Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/misi/2010/24

e-JEMMi edisi No. 24 Vol. 13/2010 (17-6-2010)

Strategi Penginjilan Paulus

______________________________  e-JEMMi  _____________________________
                   (Jurnal Elektronik Mingguan Misi)
______________________________________________________________________
SEKILAS ISI

EDITORIAL
ARTIKEL MISI: Orang-Orang Memerlukan Kristus (Roma 10:1-15)
SUMBER MISI: Kingdom Hearts on Fire
DOA BAGI MISI DUNIA: Rusia, Kirgizstan
DOA BAGI INDONESIA: Pelayanan di Suku Korowai Batu

______________________________________________________________________

       GOD CAN TURN WINDS OF ADVERSITY INTO SHOWERS OF BLESSING
______________________________________________________________________
EDITORIAL

  Shalom,

  Keinginan mengabarkan Injil kepada mereka yang belum percaya kepada
  Yesus merupakan kerinduan hati Paulus. Apakah Anda juga memiliki
  kerinduan yang sama seperti Paulus? Jika kita membaca di Alkitab,
  kita dapat melihat bahwa Paulus merupakan orang yang luar biasa.
  Ia tetap fokus dalam pelayanannya meski sering mengalami perlakuan
  yang tidak baik. Paulus benar-benar menyadari bahwa mereka yang
  belum percaya adalah orang-orang terhilang yang membutuhkan jalan
  kebenaran. Melalui e-JEMMi edisi kali ini, kita akan belajar
  bagaimana cara memenangkan jiwa bagi Kristus dalam masyarakat yang
  pluralis. Tuhan Yesus memberkati.

  Redaksi Tamu e-JEMMi,
  Santi Titik Lestari
  http://misi.sabda.org
  http://fb.sabda.org/misi
______________________________________________________________________
ARTIKEL MISI

            ORANG-ORANG MEMERLUKAN KRISTUS (ROMA 10:1-15)
                     Diringkas oleh: Kusuma Negara

  Mengapa kita mengadakan konferensi misi? Mengapa kita mengirimkan
  penginjil-penginjil? Mengapa kita mengirim orang-orang untuk pergi
  ke tempat-tempat lain untuk mengatakan kepada orang lain tentang
  Yesus Kristus? Mengapa orang-orang Kristen percaya bahwa mereka
  harus memberitakan iman mereka? Di seluruh dunia ada banyak agama,
  ideologi, "pandangan dunia", mengapa orang Kristen berpikir mereka
  sendiri yang benar? Tidak adakah nilai di agama lain? Tidak adakah
  sesuatu yang bernilai di semua agama? Tidak adakah keindahan dan
  kebenaran di semua budaya? Tidakkah pengajaran banyak agama sangat
  mirip? Tidakkah ada banyak jalan untuk mencari Allah? Bahkan jika
  kita percaya bahwa Yesus adalah unik dan kita ingin mengatakan
  kepada orang lain tentang Dia dan tawaran keselamatan-Nya, bagaimana
  kita memberitakannya dengan cara yang sensitif dan tepat?

  Pertanyaan-pertanyaan tersebut penting, tapi itu bukan
  pertanyaan-pertanyaan baru. Abraham pun menghadapi
  pertanyaan-pertanyaan yang sama; ia memercayai satu Tuhan ketika
  semua orang memercayai banyak tuhan. Jemaat Kristen mula-mula
  termasuk Paulus pun menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang sama; pada
  zamannya, semua jenis agama, filosofi, dan kultus dapat ditemukan.
  Paulus berkhotbah kepada semuanya dan ia percaya bahwa pesan tentang
  Yesus Kristus relevan bagi semuanya. Beberapa orang memercayai
  pengajarannya dan yang lain -- yang tidak merespons Injil -- tidak
  ingin mendengarkan pesan ini. Mereka tidak tertarik kepada khotbah
  Paulus karena pesan itu tidak relevan bagi mereka. Mereka adalah
  orang-orang Yahudi sendiri.

  Dalam Roma 10 ia berbicara tentang saudara sebangsanya dan bagaimana
  ia menginginkan agar mereka mengenal Yesus. Dalam melakukan hal
  tersebut, Paulus memberi model kepada kita bagaimana kita dapat
  memperlihatkan perhatian bagi keluarga kita dan bagaimana bersaksi
  dalam masyarakat yang pluralis. Ini adalah pokok permasalahan kunci
  dalam dunia modern: kita ingin menjaga keselarasan religius dan ras,
  namun kita pun ingin bersungguh-sungguh dengan iman kita.

  Tiga buah kata dapat menyimpulkan apa yang dikatakan Paulus di sini
  yang menjelaskan sikapnya kepada orang lain. Hormat, keyakinan, dan
  kerinduan (keprihatinan).

  HORMAT

  Ketika Paulus memikirkan tentang saudara sebangsanya atau kelompok
  orang lain, emosi pertama yang ia rasakan kepada mereka adalah
  hormat. Ia merasakan hormat yang mendalam kepada saudara
  sebangsanya, kepada sejarah mereka, budaya mereka, dan warisan
  spiritual mereka (baca Roma 9:4-5).

  1. Bangsa Israel telah diangkat sebagai anak-anak -- yang pertama
     mengenal Tuhan sebagai Bapa mereka.
  2. Mereka adalah orang-orang pertama yang menerima sinar kemuliaan
     Allah (di Gunung Sinai).
  3. Mereka telah menerima perjanjian dari Allah melalui Abraham,
     Musa, dan Daud.
  4. Mereka [adalah bangsa yang] menerima hukum Taurat di Gunung
     Sinai.
  5. Mereka diajar bagaimana beribadah menyembah Allah dan bagaimana
     membangun suatu tempat ibadah.
  6. Mereka diberi janji-janji pengharapan dan dorongan dari Allah
  6. Mereka adalah keturunan bapa-bapa leluhur yang besar dan
     mengagumkan.
  7. Akhirnya, Allah memberi mereka Mesias, Anak-Nya. "Ia adalah Allah
     yang harus dipuji sampai selama-lamanya."

  Ketika ia berbicara kepada orang yang menyembah banyak dewa di
  Listra, ia tidak mengkritik mereka karena menyembah banyak dewa. Ia
  berbicara dengan hormat tentang Tuhan Pencipta yang besar. Ketika ia
  berbicara dengan orang-orang Athena yang berpikiran maju, ia
  berbicara tentang filsuf-filsuf dan pujangga-pujangga. Sejauh itu
  Paulus selalu memperlihatkan rasa hormat dan penghargaan pada
  kebudayaan dan warisan orang yang ia ajak berbicara. Pendekatannya
  adalah pendekatan yang paling positif yang dapat ia lakukan. Kita
  perlu mulai dengan mencari hal positif dalam keyakinan dan
  kebudayaan orang lain dengan seluruh kemampuan kita.

  Tapi kita tidak dapat menghormati kecuali kita mengerti. Kita tidak
  dapat mengerti, kecuali kita mengalami kesulitan dan mengambil waktu
  untuk mempelajari serta memahami apa yang mereka percayai dan apa
  yang penting bagi mereka. Jika kita mengirimkan

  misionaris-misionaris, atau terlibat dalam perjalanan misi, itu
  adalah tindakan yang benar. Baca dan pelajarilah apa yang dipercayai
  orang lain.

  Dalam Roma 10:2, kita juga melihat bahwa Paulus pun sangat
  menghormati ketulusan dan penyembahan religius mereka. "... aku
  dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa mereka sungguh-sungguh
  giat untuk Allah." Paulus sedang berbicara tentang juru tulis dan
  orang-orang Farisi. Yesus menyebut beberapa juru tulis dan
  orang-orang Farisi sebagai orang munafik. Tidak diragukan lagi,
  beberapa di antara mereka memang munafik. Tapi kita tidak boleh
  sedetik pun membayangkan bahwa semua orang Farisi seperti itu.
  Banyak orang Farisi seperti Nikodemus yang memiliki kasih yang
  sungguh-sungguh pada firman Tuhan dan memiliki keinginan hati yang
  mendalam untuk mematuhi firman tersebut. Banyak yang mengetahui
  Mazmur dengan hati mereka dan bermeditasi pada kitab ini secara
  tekun.

  Empat hal yang perlu kita ingat:
  1. Kita perlu menghargai mereka.
  2. Kita perlu menghormati mereka. Jika kita tidak menghormati
     mereka, mengapa mereka harus menghormati apa yang kita katakan?
  3. Kita perlu mendengarkan. Kita tidak dapat berkomunikasi dengan
     mereka sebelum kita mau mendengarkan. Orang-orang Kristen
     biasanya sangat baik untuk berbicara dengan orang lain namun
     sering kali tidak terlalu baik dalam mendengarkan orang.
  4. Kita memerlukan dialog. Dialog adalah suatu bagian integral dari
     kesaksian. Dalam masyarakat demokratis modern mana pun,
     seharusnya ada kejujuran dan dialog terbuka. Hidup kita diperkaya
     dengan berbicara dengan orang lain, dari pemahaman mereka,
     nilai-nilai mereka, kebiasaan-kebiasaan mereka. Kadang itu
     membenarkan pemahaman kita, kadang hal itu membuat kita kembali
     ke Alkitab untuk melihat hal-hal yang sudah kita lupakan atau
     tidak pernah kita perhatikan.

  KEYAKINAN

  Dalam Roma 10:1-13, Paulus menyatakan keyakinannya. Ini adalah
  keyakinan yang tidak terelakkan. Hal itu mengikuti format secara
  logis dari apa yang Paulus telah katakan dalam delapan pasal
  sebelumnya. Ia mengatakan bahwa semua orang telah berdosa dan
  kehilangan kemuliaan Tuhan. Setiap manusia telah berdiri di dalam
  penghukuman. Setiap manusia memerlukan seorang Juru Selamat. Jadi di
  dalam Roma 10:1-13, ia berbicara tentang Injil.

  Perlunya Injil (ayat 1 -- 5)

  Dalam Roma 9:30 -- 10:5, Paulus berbicara tentang dua cara
  keselamatan: cara hukum dan cara iman. Imamat 18:5 mengekspresikan
  prinsip kebenaran karena hukum: orang yang berpegang pada ketetapan
  Allah dan peraturan Allah akan hidup karenanya. Itulah yang dulu
  dilakukan oleh Paulus.

  Paulus, seorang murid rabi yang harus diteladani, luar biasa giat
  dan memiliki keinginan hati untuk menjaga hukum Tuhan serta tradisi
  nenek moyangnya. Apa yang salah dengan itu? Inilah kesaksian Paulus:
  kita tidak dapat melakukannya. Kita tidak dapat membuat diri kita
  masuk surga.

  Cara keselamatan berikutnya adalah cara iman. Paulus mengatakan
  bahwa Kristus adalah penggenapan dari hukum -- karena Ia menaati
  hukum dengan sempurna dan Ia menggenapi kebutuhan untuk dibenarkan
  oleh hukum. Kristus memungkinkan orang-orang dibenarkan oleh iman.
  Kristus mati sehingga siapa pun yang beriman kepada-Nya menemukan
  hidup dan kebenaran. Paulus memiliki rasa hormat yang besar pada
  saudara sebangsanya, pada komitmen religius dan ketulusan mereka.
  Tetapi ketulusan saja tidak cukup. Mereka memerlukan Injil dan
  Paulus rindu mereka akan menemukan jalan keselamatan yang ada dalam
  Kristus.

  Kesederhanaan Injil (ayat 6 -- 10)

  Paulus mengatakan bahwa kita tidak usah melakukan hal yang tidak
  mungkin. Kita tidak perlu mendaki naik ke surga. Kita tidak perlu
  bertingkah seakan Kristus tidak pernah lahir dan Anak Allah tidak
  pernah turun ke dunia.

  Kita tidak perlu mencari cara untuk naik kepada Allah karena Ia
  telah datang kepada kita. Jika Anda membeli bensin di Singapura,
  Anda akan diberi suatu kartu kecil. Setiap kali Anda membeli bensin
  di tempat yang sama, mereka akan memberi poin pada kartu Anda.
  Setelah mengumpulkan 4.000 poin, Anda akan mendapat kamera gratis.
  Beberapa orang berpikir bahwa Allah pun seperti itu. Kita harus
  mengumpulkan poin. Jika kita mendapat cukup poin, barulah kita
  mendapatkan tiket gratis ke surga.

  Kita tidak harus mengusahakan jalan kita ke surga karena Allah telah
  datang ke bumi. Dan kita tidak harus bersikap seakan-akan Kristus
  masih di dalam kubur dan pekerjaan keselamatan masih belum sempurna
  sehingga kita harus melakukan sesuatu untuk menyempurnakannya.
  Seperti yang telah dikatakan Paulus sebelumnya di Roma 4:25, Kristus
  telah mati untuk dosa-dosa kita dan telah dibangkitkan untuk
  pembenaran kita. Hal itu sudah selesai. Pekerjaan itu sudah
  dilaksanakan. Tidak ada yang harus kita lakukan kecuali percaya
  dengan hati kita dan mengakui Kristus dengan mulut kita (ayat 9).

  Orang Yahudi telah mendaftar 39 tindakan yang dilarang pada hari
  Sabat. Kemudian dalam setiap 39 tindakan tersebut, ada 39 tindakan
  yang lebih detil yang terlarang, sehingga hasilnya ada 1521 tindakan
  yang dilarang pada hari Sabat. Saya mengagumi perhatian mereka untuk
  menjaga supaya Sabat tetap suci. Tetapi argumen Paulus adalah jika
  kita melakukan 1520 dari ke-1521 hukum tersebut, tapi melanggar satu
  saja, kita tetaplah pelanggar hukum.

  Beberapa orang menghabiskan sepanjang hidupnya berpuasa dan berdoa,
  melakukan pekerjaan amal, dan melakukan ziarah ke tempat orang-orang
  suci. Itu adalah usaha yang sia-sia untuk mencari kedamaian pikiran,
  keringanan dari perasaan bersalah, dan pembenaran diri.

  Injil itu gratis, namun bukan berarti murahan. Kita dapat hidup
  dengan cara apa pun yang kita mau, tapi tidak seenak kita. Kristus
  menjadi Tuhan kita, tapi kita tidak perlu mengurbankan apa pun
  meskipun Yesus harus mengurbankan semuanya.

  Relevansi Universal Injil (ayat 11-13)

  Injil diperuntukkan bagi semua orang, baik orang Yahudi maupun orang
  non-Yahudi. Tapi hal itu tidak populer pada zaman yang serba relatif
  ini. Pascamodernisme telah melingkupi masyarakat Barat dan sedang
  bergerak dengan pelan ke Timur melalui internet. Media massa
  mengatakan, "Biarlah setiap orang memiliki kepercayaan sendiri.
  Setiap orang itu benar. Jika seseorang berpikir sesuatu itu benar,
  itu benar bagi mereka." Ini adalah rasionalisme yang gila.

  Saya berbincang-bincang dengan seorang pemeluk agama lain dalam
  sebuah kereta api di India. Kemudian, kami berdiskusi tentang hidup
  setelah kematian. Ia berkata, ia percaya bahwa setelah mati kita
  akan mengalami reinkarnasi. Saya berkata bahwa saya percaya setelah
  mati kita tidak akan mengalami reinkarnasi tapi menghadapi takhta
  penghakiman Allah. Dua pandangan ini tidak dapat benar dua-duanya.
  Keduanya sama-sama eksklusif.

  Kita harus menolak relativisme. Kita harus menolak ide bahwa semua
  orang adalah benar. Ini disebut kebenaran absolut; ada hal-hal yang
  benar dan ada hal-hal yang tidak benar. Paulus memberikan argumen
  bahwa ada satu Juru Selamat untuk semua. Ia diyakinkan pada saat
  yang sama tentang relevansi universal iman Kristen.

  Orang bertanya kepada saya mengapa saya memberitakan Injil kepada
  orang Yahudi. Saya melakukannya karena Yesus telah mengatakan kepada
  kita untuk melakukannya dan karena mereka layak untuk mendengar.
  Saya telah berbicara dengan ratusan orang Yahudi yang telah percaya
  kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat dan mereka mengatakan
  bahwa mereka telah menemukan hal-hal ini dalam Yesus.

  1. Pengetahuan pribadi tentang Tuhan.
     "Saya telah menemukan apa yang dicari ayah dan kakek saya. Saya
     sekarang tahu Allah Abraham, Ishak, dan Yakub.", 2. Pengampunan dosa.
     Mereka berdoa untuk minta pengampunan, tapi mereka tidak memiliki
     jaminan bahwa mereka sudah diampuni.

  3. Hidup yang kekal.
     Sebagian besar tidak memiliki pengharapan tentang hidup kekal.
     Mereka mengatakan bahwa orang mati hanya akan hidup dalam memori
     mereka. Jadi mereka menyalakan sebatang lilin setiap tahun dan
     mengingat mereka.

  Ini waktunya bagi orang-orang Kristen untuk menghadapi logika dan
  iman mereka. Apakah yang lahir di Betlehem hanyalah bayi kecil biasa
  atau Tuhan yang berinkarnasi? Apakah ia yang mati di kayu salib
  adalah seorang nabi yang gagal atau Juru Selamat dunia? Apakah orang
  yang muncul di hadapan murid-murid pada hari Paskah pagi yang
  pertama adalah hantu atau Tuhan yang telah bangkit? Jika Ia adalah
  Tuhan yang telah bangkit, maka Ia adalah Tuhan dan Juru Selamat dan
  Tuhan bagi semua. Jika Ia bukan Juru Selamat dunia, berarti kita
  tidak memunyai Juru Selamat.

  Kita tidak boleh lupa pentingnya pesan yang kita beritakan. Kita
  harus belajar bagaimana memberitakan Kabar Baik ini dengan
  kerendahan hati dan hormat. Kita juga perlu melakukannya dengan
  keyakinan.

  Orang-orang Kristen kadang terdengar arogan. Mereka terdengar seakan
  mereka memiliki semua jawaban. Sesungguhnya, kita tidak tahu semua
  hal. Kita tidak tahu semua jawaban-jawaban. Kita hanya tahu apa yang
  telah Tuhan katakan kepada kita. Kita tidak lebih baik daripada
  orang lain. Kita adalah orang berdosa yang memiliki pesan untuk
  diberitakan. Kita perlu memberitakannya dengan kerendahan hati dan
  kepekaan tapi dengan percaya diri.

  KERINDUAN/KEPRIHATINAN (Ayat 14-15)

  "Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang
  memberitakan-Nya?" Dua milyar orang belum pernah mendengar tentang
  Kristus. Dukacita yang sangat besar dan kesedihan hati yang tiada
  henti (Roma 9:2). Paulus mengekspresikan keprihatinan yang mendalam
  bahwa mereka akan diselamatkan (Roma 10:1). Ia rindu dan berdoa bagi
  mereka. Ia pun menangis bagi mereka seperti ketika Yesus meratap
  karena kota Yerusalem. Inilah tingkat keterlibatan Paulus.

  Ini adalah jenis keprihatinan yang memotivasi Musa ketika ia berdoa
  untuk orang-orang Israel dan yang menantang David Brainerd ketika ia
  berdoa untuk orang-orang Indian di Amerika Utara. Itulah yang
  memotivasi Hudson Taylor ketika ia memikirkan 1 juta orang sekarat
  tiap bulan tanpa Kristus. Ia tidak menghabiskan waktu untuk
  berspekulasi tentang takdir kekal mereka. Ia tidak mendebat bahwa
  mereka yang tulus tapi tidak pernah mendengar tentang Kristus
  mungkin akan baik-baik saja. Ia percaya bahwa tidak ada keselamatan
  tanpa Kristus. Kita tidak memunyai hak untuk berjudi dengan
  keselamatan orang lain, untuk berteori ketika orang-orang sedang
  menunggu untuk mendengar. Ia rindu orang-orang akan dikirim.
  Bagaimana mereka mendengar kecuali orang-orang dikirim? Ia berdoa
  agar pekerja-pekerja akan dikirim keluar menuju ladang tuaian. Ia
  tahu hal ini penting, bahwa orang-orang hanya akan pergi dengan
  keyakinan bahwa mereka dipanggil.

  Ia tahu bahwa ini adalah hak istimewa. "Betapa indahnya kaki-kaki
  mereka yang membawa Kabar Baik." Ia tahu bahwa hal itu akan sulit.
  Kadang orang tidak bersedia mendengar. "Siapakah yang percaya dengan
  pemberitaan kami?" (ayat 16) Perikop ini mengacu pada Hamba yang
  Menderita, yang ditolak, dihina, manusia yang penuh kesengsaraan dan
  yang menderita kesakitan.

  Tidak mudah untuk menjadi seorang pembawa pesan; mengikuti
  langkah-langkah Raja yang menjadi Hamba. Bersiap-siaplah untuk
  menghadapi penolakan. Bersiap-siaplah untuk menjadi rapuh.
  Bersiap-siaplah untuk menderita. Kita pun mungkin menghadapi lawan
  karena kita adalah pembawa-pembawa pesan Kabar Baik. Kita tidak akan
  selalu diterima dengan baik. Kadang kita akan menghadapi
  kesalahpahaman.

  Kesimpulan

  Paulus menghormati semua orang, cara pandang, budaya, dan ketulusan
  hati mereka. Paulus memiliki keyakinan bahwa Yesus Kristus yang dulu
  dan yang sekarang adalah Juru Selamat dunia dan bahwa semua orang
  memerlukan hadiah keselamatan yang Ia tawarkan. Paulus memiliki
  keinginan hati, karena ia rindu agar semua orang mendengar kabar
  yang luar biasa tentang hadiah Tuhan yang tidak terkatakan.

  Ada 2 miliar orang belum pernah mendengar tentang Yesus. Apakah Anda
  akan menahan kesempatan mereka untuk mendengar pesan pengampunan,
  janji hidup kekal, dan pengharapan tentang hubungan pribadi dengan
  Tuhan?

  Diringkas dari:
  Judul artikel: Orang-Orang Memerlukan Kristus (Roma 10:1-15) --
                 Makalah Seminar Mahasiswa Indonesia Menuai (MIM),
                 Yogyakarta, 22 -- 25 Agustus 2005
  Penulis: Christopher David Harley
  Halaman: 1 -- 8
______________________________________________________________________
SUMBER MISI

KINGDOM HEARTS ON FIRE
==> http://www.kingdomheartsonfire.org

  Kurangnya jejaring dalam pekerjaan misi menggugah hati Linda Vidi
  untuk mendirikan Kingdom Hearts on Fire Ministry. Pelayanan ini
  mencoba menjadi fasilitator antarlembaga misi lewat dunia internet.
  Sebagaimana ditunjukkan dalam slogannya (Jaringan Pemersatu Tiap
  Hati dengan Membagikan Pewahyuan Allah dan Segala Hal yang Terjadi
  di Tiap Bagian Tubuh Kristus), situs Kingdom Hearts on Fire mencoba
  untuk mencakup banyak lembaga. Berbagai pelayanan misi dapat
  mendaftarkan situs mereka dan saling membagikan kesaksian pelayanan.
  Tentu dengan harapan semakin banyak lembaga yang saling mengenal dan
  bekerjasama. Saat ini tercatat 592 situs dan lebih dari 100
  kontributor yang rutin memberikan pesan dan kabar pelayanannya. (RS)
______________________________________________________________________
DOA BAGI MISI DUNIA

R U S I A
  Sejak pengeboman bulan Maret di Moskow, kewaspadaan di daerah
  tersebut meningkat tinggi. Akhir Mei, Christian Resources
  Internasional (CRI) mengadakan perjalanan ke Tyumen, Rusia. JL dari
  CRI tidak mengkhawatirkan keamanan mereka karena mereka hanya akan
  pergi sebentar saja ke bandara Moskow: "Kami akan mengambil,
  membagi-bagikan, dan mengizinkan masyarakat membaca Alkitab dan
  buku-buku Kristen. Kemudian mereka dapat kembali dengan pertanyaan
  mereka. Kami juga akan membentuk kelompok diskusi dalam bahasa
  Inggris tentang buku-buku itu." Akan tetapi, dia khawatir
  petugas-petugas akan menahan bahan-bahan yang mereka kirim: "Kami
  percaya Allah akan menolong kami mengirimkan buku itu sampai ke
  tujuannya, dan karena dulu buku-buku tersebut merupakan buku-buku
  perpustakaan, buku-buku itu akan tetap berada di sana. Jika
  buku-buku itu tiba, buku-buku tersebut tidak hanya akan menolong
  meningkatkan bahasa Inggris pembaca: "Banyak siswa akan datang hanya
  untuk mendapatkan buku yang dicetak dalam bahasa Inggris. Oleh
  karena itu, memberikan mereka buku-buku Kristen untuk dibaca akan
  memenuhi kebutuhan mereka. Buku-buku itu juga akan memenuhi
  kebutuhan rohaniah mereka, kebutuhan yang lebih besar." (t/Uly)

  Sumber: Mission News, April 2010
  [Selengkapnya: http://www.mnnonline.org/article/14092]

  Pokok doa:
  * Berdoa agar Tuhan membuka jalan bagi pengiriman bahan-bahan
    kekristenan ke Rusia.
  * Doakan agar mereka yang menerima buku-buku ini dapat menemukan
    kebenaran dan kasih yang sesungguhnya di dalamnya.

K I R G I Z S T A N

  Sampai berita ini ditulis, 15 Juni 2010, masih tampak kepulan asap
  dari kehancuran akibat kerusuhan di bagian selatan Kirgizstan sejak
  10 Juni 2010 yang lalu. Lebih dari 100.000 orang etnis Uzbekistan
  yang bermukim di Kirgizstan harus mengungsi dari kerusuhan etnis
  yang menimbulkan korban jiwa di daerah mereka. JG dari Slavic Gospel
  Association menjelaskan, "Etnis Uzbekistan mendukung satu pihak atau
  pihak lain dalam gerakan yang menggulingkan presiden Kirgizstan
  sebelumnya. Saya pikir, hal ini mengakibatkan ketegangan etnis."

  Namun, menurut JG, dampak keadaan ini terhadap gereja di Kirgizstan
  masih minim karena sampai sejauh ini belum ada hal yang membutuhkan
  tindakan darurat. JG pun meminta kita semua untuk menaikkan doa
  syafaat bagi orang-orang percaya di daerah konflik. "Kiranya Allah
  tidak hanya melindungi dan menjaga mereka selama kekacauan, tetapi
  juga agar ada kesempatan untuk pekabaran Injil." (t/Uly)

  Diambil dan diringkas dari:
  Judul artikel: Kyrgyzstan Faces Refugee Crisis In Unrest
  Nama situs: Mission Network News
  Penulis: Tidak dicantumkan
  Alamat URL: http://www.mnnonline.org/article/14351
  Tanggal akses: 15 Juni 2010

  Pokok doa:
  * Doakan agar Tuhan melindungi masyarakat di Kirgizstan yang
    mengalami dampak dari kerusuhan hebat ini. Kiranya Tuhan
    memulihkan bangsa ini.
  * Dari sumber berita yang lain, tercatat telah timbul sedikitnya 124
    korban jiwa akibat kerusuhan hebat ini. Doakanlah mereka yang
    kehilangan anggota keluarganya agar diberi penghiburan dan tetap
    kuat untuk melanjutkan kehidupan mereka pascakerusuhan ini.
  * Doakan agar setiap orang percaya yang ada di Kirgizstan dipakai
    Tuhan untuk menghibur, menolong, dan memberi kekuatan kepada
    sesama mereka. Kiranya ada kesempatan pula untuk pekabaran Injil
    di sana.
______________________________________________________________________
DOA BAGI INDONESIA

                  PELAYANAN DI SUKU KOROWAI BATU

  Berdoalah untuk pelayanan Gereja Injili di Indonesia di suku
  Korowai Batu. Saat ini diperlukan guru-guru untuk membuka sekolah
  baru. Diperlukan juga ahli medis karena banyak orang terkena
  malaria, kurang gizi, dll..

  Sumber: http://www.facebook.com/photo.php?pid=5733001&id=775400675

  POKOK DOA:

  1. Doakan agar Tuhan melindungi dan memberi kesehatan bagi tim PI
     dari Gereja Injili di Indonesia yang melayani di tengah-tengah
     suku Korowai Batu selama mereka bekerja di ladang-Nya.

  2. Berdoa bagi kebutuhan guru-guru untuk mengajar di sekolah yang
     akan dirintis, agar Tuhan mengirimkan orang yang memiliki hati
     seorang pendidik dan cinta Tuhan.

  3. Doakan untuk kebutuhan tenaga medis yang bersedia melayani
     di antara suku Korowai Batu.

  4. Berdoa juga untuk setiap kebutuhan yang diperlukan untuk melayani
     di antara suku Korowai Batu, agar Tuhan mencukupkan dan
     memberkati.
______________________________________________________________________
Anda diizinkan menyalin/memperbanyak semua/sebagian bahan dari e-JEMMi
(untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: tidak
untuk tujuan komersial dan harus mencantumkan SUMBER ASLI bahan
yang diambil dan nama e-JEMMi sebagai penerbit elektroniknya.
______________________________________________________________________
Staf Redaksi: Novita Yuniarti
Redaksi Tamu: Santi Titik Lestari
Kontributor: Risdo Simangunsong
Kontak Redaksi: < jemmi(at)sabda.org >
Untuk berlangganan: < subscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk berhenti: < unsubscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk pertanyaan/saran/bahan: < owner-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
______________________________________________________________________
Situs e-MISI dan e-JEMMi: http://misi.sabda.org
Arsip e-JEMMi: http://www.sabda.org/publikasi/misi
Facebook MISI: http://fb.sabda.org/misi
Twitter MISI: http://twitter.com/sabdamisi
______________________________________________________________________
Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari berbagai pihak.
Copyright (c) 2010 e-JEMMi/e-MISI / YLSA -- http://www.ylsa.org
SABDA Katalog: http://katalog.sabda.org
Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org