Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/misi/2001/4

e-JEMMi edisi No. 4 Vol. 4/2001 (30-1-2001)

KESAKSIAN MISI

--------------------------------------------------------------------
Jurnal Elektronik Mingguan Misi (JEMMi)    Januari 2001, Vol.4 No.04
--------------------------------------------------------------------
                             KESAKSIAN MISI
SEKILAS ISI:

  o [Editorial]
  o [Kesaksian Misi]       : Sebuah Kisah Nyata dari Afrika
  o [Profil/Sumber Misi]   : "Kesaksian" Anda ??
                             =Kumpulan Kesaksian=
                             Fica.Org, Christian Faith, 1 Way Only,
                             Christiantestimonies.Com, He Invites,
                             Daily Wisdom, Testimonies
                             =Cara Menulis Kesaksian=
                             Angie's Story, Christian Testimony Guide,
                             True Stories
                             =Buku Tentang Kesaksian=
                             Bersaksi dengan Mudah
  o [Doa Bagi Misi Dunia]  : Benin, Ghana, Kosovo
  o [Doa Bagi Indonesia]   : Irian Jaya, KJDN
  o [Doa Bagi Asia]        : Hong Kong
  o [Dari Meja Redaksi]    : Tanggapan tentang "Bersaksi Via Internet"
  o [Surat Anda]           : Terima kasih atas kiriman pokok doa e-KJDN
  o [URLs Edisi Ini]

*************************************************************************
Anda diijinkan mengutip/meng-copy/memperbanyak semua/sebagian bahan dari
   e-JEMMi (untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: harus
   mencantumkan SUMBER ASLI dari masing-masing bahan dan e-JEMMi (sebagai
penerjemah/penerbit bahan-bahan tersebut dalam bahasa Indonesia). Thanks.
*************************************************************************

** EDITORIAL **

   Salam dalam Kasih Kristus.

   Di akhir minggu bulan Januari ini, kami tertarik untuk menampilkan
   sebuah kesaksian tentang David Swea yang melakukan pelayanan di
   Afrika. Kekecewaan yang ia alami di Afrika, membuatnya marah pada
   Tuhan dan mengundurkan diri dari pelayanan. Bagaimana kesaksian
   selengkapnya? Silakan anda membacanya di kolom "Kesaksian Misi".

   Selain kesaksian misi anda juga akan mendapatkan informasi tentang
   Situs-situs yang memiliki kumpulan kesaksian misi dari berbagai
   negara di kolom "Sumber Misi". Banyak orang Kristen yang beranggapan
   bahwa bersaksi itu adalah hal yang sulit. Tapi kesulitan itu sering
   kali disebabkan salah satunya karena kita tidak tahu bagaimana
   memulai pembicaraan. Nah, setelah anda menjelajahi Situs-situs yang
   kami rekomendasikan ini kami yakin anda akan punya banyak kisah dan
   kesaksian yang bisa anda pakai untuk memulai pembicaraan anda dengan
   lebih mudah.

   Selamat bersaksi dan Tuhan memberkati.

   Staf Redaksi

----------------------------------------------------------------------
** KESAKSIAN MISI **

                     Sebuah Kisah Nyata dari Afrika
                     ==============================

   Pada tahun 1921, dua pasang suami istri dari Stockholm (Swedia),
   menjawab panggilan Allah untuk melayani misi penginjilan di Afrika.
   Kedua pasang suami istri ini menyerahkan hidupnya untuk mengabarkan
   Injil dalam suatu kebaktian pengutusan Injil. Mereka terbeban untuk
   melayani negara Belgian Kongo, yang sekarang bernama Zaire. Mereka
   adalah David & Svea Flood, serta Joel & Bertha Erickson.

   Setelah tiba di Zaire, mereka melapor ke kantor Misi setempat.
   Lalu dengan menggunakan parang, mereka membuka jalan melalui hutan
   pedalaman yang dipenuhi nyamuk malaria. David dan Svea membawa
   anaknya David Jr. yang masih berumur 2 tahun. Dalam perjalanan,
   David Jr. terkena penyakit malaria. Namun mereka pantang menyerah
   dan rela mati untuk Pekerjaan Injil. Tiba di tengah hutan, mereka
   menemukan sebuah desa di pedalaman. Namun penduduk desa ini tidak
   mengijinkan mereka memasuki desanya. "Tak boleh ada orang kulit
   putih yang boleh masuk ke desa. Dewa-dewa kami akan marah," demikian
   kata penduduk desa itu.

   Karena tidak menemukan desa lain, mereka akhirnya terpaksa tinggal
   di hutan dekat desa tersebut. Setelah beberapa bulan tinggal di
   tempat itu, mereka menderita kesepian dan kekurangan gizi. Selain
   itu, mereka juga jarang mendapat kesempatan untuk berhubungan dengan
   penduduk desa. Setelah enam bulan berlalu, keluarga Erickson
   memutuskan untuk kembali ke kantor misi. Namun keluarga Flood memilih
   untuk tetap tinggal, apalagi karena saat itu Svea baru hamil dan
   sedang menderita malaria yang cukup buruk. Di samping itu David juga
   menginginkan agar anaknya lahir di Afrika dan ia sudah bertekad untuk
   memberikan hidupnya untuk melayani di tempat tersebut.

   Selama beberapa bulan Svea mencoba bertahan melawan demamnya yang
   semakin memburuk. Namun di tengah keadaan seperti itu ia masih
   menyediakan waktunya untuk melakukan bimbingan rohani kepada seorang
   anak kecil penduduk asli dari desa tersebut. Dapat dikatakan anak
   kecil itu adalah satu-satunya hasil pelayanan Injil melalui keluarga
   Flood ini. Saat Svea melayaninya, anak kecil ini hanya tersenyum
   kepadanya. Penyakit malaria yang diderita Svea semakin memburuk
   sampai ia hanya bisa berbaring saja. Tapi bersyukur bayi perempuannya
   berhasil lahir dengan selamat tidak kurang suatu apa. Namun Svea
   tidak mampu bertahan. Seminggu kemudian keadaannya sangat buruk dan
   menjelang kepergiannya, ia berbisik kepada David, "Berikan nama Aina
   pada anak kita," lalu ia meninggal.

   David amat sangat terpukul dengan kematian istrinya. Ia membuat peti
   mati buat Svea, lalu menguburkannya. Saat dia berdiri di samping
   kuburan, ia memandang pada anak laki-lakinya sambil mendengar tangis
   bayi perempuannya dari dalam gubuk yang terbuat dari lumpur. Timbul
   kekecewaan yang sangat dalam di hatinya. Dengan emosi yang tidak
   terkontrol David berseru, "Tuhan, mengapa Kau ijinkan hal ini
   terjadi? Bukankah kami datang kemari untuk memberikan hidup kami
   dan melayani Engkau?! Istriku yang cantik dan pandai, sekarang telah
   tiada. Anak sulungku kini baru berumur 3 tahun dan nyaris tidak
   terurus, apalagi si kecil yang baru lahir. Setahun lebih kami ada
   di hutan ini dan kami hanya memenangkan seorang anak kecil yang
   bahkan mungkin belum cukup memahami berita Injil yang kami ceritakan.
   Kau telah mengecewakan aku, Tuhan. Betapa sia-sianya hidupku!"

   Kemudian David kembali ke kantor misi Afrika. Saat itu David bertemu
   lagi dengan keluarga Erickson. David berteriak dengan penuh
   kejengkelan: "Saya akan kembali ke Swedia! Saya tidak mampu lagi
   mengurus anak ini. Saya ingin titipkan bayi perempuanku kepadamu."
   Kemudian David memberikan Aina kepada keluarga Erickson untuk
   dibesarkan. Sepanjang perjalanan ke Stockholm, David Flood berdiri di
   atas dek kapal. Ia merasa sangat kesal kepada Allah. Ia menceritakan
   kepada semua orang tentang pengalaman pahitnya, bahwa ia telah
   mengorbankan segalanya tetapi berakhir dengan kekecewaan. Ia yakin
   bahwa ia sudah berlaku setia tetapi Tuhan membalas hal itu dengan
   cara tidak mempedulikannya.

   Setelah tiba di Stockholm, David Flood memutuskan untuk memulai
   usaha di bidang import. Ia mengingatkan semua orang untuk tidak
   menyebut nama Tuhan didepannya. Jika mereka melakukan itu, segera
   ia naik pitam dan marah. David akhirnya terjatuh pada kebiasaan
   minum-minuman keras.

   Tidak lama setelah David Flood meninggalkan Afrika, pasangan suami-
   istri Erikson yang merawat Aina meninggal karena diracun oleh kepala
   suku dari daerah dimana mereka layani. Selanjutnya si kecil Aina
   diasuh oleh Arthur & Anna Berg. Keluarga ini membawa Aina ke sebuah
   desa yang bernama Masisi, Utara Konggo. Di sana Aina dipanggil
   "Aggie". Si kecil Aggie segera belajar bahasa Swahili dan bermain
   dengan anak-anak Kongo. Pada saat-saat sendirian si Aggie sering
   bermain dengan khayalan. Ia sering membayangkan bahwa ia memiliki
   empat saudara laki-laki dan satu saudara perempuan, dan ia memberi
   nama kepada masing-masing saudara khayalannya. Kadang-kadang ia
   menyediakan meja untuk bercakap-cakap dengan saudara khayalannya.
   Dalam khayalannya ia melihat bahwa saudara perempuannya selalu
   memandang dirinya.

   Keluarga Berg akhirnya kembali ke Amerika dan menetap di Minneapolis.
   Setelah dewasa, Aggie berusaha mencari ayahnya tapi sia-sia. Aggie
   menikah dengan Dewey Hurst, yang kemudian menjadi presiden dari
   sekolah Alkitab Northwest Bible College. Sampai saat itu Aggie tidak
   mengetahui bahwa ayahnya telah menikah lagi dengan adik Svea, yang
   tidak mengasihi Allah dan telah mempunyai anak lima, empat putra dan
   satu putri (tepat seperti khayalan Aggie).

   Suatu ketika Sekolah Alkitab memberikan tiket pada Aggie dan suaminya
   untuk pergi ke Swedia. Ini merupakan kesempatan bagi Aggie untuk
   mencari ayahnya. Saat tiba di London, Aggie dan suaminya berjalan
   kaki di dekat Royal Albert Hall. Ditengah jalan mereka melihat ada
   suatu pertemuan penginjilan. Lalu mereka masuk dan mendengarkan
   seorang pengkotbah kulit hitam yang sedang bersaksi bahwa Tuhan
   sedang melakukan perkara besar di Zaire. Hati Aggie terperanjat.
   Setelah selesai acara ia mendekati pengkotbah itu dan bertanya,
   "Pernahkah anda mengetahui pasangan penginjil yang bernama David dan
   Svea Flood?" Pengkotbah kulit hitam ini menjawab, "Ya, Svea adalah
   orang yang membimbing saya kepada Tuhan waktu saya masih anak-anak.
   Mereka memiliki bayi perempuan tetapi saya tidak tahu bagaimana
   keadaannya sekarang." Aggie segera berseru: "Sayalah bayi perempuan
   itu! Saya adalah Aggie - Aina!"

   Mendengar seruan itu si Pengkotbah segera menggenggam tangan Aggie
   dan memeluk sambil menangis dengan sukacita. Aggie tidak percaya
   bahwa orang ini adalah bocah yang dilayani ibunya. Ia bertumbuh
   menjadi seorang penginjil yang melayani bangsanya dan pekerjaan Tuhan
   berkembang pesat dengan 110.000 orang Kristen, 32 Pos penginjilan,
   beberapa sekolah Alkitab dan sebuah rumah sakit dengan 120 tempat
   tidur.

   Esok harinya Aggie meneruskan perjalanan ke Stockholm dan berita
   telah tersebar luas bahwa mereka akan datang. Setibanya di hotel
   ketiga saudaranya telah menunggu mereka di sana dan akhirnya Aggie
   mengetahui bahwa ia benar-benar memiliki saudara lima orang. Ia
   bertanya kepada mereka: "Dimana David kakakku ?" Mereka menunjuk
   seorang laki-laki yang duduk sendirian di lobi. David Jr. adalah
   pria yang nampak kering lesu dan berambut putih. Seperti ayahnya,
   iapun dipenuhi oleh kekecewaan, kepahitan dan hidup yang berantakan
   karena alkohol. Ketika Aggie bertanya tentang kabar ayahnya, David
   Jr. menjadi marah. Ternyata semua saudaranya membenci ayahnya dan
   sudah bertahun-tahun tidak membicarakan ayahnya. Lalu Aggie bertanya:
   "Bagaimana dengan saudaraku perempuan?" Tak lama kemudian saudara
   perempuannya datang ke hotel itu dan memeluk Aggie dan berkata:
   "Sepanjang hidupku aku telah merindukanmu. Biasanya aku membuka peta
   dunia dan menaruh sebuah mobil mainan yang berjalan di atasnya,
   seolah-olah aku sedang mengendarai mobil itu untuk mencarimu kemana-
   mana." Saudara perempuannya itu juga telah menjauhi ayahnya, tetapi
   ia berjanji untuk membantu Aggie mencari ayahnya.

   Lalu mereka memasuki sebuah bangunan tidak terawat. Setelah mengetuk
   pintu datanglah seorang wanita dan mempersilahkan mereka masuk. Di
   dalam ruangan itu penuh dengan botol minuman, tapi di sudut ruangan
   nampak seorang terbaring di ranjang kecil, yaitu ayahnya yang dulunya
   seorang penginjil. Ia berumur 73 tahun dan menderita diabetes,
   stroke dan katarak yang menutupi kedua matanya. Aggie jatuh di
   sisinya dan menangis, "Ayah, aku adalah si kecil yang kau tinggalkan
   di Afrika." Sesaat orang tua itu menoleh dan memandangnya. Air mata
   membasahi matanya, lalu ia menjawab, "Aku tak pernah bermaksud
   membuangmu, aku hanya tidak mampu untuk mengasuhnya lagi." Aggie
   menjawab, "Tidak apa-apa, Ayah. Tuhan telah memelihara aku".

   Tiba-tiba, wajah ayahnya menjadi gelap, "Tuhan tidak memeliharamu!"
   Ia mengamuk. "Ia telah menghancurkan seluruh keluarga kita! Ia
   membawa kita ke Afrika lalu meninggalkan kita. Tidak ada satupun
   hasil di sana. Semuanya sia-sia belaka!" Aggie kemudian menceritakan
   pertemuannya dengan seorang pengkotbah kulit hitam dan bagaimana
   perkembangan penginjilan di Zaire. Penginjil itulah si anak kecil
   yang dahulu pernah dilayani oleh ayah dan ibunya. "Sekarang semua
   orang mengenal anak kecil, si pengkotbah itu. Dan kisahnya telah
   dimuat di semua surat kabar." Saat itu Roh Kudus turun ke atas
   David Flood. Ia sadar dan tidak sanggup menahan air mata lalu
   bertobat. Tak lama setelah pertemuan itu David Flood meninggal,
   tetapi Allah telah memulihkan semuanya, kepahitan hatinya dan
   kekecewaannya.

   Pesan ini ditujukan kepada semua orang yang merasa bahwa ia berhak
   untuk marah kepada Tuhan!

   Sumber : http://www.pondokrenungan.com/saksi/evangelism.html

----------------------------------------------------------------------
** PROFIL/SUMBER MISI **

   "KESAKSIAN" ANDA ??
   o Apakah anda ingin dikuatkan iman melalui kesaksian-kesaksian misi?
   o Apakah anda ingin menceritakan kasih Tuhan kepada orang yang belum
     percaya dengan menggunakan kesaksian-kesaksian misi?
   o Apakah anda ingin membagikan kesaksian-kesaksian misi kepada jemaat
     anda agar mereka dikobarkan semangatnya untuk melayani Injil?
   Berikut ini adalah beberapa Situs/Sumber yang dapat anda jelajahi.

* KUMPULAN KESAKSIAN
   ------------------
    FICA.ORG -- TESTIMONIES
==>     http://www.fica.org/~ficalist/fica/sharing/sharing.html
   Dalam Situs FICA.org ini, anda akan menemukan beberapa kesaksian
   dan sharing dari FICA.net members (dalam bahasa Indonesia).

    CHRISTIAN FAITH
==>     http://www.christian-faith.com/truestories.html
   Situs ini berisi kumpulan kesaksian tentang iman dan pengalaman
   pribadi dari umat Kristen dari berbagai penjuru dunia saat mereka
   menerima pengampunan, kasih dan juga penyembuhan dari Allah.

    1 WAY ONLY -- DEVOTIONS & TESTIMONIES
==>     http://www.bright.net/~1wayonly/articles.html
   Kumpulan renungan dan kesaksian

    CHRISTIANTESTIMONIES.COM
==>     http:/www.christiantestimonies.com/
==>     http://www.christiantestimonies.com/scriptoriumtestimonymenu.htm
==>     http://www.christiantestimonies.com/gzone1.htm
   ChristianTestimonies menyajikan newsletter Kristen harian dimana anda
   dapat membaca kesaksian, renungan, artikel-artikel singkat, dll.
   Anda juga bisa berlangganan ke publikasi emailnya lewat Situs ini.

    HE INVITES
==>       http://www.heinvites.org
   Situs ini berisi koleksi kisah pengalaman hidup yang dialami orang-
   orang dari beragam usia yang telah menerima dan percaya Yesus. Anda
   dapat membaca kisah-kisah praktis dan menarik tentang bagaimana
   mereka mengatasi pergumulan dengan masalah iman, narkoba, pernikahan,
   perasaan bersalah, kemarahan, dll.

    DAILY WISDOM
==>     http://www.dailywisdom.org        (renungan harian Kristen)
==>     http://www.gospelcom.net/guide/webwork.html lists (kesaksian)

    TESTIMONIES
==>     http://www.gospelcom.net/guide/testimony.html
==>     http://www.entourages.com/barbs/testimony.htm
==>     http://www.christianyouth.org/Tesimonies/testimonies.asp


* CARA MENULIS KESAKSIAN  [Dari e-JEMMi edisi Vol. 03 No. 039]
   ----------------------
    ANGIE'S STORY
==>     http://www.web-evangelism.com/testimony.html
   Memberikan ide-ide tentang cara menulis kesaksian.

    CHRISTIAN TESTIMONY GUIDE
==>     http://www.brigada.org/today/articles/webtestimony.html
   Bagaimana menulis kesaksian di internet ataupun traktat.

    TRUE STORIES
==>     http://www.brigada.org/today/articles/webtestimony.html
   Arti pentingnya kesaksian-kesaksian yang disampaikan dan bagaimana
   cara menulis kesaksian untuk para pembaca yang non-Kristen.

* BUKU TENTANG KESAKSIAN
   ----------------------
    BERSAKSI DENGAN MUDAH
   C.S. Lovett dalam bukunya 'Bersaksi dengan Mudah' menulis tentang:

     "Banyak orang yang beranggapan bahwa bersaksi itu merupakan
   sesuatu yang sulit, sehingga mereka merasa takut untuk melakukannya.
   Mereka mengira bahwa dalam bersaksi harus memenangkan jiwa. Mereka
   berpendapat demikian karena mereka belum mengetahui arti bersaksi
   dan bagaimana caranya bersaksi.

     "Bersaksi itu sebenarnya lebih mudah  daripada yang anda
   bayangkan. Ketahuilah bahwa anda dapat dipakai oleh Tuhan untuk
   membawa orang datang kepada Tuhan Yesus. Bersaksilah tentang Tuhan
   Yesus maka anda akan melihat kuasa Allah bekerja. Roh Kudus akan
   menolong setiap orang yang mau bersaksi tentang Tuhan Yesus. Anda
   hanya berfungsi sebagai alat di dalam tangan-Nya.

     "Dalam bukunya 'Bersaksi dengan Mudah' ini, C.S. Lovett mengajarkan
   tentang teknik bersaksi dengan mudah secara bertahap. Sedikit demi
   sedikit anda akan dibimbing dan dengan tak terasa anda sudah dapat
   bersaksi. Bersediakah anda melakukan-Nya? Anda dapat membuktikannya
   sendiri." (*)

   Sumber: (*) Kutipan dari Sampun Buku :
       Judul    : Bersaksi dengan Mudah
       Penulis  : C.S. Lovett
       Penerbit : Yayasan Kalam Hidup

----------------------------------------------------------------------
** DOA BAGI MISI DUNIA **

 B E N I N
   Satu tim yang terdiri atas 17 orang suku Ayizo di Benin telah
   berjalan sejauh 10 mil untuk mengabarkan Injil di 3 desa terabaikan
   yang merupakan tempat tinggal suku Ci. Tim tadi berkunjung dari
   rumah ke rumah dan menceritakan tentang berita keselamatan. Tim
   ini diterima dengan baik di ketiga desa itu. Bahkan dua desa
   mengundang kembali tim ini ke desa untuk mendiskusikan tentang
   bagaimana memulai kelompok-kelompok pemahaman Alkitab.
   Sumber: Advance Newsletter, August 24
   * Bersyukur pada Tuhan karena telah menggerakkan hati 17 orang suku
     Ayizo untuk melakukan pelayanan lintas budaya dan menceritakan
     tentang Kabar Baik kepada suku Ci. Doakan agar pelayanan tersebut
     terus berlanjut.
   * Doakan agar kerinduan untuk memulai kelompok-kelompok pemahaman
     Alkitab dapat segera terpenuhi.

 G H A N A
   Bulsa Mission Team berkunjung ke desa Bacheasa -- sebuah desa yang
   sangat terpencil di Ghana yang belum memiliki gereja. Tim ini tidak
   pernah menyangka bahwa kepala desa dan juga penduduk desa meminta
   dengan sangat agar tim tersebut bersedia merintis sebuah gereja di
   desa itu. Seluruh penduduk desa melihat film Yesus yang diputar
   oleh tim tersebut dan sebagian besar dari mereka bersedia memberikan
   hidupnya pada Yesus saat itu juga. Kepala desa bercerita kepada
   tim itu bahwa mereka telah lelah melayani dewa-dewa yang salah.
   Penduduk desa memohon dengan sangat agar tim tidak meninggalkan
   desa itu dan bersedia mendirikan sebuah gereja untuk menolong para
   penduduk dalam pertumbuhan iman mereka. Saat ini, sekitar 100 orang
   beribadah bersama di gereja baru yang didirikan oleh Bulsa Mission
   Team.
   Sumber: Ghana Mail, November 8, 2000
   * Bersyukur untuk setiap penduduk yang telah mengenal Kristus dan
     terus berdoa agar iman mereka terus bertumbuh dan dapat menjadi
     saksi-saksi Kristus di lingkungan sekitarnya.

 K O S O V O
   DS dari Partners in Progress, sebuah pelayanan dari Church of Christ,
   telah mengadopsi dan merawat orang-orang Keshkove yang tinggal di
   Kosovo. Menurut laporan Christian Chronicle, orang-orang Keshkove
   tidak memiliki sarana yang mendukung kebutuhan mereka kecuali
   beberapa tumbuhan yang mereka tanam di kebun. Bekerja sama dengan
   orang-orang Kristen dari beberapa negara, DS menyediakan cukup banyak
   tepung, beras dan susu bubuk untuk mencukupi kebutuhan mereka. DS
   juga menyediakan 30 guru bahasa Inggris dari U.S., Singapura,
   Republik Czech dan Scotlandia untuk mengajar 300 siswa. Dua diantara
   siswa tersebut baru-baru ini telah dibaptis. Sebagian besar penduduk
   Kosovo adalah muslim.
   Sumber: WHAT IN THE WORLD...is God doing? December 2000
   * Doakan agar melalui pelayanan yang dilakukan DS dan timnya dapat
     digunakan sebagai sarana untuk mengenalkan Kristus kepada orang-
     orang Keshkov.
   * Berdoa untuk dua siswa yang telah dibaptis agar iman mereka
     semakin kuat dan bertumbuh di tengah-tengah lingkungan yang tidak
     mendukung.

----------------------------------------------------------------------
** DOA BAGI INDONESIA **

  IRIAN JAYA
  * Persoalan mendasar antara pemerintah, pemberontak dan aparat
    keamanan dapat segera diselesaikan dengan damai. Allah melembutkan
    hati setiap pihak sehingga tidak lagi terjadi pertumpahan darah.
  * 18 orang yang ditawan pemberontak agar mereka mendapat perlakuan
    dan perlindungan yang memadai serta dapat segera dibebaskan.
    (Sumber: KABAR-IRIAN: [EN] Irian News - 1/24/01)

  e-KJDN [Kalender Jaringan Doa Nasional]
  * Pokok Doa -- 30 Januari 2001
    Doakanlah Visi & Prakarsa sebagai wadah informasi dan komunikasi
    antar pelayanan gereja & Lembaga Kristiani. Doakan juga KJDN
    (Kalender Jaringan Doa Nasional) agar terus menyampaikan pokok-
    pokok doa & menjadi katalis bagi kegerakan doa diseluruh tanah
    air.
  * Pokok Doa -- 31 Januari 2001
    Berdoa bagi hamba-hamba-Nya yang mengasihi Tuhan agar diberi
    kemampuan untuk melaksanakan tugas yang semakin banyak. Doakan
    pendanaan yang dibutuhkan bagi pengadaan fasilitas yang dipakai
    untuk mendukung pelayanan jaringan kebersamaan.
    (Sumber: KJDN - Januari; < subscribe-i-kan-buah-doa@xc.org > )

----------------------------------------------------------------------
** DOA BAGI ASIA **

 HONG KONG
   ---------
   Luas: 1.061 km2. Jumlah Penduduk (1995): 6.159.000
   Suku bangsa: Orang Cina 97%, orang lain 3%.
   Pengungsi: Manusia perahu Vietnam 160.000.
   Bahasa Nas.: Cina, Inggris.

   Sejak tahun 1997, Hong Kong telah menjadi daerah administrasi khusus
   Cina. Wilayahnya terdiri dari semenanjung yang bergunung-gunung dan
   230 pulau di pesisir propinsi Gwangdong, Republik Rakyat Cina (RRC).
   Hong Kong termasuk salah satu daerah yang terpadat penduduknya di
   dunia.

   Perekonomian di Hong Kong tumbuh pesat, sehingga menjadi salah satu
   pusat keuangan, perdagangan dan industri terkemuka di dunia. Hong Kong
   adalah hampir setengah dari sumber devisa Cina. Namun, ketidakpastian
   akan masa depan telah mengurangi gairah perkembangan ekonominya.

   Hong Kong telah menjadi koloni kerajaan Inggris sejak th. 1842,
   kemudian dikembalikan ke Cina pada th. 1997 sebagai daerah
   Administrasi Khusus dengan pemerintahan sendiri, sistem hukum,
   keuangan dan perdagangan internasional, yang dijamin selama 50 tahun.

   Ada kebebasan beragama di Hong Kong, tetapi banyak orang takut akan
   terjadi tekanan dan kendali dari RRC sesudah th. 1997, meskipun para
   pejabat memberi jaminan. Yang tidak beragama 15,2%; Agama-agama Cina
   66%; Agama-agama baru 3,6%; Islam 1%; Hindu 0,12%; Sikh 0,02%;
   Kristen 14,1%; Protestan 8,5%.

   Misionaris yang melayani ke HK/Cina 761 (1:7.700 penduduk) dari 108
   lembaga, dari Hong Kong 220 (1:2.250 orang Protestan) dari 33 lembaga,
   155 luar negeri, 93 lintas budaya, 127 lokal.

   POKOK DOA:
   1. Umat Kristen berkembang pesat pada th. 60-an, tetapi sekarang
      pertumbuhannya lambat karena banyak perpindahan ke luar negri
      dan banyak anak muda putus sekolah. Berdoa agar orang Kristen
      menggunakan tahun-tahun yang penting ini dengan efektif untuk
      penginjilan, pemuridan dan meletakkan dasar yang kuat bagi gereja.

   2. Pemimpin-pemimpin Kristen seharusnya memainkan peranan penting
      dalam th. 90-an, tetapi jumlah hamba Tuhan sangat sedikit dan
      sebagian besar sudah meninggalkan negaranya. Ada sebanyak 849
      murid di 17 seminari dan Sekolah Alkitab pada th. 1990, lebih
      dari separuhnya adalah wanita. Doakan para staf dan mahasiswa di
      seminari-seminari tersebut, termasuk Seminari KINGMI, Sekolah
      Teologia Cina tingkat sarjana dan Seminari Teologia Baptis.

   3. Pelayanan orang Kristen di antara para penjahat, pencandu obat
      bius dan orang miskin. Pelayanan ini bertambah dan dapat dikatakan
      cukup berhasil (sebagian adalah hasil pelayanan dari Lembaga Santo
      Stephen yang dipelopori oleh Jackie Pullinger).

   4. Visi misi gereja-gereja Hong Kong yang sedang bertumbuh. Ada
      dorongan untuk melakukan pelayanan terhadap orang-orang percaya
      di RRC dan untuk pelayanan misi ke luar negeri. Doakan agar beban
      ini terus bertumbuh dan tidak dihalangi oleh ketakutan akan masa
      depan.

   5. Hong Kong adalah pusat media yang amat penting. Kelompok seperti
      Komunikasi Kristen Ltd. dan AO telah memberi sumbangan yang
      penting. Literatur ditulis, dicetak, diterbitkan dan disalurkan
      dalam jumlah besar (CLC, EHC, CMA). Alkitab-Alkitab dicetak bagi
      dunia, dan Lembaga Alkitab memegang peranan penting. Studio-studio
      radio menyiapkan siaran-siaran untuk FEBC, FEBA ,TWR dan banyak
      lembaga radio lainnya. Berdoa agar peranan ini berlanjut setelah
      th. 1997.

Sumber:
   * Buku; "DOAKANLAH ASIA! Pedoman Pokok Doa untuk Negara-negara Asia";
     karya Patrick Johnstone.
     [Bagian dari Buku Asli; "OPERATION WORLD, The Day-by-Day Guide to
     Praying For the World"; karya Patrick Johnstone, 1993]
   * CD-ROM SABDA

----------------------------------------------------------------------
** DARI MEJA REDAKSI **

 BERSAKSI VIA INTERNET?
   ======================
   Berikut ini adalah salah satu dari tanggapan-tangapan yang dikirim ke
   Redaksi tentang bersaksi via internet. Tanggapan-tanggapan lainnya
   akan kami tayangkan dalam edisi minggu depan. Kami mengucapkan terima
   kasih atas kiriman tanggapannya. Ada yang mau kirim lagi :)

   Dari: "Nathanael Kasanudin" <Kasanudin@>
   Subject: Bersaksi lewat internet.

   >Syaloom,...
   >Saya ingin memberikan pendapat saya tentang bersaksi lewat internet,
   >yang di edisi 04-03 2001.
   >Menurut saya: Apakah anda setuju membagikan kesaksian via internet?
   >YA... Sangat SETUJU  sekali :) Mengapa? Saya pikir:
   >PERTAMA : dengan kita bersaksi lewat internet, (saya gak tau,
   >apakah bersaksi dengan halaman browse internet, atau lewat
   >chatting); kita, yang khususnya anak-anak Bapa, yang mungkin
   >kerohanian kita sedang tawar, terjatuh, atau sedang kering itu BISA
   >dibangkitkan, dihiburkan dan ditegakkan lagi. Kita kemudian mulai
   >menyadari lagi, bahwa ada Seorang Pelindung yang SELALU menjaga
   >kita, menghiburkan kita, memberikan kekuatan kepada kita, dllllllll
   >(saking banyaknya :).

   >KEDUA : khusus untuk saudara sepupu kita, mereka bisa dengan benar-
   >benar MELIHAT bahwa, ternyata Tuhannya orang Kristen itu benar-
   >benar Tuhan yang HIDUP, Tuhan yang Wuiiihhhh...Dahsyat man !!.
   >Terus....ya udah kita artinya dikatakan sudah menginjil, mengatakan
   >Kabar Baik. Tuhan khan TIDAK ngomong gimana caranya memperkenalkan
   >nama Yesus, tapi Dia hanya katakan : Pergilah dan BERITAKANlah
   >Kabar Baik; entah itu lewat internet, ngobrol-ngobrol, dll. "yang
   >penting memperkenalkan nama Tuhan Yesus Kristus, ya khan ???"
   >Ok deh....saya pikir itu aja...
   >Syallom... Nathanael Kasanudin.

----------------------------------------------------------------------
** SURAT ANDA **

   Dari: Kencana Saragih <cansrg@>
   Subject: Re: [e-KJDN] Januari 2001
   >Salam dalam kasih Yesus Kristus.
   >Saya sangat senang sekali kalau KJDN ini sekarang bisa didapatkan
   >melalui milis ini. Saya akan dengan senang hati menerimanya. Selama
   >ini saya juga sering dapat, tapi diberikan. Semoga Tuhan terus
   >memberkati pelayanan ini.
   >Salam, Kencana

   Redaksi:
   Bagi pembaca e-JEMMi yang belum tahu, e-KJDN adalah Publikasi Doa
   yang terbit satu bulan sekali, berisi pokok-pokok doa selama satu
   bulan. Ini adalah lanjutan dari Proyek/Publikasi e-Doa yang juga
   didukung oleh e-MISI dan I-KAN. Untuk berlangganan anda bisa kirim
   email kosong ke:   ==>    < subscribe-i-kan-buah-doa@xc.org >
   Untuk Sdr. Kencana, kami telah sampaikan ucapan terima kasih anda
   kepada Redaksi e-KJDN. Kiranya kita akan semakin disatukan dalam
   doa. Terima kasih atas dukungan doanya. Tuhan senantiasa memberkati
   pelayanan anda. Satu hal lagi, jangan lupa untuk menceritakannya,
   baik e-KJDN dan e-JEMMi, pada teman-teman anda. Sekali lagi terima
   kasih atas dukungan doanya, semoga Tuhan senantiasa memberkati
   pelayanan anda.
   Oh-yeah ... untuk menulis langsung kepada Staf/Redaksi e-KJDN,
   silakan kirim ke:   ==>    < owner-i-kan-buah-doa@xc.org >

----------------------------------------------------------------------
** URLS Edisi Ini **

* FRIDAYFAX                  http://www.egroups.com/groups/FridayFax/
* WHAT IN THE WORLD... http://www.egroups.com/messages/whatintheworld


_____________________________ DISCLAIMER _____________________________
Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari macam-macam pihak.
Copyright(c) 2001 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
______________________________________________________________________
Pertanyaan, tanggapan, saran dan kontribusi bahan dapat anda kirimkan:
Kepala Redaksi --- Natalia Endah S. <owner-i-kan-misi-JEMMi@xc.org>,

atau Staf e-MISI dan Staf Redaksi <owner-i-kan-misi@xc.org>
Staf Redaksi: Rudy Kurniadi, Natalia Endah S., Tabita Rini Utami, dkk.
______________________________________________________________________
Situs Web e-MISI/e-JEMMi (Arsip/Link/dll):  http://www.sabda.org/misi/
Untuk berlangganan, kirim email kosong ke: subscribe-i-kan-misi@xc.org
Untuk berhenti,   kirim email kosong ke: unsubscribe-i-kan-misi@xc.org
Untuk Arsip ...                     http://www.sabda.org/misi/e-jemmi/
______________________________________________________________________

"Keberhasilan bukanlah membawa seseorang kepada Kristus.
    Keberhasilan adalah memancarkan hidup kristiani,
      bersaksi tentang Injil, dan mempercayakan hasilnya kepada Allah."
                          [SMI-002: BAGAIMANA BERSAKSI TANPA BERDEBAT?]



_I-KAN_________________________________________________________e-MISI_
 'Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata:
 "Siapakah yang akan Kuutus,  dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" 
  Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"'                 (Yesaya 6:8)

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org