Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/misi/2007/32

e-JEMMi edisi No. 32 Vol. 10/2007 (7-8-2007)

Penerbangan Bagi Misionaris

                                            Agustus 2007, Vol.10 No.32
______________________________  e-JEMMi  _____________________________
                   (Jurnal Elektronik Mingguan Misi)
______________________________________________________________________
SEKILAS ISI

EDITORIAL
ARTIKEL MISI       : Misionaris Terbang Melintasi Hutan
SUMBER MISI        : Yayasan Pelayanan Penerbangan Tariku (YPPT),
                     Kingdom Flight
DOA BAGI MISI DUNIA: Mali, Filipina, Gaza
DOA BAGI INDONESIA : Penerbangan Misi di Indonesia
SURAT ANDA         : Dukungan Doa untuk Penerjemahan Alkitab dalam
                     Bahasa Alor

______________________________________________________________________

       IF YOU WANT OTHERS TO KNOW WHAT CHRIST WILL DO FOR THEM,
              LET THEM SEE WHAT CHRIST HAS DONE FOR YOU
______________________________________________________________________
EDITORIAL

  Selamat berjumpa lagi dengan e-JEMMi di awal bulan Agustus ini!

  Tema e-JEMMi bulan ini akan membawa Anda melihat pelayanan yang
  mungkin masih jarang Anda ketahui dari dekat, yaitu pelayanan misi
  di udara (pesawat terbang) dan di laut (kapal). Melalui sajian empat
  minggu berturut-turut ini, kami harap Anda akan semakin dibukakan
  untuk melihat betapa luasnya jangkauan pelayanan misi yang sudah
  dilakukan oleh utusan-utusan Tuhan yang tak kenal takut ini.

  Sebagai sajian minggu pertama, kami akan membawa Anda untuk mengenal
  sejarah pelayanan penerbangan yang telah merevolusi misi-misi
  kekristenan dalam beberapa dekade terakhir. Walaupun sudah cukup
  banyak wilayah sulit yang sekarang bisa dijangkau oleh pelayanan
  misi penerbangan, kita perlu menyadari bahwa masih banyak daerah
  yang belum terjangkau, termasuk banyak wilayah di Indonesia. Nah,
  silakan berdoa juga bagi pelayanan penerbangan misi di Indonesia.

  Untuk melengkapi wawasan Anda tentang pelayanan misi penerbangan,
  silakan berkunjung ke dua situs yang kami tampilkan di kolom Sumber
  Misi. Selain itu, beberapa pokok doa dari Mali, Filipina, dan Gaza
  kiranya dapat mengundang perhatian Anda untuk bersama-sama kita
  naikkan dalam doa syafaat kita minggu ini.

  Selamat menyimak dan selamat berdoa.

  Pimppinan redaksi e-JEMMi,
  Yulia Oeniyati

______________________________________________________________________
ARTIKEL MISI

                  MISIONARIS TERBANG MELINTASI HUTAN
                  ==================================

  Tujuh belas hari di atas sampan dan dikerumuni banyak nyamuk saat
  mengarungi sungai di tengah hutan yang penuh dengan ular beracun dan
  buaya. Itulah yang dialami para misionaris saat mereka melintasi
  hutan belantara -- penginjil abad dua puluh yang terlatih secara
  profesional benar-benar terhambat oleh sarana transportasi yang
  primitif. Tidak heran jika adanya pesawat terbang untuk membantu
  pekerjaan misionaris dianggap sebagai anugerah oleh mereka yang
  merasa terbantu.

  Sebelum Perang Dunia II, ada sejumlah organisasi misi yang memunyai
  pesawat terbang pribadi, yang dikendalikan oleh para pilot dengan
  tingkat pengalaman yang berbeda dan memiliki riwayat hidup yang
  berbeda-beda pula. Salah satu pilot yang paling menarik perhatian
  adalah Walter Herron, seorang misionaris dari Australia yang pergi
  ke Bolivia pada tahun 1933 untuk mengabarkan Injil kepada suku
  Indian. Pada tahun 1938, ia menikah, tapi tidak lama kemudian
  istrinya meninggal saat melahirkan anak mereka yang pertama, Robert,
  yang hampir tidak bisa bertahan hidup dalam lima hari perjalanan
  menelusuri hutan. Ironisnya dalam perjalanan tersebut, Herron
  melihat sebuah pesawat -- satu-satunya di Bolivia -- terbang di
  atasnya. Seketika itu terlintas dalam pikirannya bahwa transportasi
  semacam itu mungkin bisa menyelamatkan istrinya pada waktu itu.

  Herron kembali ke Australia dengan mimpi untuk mengembangkan jasa
  penerbangan bagi dirinya sendiri dan misionaris lain di Bolivia.
  Tapi saat ia mengikuti sekolah penerbangan, ia langsung dikatai
  bahwa ia tidak akan pernah dapat menjadi pilot. Puncaknya,
  organisasi misi tempatnya bekerja menolak mentah-mentah proposalnya.
  Tapi ia tidak menyerah. Ia pergi ke Amerika Serikat, mendaftar pada
  sebuah kursus penerbangan dan membeli sebuah pesawat terbang.
  Kemudian pada tahun 1941, ia kembali ke Bolivia dan siap memulai
  pelayanan penerbangan melintasi hutan hanya dengan bekal pengalaman
  51 jam terbang. Selama lebih dari dua puluh tahun, Herron menjalani
  pelayanan itu, dan pada tahun 1961, anaknya, Robert bergabung
  dengannya. Tapi kemudian pada tahun 1964, sebuah tragedi terjadi.
  Dalam sebuah penerbangan rutin, pesawatnya jatuh di Bolivia dan
  menewaskan Walter serta tiga penumpangnya.

  Pelayanan Herron dalam bentuk penerbangan melintasi hutan adalah
  suatu hal yang tak lazim. Banyak misionaris yang kesulitan untuk
  mendapat jasa seperti yang ia sediakan. Tapi menjelang Perang Dunia
  II, jasa penerbangan itu berkembang sebagai suatu bidang khusus,
  bukan lagi sebagai pekerjaan sambilan. Biaya yang mahal untuk
  membeli dan mengoperasikan pesawat terbang, serta keahlian yang
  dibutuhkan untuk menerbangkan pesawat melintasi medan yang sulit,
  meyakinkan banyak pemimpin misi bahwa transportasi udara harus
  ditangani oleh ahli, yang mampu melayani banyak misionaris.

  Kebutuhan itulah yang mendorong dibangunnya organisasi jasa
  penerbangan untuk para misionaris di California pada tahun 1944 yang
  diberi nama Christian Airmen`s Missionary Fellowship, yang kemudian
  menjadi Mission Aviation Fellowship. Organisasi yang hampir sama
  mulai muncul di Britania Raya, dan beberapa tahun kemudian
  Australian MAF didirikan. Organisasi ini dipimpin oleh seorang
  penerbang Kristen yang memiliki latar belakang militer. Organisasi
  ini bertujuan untuk memberikan teknik-teknik terbaru dan pelatihan
  terbaik dalam bidang penerbangan untuk misionaris. Pada tahun
  1950-an, MAF dikenal sebagai penyedia jasa untuk misionaris yang
  sangat dibutuhkan. Sekarang, MAF memunyai dua belas organisasi
  nasional yang berbeda di daerah-daerah strategis di seluruh dunia.
  Pesawatnya yang berjumlah 120 buah terbang sejauh sekitar tiga puluh
  juta mil setiap tahunnya dan melayani belasan misionaris di 22
  negara.

  Meski MAF memiliki peranan penting, organisasi ini sepertinya tidak
  dapat memenuhi permintaan yang semakin banyak. Hasilnya, organisasi
  penerbangan lain didirikan. Yang terbesar dan paling strategis
  bernama JAARS (Jungle Aviation and Radio Service, yang merupakan
  cabang dari Wycliffe Bible Translators dan Summer Institute of
  Linguistics). Merasa perlu, organisasi misi lain seperti New Tribes
  Mission, Sudan Interior Mission, Africa Inland Mission, dll.
  memunyai fasilitas penerbangan sendiri. Banyak juga golongan agama
  yang mengikuti jejak mereka. The Seventh-Day Adventists, meski
  menentang penggunaan pesawat terbang secara luas, sekarang memunyai
  lebih dari seratus pesawat yang melayani para misionaris di seluruh
  dunia. Jika ditotal, ada sekitar lima puluh organisasi misi dan
  golongan agama yang sekarang menjalankan program penerbangan
  sendiri.

  Sejak awal, penerbangan untuk misionaris selalu menggunakan pesawat
  kecil dan ringan untuk jarak dekat yang bisa mendarat di landasan
  darurat atau air. Beberapa organisasi misi mencoba untuk
  meningkatkan fasilitas penerbangan mereka menjadi penerbangan
  internasional untuk mengantar para misionaris ke dan dari tempat
  tujuan. Hal ini dilakukan kerena mereka menyadari bahwa mereka tak
  akan pernah menang bersaing dengan keselamatan dan biaya penerbangan
  komersil. Sekarang, helikopter, walaupun membutuhkan biaya yang
  mahal dalam pembelian dan pengoperasiannya, semakin banyak digunakan
  di tempat-tempat terpencil. Kehadiran helikopter membuat mereka
  tidak perlu membuat landasan selama berbulan-bulan.

  Selain MAF dan fasilitas penerbangan milik organisasi misi dan
  golongan agama, penerbangan bagi misionaris juga melibatkan banyak
  pilot independen, sering disebut "circuit riders" (pilot perjalanan
  keliling) yang bekerja di bawah biro transportasi udara
  masing-masing. Biro penerbangan seperti itu sangat membantu daerah
  Artik, di mana transportasi udara untuk misionaris sudah
  menggantikan peran kereta es yang ditarik oleh sekawanan anjing.
  Misionaris independen dan misionaris yang bekerja di bawah suatu
  organisasi, seperti Arctic Missions dan Eskimo Gospel Crusade sangat
  terbantu oleh kehadiran pesawat terbang.

  Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa penerbangan bagi misionaris
  sudah merevolusi misi-misi kekristenan dalam beberapa dekade
  terakhir. Berminggu-minggu dan berbulan-bulan perjalanan yang berat
  sudah menjadi fenomena masa lalu dan tidak ada lagi misionaris yang
  terisolasi di daerah terpencil selama berbulan-bulan tanpa fasilitas
  kesehatan yang dibutuhkan, makanan segar, dan kiriman surat.
  Sekarang, seorang pilot hanya membutuhkan waktu enam minggu untuk
  menjelajahi banyak tempat yang jumlahnya sama dengan yang dijelajahi
  David Livingstone di Afrika seumur hidupnya. Bahkan kesehatan dan
  hubungan keluarga pilot itu pun tetap terjaga. Sejak empat dekade
  yang lalu, beberapa pemimpin misi mungkin sudah menyadari manfaat
  penerbangan untuk para misionaris yang melakukan tugas yang luar
  biasa, yaitu penginjilan dunia. (t/Dian)

  Judul buku: From Jerusalem To Irian Jaya
  Judul asli: Missionary Flying Over Jungles
  Penulis   : Ruth A. Tucker
  Penerbit  : Academie Books, Grand Rapids, Michigan 1988
  Hal       : 393 -- 395

______________________________________________________________________
SUMBER MISI

YAYASAN PELAYANAN PENERBANGAN TARIKU (YPPT)
==>    http://home.tariku.info/
  YPPT, yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama "Tariku Aviation
  Services", adalah sebuah yayasan sosial yang melayani di bidang
  penerbangan untuk daerah Papua, Indonesia, yang tidak bisa dijangkau
  dengan transportasi darat. YPPT mengoperasi pesawat-pesawat terbang
  (Cessna 185) yang sesuai dengan kondisi lapangan terbang yang
  berlandasan rumput dan pendek. Pelayanan mereka telah dimulai sejak
  tahun 1975. Mereka bekerja sama dengan hamba-hamba yang terpanggil
  untuk melayani gereja-gereja terpencil dan juga pemerintah dalam
  memberikan pelayanan kesehatan, sosial, dan kerohanian (terutama
  penginjilan). Melalui situsnya, YPPT berusaha memperkenalkan
  pelayanan mereka kepada masyarakat luas. Selain penjelasan tentang
  berbagai bidang pelayanannya, situs yang tidak terlalu banyak isinya
  ini juga akan menolong Anda untuk mengetahui sejarah YPPT. Beberapa
  tautan (link) ke alamat-alamat situs terkait juga disediakan,
  misalnya MAF, RBMU, Catholik Aviation, YAJASI Aviation dll.. Silakan
  berkunjung dan doakan agar pelayanan mereka sungguh dipakai Tuhan
  untuk menjangkau jiwa-jiwa yang masih terhilang.

KINGDOM FLIGHT
==>    http://kingdomflight.org/about.htm
  Kingdom Flight adalah organisasi Kristen nonprofit yang didanai oleh
  anggota dewannya dan para donatur rutin untuk memenuhi kebutuhan
  fisik, pendidikan, dan rohani bagi anak-anak dan orang-orang dewasa
  di daerah-daerah terpencil di Amerika Serikat bagian barat daya,
  Meksiko, dan tempat-tempat lain melalui penggunaan pesawat terbang
  karena tempat-tempat tersebut sulit dijangkau dengan kendaraan
  darat. Kingdom Flight juga memfasilitasi jalannya Hope Projects
  (Proyek-Proyek Harapan) yang membantu anak-anak yatim piatu, korban
  pelecehan, dan anak telantar. Selain itu, mereka juga melatih dan
  mempersiapkan orang-orang yang dilayani itu untuk dapat kembali
  melayani orang-orang lain. Una Esperanza Juarez yang ada di Meksiko
  adalah kota yang menjadi target pertama Hope Projects. Di sana,
  Kingdom Flight membangun pusat pelayanan Una Esperanza yang menjadi
  rumah, tempat bergaul, gereja, dan sekolah bagi anak-anak di daerah
  itu. Pusat pelayanan yang didirikan pada Oktober 2006 ini
  dioperasikan empat hari setiap minggunya (Selasa, Rabu, Jumat, dan
  Minggu) oleh enam orang staf -- penuh waktu dan paruh waktu -- yang
  menyiapkan makanan, mengajar kerajinan dan pelajaran Alkitab, dan
  menggabungkan hal-hal menyenangkan lain dengan pendidikan bagi
  sekitar 150 anak. Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang
  sejarah berdirinya pelayanan ini dan juga foto-foto aktivitas yang
  telah diabadikan, silakan berkunjung ke alamat situs di atas.

______________________________________________________________________
DOA BAGI MISI DUNIA

M A L I
  Sebuah laporan dari International Monetary Fund menunjukkan bahwa
  keadaan ekonomi Mali pada tahun 2007 tampak baik. Hal itu adalah
  pertanda yang baik mengingat buruknya kemiskinan yang melanda negara
  itu. Namun, itu bukan berarti mereka tidak membutuhkan sesuatu. Jon
  dari Partners International mengatakan bahwa itulah alasan mengapa
  mereka bekerja sama dengan Pendeta Nouh di Timbuktu. Jon mengatakan
  bahwa Nouh sudah memulai program pendidikan, perairan, pertanian,
  dan banyak program lainnya. "Semua itu menunjukkan pada masyarakat
  di sana bahwa orang Kristen sangat peduli dan membuat mereka merasa
  memunyai hak untuk dihargai. Tradisi agama lokal mengajarkan bahwa
  orang Kristen adalah orang yang kafir dan tidak pantas dipercaya.
  Jadi, Pendeta Nouh bekerja sangat keras untuk membuktikan bahwa itu
  salah." Kota Timbuktu sangat dibanggakan sebagai kota yang memunyai
  330 roh, sehingga terdapat nuansa kegelapan di kota itu. Pendeta
  Nouh baru-baru ini juga mendapat izin untuk membuka stasiun radio
  Kristen yang dia harap dapat ikut memulihkan kota itu. Dukunglah
  mereka dalam doa.
  Diterjemahkan dari: Mission News, Juli 2007
  Berita selengkapnya: http://www.MNNonline.org/article/10033
  Pokok Doa
  ---------
  * Bersyukur untuk ekonomi negara Mali yang tahun ini keadaannya
    lebih baik dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Tapi
    doakan untuk keadaan kerohanian negara ini yang masih digelapkan
    oleh berbagai roh yang menguasainya.
  * Doakan agar izin untuk membuka stasiun radio Kristen dapat
    ditindaklanjuti dengan baik sehingga lebih banyak orang Mali bisa
    mendengarkan firman Tuhan.

F I L I P I N A
  Sekolah Faith Academy yang berlokasi di Manila adalah sekolah yang
  dibangun khusus untuk menampung anak-anak misionaris yang sedang
  berada di ladang misi. Pada tahun ini Faith Academy merayakan ulang
  tahunnya yang ke-50. SEND International adalah salah satu organisasi
  yang telah memberikan kerja sama penuh untuk mendirikan sekolah
  tersebut 50 tahun yang lalu. Dalam acara ulang tahun ini, ada
  sekitar 550 siswa dari beberapa suku dan negara yang hadir. Judy,
  mantan kepala sekolah Faith Academy, mengatakan, "Saya rasa kekuatan
  yang paling besar ada pada hari pertama, kekuatan itu adalah usaha
  kerja sama dari berbagai badan misi penginjilan untuk menolong
  anak-anak misionaris agar bisa mendapatkan pendidikan yang baik, dan
  hal itu ternyata masih terus berlangsung hingga sekarang." Para
  siswa menempuh perjalanan selama dua jam untuk menghadiri acara
  ulang tahun itu. Judy mengatakan bahwa pemandangan di sana saat
  itu berbeda dengan pemandangan lima puluh tahun yang lalu. "Negara
  Korea telah mengirimkan empat ribu misionaris ke seluruh dunia.
  Jadi, jika Anda melihat kampus kami pada tahun 2007, Anda akan
  melihat lebih banyak siswa yang berambut coklat, muda-mudi berkulit
  coklat, dan anak-anak yang tidak berambut pirang dan bermata biru --
  yang sering kita asumsikan sebagai para misionaris, yaitu
  orang-orang Amerika Utara atau negara-negara Eropa." Judy meminta
  dukungan doa agar Tuhan mengirim guru-guru Kristen yang handal untuk
  melayani anak-anak misionaris ini."
  Diterjemahkan dari: Mission News, Juli 2007
  Berita selengkapnya: http://www.MNNonline.org/article/10032
  Pokok Doa
  ---------
  * Bersyukur untuk ulang tahun ke-50 sekolah Faith Academy di Manila.
    Kiranya Tuhan terus menolong agar sekolah ini dapat memberikan
    pendidikan yang baik bagi anak-anak para misionaris yang tersebar
    di seluruh Asia saat ini.
  * Doakan juga agar kerja sama di antara para organisasi misi dapat
    dikuatkan melalui keberadaan sekolah ini.

G A Z A
  Orang-orang Kristen di Jalur Gaza mengkhawatirkan masa depan mereka
  setelah tentara Hamas menguasai Palestina. Carl Moeller dari Open
  Doors mengatakan bahwa pengambilalihan kekuasaan oleh Hamas
  diharapkan dapat mengakhiri kekerasan yang telah terjadi
  berminggu-minggu ini. Tapi ada juga sisi negatifnya. "Hamas akan
  berkuasa di Gaza dan jika itu yang terjadi, Gaza akan terisolir
  dari bantuan yang berasal dari luar Gaza. Kami tahu bahwa ada juga
  orang-orang Kristen yang terisolasi di Gaza. Kami berdoa untuk
  mereka dan kami meminta komunitas Kristen untuk memikirkan suatu
  cara." Moeller berkata bahwa ada ratusan orang yang percaya Injil,
  terjebak di Gaza. Orang-orang itu terjebak dalam dua kubu yang
  berselisih, tanpa persediaan makanan. Mereka tidak dapat pergi dari
  tempat itu, dan satu-satunya yang dapat mereka lakukan adalah
  menaruh harapan kepada Allah. "Mereka terjebak di antara aliran
  radikal di satu sisi dan Israel di sisi lain, dan mereka mencoba
  untuk mengikuti pimpinan Tuhan agar mereka bisa menciptakan
  perdamaian di tempat yang penuh dengan kekerasan itu."
  Diterjemahkan dari: Mission News, Juli 2007
  Berita selengkapnya: http://www.MNNonline.org/article/10036
  Pokok Doa
  ---------
  * Berdoa untuk orang-orang Kristen yang ada di Gaza yang saat ini
    terjebak di antara dua kubu kekuatan yang saling bermusuhan.
    Doakan supaya Allah menolong mereka mendapatkan bahan-bahan
    keperluan sehari-hari yang mereka butuhkan.
  * Doakan pemerintahan Hamas yang sekarang berkuasa di Gaza, kiranya
    Tuhan memberikan hikmat untuk mereka dapat bertindak dengan rasa
    kemanusiaan kepada para warga sipil di Gaza.

______________________________________________________________________
DOA BAGI INDONESIA

                    PENERBANGAN MISI DI INDONESIA
                    =============================

  Pelayanan penerbangan bagi dunia misi memberikan kontribusi yang
  sangat besar, khususnya daerah-daerah pedalaman di Indonesia yang
  sulit dijangkau dengan sarana transportasi darat. Sebab pelayanan
  penerbangan sedikit banyak membuka keterisoliran masyarakat
  pedalaman di Indonesia. Mengingat pelayanan ini sangat berarti,
  tidak hanya bagi perkembangan dunia misi, tidak salah bila kali ini
  fokus doa kita ditujukan bagi organisasi-organisasi yang
  menghadirkan pelayanan penerbangan ini.

  Pokok Doa
  ---------

  1. Berdoa bagi penyedia layanan penerbangan yang saat ini masih
     beroperasi dalam mendukung pelayanan para misionaris di daerah
     pedalaman di Indonesia. Mohonkan pula kepada Allah agar
     mencukupkan kekurangan penerbangan di Indonesia, terlebih dalam
     menjangkau daerah terisolir dan primitif di beberapa wilayah di
     Indonesia.

  2. Doakan agar semakin banyak penerbangan di Indonesia yang tidak
     hanya mendukung pelayanan para misionaris dalam mengabarkan
     firman Tuhan bagi jiwa-jiwa di daerah pedalaman Indonesia, namun
     juga dapat membantu masyarakat setempat dalam hal pengembangan
     kesehatan, pendidikan, dan perkembangan sosial-ekonomi.

  3. Mari kita mohonkan pula keselamatan bagi para misionaris yang
     menggunakan fasilitas penerbangan sebagai sarana pelayanannya.
     Doakan pula para penerbang, mohonkan kemampuan dan stamina yang
     prima dari Allah agar mereka bisa menerbangkan pesawat dengan
     baik. Doakan pula para teknisi yang mempersiapkan pesawat agar
     dapat terbang dengan layak.

  4. Masih banyak daerah yang belum terjangkau oleh firman Allah. Oleh
     karena itu, marilah memohon kepada Allah agar membangkitkan
     orang-orang pilihan yang terbeban dalam pelayanan penerbangan
     bagi misionaris sehingga semakin banyak pula orang yang menikmati
     firman Tuhan.

______________________________________________________________________
SURAT ANDA

  From: beny_pb2nk(at)xxxx
  >Kami sedang terjemahkan Alkitab ke dalam bahasa daerah di Alor, dan
  >tahun 2008 ini kami belum mendapat sponsor untuk kegiatan kami,
  >doakan agar Tuhan mengutus anak-anak-Nya untuk menjadi saluran
  >berkati bagi kami di Alor. Harapan kami adalah suatu saat orang
  >Alor bisa membaca Injil dalam bahasa ibu mereka.
  >Terima kasih. Tuhan Memberkati.
  >Beny Bantara

  Redaksi:
  Kami ikut bersukacita untuk karya yang sedang Anda rintis bagi
  penduduk Alor. Biarlah firman Tuhan yang kekal boleh berkumandang
  dalam bahasa Alor. Kami percaya para pembaca e-JEMMi akan mendukung
  Anda dalam doa, khususnya untuk anugerah dan pemeliharaan Tuhan
  sehingga terpenuhi kebutuhan Anda di tahun 2008. Teruslah bekerja
  dan melayani Dia.

______________________________________________________________________

Anda diizinkan mengcopy/memperbanyak semua/sebagian bahan dari e-JEMMi
   (untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: harus
    mencantumkan SUMBER ASLI dari masing-masing bahan dan e-JEMMi
(sebagai penerbit bahan-bahan tersebut dalam bahasa Indonesia). Thanks
______________________________________________________________________
            Staf Redaksi: Yulia Oenijati dan Dian Pradana
  Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari berbagai pihak.
Copyright(c) 2006 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
  Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Staf e-MISI dan Staf Redaksi:                   < jemmi(at)sabda.org >
Untuk berlangganan          :   < subscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk berhenti              : < unsubscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk pertanyaan/saran/bahan:       < owner-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
______________________________________________________________________
Situs e-MISI dan e-JEMMi        :               http://misi.sabda.org/
Arsip e-JEMMi                   : http://www.sabda.org/publikasi/misi/
Situs YLSA                      :               http://ylsa.sabda.org/
Situs SABDA Katalog             :            http://katalog.sabda.org/
______________________________________________________________________

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org