Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/misi/2001/30

e-JEMMi edisi No. 30 Vol. 4/2001 (31-7-2001)

--------------------------------------------------------------------
Jurnal Elektronik Mingguan Misi (JEMMi)       Juli 2001, Vol.4 No.30
--------------------------------------------------------------------

SEKILAS ISI:

  o [Editorial]
  o [Kesaksian Misi]       : Tuhan Sanggup Melindungi
  o [Profil/Sumber Misi]   : Indigitech,
                             Asia Pacific Consultation On Discipleship
  o [Doa Bagi Misi Dunia]  : China, Jerman, Filipina
  o [Doa Bagi Indonesia]   : Doa Nehemia 2
  o [Doa Bagi Asia]        : Singapura
  o [Dari Meja Redaksi]    : Kolom Kesaksian Misi
  o [Surat Anda]           : Pengiriman e-JEMMi
  o [URLs Edisi Ini]

***********************************************************************
Anda diijinkan mengutip/mengcopy/memperbanyak semua/sebagian bahan dari
e-JEMMi (untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: harus
mencantumkan SUMBER ASLI dari masing-masing bahan dan e-JEMMi (sebagai
penerjemah/penerbit bahan-bahan tersebut dlm bahasa Indonesia). Thanks.
***********************************************************************

** EDITORIAL **

   Salam Sejahtera.

   Setelah melewati suasana yang cukup menegangkan bagi bangsa kita dua
   minggu terakhir ini, khususnya di Jakarta, maka kita bisa sedikit
   bersyukur lega karena kemelut politik ini bisa berjalan dengan cukup
   damai. Di satu pihak kita bersyukur untuk berakhirnya SI MPR dan
   pergantian Presiden dan Wakil Presiden Indonesia. Tapi di pihak lain
   kita masih harus terus berdoa karena perjuangan belum berakhir.
   Banyak permasalahan negara yang belum tuntas dan memerlukan
   penanganan yang serius. Mari kita terus berdoa bagi bangsa kita agar
   senantiasa dilindungi Tuhan dari hal-hal yang tidak berkenan kepada-
   Nya.

   Berbicara tentang perlindungan Allah, maka dalam edisi ini, e-JEMMi
   akan menampilkan sebuah kesaksian tentang perlindungan Allah bagi
   Ritha yang melakukan pelayanan di desa Bissau, Afrika Utara. Dan
   juga beberapa kesaksian lain dari beberapa negara tentang kasih
   pemeliharaan Allah terhadap umat-Nya. Nah... simak edisi ini dan
   jangan lupa membagikan berkat-berkat yang anda peroleh kepada teman-
   teman anda yang lain.

   Selamat melayani dan terus berdoa dengan tidak jemu-jemu bagi bangsa
   kita.

   Staf Redaksi

----------------------------------------------------------------------
** KESAKSIAN MISI **

   Kita sungguh bersyukur karena memiliki Allah yang begitu luar biasa
   Dia Allah yang setia dan selalu melindungi anak-anak-Nya. Berikut
   ini adalah kesaksian dari Ritha M. yang mengisahkan tentang
   bagaimana Allah yang dia percaya sanggup melindungi dia saat
   melayani penduduk desa Bissau di Afrika Barat.


                        TUHAN SANGGUP MELINDUNGI
                        ========================

   Tgl. 14 - 22 November 2000 yang lalu saya berada di desa Bula (40 km
   dari Bissau) dan tinggal bersama keluarga pendeta. Ini adalah bagian
   dari program orientasi saya, agar lebih mengerti budaya Afrika dan
   juga menikmati persekutuan dengan mereka. Selama di sana kami pergi
   ke berbagai desa yang lain untuk mengadakan penginjilan dan juga
   mengunjungi orang Kristen yang tinggal di desa terpencil. Kadangkala
   kami harus berjalan jauh (10-12 km) untuk mencapai satu tempat.
   Terik matahari yang menyengat cukup menguras tenaga. Namun setelah
   tiba dan melihat betapa sukacitanya mereka menyambut kami dan juga
   kesediaan mereka untuk mendengar Injil maka rasa capek tidak
   terasakan lagi. Puji Tuhan saya sungguh menikmati waktu tersebut.

   Tgl. 22 November, saya kembali ke Bissau. Menyeberangi sungai dengan
   perahu adalah bagian dari perjalanan kami. Perahu memuat penumpang
   lebih dari daya tampungnya, hal ini biasa terjadi di sini. ...
   Waktu saya tiba di Bissau, saya langsung diberitahu bahwa situasi
   di Bissau sedang tegang. Semua teman misionari di pedesaan sudah
   dihubungi lewat radio agar mereka tidak datang ke Bissau. Tapi
   kemungkinan waktu pengumuman radio, saya sedang dalam perjalanan,
   sehingga saya tidak tahu. Bekas pimpinan militer sedang menggalang
   kekuatan untuk melawan pemerintah. Dan waktu itu kekuatan militer
   terbagi dua, separuh memihak pemerintah dan separuh memihak
   pemberontak. Saya tidak berpengalaman menghadapi perang seperti
   teman-teman WEC yang lain yang sudah pernah menghadapi perang
   saudara di Bissau tahun yang lalu. Namun demikian, Tuhan sungguh
   memberi saya damai sejahtera, tanpa rasa takut dan panik.

   Malamnya kami berkumpul dan mengambil waktu berdoa untuk minta
   pimpinan Tuhan tentang apa yang harus kami lakukan. Apakah kami
   harus meninggalkan Bissau malam itu juga atau menunggu sampai pagi.
   Kalau kami pergi malam itu, maka masih ada kemungkinan bagi kami
   untuk mengungsi ke desa lain karena jalan masih terbuka. Hanya ada
   satu jalan untuk keluar dari Bissau yaitu lewat darat. Setelah
   berdoa, malam itu kami memutuskan untuk tidak pergi sampai keesokan
   harinya, namun kami diminta untuk mengepak barang-barang yang
   penting. Malam itu saya tidur sangat nyenyak mungkin juga karena
   kecapekan.

   Menjelang subuh saya terbangun dan mengambil waktu untuk berdoa.
   Ketika saya sedang berdoa, saya mendengar seseorang menggedor pintu
   gerbang. Saya langsung tahu bahwa sesuatu akan terjadi. Tuhan
   sungguh memenuhi saya dengan damai sejahtera-Nya. Saat itu kami
   diberitahu, bahwa sebentar lagi akan dilontarkan tembakan, untuk itu
   kami diminta untuk segera mengungsi. Kami masih berada di tempat dan
   tiba-tiba terdengar dentuman senjata bertalu-talu. Meski demikian
   Tuhan tetap memberi saya sejahtera dan tanpa panik menolong teman
   yang lain berkemas.

   Akhirnya pimpinan kami datang dengan mobil dan kami pergi menjemput
   seorang ibu beserta 3 orang anaknya yang masih kecil dan saudaranya,
   karena saat itu suaminya sedang di Brasil. Dalam perjalanan, kami
   melihat begitu banyak orang dengan barang mereka berjalan di tengah
   gelap. Hati saya sangat tersentuh dan menjerit kepada Tuhan untuk
   mendoakan mereka. Kami pergi ke rumah seorang pendeta (19 km dari
   lokasi tembak-menembak). Setelah menurunkan kami, pimpinan kembali
   ke lokasi untuk menolong mengangkut para pengungsi lain.

   Setelah hari mulai terang, saya pergi ke tempat pengungsian dan
   memberitakan Injil. Puji Tuhan saat itu beberapa orang menerima
   Yesus. Tuhan sungguh melakukan mujizat di negara ini, tiba-tiba
   sebagian pasukan pemberontak berbalik memihak pada pemerintah dan
   akhirnya sore hari itu situasi terkendali dan mulai normal kembali.
   Pemerintahan mengumumkan lewat radio meminta agar semua orang
   kembali ke rumah mereka. Saya senang sekali, oleh karena untuk
   kesekian kalinya Tuhan melindungi saya.

   Sumber: Terang Lintas Budaya, Edisi 45

----------------------------------------------------------------------
** PROFIL/SUMBER MISI **

 INDIGITECH (YWAM Frontier Mission Contextual Resources Website)
==>     http://www.createinternational.com/indigitech
   Indigitech merupakan kombinasi dari kata 'indigenous', 'digital',
   and 'technology' Indigitech adalah sumber online yang menyediakan
   sumber-sumber penginjilan lintas budaya guna menolong para
   misionaris yang melayani di daerah-daerah perbatasan. Kerinduan dari
   Indigitech adalah melayani mereka yang ingin mengabarkan Injil
   kepada orang-orang yang sama sekali tidak memiliki akses untuk
   mendengarkan Injil, dengan kata lain mereka ingin menjadi jembatan
   yang menghubungkan antara sarana-sarana penginjilan (seperti
   traktat, video, kaset audio dan media lain) dengan mereka yang
   membutuhkannya. Indigitech juga menyediakan materi-materi misi
   kontekstual yang dapat di-download dan juga link-link ke sumber-
   sumber misi online lainnya.

 ASIA PACIFIC CONSULTATION ON DISCIPLESHIP
==>     http://www.summerfruit.org/apcod
   Lebih dari 20 pembicara dari wilayah Asia dan Pasifik saling
   mensharingkan pelayanan mereka di hadapan lebih dari 400 delegasi
   dari 30 negara. Mereka telah mengadakan pertemuan First Asian
   Pacific Consultation On Discipleship (APCOD) di Sabah Malaysia pada
   tanggal 25-28 Juli yang lalu. Lebih dari 40 orang Kristen dari
   negara China mengikuti pertemuan ini karena mendapat dukungan dari
   Asia Outreach President, David Wang, yang mengatakan bahwa APCOD
   merupakan perwujudan kerinduan untuk melihat Gereja dapat memuridkan
   banyak orang dan kerinduan itu sejalan dengan apa yang saat ini
   dilakukan Roh Kudus di seluruh dunia. Anda dapat berkunjung ke Situs
   APCOD untuk mengetahui materi pemuridan dan hasil dari First APCOD.

----------------------------------------------------------------------
** DOA BAGI MISI DUNIA **

 C H I N A
   Sekelompok pekerja Kristen mengunjungi sebuah desa terpencil di
   China Selatan agar dapat mengenal penduduk desa itu dan sekaligus
   mengabarkan Injil kepada mereka. Sesudah penduduk desa itu melihat
   pemutaran Film Yesus, mereka meminta waktu selama 2 bulan untuk
   memikirkan makna dari Film Yesus. Oleh karena itu sebelum pergi,
   tim pekerja Kristen itu meninggalkan materi-materi tentang
   penginjilan dan juga kaset yang berisi kisah tentang Yesus. Dua
   bulan kemudian, tim pekerja itu kembali mengunjungi desa itu dan
   melihat ternyata para penduduk desa telah mendengarkan kaset Yesus
   dan telah mendiskusikannya dengan sungguh-sungguh. Pada malam itu
   juga, seluruh penduduk desa yang berjumlah 50 orang berdoa dan
   menerima Kristus sebagai Juruselamat mereka.
   Sumber: FridayFax, July 2001
   * Mari kita bersyukur untuk seluruh penduduk desa yang telah
     bertobat dan menerima hidup baru di dalam Kristus.
   * Doakan juga untuk tim yang akan menindaklanjuti pelayanan di sana.

 J E R M A N
   Satu tim orang Kristen yang merencanakan untuk mendirikan sebuah
   gereja di Papenburg, Jerman Utara sangat terheran-heran saat seorang
   pengusaha terkenal di Jerman menelepon salah seorang anggota tim
   tersebut. Pengusaha itu mengatakan bahwa dia ingin menyediakan
   sebuah ruang khusus yang dapat digunakan sebagai tempat ibadah.
   Gereja hanya perlu mengeluarkan uang untuk memperbaiki tungku
   pemanas. Ruangan yang disediakan itu masih memerlukan beberapa
   perbaikan, namun pengusaha yang sama sekali belum mengenal Kristus
   ini, telah memberikan dana sekitar US ,000 untuk merenovasi
   ruangan yang akan digunakan untuk tempat beribadah.
   Sumber: FridayFax, July 2001
   * Bersyukur untuk pemeliharaan Tuhan atas umat-Nya di Papenburg
     ini sehingga mereka dapat memiliki tempat ibadah yang baru.
   * Berdoa agar pengusaha itu tidak hanya terbeban untuk memberikan
     bantuan keuangan tetapi juga mau memberikan hatinya pada Yesus.

 F I L I P I N A
   Ada sekitar 200.000 suku Yakan yang tinggal di Basilan, Mindanao.
   Hampir semuanya menganut agama non-Kristen dan tetap memegang teguh
   kebudayaan lokal. Kurang lebih 70 tahun yang lalu, banyak orang
   Kristen yang melayani suku Yakan dan ada banyak gereja didirikan.
   Namun, gereja-gereja itu telah ditutup karena 8 tahun yang lalu para
   pendeta Yakan menerima ancaman-ancaman pembunuhan. Saat ini, dengan
   petunjuk dan bimbingan Tuhan, gereja bawah tanah bagi suku Yakan
   mulai dirintis. Para pekerja telah menyiapkan pemutaran Film Yesus
   dalam bahasa Yakan. Para misionaris telah mengabarkan Injil semenjak
   tahun 1930, suku Yakan masih ragu-ragu untuk menerima Injil.
   Sumber: Global Prayer Digest, June 12
   * Doakan agar usaha para pekerja untuk menjangkau suku Yakan melalui
     pemutaran Film Yesus dapat berhasil.
   * Berdoa juga agar Allah melembutkan hati dan menghapuskan keragu-
     raguan suku Yakan untuk menerima KasihNya.

----------------------------------------------------------------------
** DOA BAGI INDONESIA **

   "DOA NEHEMIA 2"
   ---------------

   "Doa Nehemia 2", dengan tema "Gereja yang Bertobat bagi Pemulihan
   Bangsa", diselenggarakan oleh Tim Kerja "Doa Nehemia" (Alumni
   Persekutuan Mahasiswa Kristiani Teknik UGM Yogyakarta) dan beberapa
   Hamba Tuhan.

   Sebagai hasil dari pelaksanaan "Doa Nehemia" tgl. 7 Mei 2001 yang
   lalu, dimana Tim Kerja "Doa Nehemia" mendapat banyak respon positif
   dan masukan agar acara serupa dapat dilaksanakan kembali serta dapat
   dihadiri lebih banyak peserta, maka dengan ini Tim Kerja "Doa Nehemia"
   mengajak keikutsertaan Gereja untuk terlibat baik dalam Tim Kerja
   langsung ataupun dukungan doa pada acara "Doa Nehemia 2" yang akan
   diselenggarakan pada:
   Tema      : Gereja yang Bertobat bagi Pemulihan Bangsa
   Acara     : "Doa Nehemia 2"
               - Refleksi kehidupan Bangsa
               - Doa syafaat bagi bangsa dan negara
   Hari/Tgl. : Jumat, 17 Agustus 2001
   Jam       : 13.00 - selesai
   Tempat    : Panin Bank Building Lt.4 Hall A/B Senayan, Jakarta 10270

   Untuk memberikan informasi selengkapnya mengenai detail acara yang
   telah diselenggarakan sebelumnya, maka telah disediakan proposal
   "Doa Nehemia" beserta pokok-pokok doa yang menjadi pergumulan kita
   bersama. Mohon agar beban doa ini dapat ikut menjadi beban doa
   gereja.

   Tim Kerja "Doa Nehemia 2" sungguh mengharapkan partisipasi dan
   dukungan dari Gereja baik berupa keterlibatan dalam Tim Kerja,
   penyebaran pokok doa dan kehadiran seluruh jemaat Gereja untuk hadir
   pada acara "Doa Nehemia 2".

   Untuk informasi langsung silakan kontak Gunawan Santoso di alamat:
                  <gunawans@panin.co.id>

   * Doakan agar Pertemuan "Doa Nehemia 2" dapat berjalan dengan baik
     dan juga segenap panitia terus bersandar pada kekuatan Allah dalam
     menyelenggarakan PD tersebut.

   * Berdoa untuk Love Ministry yang bekerja sama dengan kami pada "Doa
     Nehemia 2" ini dan rencananya untuk mengadakan 'safari pelayanan'
     ke Jawa, Bali dan Lombok mulai minggu ketiga Agustus 2001 ini.
     [Dalam kesempatan itu, mereka akan membawa VCD atau Video dan
     bahan "Doa Nehemia 2", untuk melakukan doa syafaat di kota-kota
     yang mereka kunjungi.]

----------------------------------------------------------------------
** DOA BAGI ASIA **

 SINGAPURA (Republik Singapura)

   Luas: 620 km2. Terdiri dari satu pulau yang besar dan banyak pulau
                 yang kecil di ujung selatan Semenanjung Malaysia.
   Penduduk (1995): 2.836.000 orang
   Suku bangsa:  Masyarakat yang multi-rasial dan multi-bahasa. Orang
                 Cina 77,7%; Orang Melayu 14,1%; Orang India 7,1%.
                 Orang lain 1,1%.
   Bebas buta huruf: 90%
   Bahasa resmi: Bhs. Mandarin (Cina), bhs. Inggris, bhs. Melayu dan
                 bhs. Tamil (India).
   Agama Kristen: 14%
   Ada kebebasan beragama, namun karena ingin mempertahankan harmoni di
   antara suku-suku bangsa yang berbeda agama ini, maka mempromosikan
   agama di depan umum dibatasi oleh undang-undang.

   Ekonomi: Bertumbuh pesat sejak kemerdekaan, menjadi salah satu pusat
   keuangan dan perdagangan yang paling efektif di dunia. Pelabuhan
   tersibuk nomor dua di dunia setelah Hong Kong. Ekonomi dikontrol
   secara ketat dengan strategi jangka panjang yang jelas untuk
   pengembangan industri teknologi tinggi dan berbagai pelayanan.

   Politik: Di bawah pemerintahan Inggris 1824-1963. Bagian dari
   Federasi Malaysia 1963-1965. Merdeka sebagai suatu demokrasi
   parlemen pada th. 1965. Pemerintahan Perdana Menteri Lee dan
   penggantinya Goh Chok Tong yang kuat dan bersifat bapakisme, telah
   menyediakan arah dan stabilitas untuk pertumbuhan ekonomi yang
   spektakuler. Hampir tidak ada oposisi politik yang menentang
   kecenderungan pemerintahan tunggal.

   POKOK-POKOK DOA

   1. Dinamisme dan pertumbuhan Gereja di Singapura dalam 20 tahun
      terakhir ini patut kita syukuri.

   2. Tantangan-tantangan utama yang dihadapi Gereja:
      a. Mengatasi dampak-dampak negatif kemakmuran dengan
         mempertahankan tingkat kerohanian dan menggunakan kekayaan
         secara efektif untuk Kerajaan Allah.
      b. Menghadapi undang-undang pemerintah yang membatasi
         penginjilan.
      c. Pemeliharaan kesaksian hidup dan kehidupan berkeluarga yang
         stabil.
      d. Kesatuan di antara gereja-gereja.

   3. Doakan untuk orang-orang yang kurang terjangkau.
      a. Orang Melayu, semua dianggap Islam melalui kelahiran, dan
         selama bertahun-tahun masyarakat ini terasing secara ekonomi.
      b. Orang India, terutama orang tua yang tidak berbahasa Inggris.
      c. Orang Cina, yang tidak berbahasa Inggris dan yang mendapat
         upah rendah.
      d. Pekerja pendatang. Berdoa untuk strategi jangka panjang
         yang efektif untuk penginjilan dan pemuridan yang mantap bagi
         golongan ini sebelum mereka kembali ke tanah airnya.
      e. Para pecandu obat bius.

   4. Doakan lembaga-lembaga Kristen yang berpusat di Singapura seperti
      World Evangelical Fellowship, Evangelical Fellowship of Asia,
      PPA, Youth For Christ, dsb., juga doakan lembaga-lembaga misi
      internasional yang mempunyai pusat pelatihan dan pengutusan di
      Singapura, khususnya: AsEF, International Service Mission
      (Interserve., Navigators, TLM, OM, OMF, SIM, WEC, SIL/WBT, YWAM).

   5. Doakan untuk para pemuda yang terbuka bagi Injil, dan merupakan
      masa depan yang dinamis bagi negerinya.

   6. Pelayanan dukungan.
      a. Literatur sangat banyak tersedia. Banyak bahan literatur yang
         dicetak di Singapura dan disalurkan ke negara-negara di
         seluruh dunia.
      b. Ada lebih dari 176 lembaga gerejawi yang terlibat dalam
         berbagai pelayanan rohani dan teknis.

   Sumber bahan adalah ringkasan dari:
   * Buku "DOAKANLAH ASIA! Pedoman Pokok Doa untuk Negara-negara Asia";
     karya Patrick Johnstone.
     [Bagian dari Buku Asli "OPERATION WORLD, The Day-by-Day Guide to
     Praying For the World"; karya Patrick Johnstone, 1993]
   * CD-ROM SABDA [Nomor Topik: 18960]

----------------------------------------------------------------------
** DARI MEJA REDAKSI **

   == KOLOM KESAKSIAN MISI ==

   Dengan sangat gembira kami ingin mengundang para pembaca e-JEMMi
   untuk ikut ambil bagian dalam mengisi kolom KESAKSIAN MISI. Kolom
   ini akan kami buka minimal satu bulan sekali yang akan berisi
   sharing tentang pengalaman pelayanan di ladang misi; tentang
   bagaimana Allah dan kasih-Nya menjangkau orang-orang yang kita
   doakan dan layani di ladang misi. Juga pengalaman pergumulan kita
   di ladang misi masing-masing di mana Tuhan tempatkan kita.
   Kami yakin sharing kesaksian anda ini akan menjadi berkat bagi
   pembaca e-JEMMi yang lain dan dapat mendorong kita untuk semakin
   giat terlibat dalam pelayanan misi; baik lewat doa maupun dengan
   terjun langsung di ladang misi.

   Untuk itu silakan tulis kesaksian singkat anda (kira-kira setengah -
   satu halaman kuarto), silakan kirim lewat e-mail ke:

                      < kesaksian-MISI@sabda.org >

   Sebelumnya kami mengucapkan terima kasih untuk partisipasi anda
   dalam pelayanan kami dan kami tunggu kiriman kesaksian anda!!

----------------------------------------------------------------------
** SURAT ANDA **

   Dari: tarida@
   >Salam Kasih Yesus,
   >Terima kasih atas pengiriman JEMMI, semoga Tuhan memberkati
   >pelayanan yang telah dilakukan selama ini, dan kita bisa sama2
   >mendoakan untuk pemulihan negara Indonesia yang kita cintai ini.

   Redaksi:
   Terima kasih juga untuk dukungan doanya dan mari kita juga terus
   bersatu hati untuk mendoakan pemulihan bangsa Indonesia.
   -----

   Dari: "winoto" <djoana_winoto@>
   >Kepada yth: Pengasuh e - JEMMi
   >di Tempat
   >
   >Dengan hormat,
   >Saya ingin mengetahui dari mana pengasuh mendapatkan alamat email
   >saya, karena rasanya saya tidak pernah mengirim email ke pengasuh.
   >Tapi memang isinya jurnal ini menarik, tapi alangkah baiknya
   >pengasuh dapat memberi tahu saya dari mana mendapatkan alamat email
   >saya. Terima kasih sebelumnya.
   >Winoto

   Redaksi:

   Kami bersyukur jika anda menganggap isi jurnal ini menarik. Sedangkan
   mengenai bagaimana anda bisa terdaftar dalam milis ini, ada beberapa
   kemungkinan. Pertama, anda mendaftar sendiri. Kedua, teman anda yang
   mendaftarkan, atau melalui Situs. Terima kasih untuk pertanyaan anda.
   Harapan dan doa kami anda akan mendapat banyak berkat darinya dan
   jika anda ingin membagikan berkat yang anda terima dari jurnal ini
   kepada teman lain, silakan kirimkan alamat teman anda agar mereka
   pun ikut mendapat berkatnya.

----------------------------------------------------------------------
** URLS Edisi Ini **

* FridayFax                  http://www.egroups.com/groups/FridayFax/
* IFC                   http://www.gospelcom.net/ifc/newsletter.shtml


_____________________________ DISCLAIMER _____________________________
Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari macam-macam pihak.
Copyright(c) 2001 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
______________________________________________________________________
Pertanyaan, tanggapan, saran dan kontribusi bahan dapat anda kirimkan:
Kepala Redaksi --- Natalia Endah S. <owner-i-kan-misi-JEMMi@xc.org>,
atau Staf e-MISI dan Staf Redaksi <owner-i-kan-misi@xc.org>
Staf Redaksi: Rudy Kurniadi, Natalia Endah S., Tabita Rini Utami, dkk.
______________________________________________________________________
Situs Web e-MISI/e-JEMMi (Arsip/Link/dll):  http://www.sabda.org/misi/
Untuk berlangganan, kirim email kosong ke: subscribe-i-kan-misi@xc.org
Untuk berhenti,   kirim email kosong ke: unsubscribe-i-kan-misi@xc.org
Untuk Arsip ...                     http://www.sabda.org/misi/e-jemmi/
______________________________________________________________________

  "Pemenang bukannya tidak pernah gagal, tetapi tidak pernah menyerah"


_I-KAN_________________________________________________________e-MISI_
 'Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata:
 "Siapakah yang akan Kuutus,  dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" 
  Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"'                 (Yesaya 6:8)

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org