Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/misi/2007/18

e-JEMMi edisi No. 18 Vol. 10/2007 (1-5-2007)

Misi di Bidang Kesehatan

                                                Mei 2007, Vol.10 No.18
______________________________  e-JEMMi  _____________________________
                   (Jurnal Elektronik Mingguan Misi)
______________________________________________________________________
SEKILAS ISI

EDITORIAL
ARTIKEL MISI       : Misi Kesehatan: Malaikat-Malaikat Penuh Belas
                     Kasih
SUMBER MISI        : Christian Medical Missions,
                     Global Frontier Missions
DOA BAGI MISI DUNIA: Meksiko, Yordania, India
DOA BAGI INDONESIA : Doakan Pelayanan Rumah Sakit Kristen di Indonesia
SURAT ANDA         : Mendukung Visi e-MISI
STOP PRESS         : Bahan-Bahan Konseling Gratis
______________________________________________________________________

        "THROUGH PRAYER, WE HAVE INSTANT ACCESS TO OUR FATHER"
______________________________________________________________________
EDITORIAL

  Salam dalam kasih Kristus,

  Sajian e-JEMMi bulan ini bertema pelayanan misi medis. Harapan kami
  melalui artikel dan informasi yang diberikan semakin banyak orang
  boleh dibukakan wawasannya untuk melihat pentingnya pelayanan misi
  dalam dunia medis.

  Untuk itu, silakan simak artikel tentang misi kesehatan dan beberapa
  sumber misi yang juga memberikan informasi tentang yayasan yang
  memberikan pelayanan medis/kesehatan. Semua informasi yang bisa Anda
  dapatkan dari sajian kami ini kiranya dapat menjadi pokok-pokok doa
  syafaat Anda untuk minggu ini.

  Selamat berdoa untuk pelayanan misi di dunia medis.

  Redaksi e-JEMMi,
  Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
ARTIKEL MISI

         MISI KESEHATAN: MALAIKAT-MALAIKAT PENUH BELAS KASIH
         ===================================================

  Sejak zaman Kristus, pengaruh dunia kesehatan terhadap penginjilan
  sudah sangat besar. Pelayanan Kristus dan murid-murid-Nya sebagai
  penginjil disertai dengan pelayanan penyembuhan. Bahkan pada
  abad-abad berikutnya, orang Kristen terus dikenal karena
  kepeduliannya yang sungguh-sungguh terhadap orang sakit dan yang
  membutuhkan. Pada saat serangkaian penyakit mewabah di Alexandria,
  orang Kristenlah yang tetap tinggal untuk merawat orang-orang sakit
  dan menguburkan yang mati, sementara yang lain sudah pergi untuk
  menyelamatkan diri. Itulah yang menyebabkan reputasi Kristen sebagai
  agama penuh kasih dan kesetiaan meningkat.

  Dari permulaan era penginjilan modern, misi kesehatan telah menjadi
  aspek penting dalam dunia penginjilan. Tapi baru setelah akhir abad
  sembilan belas dan awal abad dua puluh, misi kesehatan menjadi suatu
  bidang khusus yang jelas dan mempunyai tempat sendiri. Di tahun
  1925, terdapat lebih dari dua ribu dokter dan perawat dari Amerika
  dan Eropa yang melayani di seluruh dunia. Rumah sakit serta klinik
  kesehatan keliling pun secara drastis meningkat jumlahnya.

  Pelayanan misi kesehatan sudah jelas merupakan upaya kemanusiaan
  terbesar yang dikenal dunia selama abad dua puluh. Lebih daripada
  pelayanan lainnya, pelayanan ini sanggup melucuti kritik-kritik
  terhadap misi-misi Kristen. Betapa banyak para ahli kesehatan yang
  telah meninggalkan praktiknya yang menguntungkan dan fasilitas
  modern yang ada di negara mereka untuk pergi bekerja tanpa lelah
  dalam kondisi primitif yang serba kekurangan. Mereka mengabdikan
  hidup mereka untuk meningkatkan standar kesehatan di seluruh dunia.
  Mereka juga sering memimpin penelitian terhadap penyakit yang
  kebanyakan dokter Barat tidak tertarik untuk melakukannya. Mereka
  juga membangun rumah sakit dan sekolah kesehatan dari dana yang
  mereka usahakan sendiri. Salah satu sumbangsih mereka adalah rumah
  sakit dan sekolah kesehatan terbaik di The Christian Medical College
  dan Hospital di Vellore, India.

  Namun, di samping niat baik mereka tersebut, terdapat rintangan yang
  harus ditangani pada saat mereka menghadapi rekan kerja nonmedis di
  sekitar mereka. Pekerjaan ini membuat mereka bersaing langsung
  dengan para dukun dan orang-orang pintar setempat yang juga sering
  berpraktik mengobati orang sakit. Konsep kesehatan yang mereka
  perkenalkan juga sering bertentangan dengan tradisi budaya. Ada
  kalanya pertentangan itu sangat sengit. Selain permusuhan yang
  terlihat dengan jelas, para misionaris kesehatan ini juga harus
  menghadapi takhayul, ketakutan, dan kebodohan yang benar-benar
  merintangi usaha mereka untuk meningkatkan kondisi kesehatan.
  Seorang dokter misionaris di Afrika harus menunggu selama delapan
  tahun sebelum akhirnya dia bisa merawat seorang pasien pertamanya
  yang merupakan penduduk asli. Di Cina, misionaris kesehatan
  menghadapi "xenophobia" (ketakutan terhadap orang asing) yang hampir
  tidak ada hentinya. Tapi puji Tuhan, sejak tahun 1935, lebih dari
  separuh rumah sakit di sana difasilitasi oleh pelayanan misi
  kesehatan.

  Biasanya para dokter medislah yang mendapat paling banyak sanjungan
  atas pelayanan mereka di misi kesehatan, tapi para dokter gigi dan
  tenaga medis yang kurang terlatih sebenarnya juga melakukan hal yang
  patut dihargai. Demikian juga para misionaris yang sebenarnya tidak
  mendapat pelatihan kesehatan, yang belajar bagaimana mengatasi
  penyakit dengan membuat percobaan-percobaan sehingga bisa mengurangi
  penderitaan dan kematian, serta yang selalu membuka jalan bagi
  penginjilan.

  Misionaris kesehatan pertama yang dicatat di era modern adalah Dr.
  John Thomas yang mendahului William Carey ke India dan kemudian
  bekerja berdampingan dengannya. Walaupun Thomas secara emosional
  tidak stabil, tapi Carey memuji pekerjaannya dengan mengatakan
  "Obat-obat yang dibuatnya akan membuat semua dokter dan dokter bedah
  di Eropa mendapat reputasi yang sangat baik." Dr. John Scudder
  adalah misionaris pertama dari Amerika yang mempunyai keahlian
  khusus di bidang obat-obatan dan sekaligus pemimpin dari semua
  misionaris kesehatan di India, serta tempat-tempat lain di dunia.
  Misionaris lain yang dilatih dalam bidang obat-obatan, termasuk
  David Livingstone dan Hudson Taylor, menekuni obat-obatan sebagai
  tugas sampingan.

  Salah satu misionaris kesehatan yang paling dikenal sepanjang masa
  adalah Albert Schweitzer, seorang dokter medis, musisi, dan sarjana
  teologia, yang memiliki pandangan teologia liberal dan sangat
  kontroversial. Pandangannya itu disebarkan secara luas melalui
  bukunya "The Quest of the Historical Jesus". Kariernya sebagai
  misionaris kesehatan dimulai di Afrika Barat pada tahun 1913, di
  mana dia membangun sebuah rumah sakit di Lambarene. Di sana dia
  telah mengabdikan seluruh hidupnya untuk tugas kesehatan di Afrika,
  kecuali ketika dia dipenjara oleh Perancis selama Perang Dunia I.
  Meski dia adalah seorang penulis, dosen, pemimpin orkestra yang
  terkenal, dan bisa saja masuk dalam dunia selebriti, tetapi dia
  memilih memakai tenaganya untuk berusaha memperpanjang hidup
  "saudara yang untuknya Kristus telah mati." Mengapa? Alasan dia
  melakukan hal itu sama dengan alasan ribuan spesialis kesehatan yang
  lain, yaitu untuk membantu saudara-saudara yang terbelakang, "Tuhan
  Yesuslah yang memerintahkan dokter dan istrinya untuk datang ...."

  Walaupun pada awalnya misi kesehatan didominasi oleh pria, tapi pada
  akhir abad sembilan belas, wanita mulai ambil bagian dan prestasi
  itu segera disebarluaskan ke seluruh dunia. Clara Swain, yang
  melayani di bawah Board of Mission of the Methodist Chruch (Dewan
  Misi Gereja Methodis), adalah misionaris wanita pertama dari Amerika
  Serikat. Dia tiba di India pada tahun 1870 dan dalam kurun waktu
  empat tahun, dia sudah membuka rumah sakitnya yang pertama. Perawat
  misionaris pertama adalah Nona E. M. McKechnie yang tiba di Shanghai
  pada tahun 1884 dan kemudian mendirikan rumah sakit di sana.

  Pada pertengahan abad dua puluh, perkembangan penting di Dunia
  Ketiga membuat terobosan hebat terhadap peran tradisional misi
  kesehatan. Seiring dengan diraihnya kemerdekaan, negara yang belum
  berkembang mulai menempa program medis mereka sendiri dan misionaris
  kesehatan yang menjadi pelopor tidak lagi memainkan peran yang dulu
  dimilikinya. Dengan perubahan sosial dan politik ini, misi kesehatan
  telah bergeser dari tugas perintisan dan mulai lebih berkonsentrasi
  pada obat-obatan yang bersifat mencegah, klinik lapangan, pekerjaan
  rumah sakit, dan sekolah kedokteran. Tren terbaru lainnya dalam misi
  kesehatan adalah bertumbuhnya organisasi-organisasi pendukung
  seperti MAP/Medical Assistance Programme (Program Pembantu
  Kedokteran), yang didirikan di tahun 1950-an dan sekarang ini
  memberi lebih dari sepuluh juta dolar bantuan kesehatan kepada rumah
  sakit-rumah sakit dan klinik-klinik misi setiap tahunnya. Organisasi
  yang serupa di Washington State didirikan oleh Ethel Miller yang
  mengirim contoh obat dan alat-alat kedokteran yang tidak terpakai
  kepada dokter-dokter misionaris di Afrika dan Asia. Organisasi ini
  dijalankan hampir seluruhnya oleh pekerja sukarela yang sudah
  pensiun. (t/Dian)

  Bahan diterjemahkan dari:
  Judul buku: From Jerusalem to Irian Jaya
  Judul asli: Medical Missions: "Angels of Mercy"
  Penulis   : Ruth A. Tucker
  Penerbit  : Academie Books, Grand Rapids, Michigan 1983
  Halaman   : 327 -- 329

______________________________________________________________________
SUMBER MISI

CHRISTIAN MEDICAL MISSION, Inc. (CMMI)
==>    http://www.christianmedical.org/
  CMMI adalah organisasi Kristen yang didirikan sejak tahun 1990 untuk
  menyediakan pelayanan kesehatan, gigi, dan mata bagi saudara-saudara
  di daerah terpencil di Amerika Tengah, seperti Panama, Meksiko,
  Nikaragua, dan Guatemala. Sejauh ini mereka telah melakukan 33
  perjalanan dan telah melayani lebih dari 50.000 orang. Pelayanan
  mereka tidak hanya meliputi menyelamatkan nyawa dan menyembuhkan
  sakit penyakit, tapi juga memberikan pendidikan kesehatan untuk
  memperbaiki dan meningkatkan gizi bagi mereka yang hidup dalam
  kekurangan. Melalui situsnya, CMMI mengajak pengunjung untuk ambil
  bagian dalam pelayanan ini demi kasih Kristus kepada mereka yang
  membutuhkan.

GLOBAL FRONTIER MISSIONS (GFM)
==>    http://www.globalfrontiermissions.com/
  Sebanyak 95% pelayanan misi Kristen saat ini diarahkan ke
  tempat-tempat di dunia yang telah terjangkau dan telah memiliki
  gereja, padahal masih ada 6.417 kelompok masyarakat di dunia ini
  yang belum terjangkau oleh Injil. Melihat fakta ini, Global Frontier
  Missions, sebuah organisasi misi Kristen internasional, telah
  mengusahakan penjangkauan kelompok-kelompok masyarakat yang
  terhilang dengan mengadakan perjalanan-perjalanan misi jangka pendek
  untuk para pemuda, remaja, mahasiswa, dewasa, ataupun juga tim medis
  ke berbagai tempat di seluruh dunia, terutama di wilayah terpencil
  di Meksiko. Untuk melihat dari dekat kegiatan-kegiatan misi yang
  telah mereka lakukan, proyek-proyek yang dikerjakan, serta profil
  organisasi ini, silakan berkunjung ke situs GFM. Tersedia banyak
  foto dan informasi lengkap yang bisa diakses secara terbuka. Para
  pengunjung situs yang tertarik untuk mendukung pelayanan GFM,
  diundang untuk berlangganan buletin misi yang mereka terbitkan
  supaya bisa secara rutin berdoa dan menolong kebutuhan finansial
  pelayanan mereka.

______________________________________________________________________
DOA BAGI MISI DUNIA

M E K S I K O
  Juan, 25 tahun, adalah seorang katekisan gereja "Katolik
  Tradisional" di desa Pasté. Dia menjadi Kristen di sebuah desa di
  luar kota San Cristobal De Las Casas, di negara bagian Chiapas pada
  tanggal 7 April. Namun dua hari kemudian, pejabat setempat
  menjebloskannya ke penjara atas tuduhan meninggalkan agama asli
  mereka, yaitu campuran dari Katolik Roma dan adat setempat. Pada
  hari Minggu Paskah itu, pejabat politik di desa Tzotzil Maya
  mengetahui Juan tidak ikut hadir dalam suatu perayaan yang diadakan
  di gereja. Bagi Juan perayaan itu dianggap sebagai ritual
  penyembahan berhala. Para pejabat politik itu kemudian memanggilnya
  sore itu juga. "Mereka mengatakan, `Apa maksudmu bahwa kamu sudah
  menerima Kristus -- apakah artinya kamu sudah tidak lagi percaya
  kepada allah kita (orang-orang suci Katolik)?`" kata Juan kepada
  Compass. "Saya berkata, `Mereka itu hanya rasul-rasul, dan sekarang
  saya menjadi milik Kristus.`" Pemimpin kota itu geram kepadanya.
  Lalu jawab Juan kepada mereka, "Jika kamu ingin memukul saya,
  pukullah." Itu sebabnya Juan ditangkap. Tetapi akhirnya ia
  dibebaskan pada hari Selasa (10 April), setelah dipenjara selama
  semalam.
  Sumber: Compass Direct, April 2007
  Kisah selengkapnya: http://www.compassdirect.org/en/display.php
  Pokok Doa:
  ----------
  * Doakan Juan untuk ujian iman yang dialaminya. Kiranya Tuhan
    memberi kekuatan agar di tengah tekanan yang diterimanya, ia terus
    belajar mengenal Tuhan yang Mahakuasa.
  * Berdoa juga untuk orang-orang yang menangkapnya. Biarlah Tuhan
    menolong membuka mata rohani mereka dengan melihat iman dan
    keyakinan Juan.

Y O R D A N I A
  Setelah jatuhnya kota Baghdad empat tahun yang lalu, aksi bunuh diri
  menjadi hal yang umum. Hampir setiap hari terjadi pemberontakan.
  Kekerasan ini telah memaksa masyarakat Irak untuk meninggalkan
  negara mereka yang tengah menghadapi ketidakpastian dan
  keputusasaan. Lindsay dari World Vision menyampaikan langsung dari
  Amman, Yordania, "PBB memperkirakan ada lebih dari 2 juta pengungsi
  Irak yang telah menyeberang perbatasan dan setidaknya 750.000 di
  antaranya berada di Yordania." Lindsay mengatakan bahwa situasi itu
  adalah krisis manusia yang serius dan World Vision menjadi suara
  mereka kepada dunia. Sebagai strategi, World Vision juga
  menyediakan kebutuhan pokok mereka melalui gereja lokal. "Suasana di
  sini sangat terbuka untuk agama dan toleransi. Dan orang-orang
  mengerti bahwa kami adalah orang Kristen dan itulah yang menjadi
  motivasi kami untuk menolong orang lain; mendengarkan dan
  menyuarakan kepentingan mereka karena mereka telah dilupakan dan
  dihiraukan." Dana sangat diperlukan untuk membantu World Vision
  memenuhi kebutuhan fisik dan spiritual anak-anak di sana.
  Sumber: Mission Network News, April 2007
  Kisah selengkapnya: http://www.MNNonline.org/article/9809
  Pokok Doa:
  ----------
  * Negara Yordania telah menjadi tempat untuk menampung banyak
    pengungsi dari Irak. Doakan kiranya pemerintah Yordania terus
    membuka pintu sehingga bantuan bisa diberikan kepada para
    pengungsi.
  * Doakan pula World Vision yang menjadi perpanjangan tangan Tuhan
    dalam menolong para pengungsi Irak. Biarlah keadaan yang cukup
    terbuka ini bisa memberi kesempatan kepada para pengungsi Irak
    untuk mengenal Tuhan yang mengasihi mereka.

I N D I A
  Pada hari Minggu (11 Maret) ketika Pendeta Bakhthula, 48 tahun, dari
  Bethesida Prayer House di desa Ambojipeta, daerah Medak sedang
  sendirian membaca Alkitab di rumahnya yang berdekatan dengan gereja,
  dua orang polisi datang dan mengatakan kepadanya bahwa seorang
  pejabat kepolisian ingin bertemu dengannya. Lalu mereka membujuknya
  untuk masuk ke suatu hutan belantara. "Ketika kami sedang berjalan,
  tak seberapa jauh, sekelompok orang dari agama ekstrimis yang
  beranggotakan kira-kira tiga puluh orang bergabung dengan mereka,"
  kata Pendeta Bakhtula. Para ekstrimis dari Andhra Pradesh ini
  kemudian mengikat tangan dan kakinya lalu memukulinya dengan tongkat
  kayu karena mereka menuduh pendeta itu memberi uang kepada pengikut
  mereka supaya menjadi orang Kristen. Saat ini Pendeta Bakhtula
  sedang menjalani perawatan karena pembengkakan yang hebat dan
  kelelahan. Pergelangan tangan dan kakinya berdarah dan bengkak
  setelah para ekstrimis melepaskan dan meninggalkannya di dalam hutan
  belantara pada pukul tiga pagi.
  Sumber: Compass Direct News, Maret 2007
  Kisah selengkapnya: http://www.compassdirect.org/en/display.php?page=news&lang=en&length=short&idelement=4797&backpage=summaries
  Pokok Doa:
  ----------
  * Berdoa untuk pemulihan kondisi tubuh Pendeta Bakhtula supaya
    segera dapat kembali melayani Tuhan.
  * Dukung dia juga dalam doa agar terus berani menyaksikan imannya
    walaupun mendapat tekanan dari para ekstrimis agama setempat.
    Biarlah melalui hidupnya banyak orang Kristen mengikuti teladan
    keberaniannya.

______________________________________________________________________
DOA BAGI INDONESIA

           DOAKAN PELAYANAN RUMAH SAKIT KRISTEN DI INDONESIA
           =================================================

  Pada tanggal 21 September 2006, Persekutuan Pelayanan Kristen untuk
  Kesehatan di Indonesia (Pelkesi) menyelenggarakan Konferensi Rumah
  Sakit Kristen se-Indonesia yang dilaksanakan di Yogyakarta. Dihadiri
  oleh Menteri Kesehatan Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp. JP (K),
  konferensi ini menjawab segala persoalan Rumah Sakit anggota Pelkesi
  dalam mengantisipasi tuntutan masyarakat, yaitu pelayanan yang
  berkualitas yang mampu memuaskan keinginan masyarakat banyak. Pada
  kesempatan ini dirumuskan juga tentang Rumah Sakit Kristen yang
  senantiasa menjalankan misi sosial, yakni melayani semua orang yang
  membutuhkan penyembuhan dan perawatan tanpa membedakan yang kaya
  maupun yang miskin.

  Sumber: http://www.depkes.go.id/index.php?option=news&task=viewarticle&sid=2234&Itemid=2

  1. Doakan Persekutuan Pelayanan Kristen untuk Kesehatan di Indonesia
     (Pelkesi) dalam melaksanakan misinya kepada masyarakat Indonesia
     secara luas. Biarlah semua rumah sakit Kristen di seluruh
     Indonesia dipakai Allah sebagai perpanjangan tangan Tuhan dalam
     menjangkau banyak jiwa yang ingin mengenal kasih yang
     sesungguhnya.

  2. Berdoa agar beberapa tujuan konferensi rumah sakit Kristen
     tersebut dapat tercapai, di antaranya upaya-upaya pengembangan
     kebersamaan dalam pengembangan pelayanan rumah sakit bagi
     masyarakat luas.

  3. Doakan seluruh pelayan rumah sakit Kristen dan rumah sakit
     umum di seluruh Indonesia, baik dokter, perawat, maupun seluruh
     karyawan. Biarlah mereka mampu melayani dengan tulus dan
     senantiasa memberikan penghiburan bagi masyarakat yang
     membutuhkan pertolongan dan bisa menjadi berkat bagi banyak
     orang.

  4. Berdoalah agar Tuhan mencukupi kebutuhan peralatan medis yang
     diperlukan oleh setiap rumah sakit Kristen Indonesia, terlebih
     lagi rumah sakit kecil yang masih minim peralatan dan tenaga
     medis.

  5. Doakan juga yayasan-yayasan yang bertanggung jawab atas
     perkembangan seluruh rumah sakit Kristen di Indonesia. Biarlah
     hikmat dari Tuhan saja yang memimpin mereka dalam mengelola rumah
     sakit yang dikelola yayasan tersebut. Kiranya yayasan-yayasan
     tersebut lebih menekankan pada kasih yang menjangkau setiap
     pasiennya daripada materi.
______________________________________________________________________
SURAT ANDA

  From: Rizar Jotlely <rizar_amq(at)xxxx>
  >Syaloom,
  >Saya senang sekali melihat visi yang diperjuangkan oleh MISI
  >Tuhan Yesus Memberkati
  >Rizar

  Redaksi:
  Terima kasih untuk surat Anda dan dukungan yang diberikan. Biarlah
  dengan adanya situs e-MISI ini para pengunjung semakin dibukakan
  wawasannya tentang pekerjaan misi Allah di Indonesia sehingga
  semakin banyak orang memberikan dukungan, baik tenaga, dana, dan
  doa. Teruslah doakan pelayanan e-MISI dalam menyebarkan kasih Allah.

  ==> http://misi.sabda.org/
______________________________________________________________________
STOP PRESS

                     BAHAN-BAHAN KONSELING GRATIS                          
                     ============================
  
  Seiring dengan perkembangan zaman, permasalahan-permasalahan yang
  dihadapi orang pun semakin rumit. Apakah Anda termasuk salah satu di
  antara mereka yang menghadapi berbagai masalah dalam keluarga atau
  pekerjaan, dsb.? Ataukah Anda punya teman yang sedang mempunyai
  konflik dan Anda tidak tahu cara menolongnya? Atau saat ini Anda
  sedang terlibat dalam pelayanan konseling di gereja dan sedang
  mencari-cari sumber informasi/bahan yang dapat mendukung pelayanan
  Anda?

  Milis publikasi e-Konsel yang diterbitkan oleh Yayasan Lembaga SABDA 
  (YLSA) ini bertujuan menolong dan mempermudah masyarakat Kristen 
  Indonesia dalam mendapatkan pengetahuan serta berbagai informasi, 
  artikel, maupun tips seputar dunia pelayanan konseling Kristen. 
  Milis publikasi ini secara rutin akan dikirimkan ke kotak surat Anda 
  setiap bulannya pada tanggal 1 dan 15 . Milis ini tidak hanya untuk 
  para konselor dan hamba Tuhan saja, tetapi bagi siapa saja yang 
  tertarik untuk belajar dan melayani dalam bidang konseling Kristen.

  Anda tertarik untuk bergabung? Segera kirim e-mail untuk
  berlangganan ke:
  < subscribe-i-kan-konsel(at)hub.xc.org >

  Kunjungi pula arsipnya di:
  ==>  http://www.sabda.org/publikasi/e-konsel/
  
______________________________________________________________________

Anda diizinkan mengcopy/memperbanyak semua/sebagian bahan dari e-JEMMi
   (untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: harus
    mencantumkan SUMBER ASLI dari masing-masing bahan dan e-JEMMi
(sebagai penerbit bahan-bahan tersebut dalam bahasa Indonesia). Thanks
______________________________________________________________________           
                   Pimpinan Redaksi: Yulia Oeniyati           
  Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari berbagai pihak.
Copyright(c) 2007 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
  Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Staf e-MISI dan Staf Redaksi:               < staf-misi(at)sabda.org >
Untuk berlangganan          :   < subscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk berhenti              : < unsubscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk pertanyaan/saran/bahan:       < owner-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
______________________________________________________________________
Situs e-MISI dan e-JEMMi        :               http://misi.sabda.org/
Arsip e-JEMMi                   : http://www.sabda.org/publikasi/misi/
Situs YLSA                      :           http://www.sabda.org/ylsa/
Situs SABDA Katalog             :            http://katalog.sabda.org/
______________________________________________________________________

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org