Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/misi/2004/40

e-JEMMi edisi No. 40 Vol. 7/2004 (4-10-2004)

Mengenal Gerakan Perintisan Gereja

======================================================================
><> ><>                     Buletin e-JEMMi                    <>< <><
                    Edisi Oktober 2004, Vol.7 No.40
======================================================================
SEKILAS ISI:

 o [Editorial]
 o [Artikel Misi]       : Apa itu Gerakan Perintisan Jemaat?
 o [Profil/Sumber Misi] : Buku "Church Planting Movements" -- IMB
                          Church Planter´s Paradise
 o [Doa Bagi Misi Dunia]: Internasional, Mesir, dan Benin
 o [Doa Bagi Indonesia] : Korupsi di Indonesia
 o [Dari Meja Redaksi]  : 40 Hari Doa Bagi Bangsa-bangsa versi email
 o [Surat Anda]         : Melayani di Finlandia
 o [URLs Edisi Ini]

**********************************************************************
 Anda diizinkan mengutip/meng-copy/memperbanyak semua/sebagian bahan
dari Buletin e-JEMMi (untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan
mencantumkan SUMBER ASLI dari setiap bahan dan Buletin e-JEMMi sebagai
penerjemah/penerbit bahan-bahan tersebut dlm bahasa Indonesia. Thanks.
**********************************************************************

~~ EDITORIAL ~~

  Salam sejahtera,

  Selamat bersua kembali dengan kami di bulan yang baru, bulan Oktober
  2004. Secara khusus pada bulan ini, e-JEMMi akan menyajikan tema
  tentang GERAKAN PERINTISAN GEREJA/JEMAAT. Ada empat (4) topik
  menarik yang akan kami sajikan, yaitu:
  * Mengenal Gerakan Perintisan Gereja              [Edisi 40/2004]
  * Pokok-pokok Dasar Perintisan Gereja             [Edisi 41/2004]
  * Kesaksian Perintisan Gereja di Asia Tengah      [Edisi 42/2004]
  * Kunci bagi Gereja-Gereja yang Baru Dirintis     [Edisi 43/2004]

  Untuk lebih mengerti dan mengenal gerakan perintisan gereja, maka
  dalam edisi pertama pada bulan Oktober ini, Kolom Artikel Misi
  akan menampilkan "Apa itu Gerakan Perintisan Jemaat". Kiranya
  melalui tulisan ini, banyak pembaca e-JEMMi bisa semakin mengetahui
  seluk-beluk perintisan jemaat dan mempunyai kerinduan untuk terlibat
  aktif di dalamnya.

  Salah satu bentuk pelayanan nyata yang bisa dilakukan oleh semua
  orang Kristen, baik muda atau tua, baik berpendidikan atau tidak,
  adalah berdoa. Dalam pelayanan misi ini berdoa merupakan suatu hal
  yang sangat penting. Nah, melalui informasi yang Anda baca di
  e-JEMMi ini, Anda kami ajak untuk terlibat aktif dalam mendoakan
  kegiatan misi di Mesir, Benin, dan tentu saja juga Indonesia. Akhir
  kata, selamat melayani dalam perintisan gereja dan terus berdoa!

  Redaksi Buletin e-JEMMi

*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
             "Allah selalu memberikan kekuatan yang cukup
                      untuk langkah selanjutnya."
*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=

~~ ARTIKEL MISI ~~

                  APA ITU GERAKAN PERINTISAN JEMAAT?
                  ==================================

  Pada tahun 1998, Tim Pimpinan Komite Luar Negeri dari International
  Mission Board mengadopsi sebuah pernyataan visioner: Kami akan
  menolong orang-orang yang belum terjangkau untuk datang mendapatkan
  keselamatan iman dalam Yesus Kristus dengan memulai dan memelihara
  Gerakan Perintisan Jemaat diantara segala suku bangsa. Pernyataan
  dari visi ini menjadi acuan pelayanan dari sekitar 5.000 misionaris
  IMB pada lebih dari 150 negara di berbagai belahan dunia.

  Jadi, apakah sesungguhnya Gerakan Perintisan Jemaat itu? Definisi
  yang sederhana dan ringkas dari Gerakan Perintisan Jemaat (GPJ)
  adalah peningkatan yang cepat dan eksponensial dari tindakan
  perintisan jemaat-jemaat yang dikerjakan oleh jemaat-jemaat
  indigenos di dalam suku atau golongan populasi tertentu.

  Ada beberapa unsur kunci dalam definisi ini. Yang pertama adalah
  cepat. Sebagai suatu gerakan, Gerakan Perintisan Jemaat merebak
  dengan peningkatan yang cepat dalam hal dimulainya sebuah jemaat
  baru. Perintisan jemaat yang bersaturasi (mengakibatkan timbulnya
  titik kejenuhan) yang terjadi selama beberapa dekade atau bahkan
  beberapa abad memanglah baik, tapi tidak bisa dikualifikasikan
  sebagai Gerakan Perintisan Jemaat.

  Unsur kedua, peningkatan itu bersifat eksponensial. Ini berarti,
  pertambahan jumlah gereja demi gereja bukan sekedar pertumbuhan
  kenaikan deret angka biasa, yaitu pertambahan satu atau dua gereja
  setiap tahun. Sebaliknya, ia berlipatganda dalam deret bilangan
  berpangkat dua gereja menjadi empat, empat menjadi 16 dan
  seterusnya. Multiplikasi secara eksponen hanya mungkin terjadi bila
  jemaat-jemaat yang baru dimulai, dibangun oleh jemaat itu sendiri,
  bukan oleh para perintis jemaat profesional atau misionaris-
  misionaris.

  Unsur ketiga, semuanya adalah jemaat-jemaat indigenos (asli).
  Artinya, jemaat-jemaat itu dilahirkan dari dalam dan bukan dari
  luar. Ini bukan berarti bahwa Injil dapat memancar secara naluriah
  (intuitif) dari suatu suku. Injil selalu berasal dari luar suatu
  suku; dan ini adalah tugas seorang misionaris. Meskipun demikian,
  dalam Gerakan Perintisan Jemaat, momentum dengan cepat berubah
  menjadi indigenos, dimana inisiatif dan semangat pergerakan berasal
  dari dalam suku itu sendiri, bukan dari pihak luar.

  Jika definisi ini kurang memadai, mungkin kita perlu memperjelas
  hal-hal apa saja yang bukan Gerakan Perintisan Jemaat. Gerakan
  Perintisan Jemaat bersifat lebih dari sekedar "penginjilan yang
  menghasilkan jemaat-jemaat". Penginjilan yang menghasilkan jemaat-
  jemaat, memang bagian dari suatu Gerakan Perintisan Jemaat, tapi
  tidak memiliki "visi akhir" seluas Gerakan Perintisan Jemaat.
  Seorang perintis jemaat (church planter) bisa saja berpuas diri
  dengan sasaran terbangunnya satu atau bahkan sekumpulan jemaat/
  gereja, tapi ia gagal melihat bahwa yang dibutuhkan adalah satu
  pergerakan dimana jemaat akan merintis jemaat untuk menjangkau
  seluruh suku tersebut.

  Gerakan Perintisan Jemaat juga lebih dari sebuah kebangunan rohani
  yang terjadi pada jemaat-jemaat yang bukan jemaat baru. Terjadinya
  kebangunan-kebangunan rohani sangat diharapkan, tapi itu pun
  bukanlah Gerakan Perintisan Jemaat. Kebaktian-kebaktian penginjilan
  dan program-program kesaksian memang bisa membawa ribuan orang
  kepada Kristus, dan tentu saja, itu merupakan hal yang menakjubkan.
  Akan tetapi, itu tidak sama dengan Gerakan Perintisan Jemaat.
  Gerakan Perintisan Jemaat memperlihatkan bagaimana jemaat-jemaat
  dengan cepat melahirkan jemaat lain (bereproduksi).

  Gerakan Perintisan Jemaat adalah peningkatan yang cepat dan
  eksponensial dari tindakan perintisan jemaat-jemaat yang dikerjakan
  oleh jemaat-jemaat indigenos pada suku atau golongan populasi
  tertentu.

  Barangkali, yang paling menyerupai, tetapi tetap bukanlah Gerakan
  Perintisan Jemaat, yaitu saat dimana para perintis jemaat lokal
  dilatih dan disebarkan untuk merintis pembentukan beberapa jemaat
  (multiplikasi) di tengah kaum/sukunya masing-masing. Inilah metode
  penyebaran jemaat di tengah suku atau golongan populasi tertentu
  yang paling berhasil, tetapi momentum penyebarannya tetap berada di
  tangan kelompok para perintis jemaat profesional yang terbatas,
  bukannya di dalam hati setiap jemaat yang baru saja dibangun.

  Akhirnya, sebuah Gerakan Perintisan Jemaat, bukanlah akhir dari
  pergerakan itu sendiri. Akhir dari semua kerja keras kita adalah
  agar Bapa di surga dimuliakan. Hal ini akan terjadi, setiap kali
  seseorang masuk ke dalam hubungan yang benar dengan Dia melalui
  Yesus Kristus. Pada saat seseorang melakukannya, ia tergabung ke
  dalam jemaat-jemaat yang memampukannya terus bertumbuh dalam kasih
  karunia bersama-sama dengan orang percaya lainnya yang sehati dan
  sepikir. Kapan saja seseorang datang kepada hidup baru di dalam
  Yesus Kristus, Bapa dimuliakan. Kapan saja sebuah jemaat dirintis --
  tidak peduli siapa yang melakukannya -- maka ada dasar untuk
  bersukacita.

  Lalu, mengapa Gerakan Perintisan Jemaat ini begitu istimewa? Karena
  nampaknya dalam gerakan ini tersimpan potensi terbesar untuk membawa
  mereka yang belum terjangkau untuk hidup baru dalam Kristus dan ke
  dalam komunitas orang beriman dalam jumlah yang melebihi metode apa
  pun yang telah ada.

  Meskipun demikian, Gerakan Perintisan Jemaat bukan sekedar suatu
  peningkatan jumlah jemaat, meskipun itu adalah hal yang positif.
  Sebuah Gerakan Perintisan Jemaat terjadi ketika visi jemaat
  melahirkan jemaat, menjalar dari para misionaris dan para perintis
  jemaat profesional kepada jemaat-jemaat itu sendiri, sehingga
  melalui sifat -- dasar, mereka memenangkan jiwa yang terhilang dan
  bereproduksi sendiri.

  Mari kita tinjau lagi beberapa hal kunci. Para misionaris adalah
  perintis-perintis jemaat yang cakap, tapi jumlah mereka selalu
  sangat terbatas. Para perintis lokal (yang berasal dari daerah/suku
  itu sendiri) lebih dapat diharapkan, karena jumlah mereka yang jauh
  lebih banyak. Namun, Gerakan Perintisan Jemaat menyimpan potensi
  jauh lebih banyak lagi, karena tindakan perintisan jemaat dilakukan
  oleh jemaat itu sendiri, yang akan membawanya kepada kemungkinan
  jumlah terbesar dari dimulainya jemaat-jemaat baru.

  Bahan diterjemahkan dari:
  Judul Buku   : Church Planting Movements
  Judul Artikel: What Is A Church Planting Movement? [Chapter 1]
  Penulis      : David Garrison
  Situs        : http://www.imb.org/CPM/default.htm

*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
~~ PROFIL/SUMBER MISI ~~

 BUKU "CHURCH PLANTING MOVEMENTS" -- INTERNATIONAL MISSION BOARD
==>     http://www.imb.org/CPM/default.htm
==>     http://www.imb.org/
  Organisasi International Mission Board merupakan persatuan dari
  Southern Baptist Convention yang memiliki lebih dari 40.000 gereja.
  Tujuan dari organisasi ini adalah memberitakan Injil dan untuk
  menolong orang Kristen untuk beriman kepada-Nya sehingga mereka bisa
  terlibat dalam pelayanan perintisan gereja bagi semua suku di dunia.
  Saat ini, sekitar 1,7 triliun orang di seluruh penjuru dunia belum
  pernah mendengar Injil. Untuk mendukung tujuan International Mission
  Board, maka melalui situsnya, mereka menampilkan secara lengkap buku
  yang ditulis oleh David Garrison, yang berjudul "Church Planting
  Movements". Dalam buku ini, Anda akan menjumpai bahan-bahan  tentang
  seluk beluk perintisan gereja mulai dari definisi, elemen-elemen
  umum perintisan gereja, hambatan-hambatan yang dihadapi, dan juga
  kesaksian-kesaksian seputar perintisan gereja di beberapa negara.
  Bagian pertama dari buku ini, bisa Anda baca di Kolom Artikel Misi.
  Buku ini juga telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh
  YAPKI/OMF Indonesia untuk training perintisan jemaat yang juga
  dipakai oleh beberapa organisasi.

 CHURCH PLANTER´S PARADISE
==>     http://www.church-planting.org/
  Situs Church Planter´s Paradise dikelola oleh sekelompok organisasi
  Injil yang bekerja sama untuk menggenapi Amanat Agung melalui
  perintisan gereja. Tujuan dari situs ini adalah menyediakan sarana
  bagi para perintis gereja yang berpotensi untuk berelasi, sehingga
  bisa terlibat dalam setiap kesempatan untuk merintis gereja di
  Amerika Utara, USA, dan Kanada. Situs ini sekaligus menampilkan
  links ke sumber-sumber yang mengulas tentang perintisan gereja.
  Setiap organisasi dan pribadi yang saat ini bergabung dalam Church
  Planter´s Paradise percaya bahwa merintis gereja merupakan panggilan
  Allah bagi mereka.

*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
~~ DOA BAGI MISI DUNIA ~~

 I N T E R N A S I O N A L
  SIM (Serving in Mission) mengatakan bahwa dunia misi sekarang sudah
  berubah. Ketika dunia terus berubah, maka dunia misi juga turut
  berubah. SIM Internasional mempersiapkan diri untuk memperlengkapi
  perubahan pelayanan misi tersebut. Menurut Direktur Umum SIM
  Amerika, Steve Strauss, "Kami sangat sadar bahwa dunia kita sedang
  berubah dalam beberapa tahun terakhir dan itu berarti bahwa konteks
  dari misi juga harus berubah. Kami ingin memastikan bahwa kami tidak
  melakukan pelayanan misi untuk dunia yang sudah ´tidak ada´ lagi.
  Saat ini kami sedang berada dalam proses yang disebut, ´menghitung
  hari´." Salah satu bentuk perubahan yang nyata yaitu semakin
  tingginya semangat pelayanan misi dari gereja-gereja di negara-
  negara pengutus, termasuk juga di negara-negara berkembang. "Saya
  akan mengantisipasi bahwa hasil nyata dari fakta tersebut adalah
  bahwa SIM telah mengirimkan banyak orang dari satu tempat ke tempat
  lain, dan kami akan lebih sering lagi melakukannya di masa depan."
  [Sumber: Mission Network News, September 21st, 2004]
  Pokok Doa:
  ----------
  * Doakan untuk SIM dan organisasi-organisasi misi di seluruh dunia
    dalam mempersiapkan strategi pelayanan misi yang sesuai dengan
    perkembangan zaman.
  * Berdoa, supaya Allah terus memberikan hikmat kepada SIM dan para
    misionaris utusannya agar dapat memberi semangat pada gereja-
    gereja, sehingga semakin giat dalam pelayanan misi.

 M E S I R
  "G.S., salah satu staf kami, mengunjungi desa-desa terpencil di
  Mesir enam hari setiap minggu untuk mengabarkan Injil," seperti
  dilaporkan "Ziel 19", newsletter dari Schweizer Missionsgemeinde
  (Swiss Missions Church). "Kadang dia memutuskan untuk memberitakan
  Injil di tiga desa dalam satu hari. Dia harus menghadapi banyak
  masalah. Namun, dia melihat bahwa tugasnya ini merupakan panggilan
  Tuhan terhadap dirinya. Baru-baru ini dia menulis, ´Aku begitu
  terpanggil untuk melayani 12 desa di Propinsi Asiut. Aku harus
  mengunjungi mereka meskipun banyak tantangan yang harus aku hadapi
  di sana. Semakin kuat perlawanan yang aku hadapi, semakin banyak
  pintu terbuka yang aku temukan di desa-desa tersebut saat aku tiba
  di sana. Misalnya, para lelaki di desa E.T. memasang penghalang
  berupa bebatuan dan jerami di jalan yang kulalui. Ketika aku
  mencapai penghalang tersebut, mereka serentak membakarnya. Aku hanya
  menunggu dan berdoa. Ketika api telah padam, aku berjalan diantara
  bara-bara itu dan mereka mundur tanpa mengganggu aku. Aku dapat
  berkhotbah dengan bebas, dan banyak yang berkumpul untuk
  mendengarkan Firman Tuhan. Di E.E., mereka langsung mengalirkan air
  dari kanal ke jalan, sehingga aku tidak akan bisa melanjutkan
  perjalanan. Aku menunggu, sambil berdoa seperti dalam Yesaya 43:2,
  ´Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau,
  atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila
  engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan
  nyala api tidak akan membakar engkau.´ Air itu kemudian semakin
  surut, dan orang-orang yang ingin mengganggu aku ikut menghilang
  bersamaan dengan menguapnya air itu. Aku kembali menemukan bahwa
  orang-orang di desa itu menjadi terbuka terhadap Injil. Di desa
  lain, aku harus berhadapan dengan para pria fanatik yang mengutuki
  aku dengan suara keras dan mencoba untuk menghentikan langkahku.
  Namun, mereka tidak menyerang aku. Desa berikutnya adalah desa yang
  paling berbahaya; penduduknya melempari aku dengan batu, tetapi aku
  tidak terluka, seolah-olah ada perisai yang melindungi aku. Di desa
  itu, aku dipakai Tuhan untuk menyembuhkan orang sakit melalui doa
  dan mengusir roh jahat dari tubuh seseorang. Saat ini, Injil telah
  mengubah kehidupan banyak penduduk di desa-desa yang aku kunjungi
  secara teratur.´"
  [Sumber: FridayFax, September 24, 2004]
  Pokok Doa:
  ----------
  * Bersyukur untuk G.S. yang tetap memegang teguh panggilannya untuk
    memberitakan Injil di desa-desa terpencil di Mesir. Doakan untuk
    pelayanannya agar semakin diberkati Allah dan banyak jiwa boleh
    mengenal Kristus melalui pemberitaan Injil yang disampaikannya.
  * Berdoa bagi para petobat baru dan mereka yang telah mengenal
    Kristus di desa-desa tersebut. Iman mereka bisa bertumbuh dan
    mereka bisa semakin mengenal Yesus serta menjadi serupa dengan
    Dia.

 B E N I N
  Sekelompok suku terabaikan yang sama sekali belum pernah mendengar
  Injil telah berhasil dilayani. Mereka ´diadopsi´ oleh para
  misionaris pionir yang telah tinggal dan hidup bersama suku tersebut
  untuk mensharingkan Injil dan merintis gereja-gereja di desa-desa
  yang belum pernah dijamah saksi-saksi Kristen. Halangan terbesar
  untuk memberitakan Injil kepada suku-suku terabaikan adalah tradisi
  fetisisme (pemujaan terhadap benda-benda mati yang dianggap
  keramat). Misionari Idani Moise memberitakan Injil kepada Suku
  Mberme. Dia berhadapan langsung dengan kuasa kegelapan yang
  mematikan. Roh fetisisme yang dikenal sebagai Houpeloihou telah
  membunuh ratusan orang dari tahun ke tahun. Roh tersebut sangat
  mengerikan, bahkan dukunnya pun tidak berani mendekatinya karena
  takut terbunuh. Yang menakjubkan, saat Idani mulai memberitakan
  Injil, dukun fetisisme itu datang menemuinya dan meminta
  pertolongan. Dukun itu mengatakan, "Kabarkanlah berita pembebasan
  itu kepada penduduk desa. Dengan demikian, kami dapat terbebas dari
  serangan-serangan roh fetisisme." Idani memenuhi permintaan
  tersebut. Saat ini ada sekelompok persekutuan Kristen di tengah-
  tengah Suku Mberme.
  [Sumber: E-vangelism Update, September 2004]
  Pokok Doa:
  ----------
  * Bersyukur untuk pelayanan para misionaris yang telah digerakkan
    Tuhan guna menjangkau suku-suku terabaikan di Benin, khususnya
    Suku Mberme.
  * Doakan persekutuan Kristen yang saat ini ada Mberme supaya mereka
    bisa bertumbuh rohaninya dan dapat menjadi saksi bagi suku-suku di
    sekitarnya. Berdoa juga untuk para misionaris pionir yang sedang
    melayani di Benin, supaya dilindungi, mendapat hikmat dan
    kebijaksanaan dari Allah.

*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
~~ DOA BAGI INDONESIA ~~

 Korupsi di Indonesia
  --------------------

  Menurut laporan Badan Pemeriksa Keuangan, penyimpangan keuangan
  negara telah mencapai Rp 166,53 triliun atau sekitar 50% dari APBN
  tahun 2003. Ironisnya, belum ada pemerintah pada masa lalu yang
  berani untuk menangani kasus korupsi tersebut. (Kompas, Sabtu, 2
  Oktober 2004)

  Pokok Doa:
  ----------
  * Pemerintahan yang baru mempunyai keberanian untuk mengatasi
    masalah korupsi dana APBN.

  * Aparat hukum, supaya bertindak bijaksana dan adil dalam mengadili
    pelaku tindak korupsi tersebut.

  * Tim pemberantasan korupsi yang nantinya akan dibentuk pada
    pemerintahan yang baru, supaya dapat melakukan tugas dan tanggung
    jawabnya dengan baik.

  * Para pelaku tindak korupsi, supaya mereka menyadari dan menyesali
    bahwa perbuatan mereka telah merugikan masyarakat banyak.


*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
~~ DARI MEJA REDAKSI ~~

 40 Hari Doa Bagi Bangsa-bangsa versi email
  ------------------------------------------

  Mulai Selasa (5 Oktober 2004), staf e-Doa mengirimkan pokok doa
  versi email dari ",40 Hari Doa bagi Bangsa-bangsa". Seperti biasa,
  kita akan bersama-sama berdoa, supaya Allah bekerja bagi bangsa-
  bangsa yang belum mengenal Injil. Pada tahun 2004 ini, ",40 Hari Doa
  bagi Bangsa-bangsa" diadakan tanggal 5 Oktober - 15 November 2004.
  Setiap hari pada tanggal tersebut, kami akan mengirimkan satu pokok
  doa ke mailbox Anda. Bagi Anda yang belum dan ingin berlangganan,
  silakan mengirim email kosong ke:
  ==>     <subscribe-i-kan-buah-doa@xc.org>

  Adapun bagi Anda yang ingin memiliki versi buku dari panduan doa
  bagi bangsa-bangsa di dunia tersebut, silakan menghubungi pelayanan
  Doa bagi Bangsa-bangsa melalui:
  * email: <a40hdbb@yahoo.com>
  * sms  : 08159849013

  Selamat berdoa!

*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
~~ SURAT ANDA ~~

  Dari: "Imanuel Sine" <itumi.sine@>
  >Shalom,
  >Saya adalah pelayan Tuhan biasa. Misi merupakan bagian dalam
  >pelayanan saya dan keluarga. Tuhan banyak percayakan saya dalam
  >banyak hal, misalnya: pujian, bersaksi dan pertemanan. Sejak 1997,
  >Tuhan percayakan saya dan keluarga memimpin persekutuan masyarakat
  >Kristen di Finlandia (30 orang).
  >Kesaksian saya: Tuhan Yesus setia dan baik, saya terus sukacita
  >melayani Dia.  ==cut==
  >GBU, Iman

  Redaksi:
  Salam kenal untuk Anda dan segenap masyarakat Kristen Indonesia di
  Finlandia. Salah satu yang menjadi kerinduan kami adalah melihat
  pelayanan misi bertumbuh, baik di Indonesia ataupun di luar
  Indonesia. Jika kami dapat membantu mempercepat pertumbuhan itu,
  meskipun tidak secara langsung, kami sangat bersyukur. Kiranya
  prinsip untuk menjadikan misi sebagai bagian dari pelayanan Anda
  sekeluarga bisa ditiru oleh banyak pembaca e-JEMMi lainnya. Teruslah
  maju dalam pelayanan misi. Apabila Anda ingin membagikan kesaksian
  tentang pelayanan di Finlandia, silakan mengirimkannya kepada kami.
  Kami yakin akan menjadi berkat bagi banyak pembaca e-JEMMi. Terima
  kasih atas surat Anda dan selamat melayani di Finlandia!

*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
~~ URLS Edisi Ini ~~

* Mission Network News              http://www.missionnetworknews.org/
* Every Home for Christ                            http://www.ehc.org/
* FRIDAY FAX                          http://www.cmd.org.nz/fridayfax/


_____________________________ DISCLAIMER ____________________________
Bahan-bahan dlm Buletin e-JEMMi disadur dengan izin dari banyak pihak
Copyright(c) 2004 oleh Buletin e-JEMMi --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
Situs YLSA                                  http://www.sabda.org/ylsa/
______________________________________________________________________
Pertanyaan, tanggapan, saran dan kontribusi bahan dapat Anda kirimkan:
Kepala Redaksi --- Natalia Endah S. <owner-i-kan-misi@xc.org>,
atau Staf e-MISI dan Staf Redaksi <owner-i-kan-misi@xc.org>
Staf Redaksi: Natalia Endah S., Ratri, Djoko, Tesalonika, dkk.
______________________________________________________________________
Untuk berlangganan, kirim email kosong ke: subscribe-i-kan-misi@xc.org
Untuk berhenti,   kirim email kosong ke: unsubscribe-i-kan-misi@xc.org
Untuk Situs e-MISI                          http://www.sabda.org/misi/
Untuk Arsip Buletin e-JEMMi       http://www.sabda.org/publikasi/misi/
______________________________________________________________________

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org