertengahan abad kedua. Para
  filsuf sekaligus teolog gereja mula-mula, seperti Klemens dan
  Origenes percaya bahwa, mereka berhasil menyatukan kekristenan dan
  filsafat. Mereka mendirikan sekolah-sekolah -- pada awalnya di
  Aleksandria, kemudian bertumbuh di Kaisarea dan tempat-tempat lain.
  Di sekolah-sekolah tersebut mereka mengajarkan sistem mereka kepada
  generasi muda. Kemudian, murid-murid sekolah itu menyebarkan
  pengajaran mereka ke gereja. Pengajaran ini memberi gereja celah
  untuk keluar dari fondasi struktur dan doktrin yang dibangun oleh
  para rasul.

  Biasanya seminari dan sekolah alkitab bertujuan untuk mengajarkan
  praktik serta doktrin yang mendalam. Akan tetapi, sekolah-sekolah
  teologi modern selalu memunyai kecenderungan untuk melibatkan
  kearifan duniawi dalam mengungkapkan kebenaran rohani. Mereka
  menafsirkan kebenaran rohani itu menurut standar manusia dan
  pemikiran pada masa itu. Mereka juga mengurangi kebenaran itu agar
  terdengar masuk akal dan memutarbalikkannya, agar dapat dicerna oleh
  sistem filsafat yang agamawi.

  Fakta-fakta tersebut, seperti yang disaksikan oleh sejarah dan masa
  kini harus benar-benar diperhatikan dengan saksama. Kita harus
  menghindari hal-hal yang dapat mengurangi kerohanian kita. Walaupun
  hal-hal tersebut tampaknya menguntungkan untuk sementara waktu,
  harga yang harus dibayar nantinya terlampau mahal.

  Ada beberapa faktor lain yang harus diperhatikan juga. Dari segi
  praktisnya, pelatihan saat ini tidak menghasilkan buah yang
  memuaskan. Banyak orang menganggap lulusan teologi belum
  dipersiapkan sungguh-sungguh dari segi kerohanian atau pengetahuan
  tentang misi mereka. Tentunya, ini adalah salah satu masalah besar
  yang dihadapi para hamba Tuhan. Pengetahuan mereka tentang manusia
  sangat sedikit. Bahkan, mereka nyaris tidak belajar untuk memahami
  diri mereka sendiri. Pengetahuan mereka tentang masalah-masalah
  praktis dalam penginjilan dan gereja sangat kurang. Mereka tidak
  cukup berpengalaman dan dewasa secara rohani.

  Meskipun demikian, acapkali para lulusan menjadi sombong menganggap
  diri mereka lebih hebat dari yang lain. Mereka menjadi ambisius,
  bukan untuk mencari ladang penginjilan baru, melainkan menyiapkan
  posisi kependetaan yang nyaman dengan pendapatan yang tetap. Sering
  kali ketika mereka diutus ke luar, mereka berkecil hati dan gagal
  atau biasa-biasa saja dalam pelayanan mereka.

  Banyak misionaris dan pendeta yang diutus sebagai pelayanan
  menyadari kurangnya persiapan mereka. Para lulusan sekolah modern
  memang dipersiapkan secara khusus untuk melaksanakan tugas mereka.
  Mereka mungkin telah mempelajari firman Allah, tetapi pengalaman
  rohani pribadi dan pengetahuan mereka masih kurang. Pandangan mereka
  tentang panggilan mungkin salah dan tidak alkitabiah. Mereka
  menganggap suatu panggilan sebagai pekerjaan, alih-alih pelayanan
  bercorak Perjanjian Baru. Mereka mungkin rindu menjadi pengkhotbah,
  guru, dan anggota organisasi yang sukses agar mendapatkan
  penghargaan, gereja yang baik, dan pendapatan yang baik.

  Semua hal di atas menyingkapkan kelemahan yang cukup serius, yang
  dulunya dihindari oleh metode Perjanjian Baru. Seluruh masalah
  pelatihan ini perlu ditinjau ulang dengan cermat sesuai dengan
  praktik Perjanjian Baru, sehingga kita bisa kembali ke metode yang
  sesuai dengan tujuan Allah dan menghasilkan buah yang ranum seperti
  yang dikehendaki-Nya.

  PENCAPAIAN DAN KELEMAHAN SEKOLAH ALKITAB

  Kami telah menyebutkan kelemahan-kelemahan metode modern ini.
  Walaupun demikian, ada juga pencapaian-pencapaian yang diraih oleh
  beberapa Sekolah Alkitab. Berkat Allah juga menyertai pekerjaan
  mereka. Beberapa sekolah memiliki standar rohani yang cukup tinggi
  dan pengajaran yang luar biasa. Mereka mengajarkan firman Tuhan
  kepada ribuan kaum muda.

  Pengajaran adalah salah satu pelayanan yang mendasar -- dan yang
  paling penting -- dalam gereja. Sudah menjadi keinginan Allah bahwa
  orang yang memiliki karunia Roh untuk mengajar perlu menggunakannya
  di dalam pelayanan. Ketika umat Allah berkumpul bersama dalam kurun
  waktu tertentu dan mempelajari rangkaian firman Allah, hal itu
  merupakan kegiatan yang baik dan bermanfaat. Semua orang yang
  menyampaikan firman Tuhan dengan cara apa pun memang perlu memunyai
  pemahaman yang menyeluruh tentang Alkitab. Oleh karena itu, ketika
  Sekolah Alkitab menawarkan pelayanan dalam bidang pengajaran, maka
  pelayanan tersebut juga merupakan pelayanan yang alkitabiah.

  Allah memerintahkan pelayanan dalam pengajaran. Lalu, di manakah
  kelemahan Sekolah-sekolah Alkitab modern? Menurut kami, kelemahan
  tersebut terkait dengan empat prinsip dasar berikut:

  1. Pengajaran yang kita berikan belum cukup.
     Kita mungkin memberikan kelas-kelas doktrin dan isi Alkitab,
     tetapi sebenarnya kita hanya sedikit menyentuh hal-hal penting
     mengenai tatanan gereja Perjanjian Baru, karunia Roh, iman, doa,
     dan bimbingan Roh Kudus.

  2. Klaim kita terhadap pelayanan pengajaran terlalu berlebihan.
     Anggapan bahwa kelas pendalaman Alkitab saja cukup untuk
     menyiapkan murid masuk ke dalam pelayanan adalah anggapan yang
     salah. Pelayanan di bidang pengajaran memang menjadi bagian
     penting dalam mempersiapkan pekerja, tapi perlengkapan rohani dan
     pengalaman kita juga sama pentingnya. Prinsip ini sudah pasti
     diketahui oleh Tuhan kita dalam cara-Nya mempersiapkan
     murid-murid-Nya.

  3. Kita memisahkan siswa dari hubungannya dengan kehidupan gereja
     dan pelayanan dan hubungannya dengan kehidupan dunia luar.
     Hal ini menjauhkan siswa dari pengalaman dan pengetahuan yang
     penting. Alhasil, pengetahuan yang siswa dapatkan terbatas pada
     pengetahuan teori. Ingatlah bahwa gereja lokal adalah dasar
     pelatihan pelayan Perjanjian Baru.

  4. Kita gagal menekankan pentingnya pertumbuhan iman pribadi dan
     memastikan hal-hal yang diperlukan untuk hal itu tersedia.
     Karena para murid dipisahkan jauh dari kehidupan gereja dan
     dunia, mereka kehilangan kesempatan terbaik untuk memperoleh
     pengalaman rohani pribadi. Padahal, mereka perlu sekali memahami
     penerapan praktis iman dan doa dalam pelayanan. Mempelajari
     bagaimana cara mendoakan permasalahan, mencari bimbingan Roh
     Kudus, dan menang atas pekerjaan Iblis.

     Pada kenyataannya, para murid diajarkan tentang doa, tetapi doa
     yang tidak memiliki kegunaan praktis. Mereka menyaksikan Sekolah
     Alkitab mereka tidak dijalankan berlandaskan doa.

     Tuhan kita tidak hanya mengajarkan teori tentang doa, iman, serta
     bimbingan dan kekuatan Roh kepada para murid-Nya, namun Dia juga
     mengajarkan cara menerapkan kebenaran-kebenaran tersebut.

  PENTINGNYA PENGALAMAN

  Apakah tujuan yang sesungguhnya dari pelayanan dalam pengajaran?
  Kita setuju bahwa tujuan kita bukanlah semata-mata menanamkan
  pengetahuan. Jika kita hanya menanamkan pengetahuan saja, maka
  tujuan utama kita belum tercapai. Tujuan sesungguhnya adalah
  manifestasi penuh kehidupan Kristus dalam kehidupan seseorang yang
  menghasilkan buah bagi kemuliaan-Nya. Pengetahuan itu penting,
  tetapi tidak peduli sebesar apa pun pengetahuan kalau tidak
  dihidupi, pengetahuan itu sama saja dengan mati. Allah tidak pernah
  menganggap bahwa pengetahuan saja sudah cukup untuk mempersiapkan
  hamba-hamba-Nya; Dia menuntut bukti yang hidup.

  Jadi, tujuan yang sesungguhnya dari pelayanan dalam pengajaran
  adalah menerjemahkan pengetahuan dalam tindakan dan buah roh kita.
  Untuk mencapainya, pendidikan dan prakteknya perlu berjalan
  bersamaan. Pengalamanlah yang menjadi dasar persiapan para murid
  dan rasul Paulus serta pengikutnya. Teori perlu diterapkan dan
  diambil dari penerapannya sehari-hari.

  Kita perlu mengakui kelebihan persekutuan dan kedisiplinan
  Sekolah-sekolah Alkitab yang dikelola dengan baik. Sekolah dapat
  menyediakan kondisi yang nyaman untuk belajar dan bersekutu. Akan
  tetapi, Tuhan kita tidak hanya memberikan kita kesempatan untuk
  belajar Alkitab, tetapi dia juga melatih mereka untuk turut aktif
  dalam pelayanan.

  Yesus mengutus para murid-Nya untuk mempraktekkannya; mereka hidup
  dan bekerja dalam kondisi pelayanan aktif. Dia tidak melatih mereka
  bekerja sama sebagai suatu komunitas siswa, tapi Dia ingin mereka
  berkumpul bersama dalam pelayanan. Dia rindu mereka pergi melayani
  dan rindu mereka berdiri sendiri dan hanya bergantung pada Allah
  dalam segala situasi. Dia mengajak mereka bergabung dengan-Nya dalam
  pelayanan dan dalam kehidupan iman.

  Metode "pengasingan diri" hanya akan memisahkan siswa dari dunia
  dan kenyataan. Metode ini tidak ampuh untuk mengajarkan mereka cara
  bertahan melawan dosa dan serangan setan. Metode ini tidak dapat
  membangun karakter yang diperlukan oleh seorang rohaniwan.
  Mengasingkan diri dalam kurun waktu yang lama tidaklah baik.
  Pengasingan diri biasanya membuat seseorang tidak cocok menghadapi
  kehidupan yang normal. Pengasingan diri melumpuhkan separuh
  karakter lain manusia. Kondisi ini biasanya membuat orang
  tergantung, mendambakan kesenangan, dan berpandangan egois.

  Tuhan kita melatih murid-murid-Nya dengan pengajaran yang keras.
  Mereka berjalan bersama-Nya melewati jalan berdebu seraya
  menyaksikan kehidupan-Nya. Kehidupan-Nya itu mengajarkan mereka
  tentang penyangkalan diri dan kerja keras. Paulus dan rekan-rekan
  penginjilnya dipersiapkan dengan cara yang sama. Pelatihan seperti
  ini menghasilkan karakter-karakter yang diperlukan dalam
  penginjilan: orang-orang yang kuat imannya, bersedia pergi tanpa
  punya tempat untuk meletakkan kepalanya, pergi sendirian ke ujung
  dunia dengan Tuhan, menahan keinginan, menghadapi bahaya,
  penganiayaan, kebencian, dan kematian agar jiwa-jiwa dapat
  diselamatkan dan gereja dapat dirintis di seluruh dunia. Mereka
  adalah manusia-manusia dengan pengetahuan rohani yang dalam dan
  pengalaman yang luas; mereka bukan orang yang lemah, takut akan
  kesukaran, jijik pada kemiskinan, dan menginginkan kenyamanan dan
  keamanan. Mereka bukan orang-orang tidak berpengalaman yang belum
  pernah menghadapi cobaan dan yang belum tahu cara melakukan
  pekerjaan. Dan kemungkinan akan gagal ketika diutus untuk melakukan
  pekerjaan-Nya.

  Mari kita mengingat bahwa hanya pengalaman Kalvari saja yang dapat
  mempersiapkan kita dalam pelayanan Kalvari. Hanya orang yang
  bersedia merasakan Kalvari mau mengikuti pelayanan Kalvari.
  Orang-orang seperti inilah yang sangat dibutuhkan saat ini.

  Memisahkan siswa dari kehidupan gereja dan dari lingkungan pelayanan
  merupakan kesalahan serius. Seseorang yang dipersiapkan untuk
  penginjilan dan perintisan gereja memerlukan gereja serta ladang
  penginjilan.

  Hal itu tidak berarti bahwa pusat pembelajaran Alkitab perlu
  dikurangi. Tetapi kita memerlukan pelatihan murid yang memadai.
  Orang-orang yang mengenyam pendidikan Alkitab juga perlu memahami
  dengan jelas bahwa walaupun pendidikan Alkitab itu penting, hal itu
  belumlah cukup untuk membekali pelayanan mereka.

  Perlu ditekankan bahwa kita tidak dapat menyelesaikan tujuan kita
  dengan menaikkan standar pendidikan saja. Walaupun hal-hal seperti
  gelar dan pencapaian akademis berharga dalam bidang pendidikan,
  namun mereka bukanlah perlengkapan pelayanan; mereka tidak dapat
  memberikan kekuatan rohani atau menghasilkan buah rohani. Jika Tuhan
  kita tidak menggunakan hal-hal semacam itu dalam menyelesaikan
  tujuan-Nya, maka kita pun tidak memerlukannya. (tUly)

  Diterjemahkan dari:
  Judul buku: The New Testament Order for Church and Missionary
  Judul artikel: The Training of The Worker
  Penulis: Alex Rattray Hay
  Penerbit: The New Testament Missionary Union Canada
  Halaman: 480 -- 488

______________________________________________________________________
SUMBER MISI

INTERNATIONAL CHRISTIAN MISSION
==>  http://www.icmission.net

  International Christian Mission, yang didirikan oleh Khoo Hin
  Hiong, merupakan kegerakan interdenominasi orang-orang percaya yang
  bertujuan melatih para pendeta, pengabar Injil, guru-guru, dan
  rasul-rasul mengenai kebenaran Yesus Kristus. Tujuannya adalah agar
  pelayanan mereka menjadi efektif. Untuk itu, ICM melatih dan
  mendayagunakan orang-orang, serta membuat bahan-bahan pelatihan
  (tersedia dalam 20 bahasa) -- program ini dikenal dengan nama
  Church Planting Institute (CPI). Setelah mendapat pelatihan yang
  cukup, maka ICM akan mengirim satu tim ke daerah tertentu dan
  melatih para pemimpin menjadi lebih efektif dalam menjangkau
  jiwa-jiwa. Melalui situs mereka, Anda bisa memberikan pertanyaan,
  komentar serta mendukung pelayanan mereka melalui doa dan dana.
  (DIY)

______________________________________________________________________
DOA BAGI MISI DUNIA

T U R K I

  Seperti yang tertulis dalam kitab Wahyu 2000 tahun yang lalu, Yesus
  mengirimkan surat lewat rasul Yohanes kepada lima gereja yang
  berkembang di Turki. Pusat kekristenan kuno yang terletak di kota
  Istanbul masa kini. Saat ini, jemaat-jemaat tersebut telah lenyap
  dan pengikut Kristus hanya tinggal 0;1 persen dari populasi Turki.

  Orang-orang Kristen ini sering menghadapi diskriminasi, kekerasan,
  ancaman, dan batasan kalau mereka tidak memiliki izin mengadakan
  pertemuan. Orang yang berpindah ke agama Kristen menderita pelecehan
  sosial dan kekerasan dari keluarga serta tetangga mereka. Karena
  alasan ini, Turki menduduki peringkat 35 dalam daftar "World Watch"
  [daftar negara di dunia yang mengalami penganiayaan terhadap orang
  Kristen, Red.].

  Untuk mendukung gereja dan penyebaran Injil di antara orang-orang
  yang berbahasa Turki, SAT-7 telah meluncurkan SAT-7 TURK, saluran TV
  dalam bahasa Turki. Melalui tayangan itu, banyak orang Kristen Turki
  yang terisolasi satu dengan yang lain bisa mendapatkan pengajaran,
  pelatihan, dan dukungan. Tayangan ini juga dirancang untuk
  menunjukkan iman Kristen kepada orang-orang Turki yang belum
  percaya.

  Saat ini, saluran TV itu hanya dapat menayangkan 4 jam acara setiap
  harinya. SAT-7 ingin meluaskan liputan sampai 24 jam penuh. Untuk
  mencapai tujuan ini, sebuah yayasan anonim telah bermurah hati
  menawarkan memberikan sumbangan dua kali lipat (maksimal 350.000
  dolar AS) nominal sumbangan yang diberikan oleh setiap penyumbang
  untuk saluran televisi itu. Artinya, setiap sumbangan  akan
  menjadi , setiap 0 akan menjadi 0, dan seterusnya.

  SAT-7 akan menggunakan donasi itu untuk mengembangkan sumber-sumber
  siaran televisi, menambah jumlah waktu siaran satelit, dan meluaskan
  liputan sampai 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Saat liputan mereka
  selesai diperluas, SAT-7 akan meraih tujuan mereka, yaitu menjangkau
  orang-orang berbahasa Arab, Farsi, dan Turki -- pada dasarnya
  seluruh Timur Tengah -- dengan tayangan televisi Kristen. (tUly)

  Sumber: Mission News, Oktober 2010
  [Selengkapnya: http://www.mnnonline.org/article/14832]

  Pokok doa:
  * Doakan untuk orang-orang Kristen yang mengalami penganiayaan
    di negara Turki, supaya Tuhan menguatkan iman percaya mereka,
    sehingga mereka tidak kendor imannya.
  * Bersyukur karena Tuhan sudah membuka jalan untuk penginjilan
    melalui media televisi di negara Turki, sehingga lebih banyak
    orang yang belum mengenal Tuhan dapat mendengar dan menerima
    Kristus.

S P A N Y O L

  Karena meningkatnya kecemasan akan teror Al-Qaeda terhadap sasaran
  mereka di Eropa, Amerika Serikat mengeluarkan peringatan perjalanan
  bagi warga AS di Eropa. Jepang dan Inggris juga mengeluarkan
  peringatan serupa untuk warga mereka saat menggunakan kendaraan umum
  atau mengunjungi daerah-daerah wisata bagi para turis.

  JN, seorang misionaris dari The Evangelical Alliance Mission (TEAM),
  mengatakan bahwa, "Banyak orang-orang Eropa yang khawatir bahwa
  situasi dapat berubah menjadi buruk sewaktu-waktu. Penemuan tentang
  kegiatan-kegiatan teroris tersebut sangatlah mengganggu".

  JN mengatakan bahwa, perasaan gelisah ini membuka kesempatan langka
  untuk penginjilan. "Kejadian ini membuka jalan bagi kita untuk
  membicarakan hal-hal spiritual serta iman dan masa depan. Tetapi
  yang lebih penting, untuk membicarakan Yesus Kristus dan damai
  sejahtera yang ditawarkan-Nya".

  Banyak misionaris mengatakan bahwa mereka sulit melayani di Eropa
  karena terkadang hanya ada segelintir kesempatan untuk membagikan
  Injil. JN mengatakan bahwa, "Mereka sudah tidak memikirkan gereja
  lagi. Kami berdoa agar Allah mau memulai atau terus bekerja dalam
  hati orang-orang dan menunjukkan kepada mereka bahwa Dia masih
  hidup, Dia sedang bekerja, dan Dialah Pencipta. Pintu-pintu
  komunitas dari agama lain juga sedang terbuka. Dan pikiran dan
  keinginan kami adalah bekerja di antara orang-orang yang beragama
  lain di Eropa"

  Ia juga meminta agar orang-orang Kristen berdoa untuk pelayanan
  TEAM. "Doakan agar mata spiritual kami dibukakan, agar kami dapat
  melihat kesempatan-kesempatan dan memanfaatkannya. Doakan untuk
  keamanan di sini. Segalanya dapat terjadi". (tUly)

  Sumber: Mission News, Oktober 2010
  [Selengkapnya: http://www.mnnonline.org/article/14802]

  Pokok doa:
  * Berdoa buat orang-orang Kristen yang ada di daerah Eropa di mana
    mereka banyak mengalami kegelisahan karena ancaman teroris yang
    bisa sewaktu-waktu mencelakakan mereka. Doakan agar mereka boleh
    mengenal Kristus yang mampu memberikan kedamaian yang sejati.
  * Berdoa agar setiap orang Kristen di Eropa, dibangkitkan kembali
    iman dan semangatnya dalam pelayanan penginjilan karena
    kesempatan menginjili sekarang sangat terbuka.

______________________________________________________________________
DOA BAGI INDONESIA

                  TSUNAMI DAN GEMPA BUMI DI MENTAWAI

  Senin, 25 Oktober 2010 Tsunami berkekuatan 7;2 SR dengan tinggi
  ombak 7 meter melanda kepulauan Mentawai, Sumatera Barat pada pukul
  22.00 WIB. Episentrum gempa terletak pada kedalaman 10 kilometer,
  meluluhlantakan pemukiman, infrastuktur jalan, kapal nelayan, dan
  bangunan apa saja yang ada di sekitar pesisir. Hingga Rabu, 3
  November 2010 sedikitnya 498 warga terluka dan 75 warga hilang, 720
  rumah hancur, dan 15.097 warga mengungsi. Pemerintah sejauh ini
  sudah berupaya meringankan warga korban Tsunami.

  Sumber: Kompas, 30 Oktober 2010, hal. 1
          Kompas, 3 November 2010, hal. 1

  POKOK DOA:

  1. Mengucap syukur untuk upaya pemerintah dalam menangani bencana
     Tsunami yang terjadi beberapa waktu lalu. Doakan agar Tuhan
     memberi hikmat kepada pemerintah agar penanganan bisa lebih
     maksimal lagi.

  2. Bersyukur untuk perhatian dan bantuan yang diberikan dari negara
     lain untuk membantu Indonesia. Doakan agar semakin banyak orang
     yang tergerak hatinya untuk memberikan bantuan, sehingga korban
     bisa segera ditolong dan dan lokasi bencana bisa dipulihkan.

  3. Masih banyak pengiriman bantuan yang terhambat karena kendala
     cuaca dan transportasi. Doakan supaya Tuhan memberikan cuaca yang
     baik untuk regu penolong bisa sampai di tempat yang membutuhkan.
     Doakan juga agar pemerintah bersama rakyat setempat dapat
     menyediakan alat transportasi yang lebih memadai.

  4. Doakan masyarakat Mentawai yang membutuhkan bantuan medis dan
     logistik tapi belum bisa dijangkau, kiranya Tuhan memberi
     kekuatan dan perlindungan untuk mereka bisa bertahan sampai
     bantuan bisa sampai ke mereka.

  5. Doakan masyarakat Mentawai yang kehilangan anggota keluarga
     mereka, agar Tuhan memberi kesabaran dan penghiburan. Doakan juga
     untuk pemulihan fisik dan psikis masyarakat Mentawai.

  6. Berdoa untuk gereja-gereja di seluruh Indonesia agar bersatu
     menyebarkan kasih Kristus melalui bantuan yang bisa diberikan
     kepada rakyat Mentawai yang menjadi korban bencana. Doakan agar
     bantuan-bantuan itu bisa sampai kepada yang membutuhkan.

______________________________________________________________________
Anda diizinkan menyalin/memperbanyak semua/sebagian bahan dari e-JEMMi
(untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: tidak
untuk tujuan komersial dan harus mencantumkan SUMBER ASLI bahan
yang diambil dan nama e-JEMMi sebagai penerbit elektroniknya.
______________________________________________________________________
Staf Redaksi: Novita Yuniarti dan Yulia Oeniyati
Kontak Redaksi: < jemmi(at)sabda.org >
Untuk berlangganan: < subscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk berhenti: < unsubscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk pertanyaan/saran/bahan: < owner-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
______________________________________________________________________
Situs e-MISI dan e-JEMMi: http://misi.sabda.org
Arsip e-JEMMi: http://www.sabda.org/publikasi/misi
Facebook MISI: http://fb.sabda.org/misi
______________________________________________________________________
Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari berbagai pihak.
Copyright(c) e-JEMMi/e-MISI 2010 / YLSA -- http://www.ylsa.org
SABDA Katalog: http://katalog.sabda.org
Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org