Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/misi/2009/45

e-JEMMi edisi No. 45 Vol. 12/2009 (17-11-2009)

Zaman Baru

 
______________________________  e-JEMMi  _____________________________
                   (Jurnal Elektronik Mingguan Misi)
______________________________________________________________________
SEKILAS ISI

EDITORIAL
ARTIKEL MISI: Asal Usul Zaman Baru 
SUMBER MISI: Missionaries Missionary Missions
DOA BAGI MISI DUNIA: Kongo, Bulgaria
DOA BAGI INDONESIA: Sekolah Teologia SETIA

______________________________________________________________________

    MAN TRIES TO "WHITE WASH" SIN, 
                          BUT ONLY JESUS BLOOD CAN WASH IT WHITE.

______________________________________________________________________
EDITORIAL

  Shalom,

  Secara berkala di sepanjang zaman telah bermunculan "bidat-bidat 
  baru". Ada yang hanya merupakan gerakan yang lemah dan cepat 
  berlalu, tapi ada pula yang begitu kuat sehingga memengaruhi 
  struktur sosial, agama, dan politik dalam masyarakat. Salah satu 
  bidat yang memiliki pengaruh kuat adalah adalah gerakan Zaman Baru, 
  di mana aneka ragam perwujudan gerakan ini telah merebut perhatian 
  dan status sehingga membuatnya menjadi fenomena sosial dan keagamaan 
  zaman ini. Meskipun orang Kristen mengenal bidat gerakan Zaman Baru, 
  tapi banyak yang tidak menyadari bahwa bidat ini telah merasuki 
  kehidupan jemaat. 
  
  Mengetahui cara kerja bidat-bidat yang menyesatkan ini dapat membuat 
  kita lebih mawas diri dan mempertahankan diri dari tipuan-tipuannya. 
  Edisi e-JEMMi minggu ketiga di bulan November ini menyajikan secara 
  khusus mengenai bidat gerakan Zaman Baru. Harapan kami, artikel yang 
  kami sajikan dapat menolong Anda mengenali hal-hal apa saja yang 
  terjadi di sekitar Anda yang sudah menyimpang dari kebenaran firman 
  Tuhan.

  Pimpinan Redaksi e-JEMMi,
  Novita Yuniarti
  http://misi.sabda.org/
  http://www.sabda.org/publikasi/misi/
  http://fb.sabda.org/misi
  
______________________________________________________________________
ARTIKEL MISI

                         ASAL USUL ZAMAN BARU
                    Diringkas Oleh: Novita Yuniarti

  Selama berabad-abad, manusia telah berusaha untuk "menguak rahasia 
  alam semesta" dan mempersatukan alam pikiran dengan "Kekuatan Hidup 
  Abadi" atau "Alam Pikiran Semesta" atau "Akal Budi Semesta" melalui 
  ritual-ritual kebatinan. Pada dasarnya, filosofi Zaman Baru 
  merupakan hal yang "kuno" -- suatu pengulangan dari praktik-praktik 
  ilmu kebatinan Hindu atau Buddha yang merupakan perpaduan dari 
  reinkarnasi, hukum karma, ilmu nujum, penyaluran roh, bimbingan roh, 
  hubungan dengan makhluk luar bumi, pemeriksaan diri secara 
  kebatinan, "kuasa penyembuhan" dari piramida dan kristal kuarsa, 
  penyembuhan dengan suara dan warna, terapi sentuhan, makanan 
  kesehatan, vegetarisme, ramu-ramuan, penyembuhan dengan air, 
  pemujaan alam, nudisme, kelahiran kembali, yoga, meditasi 
  transendental, mandi dengan air yang dianggap suci, guru dan syaman, 
  pertemuan yang harmonis, penyembahan berhala atau ilmu sihir, dan 
  bentuk-bentuk spiritualisme lainnya. Hal yang "baru" adalah 
  keberhasilan gerakan Zaman Baru untuk menanamkan dirinya dalam dunia 
  Barat, mengembangkan diri sejak pertengahan tahun 60-an, dan menjadi 
  perangkap bagi orang-orang dari berbagai lapisan masyarakat dan 
  hampir dari seluruh kelompok usia. 
  
  Gerakan Zaman Baru bukanlah suatu organisasi yang terpola. Ia selalu 
  siap berubah bentuk dan wujud. Dengan demikian, dengan mudah ia 
  dapat merangkul berbagai kelompok yang berbeda, seperti Unification 
  Church, Church of Scientology, Religious Science, Unity Church, 
  gereja-gereja spiritualis, Rosikrusian, New Thought, International 
  Society of Khrisna Consciousness, Divine light Mission, The Way, The 
  Forum, Dinamika mental, Sufisme, The White Brotherhood, Freemasons, 
  dan banyak kelompok teosofi.

  Kekuatan yang mempersatukan berbagai fenomena yang fleksibel ini 
  adalah kebersamaan mereka dalam pandangan dunia. Para penganut Zaman 
  Baru sepakat bahwa pada saat ini dunia tengah menuju suatu masa 
  transisi. Kita sedang menghadapi kehidupan global atau kematian 
  global. Sejarah membuktikan kegagalan bangsa-bangsa untuk membina 
  keharmonisan dan kedamaian. Kini, terletak di tangan masing-masing 
  individulah untuk melakukannya. Sebelum dapat memilih jalan 
  kehidupan global -- di mana perang dan kelaparan tidak ada lagi dan 
  setiap orang hidup secara harmonis dengan orang lain -- terlebih 
  dahulu orang harus mengalami "kesadaran" melalui "transformasi" 
  batin.

  Kunci dari transformasi ini adalah menemukan bahwa "aku tidak 
  menyerupai Allah", tetapi "aku adalah Allah". Begitu orang sudah 
  menemukan "Allah di dalam dirinya" dan memusatkan perhatian 
  padanya, maka orang tersebut memiliki kekuasaan yang tak terbatas. 
  Selain itu, manusia memunyai suatu takdir semesta, di mana 
  keberadaan Zaman Baru akan diisi oleh makhluk-makhluk super yang 
  telah mengalami proses transformasi batin ini, pribadi yang lebih 
  tinggi (allah di dalam diri mereka) ini telah melebur dengan 
  pribadi yang lebih rendah, dan telah menghayati kesatuan dengan 
  "Terang yang Hidup" atau "Kaidah Ilahi".

  PENYUSUPAN BESAR-BESARAN

  Para kritikus menganggap filosofi Zaman Baru mengingkari 
  kerasionalan dan pada dasarnya suatu pelarian dari kenyataan. 
  Meskipun demikian, eselon tinggi dari dunia bisnis, para pialang 
  Wall Street, angkatan bersenjata Amerika, dunia olahraga, alat 
  penegak hukum negara, kaum politikus papan atas, sekolah-sekolah 
  negeri dan swasta -- dari taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi 
  -- dengan penuh semangat menyerap gagasan-gagasan Zaman Baru dan 
  menjalankan praktik-praktiknya. Bahkan kursus-kursus motivasi 
  manajemen yang didasarkan pada ajaran para pemimpin Zaman Baru telah 
  banyak dipakai di antara perusahaan-perusahaan terkemuka. Tidak 
  sulit mencari bukti-bukti yang menunjukkan bahwa semua aspek 
  kehidupan masyarakat telah dipengaruhi oleh ideologi Zaman Baru. 
 
  Robert Elwood menyatakan dalam "Encyclopedia of the American 
  Reliqious Experience", "Sulit untuk menentukan secara pasti, luas, 
  dan arti pengaruh kelompok okultisme modern yang tersebar ini. 
  Tetapi yang jelas, berjuta-juta orang Amerika, baik pada masa lalu 
  maupun sekarang, bahkan yang di pelosok-pelosok desa yang paling 
  terpencil, telah terpengaruh karena membaca tulisan-tulisan kaum 
  Spiritualis, Teosofi, atau Rosikrusian. Banyak di antara masyarakat 
  kita yang mencampuradukkan pengetahuan dan praktik okultisme yang 
  diperolehnya dari bacaan dengan ibadah Minggu di gereja ortodoks."

  Dalam suratnya, Judson Cornwall menulis, "Berkali-kali, ia menerima 
  laporan dari para pendeta tentang kesedihan mereka karena telah 
  begitu cepat merangkul seorang baru dan memberi kesempatan pelayanan 
  kepadanya, padahal apa yang dia bawakan adalah ajaran Zaman Baru. 
  Biasanya orang-orang ini muncul sebagai guru sekolah minggu atau 
  penjaga anak-anak balita -- bidang-bidang yang selalu kekurangan 
  tenaga di kebanyakan gereja. Mereka mencemari pikiran anak-anak dan 
  muda-mudi dengan gagasan-gagasan Zaman Baru dengan menggunakan 
  istilah-istilah Kristen. Saya memperingatkan Anda para pendeta, 
  sekaranglah saatnya kita memerlukan karunia membedakan 
  bermacam-macam roh."

  ZAMAN BARU ATAU HUMANISME SEKULER?

  Sebelum melihat bagaimana tepatnya pengaruh Zaman Baru, baik dalam 
  gereja-gereja ortodoks maupun karismatik, ada dua hal yang patut 
  dijelaskan. Pertama, sering kali gerakan Zaman Baru dianggap 
  berkaitan dengan Humanisme Sekuler. Memang ada beberapa kemiripan, 
  namun tidak sama. Para penganut Zaman Baru menganggap dirinya telah 
  maju melampaui ilmu pengetahuan karena mereka menyelidiki fenomena 
  kejiwaan dan kuasa-kuasa gaib secara aktif. Sebaliknya, filosofi 
  humanistis mengandalkan nalar, metode ilmiah, demokrasi, dan belas 
  kasihan. Kesamaan di antara filosofi Zaman Baru dan Humanisme adalah 
  bahwa keduanya bersumber pada Iblis. Jelaslah bahwa Iblis telah 
  berhasil memberikan dua pilihan bagi manusia yang sedang mencari 
  kebenaran dengan pendekatan secara gaib melalui gerakan Zaman Baru 
  dan dengan pendekatan ilmiah murni melalui Humanisme Sekuler.

  ALLAH-ALLAH YANG ANEH

  Perhatikan baik-baik, bila penganut Zaman Baru berbicara tentang 
  Allah, Kristus, Yesus, atau Roh Kudus, yang mereka maksudkan bukan 
  Allah Tritunggal menurut Alkitab. "Bos" dari the Universal White 
  Brotherhood, Omraam Mikhael Aivanhov, mengajarkan bahwa matahari 
  adalah makhluk berakal budi, pencipta, dan pemimpin dari segala 
  sesuatu di alam semesta. Cahaya yang memancar dari matahari adalah 
  Roh Kristus karena Kristus tinggal di dalam matahari -- mewujudkan 
  diri-Nya bukan hanya melalui matahari kita, melainkan melalui 
  matahari-matahari lain yang ada di alam semesta, yang tak terhitung 
  banyaknya. 

  Guru-guru Zaman Baru, Shirley MacLaine, J.Z. Knight, Jach Pursel, 
  mengatakan Allah sebagai bentuk tertinggi dari energi yang ada. 
  Mengenal pribadi kita yang lebih tinggi berarti mengenal Allah. J.Z. 
  Knight mengatakan, "Allah yang sejati adalah hakikat yang 
  terus-menerus ada, yang membiarkan manusia menciptakan dan memainkan 
  ilusinya sendiri sebagaimana yang dikehendakinya dan akan tetap ada 
  ketika manusia kembali, disucikan dalam inkarnasinya, dalam 
  kelahiran dan kehidupan lain." Atau pertimbangkanlah apa yang 
  dipelajari MacLaine dalam percakapannya dengan "pribadinya yang 
  lebih tinggi", "... setiap jiwa adalah allah dari dirinya sendiri. 
  Anda tidak perlu menyembah siapa pun atau apa pun kecuali diri 
  sendiri, karena Anda adalah allah." Pemimpin Zaman Baru, Barbara 
  Marx Hubbard mengatakan bahwa "Kristus" yang berbicara dengannya 
  adalah "suatu mutasi hasil evolusi, yang berasal dari pola genetik 
  Homo Sapiens dengan kemampuan tinggi untuk menyesuaikan diri dengan 
  kekuatan ilahi."

  Dari pernyataan tersebut, kita tahu bahwa penggunaan nama Allah atau 
  Yesus Kristus sama sekali tidak membuktikan bahwa orang itu adalah 
  seorang percaya. Agar tidak terkecoh oleh para penyusup ini, ada dua 
  hal yang harus selalu kita ingat. Pertama, bahwa gerakan Zaman Baru 
  memusatkan perhatian pada pengalaman gaib. Kedua, para penganut 
  Zaman Baru tidak menyembah sang Pencipta Mahatinggi yang sama sekali 
  berbeda dan terpisah dari ciptaan-Nya.

  MEMAINKAN "PERANAN ALLAH"

  Pernahkah Anda memikirkan apa yang dimiliki Adam dan Hawa sebelum 
  Hawa terkecoh oleh dusta besar Iblis? Allah telah memenuhi seluruh 
  kebutuhan mereka secara berkelimpahan. Allah telah memercayakan 
  pemeliharaan taman yang luar biasa indahnya itu kepada mereka. 
  Kedudukan mereka sama seperti raja, semua yang hidup tunduk kepada 
  perintah mereka. Lalu masuklah sang ular. Sambil mendekati Hawa ia 
  berkata, "Engkau dapat menyerupai Allah!" Pikir Hawa, "Hebat juga." 
  Adam setuju. Tetapi keinginan untuk menjadi seperti Allah merupakan 
  keputusan yang fatal bagi seluruh umat manusia. Sampai hari ini 
  Iblis masih menggunakan rayuan yang sama dan hasilnya sangat baik. 
  Mengapa bisa begitu? Karena manusia tidak mau menundukkan dirinya 
  dengan rela kepada Allah, melainkan masih memendam keinginan untuk 
  menjadi setara dengan Allah. Dusta besar di Taman Eden adalah sama 
  dengan dusta besar gerakan Zaman Baru. Sekarang dengan 
  gembar-gembor Zaman Barunya, Iblis menjanjikan bahwa semua orang 
  dapat menjadi Allah. Dan sebagai "Allah" tidak ada suatu apa pun 
  yang tidak dapat mereka lakukan atau dapatkan.

  Allah melalui Roh Kudus-Nya tinggal di dalam orang percaya. Namun, 
  ada suatu perbedaan besar, Yesus adalah Allah yang mengambil wujud 
  manusia. Dia adalah Allah yang mengambil tubuh dan wujud manusia, 
  Firman yang Hidup, sesama Pencipta alam semesta. Dan orang percaya 
  adalah manusia biasa, yang didorong dan dimungkinkan oleh Roh Kudus 
  untuk hidup kudus dan melakukan pekerjaan yang untuknya kita 
  dipanggil oleh Allah. 

  Begitu seorang memeluk kepercayaan "aku adalah allah, sesama 
  pencipta alam semesta", langkahnya yang berikut adalah menciptakan 
  kenyataan bagi diri sendiri yang erat kaitannya dengan konsep 
  hinduisme mengenai reinkarnasi dan karma. Hukum karma menyatakan 
  bahwa apa yang ditabur selama kita hidup -- baik atau buruk -- akan 
  kita tuai dalam kehidupan yang akan datang. Dan untuk mempelajari 
  pelajaran yang belum sempat kita pelajari dalam kehidupan 
  sebelumnya, kita memilih segala sesuatu mengenai kelahiran kembali. 
  Dan segala kejadian yang terjadi sepanjang hidup kita adalah 
  berdasarkan kehendak kita sendiri. 

  MEMBUATNYA TERJADI

  Fenomena kebatinan ditimbulkan oleh kekuatan-kekuatan di luar dunia 
  nyata. Sayang sekali, banyak gereja tidak menyadari bahaya dari 
  pengalaman batin yang diciptakan sendiri -- yang memungkinkan 
  penyesatan diri dan/atau membuka diri terhadap dunia roh. Mungkin, 
  banyak di antaranya yang belum mengetahui risikonya. Kesesatan ini 
  sering terlihat ketika orang bersikeras untuk menunjukkan fenomena 
  rohani dalam bentuk apa pun, contohnya pura-pura "terjatuh di bawah 
  kuasa Roh", atau bertingkah laku sedemikian rupa sehingga menarik 
  perhatian semua orang. Namun itu justru menyiapkan pentas bagi 
  pertunjukan kuasa roh jahat. Jadi, apa yang kelihatan sebagai 
  pekerjaan Roh Kudus dapat merupakan sesuatu yang lain sama sekali. 
  Mungkin ada yang tahu bahwa hal itu bukan dari Allah, tetapi 
  meremehkannya dan menganggap "perbuatan daging". Namun ini bukan hal 
  sepele, apa yang dimulai sebagai perbuatan daging -- yang dibuat 
  sendiri -- akhirnya dapat menjadi perbuatan Iblis. Alasannya adalah 
  "daging" tidak dapat bertindak di luar kehendak. Yesus mengetahui 
  bahaya ini. Oleh karena itulah Dia menekankan, "Anak tidak dapat 
  mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat 
  Bapa mengerjakannya" (Yohanes 5:19). Mencoba-coba masuk ke dalam 
  dunia roh terlepas dari Roh Kudus dan tanpa tekad yang kuat untuk 
  hanya melakukan kehendak Bapa sekali-kali tidak aman. 
  
  Bidang lain di mana orang mudah terperangkap untuk menciptakan 
  kenyataannya sendiri adalah dalam hal membelenggu dan mengusir 
  Iblis. Di banyak kalangan karismatik, hal ini telah nyaris menjadi 
  suatu "liturgi". Banyak orang yang kehidupannya tidak menunjukkan 
  tanda-tanda bahwa dia sanggup melawan kuasa roh, dengan cepat 
  "membelenggu" dan "menghardik" Iblis. Tetapi perang rohani bukanlah 
  permainan anak kecil, perang rohani tidak dapat dimenangkan hanya 
  dengan permainan mental atau kata-kata dengan sang Musuh. Memang 
  Alkitab mengatakan bahwa dengan kuasa Kristus kita dapat melumpuhkan 
  Musuh. Tetapi untuk membelenggu Iblis dibutuhkan lebih dari sekadar 
  ritual pengucapan kata-kata yang diulang-ulang. Kata-kata itu bukan 
  sihir! Alkitab mengatakan, Kristus telah "merendahkan diri-Nya dan 
  sampai mati, bahkan mati di kayu salib". Oleh karena itu, Allah 
  meninggikan Dia dan memberi-Nya otoritas tertinggi. Jadi, bila kita 
  belajar untuk bersabar dan merendahkan diri dengan memikul salib 
  kita bersama Kristus sebagai seorang hamba, dan selalu bertekun 
  dalam ketaatan kepada-Nya, dapatlah kita menerima kuasa dan 
  wewenang-Nya. 

  VISUALISASI KREATIF

  Ada dua jenis praktik Zaman Baru yang dilakukan orang Kristen ketika 
  mereka mulai menekuni bidang-bidang baru kuasa rohani. Praktik ini 
  adalah meditasi dan visualisasi kreatif atau khayalan terpimpin. 
  Banyak orang Kristen percaya bahwa visualisasi kreatif adalah suatu 
  teknik yang sangat manjur untuk membuat doa kita terkabul. Cara ini 
  juga dianggap sebagai tambahan yang penting bagi "pengakuan positif" 
  dan "berpikir positif". Para penganut Zaman Baru juga sangat percaya 
  pada kuasa bayangan mental. Guru Zaman Baru, Shakti Gawain 
  mengatakan, "ini merupakan suatu teknik untuk menciptakan apa yang 
  sungguh-sungguh Anda inginkan -- cinta, kepuasan, kesenangan, 
  kesehatan, kecantikan, kekayaan, kedamaian batin, dan keselarasan 
  ... apa pun yang dirindukan oleh hati Anda ... Anda tidak perlu 
  `mengimani` kuasa apa pun yang ada di luar diri Anda." 

  Memang, kemampuan untuk melihat sesuatu di dalam benak adalah suatu 
  karunia Allah. Lagipula, pikiran kita memang memunyai komponen untuk 
  membayangkan sesuatu. Segala rencana yang kita buat selalu 
  didasarkan pada bagaimana kita membayangkan hasilnya. Alkitab akan 
  menjadi sebuah kitab yang tidak berjiwa bila kita tidak mampu 
  menghidupkan kata-kata itu di dalam bayangan kita -- melihat wanita 
  kurus kering yang mengulurkan tangannya untuk menyentuh punca jubah 
  Yesus, membayangkan Petrus berjalan di atas air, menghayati 
  kengerian penderitaan di kayu salib. Ketika Yesus mengajar dengan 
  memakai perumpamaan, Dia sedang mengatakan, "Bayangkan apa yang 
  terjadi ketika seorang penabur keluar untuk menabur benih, atau bila 
  seorang wanita kehilangan kalung dirhamnya yang mahal." Dia 
  bermaksud agar para pendengar-Nya membayangkan diri mereka berada 
  dalam situasi-situasi itu, menanyakan kepada diri mereka sendiri 
  bagaimana mereka akan bereaksi.

  Jadi, meditasi dan visualisasi sangat erat hubungannya. Namun kita 
  harus mengerti, meskipun keduanya dapat dijalankan secara 
  alkitabiah, masing-masing atau keduanya juga dapat digunakan untuk 
  mengubah keadaan kesadaran kita. Lebih lanjut, visualisasi kreatif 
  sebagaimana diajarkan oleh Zaman Baru, meliputi menciptakan "suatu 
  bait suci di dalam diri kita yang dapat kita kunjungi setiap saat". 
  Di dalam bait suci yang ada di dalam diri kita ini, kita dapat 
  bertemu dengan roh pembimbing kita kapan saja kita membutuhkan 
  bimbingan, kebijaksanaan, pengetahuan, dukungan, ilham kreatif, 
  cinta kasih, atau teman. Para penganut Zaman Baru sangat memercayai 
  kekuatan bayangan mental untuk mendapatkan kesehatan, kekayaan, dan 
  keberhasilan.
  
  MEDITASI
                             
  Praktik Zaman Baru telah berkembang di kalangan masyarakat Kristen. 
  Bahkan beberapa gereja menyelenggarakan pelatihan meditasi untuk 
  menghilangkan stres dan ketegangan. Yang lain memodifikasi 
  teknik-teknik meditasi Zaman Baru dan memperkenalkan kursus-kursus 
  "meditasi Kristen". Kitab Mazmur adalah buku pedoman meditasi orang 
  Kristen. Kitab Mazmur dibuka dengan pernyataan berbahagialah orang 
  yang merenungkan Taurat Tuhan siang dan malam, dan diakhiri dengan 
  suatu kidung pujian yang indah. Kita melihat bahwa mantra yang 
  menghipnotis atau mengubah kondisi kesadaran tidak ada hubungannnya 
  sama sekali dengan meditasi Alkitab. 
  
  KESOPANAN DAN MORAL
  
  Nudisme (tradisi tidak memakai baju) adalah suatu kebiasaan yang 
  banyak diterima oleh kelompok Zaman Baru. Anehnya, ada bekas 
  penganut Zaman Baru yang menjadi Kristen, yang tetap ikut ambil 
  bagian dalam kegiatan mandi bersama dan sauna telanjang. Mereka 
  beranggapan, mandi uap dengan telanjang bersama dapat membantu 
  mereka untuk lebih terbuka dan saling menyatakan perasaan mereka 
  yang paling dalam. Allah menegaskan bahwa ketelanjangan dan 
  ketidaksopanan di muka umum adalah suatu celaan karena menodai 
  kesucian seksualitas kita. 
  
  MUSIK ZAMAN BARU   
                       
  Musik Zaman Baru mendapat tanggapan positif dari banyak orang 
  Kristen. Meski banyak yang mengatakan bahwa sebutan Zaman Baru 
  hanyalah taktik pemasaran untuk meningkatkan penjualan lagu-lagu 
  yang tenang, orang Kristen harus waspada. Musikus Zaman Baru, David 
  Gordon menjelaskan, "Musik Zaman Baru yang sesungguhnya diciptakan 
  dengan tujuan untuk menggugah pusat kesadaran pendengarnya -- suatu 
  cara penting untuk menemukan kembali hakikat tertinggi kita. Inti 
  dari musik Zaman Baru terletak pada kuasa bunyi untuk menggetarkan 
  pusat energi psikis tubuh dan mengubah kesadaran kita." Stephen 
  Halper yang juga seorang musikus Zaman Baru mengatakan, "Banyak 
  seniman rumah rekaman Zaman Baru mengakui adanya unsur "hubungan 
  dengan dunia roh" sebagai sumber inspirasi mereka untuk mencapai 
  keselarasan panjang gelombang dan dimensi berdasarkan kerja sama dan 
  kreativitas bersama bagi terwujudnya suatu simfoni semesta yang 
  berkesinambungan."                                               
  
  Diringkas dari:
  Judul buku: Berbagai Tipuan dalam Pelayanan
  Penulis: Florence Bulle
  Penerbit: Yayasan Penerbit Gandum Mas, Malang 1997
  Halaman: 251 -- 274 

______________________________________________________________________
SUMBER MISI

MISSIONARIES MISSIONARY MISSIONS
==> http://www.missionaries.org/
  The Mission Station merupakan direktori untuk gereja-gereja/lembaga 
  misi Kristen fundamental. Dengan moto "Misi Tradisional dengan 
  Peralatan Modern", situs ini mencoba menjadi terminal penghubung 
  kaum fundamentalis untuk mengerjakan Amanat Agung. Memakai situs 
  ini sebagai pintu gerbang, kita dapat berkenalan dengan banyak 
  situs lembaga pelayanan lain. Baik yang langsung terlibat di 
  lapangan maupun penyedia infrastruktur misi, atau bahkan pembahasan 
  bidat dan kepercayayan lain sebagai referensi apologetik. Setiap 
  orang boleh memberi tautan situs lembaga yang dirasa perlu. Namun 
  seleksi yang dilakukan The Mission Station memang cukup ketat. 
  Itulah yang membuat direktori ini terbilang bertanggung jawab atas 
  tautan-tautan yang diberikannya.

______________________________________________________________________
DOA BAGI MISI DUNIA

K O N G O  
  Sebanyak 15% anak-anak di Kongo adalah anak yatim piatu karena 
  AIDS. Sebagian besar anak-anak itu berasal dari daerah barat laut 
  Republik Demokrasi Kongo dan mereka telah kehilangan salah satu atau 
  kedua orang tua mereka karena HIV/AIDS. 
  
  Mereka hidup di daerah negara berkembang yang belum mendapat listrik 
  atau air dan berada di bawah iklim politik yang tidak tenang dan 
  tidak stabil. Pada sebagian besar kasus, anak-anak yatim piatu ini 
  berasal dari situasi keluarga yang miskin ke situasi keluarga miskin 
  lainnya, dengan hanya didampingi oleh komunitas gereja lokal. 
  Bersyukur unit keluarga masih menjadi faktor penyeimbang di 
  lingkungan pedesaan di Kongo. Karena kalau tidak, anak-anak itu 
  menjadi tunawisma dan tinggal di jalanan. 
  
  Melalui Global Fingerprints, anak yatim piatu ini dapat bersekolah, 
  menerima perawatan medis, dan ditempatkan di rumah keluarga Kristen 
  dari Evangelical Free Church di Kongo.
  
  Bagi sebagian besar dari anak-anak ini, berjalan kaki adalah satu-
  satunya transportasi mereka, dan sepatu mereka tidak lebih dari 
  sandal yang sudah tidak layak pakai. Doakanlah proyek "Shoe Me" 
  ("Berikan Aku Sepatu") yang bertujuan mengumpulkan dana untuk 
  membeli ribuan pasang sepatu bagi anak-anak ini. (t/Ratri)
  Diterjemahkan dari: Mission News, July 2009
  Kisah selengkapnya: http://mnnonline.org/article/12908
  Pokok doa:
  * Doakan program "Shoe Me" (Berikan Aku Sepatu) untuk membantu 
    menyediakan sepatu bagi anak-anak di Kongo, agar Tuhan 
    menggerakkan setiap orang percaya di Kongo dan di tempat lain 
    untuk menopang program ini.
  * Doakan Global Fingerprints yang melayani dan berusaha memberikan 
    kehidupan yang lebih baik kepada anak-anak yatim piatu di Kongo, 
    agar Tuhan memberkati tim untuk melayani anak-anak ini.
    
B U L G A R I A 
  Bethany Christian Services bersyukur atas keberhasilan program 
  unggulan mereka di Bulgaria. Sudah ada delapan keluarga yang mau 
  mengadopsi anak, dan separuh dari delapan keluarga itu berharap 
  selamanya bisa menjadi keluarga dari anak yang berkebutuhan khusus 
  itu. 

  Di beberapa negara di Eropa Timur, anak-anak berkebutuhan khusus 
  yang menginjak usia 5 tahun dikirim ke "Institutions for the 
  Handicapped" (Yayasan Penyandang Cacat). Di sana, mereka menjalani 
  hidup yang tidak berpengharapan. Beberapa diikat di tempat tidur 
  atau kursi atau dibius supaya tidak menyulitkan para perawat. 

  Anak-anak yang menginjak usia 15 atau 16 tahun harus meninggalkan 
  panti asuhan. Mereka benar-benar dibawa ke jalan dengan pendidikan 
  atau keterampilan yang rendah. Hasilnya, 40% menjadi pecandu obat 
  terlarang dan alkohol, 40% berisiko terhadap prostitusi dan 
  kejahatan, kira-kira 10% menyesuaikan diri dengan masyarakat, dan 
  hampir 15% melakukan bunuh diri. 

  Ada harapan. Dengan memberikan pelayanan di negara-negara Eropa 
  Timur melalui cara pandang Kristen dan melalui keluarga-keluarga 
  yang mengikut Kristus, anak-anak ini bisa mendapat harapan masa 
  depan bersama Kristus. Teruslah berdoa bagi anak-anak ini. (t/Ratri)
  Diterjemahkan dari: Mission News, October 2009
  Kisah selengkapnya: http://mnnonline.org/article/13412
  Pokok doa:
  * Mengucap syukur untuk keluarga Kristen yang telah bersedia 
    mengadopsi dan memberikan pendidikan Kristen kepada anak-anak 
    cacat di Bulgaria. Doakan agar Tuhan menggerakkan lebih banyak 
    keluarga untuk melakukan tindakan serupa.
  * Doakan bagi anak-anak yang harus keluar dari panti asuhan dan 
    harus hidup mandiri, agar Tuhan melindungi dan menjauhkan mereka 
    dari jerat kejahatan dan tipuan iblis.
   
______________________________________________________________________
DOA BAGI INDONESIA

                       SEKOLAH TEOLOGIA SETIA                    

  Lebih dari 1.000 siswa Sekolah Tinggi Teologia Arastamar (SETIA) di 
  Jakarta saat ini harus tinggal di tempat penampungan, tidak dapat 
  kembali ke kampus setelah mereka dievakuasi lebih dari setahun yang 
  lalu. Pemerintah kota berjanji untuk menyediakan lokasi baru, tapi 
  sampai saat ini tidak terjadi apa-apa. Hal ini berawal pada bulan 
  Juli 2008 ketika seluruh siswa dipaksa mengungsi dan dievakuasi dari 
  asrama mereka menyusul serangan ratusan massa dan kelompok 
  fundamentalis. Sejak saat itu, mereka berpindah dari satu lokasi ke 
  lokasi lain. Siswa-siswa ini menghadapi tantangan setiap hari, 
  seperti hujan yang turun hampir setiap hari, tidur di atas tanah 
  yang keras, dan kondisi sanitasi yang memprihatinkan. Tanggal 10 Mei 
  yang lalu, pengurus SETIA tengah mempertimbangkan untuk membeli 
  sebuah area untuk pembangunan kampus baru. Meskipun pemerintah 
  Indonesia berjanji akan mengeluarkan izin bagi pembangunan gedung, 
  SETIA tetap harus mendapat izin dari tetangga dan komunitas di 
  sekitar area kampus baru sebelum mereka mulai membangun.
  
  Sumber: Buletin Open Doors, Edisi November -- Desember 2009, Halaman 
          11
          
  POKOK DOA:
  
  1. Doakan para mahasiswa SETIA yang sampai saat ini masih tinggal 
     di tempat pengungsian, agar Tuhan memberi kekuatan dan 
     perlindungan kepada mereka. 

  2. Berdoa agar Tuhan menggerakkan hati pemerintah untuk segera 
     menangani masalah SETIA, serta janji untuk memberikan lokasi baru 
     bagi kampus SETIA dapat segera terealisasi.

  3. Meskipun mendapat izin dari pemerintah untuk membangun kampus 
     yang baru, namun pihak SETIA juga harus mendapat izin dari 
     lingkungan setempat. Doakan agar Tuhan juga melembutkan hati 
     komunitas setempat untuk memberikan izin guna pembangunan kampus 
     yang baru.
     
  4. Doakan agar Tuhan menggerakkan hati para donatur dan tokoh 
     masyarakat untuk ikut terbeban membantu kebutuhan mahasiswa 
     SETIA, baik dalam dana maupun doa. 
     
  5. Doakan untuk kesehatian para pengurus STT SETIA agar berharap
     dan bergantung pada Tuhan saja. Kiranya hanya kehendak Tuhan saja
     yang jadi.

______________________________________________________________________
Anda diizinkan mengcopy/memperbanyak semua/sebagian bahan dari e-JEMMi
(untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: tidak
untuk tujuan komersial dan harus mencantumkan SUMBER ASLI bahan
yang diambil dan nama e-JEMMi sebagai penerbit elektroniknya.
______________________________________________________________________
Staf Redaksi: Novita Yuniarti, Yulia Oeniyati, dan Dian Pradana
Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari berbagai pihak.
Copyright(c) 2009 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Kontak Redaksi: < jemmi(at)sabda.org >
Untuk berlangganan: < subscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk berhenti: < unsubscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk pertanyaan/saran/bahan: < owner-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
______________________________________________________________________
Situs e-MISI dan e-JEMMi: http://misi.sabda.org/
Arsip e-JEMMi: http://www.sabda.org/publikasi/misi/
Situs YLSA: http://www.ylsa.org/
Situs SABDA Katalog: http://katalog.sabda.org/
______________________________________________________________________

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org