|
Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
https://sabda.org/https://sabda.org/publikasi/misi/2003/47 |
|
e-JEMMi edisi No. 47 Vol. 6/2003 (27-11-2003)
|
|
*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*
Jurnal Elektronik Mingguan Misi (JEMMi) November 2003, Vol.6 No.47
*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*
SEKILAS ISI:
o [Editorial]
o [Artikel Misi] : Orang Samaria yang Tahu Mengucap Syukur
o [Profil/Sumber Misi] : Sumber Thanksgiving di Gospelcom.Net,
Thanksgiving,
Sumber Thanksgiving dari RBC Ministries,
Sumber Online Lain Seputar Thanksgiving
o [Doa Bagi Misi Dunia]: Amerika Serikat, Rusia, Vietnam
o [Doa Bagi Indonesia] : Dukungan Misi dalam Negeri
o [Surat Anda] : Tanya Tentang Konferensi MIM
o [URLs Edisi Ini]
***********************************************************************
Anda diijinkan mengutip/mengcopy/memperbanyak semua/sebagian bahan dari
e-JEMMi (untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: harus
mencantumkan SUMBER ASLI dari masing-masing bahan dan e-JEMMi (sebagai
penerjemah/penerbit bahan-bahan tersebut dlm bahasa Indonesia). Thanks.
***********************************************************************
~~ EDITORIAL ~~
Salam dalam kasih Kristus.
Rakyat Amerika memiliki satu hari istimewa yang dirayakan setiap
Kamis minggu terakhir bulan November, yakni Hari Thanksgiving (Tahun
2003 ini perayaan jatuh pada tangal 27 November 2003). Perayaan ini
dirayakan secara nasional mulai tahun 1817, namun sebenarnya sudah
berawal sejak tahun 1623, saat para pendatang baru benua Amerika
mendapat panen yang berhasil sehingga mereka mengungkapkan
kegembiraan mereka dengan memberikan ucapan syukur kepada Tuhan,
Sang Pemberi berkat itu. Sayang sekali perayaan Hari Thanksgiving di
Amerika sekarang sudah hampir tidak lagi dimaknai dengan semangat
religius seperti pada mulanya. Namun pada beberapa tahun terakhir
ini ada hal yang menggembirakan dimana orang-orang Kristen Amerika
mulai mencoba mengembalikan makna perayaan Thanksgiving dengan
memanfaatkan hari perayaan ini sebagai sarana untuk memberitakan
Kabar Baik kepada anggota keluarga yang belum mengenal Yesus.
Sekalipun di Indonesia kita tidak memiliki Hari Thanksgiving, namun
tidak ada salahnya kalau kita mencoba mengerti makna hari itu. Oleh
karena itu e-JEMMi edisi ini akan membahas topik Thanksgiving.
Artikel Misi akan mengajak kita agar menjadi anak-anak Allah yang
senantiasa mengucap syukur karena telah diselamatkan dan diberkati.
Kita akan bersama-sama belajar mengucap syukur seperti orang Samaria
yang telah bertemu dengan Yesus. Beberapa sumber misi yang membahas
tentang Thanksgiving dan bagaimana mengaitkannya dengan penginjilan
bisa Anda simak dalam kolom Sumber Misi. Karena itu jangan lewatkan
edisi ini dan mari kita gunakan setiap kesempatan untuk senantiasa
mengucap syukur dalam segala hal!
Redaksi e-JEMMi
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~ ARTIKEL MISI ~~
ORANG SAMARIA YANG TAHU MENGUCAP SYUKUR
=======================================
Oleh: Pdt. Bob Jokiman
Jikalau kita membaca Kitab-Kitab Injil maka kita akan menemukan
bahwa orang Samaria, yang dihina oleh bangsa Yahudi, mempunyai
tempat tersendiri dalam hati dan pelayanan Tuhan Yesus. Bagi mereka
yang senang dengan Penginjilan Pribadi maka penginjilan yang
dilakukan Yesus kepada wanita Samaria di tepi sumur dapat menjadi
model P.I. Pribadi (Yohanes 4). Dalam memberi teladan bagaimana
mengasihi sesama manusia, Tuhan Yesus memberi perumpamaan tentang
orang Samaria yang murah hati (Lukas 10). Demikian pula ketika Ia
akan kembali ke surga maka Ia mengingatkan murid-murid-Nya untuk
tidak lupa bersaksi kepada orang Samaria: "Tetapi kamu akan menerima
kuasa kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi
saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke
ujung bumi." (Kisah Para Rasul 1:8)
Dalam rangka Hari Thanksgiving ini, saya mengajak Anda semua untuk
belajar dari orang Samaria yang tahu mengucap syukur seperti yang
dikisahkan dalam Injil Lukas 17:11-19:
"Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus menyusur perbatasan
Samaria dan Galilea. Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah
sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak
jauh dan berteriak: "Yesus, Guru, kasihanilah kami!" Lalu Ia
memandang mereka dan berkata: "Pergilah, perlihatkanlah dirimu
kepada imam- imam." Dan sementara mereka di tengah jalan mereka
menjadi tahir. Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia
telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara
nyaring, lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur
kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria. Lalu Yesus
berkata: "Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi
tahir? Di manakah yang sembilan orang itu? Tidak adakah di
antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari
pada orang asing ini?" Lalu Ia berkata kepada orang itu:
"Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau."
Kita tidak tahu bilamana mereka menyadari atau mengetahui bahwa
mereka telah sembuh atau tahir. Hal itu bisa terjadi tidak lama
setelah mereka meninggalkan Yesus. Melihat satu dengan yang lain
mungkin ada diantara mereka yang berkata: "Hei apa yang terjadi
dengan engkau. Kustamu nampaknya sudah sembuh. Wajahmu sudah bersih.
Lihat tanganmu sudah licin dan lembut." Kemudian setiap mereka
memeriksa diri masing-masing. Betapa mereka kaget, heran dan
terpesonanya mereka, semuanya sembuh, kustanya telah lenyap, kutukan
telah terangkat! Suatu peristiwa ajaib yang harus dirayakan! Lalu
mereka cepat-cepat berlari untuk menunjukkan kesembuhan mereka
kepada imam di desa terdekat. Mereka sudah tidak sabar untuk kembali
dan bertemu dengan sanak-keluarga masing-masing, dengan isteri atau
anak-anak yang sudah sekian lama ditinggal karena mereka dikucilkan
dari masyarakat menurut hukum Yahudi (Imamat 13-14). Namun salah
seorang diantara mereka, yaitu orang Samaria itu tidak seperti
rekan-rekannya yang lain, ia berhenti, tertekun, dan merenung.
Alkitab mencatat ia kembali kepada Yesus sambil memuliakan Allah
dengan suara nyaring, lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan
mengucap syukur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya.
Kesepuluh penderita kusta itu sadar dan tahu bahwa mereka sudah
disembuhkan tetapi hanya seorang yang kembali mengucap syukur sambil
memuliakan Allah. Mengapa orang Samaria tersebut tahu mengucap
syukur dan tidak seperti kesembilan orang Yahudi kusta lain yang
disembuhkan itu namun tidak tahu mengucap syukur?
MENGAPA DIRI TIDAK LAYAK MENERIMA KESEMBUHAN
Mungkin sekali ketika ia tahu bahwa kustanya telah sembuh ia
bertanya dalam hatinya: "Ke mana aku harus pergi sekarang?".
Bukankah Tuhan menyuruh mereka untuk memperlihatkan diri mereka
kepada imam-imam, sesuai dengan Hukum Taurat "Inilah yang harus
menjadi hukum tentang orang yang sakit kusta pada hari
pentahirannya: ia harus dibawa kepada imam, dan imam harus pergi ke
luar perkemahan; kalau menurut pemeriksaan imam penyakit kusta itu
telah sembuh dari padanya" (Imamat 14:2-3). Orang Samaria itu bisa
berkata dalam hatinya: "Tetapi aku, siapakah aku ini, aku bukan
orang Yahudi, aku bukan umat pilihan Allah. Aku tidak layak mendapat
kesembuhan ini. Karenanya aku tidak layak menghadap para imam
Yahudi." Orang Samaria itu sadar bahwa dirinya adalah dari etnis
yang rendah. Orang Samaria dihina oleh orang Yahudi karena ras
mereka campuran dan tidak murni lagi, juga adalah orang melalaikan
Hukum Musa. Mereka adalah pelanggar Hukum dan Peraturan Yahudi
karena orang Samaria membangun tempat ibadah sendiri untuk menyaingi
Bait Allah di Yerusalem. Orang Yahudi menganggap bahwa memakan roti
orang Samaria sama dengan makan daging babi. Bahkan orang Yahudi
berdoa supaya orang Samaria tidak masuk ke dalam hidup kekal.
Nama Samaria diberikan kepada penduduk campuran yang dibawa oleh
Raja Asyur atau Assyria, Esarhaddon (2Raja 19:36-38)(677 BC) dari
Babilonia dan tempat-tempat lain serta ditempatkan di kota-kota
Samaria (Israel Utara) menggantikan penduduk asli yang telah
dipindahkan ke pembuangan (2 Raja 17:24; Ezra 4:2,9,10) oleh Raja
Sargon (721 BC). Orang-orang asing ini membaur dengan orang Yahudi
yang masih tertinggal dan dengan perlahan namun pasti meninggalkan
penyembahan berhala lama mereka dan mengadaptasi sebagian agama
Yahudi. Setelah kembali dari pembuangan, orang Yahudi di Yerusalem
tidak mengizinkan mereka untuk mengambil bahagian dalam pembangunan
kembali Bait Allah yang mengakibatkan permusuhan terbuka antara
keduanya. Orang Samaria lalu membangun Bait Allah saingan di gunung
Gerizim, yang kelak dimusnahkan oleh Raja Yahudi pada tahun 130 BC.
Kemudian mereka membangun lagi yang lain di Sikhar. Permusuhan yang
pahit antara orang Yahudi dan Samaria berkelanjutan hingga di masa
Tuhan Yesus "Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria"
(Yohanes 4:9) Tuhan Yesus sendiri pernah diejek sebagai orang
Samaria (Yohanes 8:48).
Dengan latar belakang itulah orang Samaria tersebut menganggap
dirinya tidak layak menerima penyembuhan tersebut seperti Rasul
Paulus yang menyatakan bahwa ia tidak layak menerima pengampunan
Tuhan: "Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: 'Kristus
Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa, dan di
antara mereka akulah yang paling berdosa.'" (1Timotius 1:15). Hingga
tidak heran jika orang Samaria "lalu tersungkur di depan kaki Yesus
dan mengucap syukur kepada-Nya". Dengan tersungkur bukan saja
menyatakan kerendahan hati orang Samaria itu untuk mengakui ketidak-
layakannya menerima kesembuhan itu, tetapi juga sekaligus mengakui
bahwa Yesus adalah Allah, karena hanya Allah yang patut disembah
sambil tersungkur. Itulah sebabnya Tuhan berkata: "Imanmu telah
menyelamatkan engkau." (Lukas 17:19). Iman orang Samaria itu telah
memberinya kesembuhan fisik sekaligus keselamatan bagi jiwa dan
rohnya. Di bulan Thanksgiving ini adakah kita juga mengucap syukur
sambil tersungkur kepada Tuhan yang telah menyembuhkan dan
menyelamatkan kita dari penyakit dosa?
DOA PERMOHONANNYA DIKABULKAN TUHAN
Sangat menarik sekali jika kita perhatikan bahwa ketika mereka tahu
Yesus sedang lewat mereka berteriak: "Yesus, Guru, kasihanilah
kami!" Dan sekarang setelah orang Samaria disembuhkan ia juga
memuliakan Allah dengan suara nyaring. Sekalipun orang Yahudi dan
orang Samaria bermusuhan, namun dalam keterkucilan karena kusta
mereka bisa bersatu. Hal ini menunjukkan bahwa penderitaan
menyebabkan manusia yang bermusuhan bisa bersatu. Penyakit kusta
adalah simbol daripada dosa dan dibawah dosa kita semua menjadi satu
"Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan
kemuliaan Allah," (Roma 3:23). Tuhan yang maha kuasa dan pengasih,
bukan saja mendengarkan doa mereka tetapi juga mengabulkan
permohonan mereka. Semuanya disembuhkan tanpa kecuali. Tapi sayang
hanya seorang, yaitu orang Samaria yang kembali dan mengucap syukur.
Di bulan Thanksgiving ini dapatkah ucapan syukur kita senyaring doa
permohonan kita kepada Tuhan?
Leluhur bangsa Amerika mengadakan Thanksgiving pertama pada tahun
1621 setelah mereka menuai hasil panen yang pertama. Jadi mereka
menghitung berkat Tuhan selama setahun yang sedang berjalan, lalu
memanjatkan doa ucapan syukur. Dalam tahun ini ada berapa banyak doa
permohonan kita yang didengar dan telah dikabulkan Tuhan? Marilah
kita memghitung berkat-Nya seperti syair yang ditulis oleh Johnson
Oatman Jr.:
"Berkat Tuhan, mari hitunglah, kau 'kan kagum oleh kasih-Nya.
Berkat Tuhan mari hitunglah, kau niscaya kagum oleh kasih-Nya"
(Nyanyian Kidung Jemaat No. 439)
Kita terlalu sering dirasuk dengan banyak doa permohonan yang tak
habis-habisnya sehingga kita tidak punya waktu untuk menghitung
berkat-Nya sepanjang tahun ini. Marilah di bulan Thanksgiving ini
kita mau berhenti sejenak, menghitung doa-doa permohonan kita yang
sudah dikabulkan Tuhan setahun ini:
- Doa permohonan untuk kesehatan dan pekerjaan keluarga kita, anak-
isteri dan suami.
- Doa permohonan untuk kelancaran dan kebutuhan kuliah/sekolah.
- Doa permohonan untuk keamanan dan perlindungan bagi keluarga.
- Doa permohonan untuk persekutuan, pelayanan, pertumbuhan dan
kecukupan gereja.
- Doa permohonan untuk kehidupan dan kesembuhan anggota keluarga
serta saudara/i seiman yang sakit.
- Doa permohonan untuk keselamatan dan perlindungan dalam perjalanan
baik di darat, di laut, maupun di udara.
- Serta banyak lagi doa permohonan yang dapat Anda tambahkan
sendiri.
Sudahkah kita mengucap syukur untuk semuanya itu seperti yang
dilakukan oleh orang Samaria tersebut?
Sangat jelas dalam peristiwa itu Tuhan menghendaki agar kita dapat
menjadi anak-anak-Nya yang tahu mengucap syukur sebagai orang
percaya serta yang telah diselamatkan dan diberkati-Nya. Jelas juga
Tuhan kecewa dengan kesembilan orang kusta Yahudi itu yang tidak
kembali untuk bersyukur pada-Nya. Itulah sebabnya Ia bertanya: "Di
manakah yang sembilan orang itu?" Kita yang telah menerima kasih,
karunia, keselamatan, dan semua berkat rohani dari Allah tidak boleh
lupa untuk mengucap syukur kepada-Nya. Apa yang telah dilakukan-Nya
bagi kita dan keluarga serta gereja, khususnya di tahun ini
seharusnya mendorong kita untuk datang kepada-Nya dengan hati yang
penuh syukur. Kiranya Tuhan menolong kita meneladani orang Samaria
yang tahu mengucap syukur itu.
Sumber: Newsletter GKI Monrovia, Edisi November 2002
==> http://www.gki.org/article/
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~ PROFIL/SUMBER MISI ~~
SUMBER-SUMBER THANKSGIVING DI GOSPELCOM.NET
==> http://www.gospelcom.net/content/thanksgiving/
Ingin mencari sumber-sumber yang bisa menolong Anda untuk lebih
mengetahui tentang Hari Thanksgiving? atau juga Anda ingin mengenal
seluk-beluk Thanksgiving yang dirayakan di Amerika setiap hari Kamis
terakhir di bulan November (27 November 2003)? Atau mungkin Anda
bingung ucapan syukur apa yang biasa diungkapkan? Anda akan
menemukan banyak renungan dan sumber-sumber online di Gospelcom.net
ini untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan Anda tersebut.
Pelayanan dan organisasi yang tergabung dalam Gospelcom.net telah
mengumpulkan sumber-sumber online yang membahas Thanksgiving. Anda
bisa mendapatkan cerita-cerita yang melatarbelakangai perayaan
Thanksgiving; renungan-renungan dan pemahaman Alkitab dari RBC
Ministries; traktat penginjilan dalam rangka Thanksgiving dan
artikel-artikel dari American Tract Society; dan masih banyak lagi.
Silakan menjelajahi sumber-sumber online yang tersedia di
Gospelcom.net untuk menolong Anda agar senantiasa mengucap syukur.
THANKSGIVING
==> http://ChristianityToday.com/holidays/thanksgiving/
Bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama mengucap syukur atas
segala berkat yang telah Allah curahkan dalam hidup kita. Anda bisa
membaca artikel-artikel yang tersedia dalam situs ini khususnya
mengenai sejarah asli Thanksgiving, dan menemukan sumber-sumber
online yang akan menolong Anda dalam mengucap syukur.
SUMBER THANKSGIVING dari RBC MINISTRIES
==> http://www.gospelcom.net/rbc/resources/devos/odb/living/thanks.html
==> http://www.gospelcom.net/rbc/resources/devos/cj/living/thankful.html
==> http://www.gospelcom.net/rbc/resources/living/thanks.html
RBC Ministries mempunyai sejumlah sumber-sumber menarik seputar
Thanksgiving termasuk renungan-renungan dari Our Daily Bread dan
Campus Journal; a Thought of the Day on Thanksgiving; dan program
Thanksgiving selama 30 menit dari Words to Live By.
SUMBER-SUMBER ONLINE LAIN SEPUTAR THANKSGIVING
A Time of Thanks
http://www.gospelcom.net/glia/worldview/volume22/thanks_giving.shtml
Language of the Heart dari Discipleship Journal
http://www.navpress.com/dj.asp
Thanksgiving at Peggie's Place
http://www.peggiesplace.com/turkey.htm
When is your Thanksgiving day? -- Artikel dari Back to the Bible
http://www.backtothebible.org/lifeissues/holiday/thanksgiving.html
Thanksgiving Connections at Cafe Reality from Youth For Christ
http://www.gospelcom.net/yfc/students/devos/Nov/25.shtml
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~ DOA BAGI MISI DUNIA ~~
A M E R I K A S E R I K A T
Saat ini jutaan keluarga di Amerika Serikat sedang mengelilingi meja
makan untuk merayakan Thanksgiving. Namun, liburan Thanksgiving kali
ini agak sedikit berbeda bagi beberapa keluarga karena mereka juga
memanfaatkannya untuk mensharingkan tentang Injil. Sebuah organisasi
misi dengan giat mendorong warga Amerika untuk sekaligus
memanfaatkan liburan Thanksgiving ini untuk mengenalkan banyak orang
kepada Kristus. Perwakilan dari American Tract Society mengatakan
bahwa karena Thanksgiving merupakan satu waktu khusus yang berfokus
pada Allah. oleh karena itu, mereka sebenarnya telah dipersiapkan
untuk mendengar Injil. Untuk mendukung hal tersebut, ATS baru saja
menerbitkan traktat baru yang berjudul "Thanksgiving in America".
Traktat ini yang ditulis oleh David Barton ini menolong orang untuk
melihat bagaimana iman juga turut berperan dalam sejarah Amerika,
dan juga menolong para pembacanya tentang pentingnya bagi mereka
untuk beriman secara pribadi kepada Kristus. Traktat ini juga
menekankan kembali arti pentingnya Thanksgiving (mengucap syukur)
dan bagaimana hal itu menjadi suatu tradisi serta menekankan arti
pentingnya keberadaan bersama keluarga. Dengan demikian kesempatan
bersama keluarga dan kerabat dekat ini bisa juga dipakai untuk
memberitakan Kabar Baik.
Sumber: Mission Network News, November 28th, 2002
* Berdoa agar melalui acara Thanksgiving ini banyak keluarga di
Amerika Serikat yang belum mengenal Kristus bisa mengenal kasih-
Nya melalui keluarga yang mengundang mereka dan traktat-traktat
yang dibagikan.
* Doakan supaya traktat "Thanksgiving in America" bisa diterima oleh
orang-orang yang mempunyai kerinduan untuk semakin mengenal Yesus
sehingga menjadi berkat bagi banyak orang.
R U S I A
Gereja-gereja Injili di Rusia sekarang diijinkan untuk menjangkau
anak-anak yang tinggal di panti asuhan. Perwakilan dari Slavic
Gospel Association (SGA) mengatakan bahwa bentuk pelayanan seperti
ini sangat dibutuhkan karena anak-anak yatim piatu di negara ini
menghadapi masa depan yang cukup sulit. "Statistik menunjukkan
ketika anak-anak ini sudah 'lulus' dari panti asuhan dan mereka
tidak pernah mendapat kesempatan untuk mendengar dan merespon berita
Injil, maka anak-anak ini dewasanya nanti kemungkinan besar akan
menjadi pecandu obat-obat terlarang, alkohol, atau terlibat dalam
prostitusi. Mereka akan direkrut oleh Mafia lokal dan kebanyakan
dari mereka ada yang berkomitmen untuk bunuh diri." SGA memulai
pelayanan "Orphans Reborn" di Rusia. "Kami mengunjungi panti-panti
asuhan tersebut setiap minggu untuk memberitakan Injil dan
memuridkan anak-anak yang tinggal di sana. Oleh karena itu, kami
memperlengkapi para pekerja SGA dengan Alkitab, literatur Kristen,
materi-materi pemuridan, dan bantuan-bantuan kemanusiaan."
Sumber: What In The World, September 30, 2003
* Bersyukur kepada Allah yang telah menempatkan visinya kepada SGA
untuk menjangkau anak-anak yatim piatu di Rusia.
* Doakan agar setiap bentuk pelayanan yang dilakukan SGA bisa
dipakai untuk menolong anak-anak yatim piatu ini dalam mengenal
kasih Yesus. Pengenalan kepada Yesus ini menolong mereka untuk
memiliki hidup berpengharapan di masa sekarang dan mendatang.
V I E T N A M
Sekitar 20.000 Alkitab Perjanjian Baru akan dicetak di Vietnam dan
didistribusikan di gereja-gereja yang ada di negara ini. Demikian
laporan dari perwakilan World Bible Translation Centre (WBTC). "Hal
ini tentu saja menjadi batu pijakan yang penting bagi gereja di
Vietnam karena Vietnam adalah negara komunis yang mempunyai
kebijakan-kebijakan ketat dalam melakukan pencetakan Alkitab dan
pendistribusiannya." "Mendapatkan persetujuan untuk mencetak Alkitab
ini merupakan langkah maju bagi orang-orang Kristen di Vietnam."
Perwakilan dari WBTC juga mengatakan bahwa diperlukan waktu "dua
atau tiga bulan" lagi untuk menyelesaikan proses percetakan ini.
"Alkitab Perjanjian Baru ini menggunakan bahasa Vietnam modern dan
kontemporer. Karena itu, Alkitab ini sangat sesuai bagi para petobat
baru dan bagi mereka yang baru mendengar Injil pertama kalinya."
Perwakilan ini juga menambahkan bahwa Alkitab ini sangat dibutuhkan
di Vietnam.
Sumber: What In The World, September 30, 2003
* Bersyukur atas ijin yang telah diperoleh WBTC untuk mencetak
Alkitab dalam bahasa Vietnam dan mendistribusikannya. Doakan
proses pencetakan ini agar bisa segera diselesaikan.
* Doakan supaya Alkitab ini bisa sampai ke tangan yang tepat dan
semakin mendorong pertumbuhan iman para petobat baru di Vietnam.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~ DOA BAGI INDONESIA ~~
Dukungan Misi dalam Negeri
--------------------------
* Bersyukur untuk para hamba Tuhan dan para pekerja yang saat ini
telah menjadi misionaris di antara suku-suku yang terabaikan. Ada
banyak hambatan yang mereka hadapi. Oleh karena itu, mereka terus
memerlukan dukungan doa, dukungan dari gereja lokal dan dari
gereja pengutus, persiapan pembelajaran bahasa, adaptasi dengan
wilayah pelayanan, dsb. Mereka benar-benar membutuhkan ketabahan
dan doa syafaat dari orang-orang percaya.
* Bersyukur atas gereja-gereja di Indonesia yang telah terlibat
secara aktif dan mendukung (1Tawarikh 29:9-14), mendoakan (Kolose
4:3), dan mengutus para pekerja lintas budaya (Kisah Para Rasul
13:1-3).
* Bersyukur karena telah terbentuk banyak persekutuan doa misi di
mana-mana yang khusus mau mendoakan pelayanan di dalam negeri dan
para pekerjanya. Ini merupakan satu hak istimewa yang TUHAN
berikan kepada kita, kita tidak hanya hidup untuk kita sendiri,
tetapi lewat pergumulan doa syafaat kita, kita boleh melihat
Kerajaan Allah dibangun di dunia ini. Doakan agar terbentuk lebih
banyak lagi persekutuan-persekutuan doa misi di berbagai tempat di
Indonesia.
* Doakan "Sending WEC INDONESIA" yang siap mengutus misionaris ke
daerah-daerah di luar negeri yang kurang diinjili, khususnya
kepada suku-suku terabaikan.
* Berdoa untuk pengelola, proses pembuatan, dan pendistribusian
majalah misi "Terang Lintas Budaya". Majalah ini berisi banyak
berita yang menarik dan informasi yang tepat dari ladang
penginjilan di berbagai tempat.
* Doakan pengelola dan penerbitan "Pokok-pokok Doa Penginjilan
Sedunia" berbahasa Indonesia baik dalam versi cetak dan maupun
e-mail; dan surat doa dalam bahasa Inggris versi email agar bisa
menjadi berkat dan panduan doa bagi para pelanggan.
* Doakan mereka yang saat ini sedang bergumul untuk menggabungkan
diri dengan tim pelayanan penginjilan baik di dalam negeri maupun
di luar negeri.
[Majalah misi "Terang Lintas Budaya" dan "Pokok-pokok Doa
Penginjilan Sedunia" bisa dipesan melalui email di alamat:
Sending WEC Indonesia <indosb@indo.net.id>
Homepage Sending WEC
==> http://www.wec-int.org/swi
[Sumber: "Pokok-pokok Doa Penginjilan Sedunia" dari PD Timotius,
edisi Oktober 2003]
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~ SURAT ANDA ~~
Dari: Jocky <jockylim@>
>Shallom,
>Saya ingin bertanya tentang Konperensi Misi Mahasiswa Indonesia di
>Kinasih Bogor pada tanggal 1-4 Desember 2003.
>
>Adakah orang yang bisa saya hubungi (nomor telpon, hp, atau email)
>untuk mengetahui lebih jelas tentang konferensi tersebut.
>Terima kasih.
Redaksi:
Untuk mengetahui informasi lengkap tentang Konperensi Misi Mahasiswa
(MIM) di Kinasih Bogor, Anda bisa menghubungi Sektretariat Panitia
melalui: Panitia MIM -- "mim" <mim@sr21.com>
Kalau ada pembaca e-JEMMi yang akan ikut Konperensi ini, jangan lupa
oleh-olehnya, ya.... Kami tunggu sharingnya!
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~ URLS Edisi Ini ~~
* Mission Network News http://www.missionnetworknews.org/
* What in the World http://www.cmd.org.nz/what/
_____________________________ DISCLAIMER ____________________________
Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari macam-macam pihak.
Copyright(c) 2003 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
______________________________________________________________________
Pertanyaan, tanggapan, saran dan kontribusi bahan dapat Anda kirimkan:
Kepala Redaksi --- Natalia Endah S. <owner-i-kan-misi-JEMMi@xc.org>,
atau Staf e-MISI dan Staf Redaksi <owner-i-kan-misi@xc.org>
Staf Redaksi: Natalia Endah S., Ratri, Yanto, dkk.
______________________________________________________________________
Untuk berlangganan, kirim email kosong ke: subscribe-i-kan-misi@xc.org
Untuk berhenti, kirim email kosong ke: unsubscribe-i-kan-misi@xc.org
Untuk Situs e-MISI dan e-JEMMi http://www.sabda.org/misi/
Untuk Arsip e-JEMMi http://www.sabda.org/publikasi/misi/
______________________________________________________________________
"Be a blessing!! Give God's Word to others.
Share this blessing with others!!" (Bible Pathway)
|
|
|
© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org |