Beranda | YLSA.org | Alkitab | Katalog | AI |
Utama > Publikasi > e-JEMMi > Edisi No. 33 Vol. 5/2002
  Tampilan cetak   edisi sebelum | 08/Edisi 2002 | edisi berikut

e-JEMMi edisi No. 33 Vol. 5/2002 (13-8-2002)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Jurnal Elektronik Mingguan Misi (JEMMi)      Agustus 2002, Vol.5 No.33
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
SEKILAS ISI:

 o [Editorial]
 o [Artikel Misi]        : Mengabarkan Injil -- Tanggung Jawab Siapa?
 o [Profil/Sumber Misi]  : Commission To Every Nation,
                           Bisakah Memanfaatkan Waktu Luang untuk PI?
 o [Doa Bagi Misi Dunia] : India, Pakistan, Rwanda
 o [Doa Bagi Indonesia]  : Yayasan Marturia Indonesia (YAMARI)
 o [Surat Anda]          : Suku Berau Dimuat di Edisi Berapa?
 o [URLs Edisi Ini]

***********************************************************************
Anda diijinkan mengutip/mengcopy/memperbanyak semua/sebagian bahan dari
 e-JEMMi (untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: harus
 mencantumkan SUMBER ASLI dari masing-masing bahan dan e-JEMMi (sebagai
penerjemah/penerbit bahan-bahan tersebut dlm bahasa Indonesia). Thanks.
***********************************************************************

~~ EDITORIAL ~~

  Salam dalam kasih Kristus.

  Topik yang kami ulas dalam edisi ini adalah tentang mengabarkan
  Injil -- "PI ... Tanggung Jawab Siapa?". Apakah yang pertama kali
  terlintas dalam pikiran anda pada saat anda mendengar kata
  "mengabarkan Injil? Bagi banyak orang di antara kita, yang langsung
  terpikir adalah pergi ke tempat-tempat terpencil, mengunjungi suku-
  suku pedalaman atau tugas pelayanan yang dilakukan para misionaris.
  Dan bagaimana respon yang diberikan saat orang-orang itu digugah
  untuk mengambil bagian dalam mengabarkan Injil? Jawaban baku yang
  umum diberikan adalah "Saya tidak terpanggil untuk itu."

  Apakah kita sudah merasa bahwa mengabarkan Injil juga menjadi
  tanggung jawab kita? Apakah justru kita menganggap bahwa mengabarkan
  Injil hanya merupakan tugas dan tanggung jawab bagi para pemimpin
  gereja (?yang sudah dibayar/ditugaskan?). Artikel Misi yang diambil
  dari buku yang berjudul "Metode Penginjilan" ini akan menjawab
  pertanyaan-pertanyaan tersebut.

  Diharapkan artikel ini bisa menggugah kita untuk memanfaatkan hidup
  kita dengan memulai mengabarkan Injil (bagi mereka yang belum
  memulainya) atau pun semakin giat dalam melakukan pelayanan PI
  sehingga nama Tuhan semakin dipermuliakan; dan sebanyak mungkin
  orang akan mendengar Injil Tuhan -- Kabar Baik dari Allah!!

  Selamat melayani.

  Tetapi bagaimanakah orang dapat berseru kepada Tuhan
      kalau mereka belum percaya?
  Dan bagaimanakah mereka dapat percaya kepada Tuhan
      kalau mereka belum mendengar tentang Dia?
  Juga, bagaimanakah mereka dapat mendengar tentang Tuhan,
      kalau tidak ada yang memberitakan?
  Dan bagaimanakah orang dapat membawa berita itu
      kalau mereka tidak diutus?
  Di dalam Alkitab tertulis begini, "Alangkah baiknya
      kedatangan orang-orang yang membawa Kabar Baik dari Allah!"
           < http://www.sabda.org/sabdaweb/?p=Roma+10:14-15(BIS) >


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~ ARTIKEL MISI ~~

              MENGABARKAN INJIL -- TANGGUNG JAWAB SIAPA?
              ==========================================
                   Bacaan: Matius 5:13-16, 28:19,20

  PENDAHULUAN

  Siapakah yang bertanggung jawab mengabarkan Injil? Pendeta? Majelis?
  Misionaris? Umumnya orang Kristen menganggap bahwa kewajiban
  mengabarkan Injil (MI) adalah tanggung jawab para pemimpin Gereja.
  Alkitab tidak membenarkan anggapan ini. Alkitab tegas menandaskan
  bahwa:
  1. Semua orang percaya adalah 'garam' atau 'terang dunia'
     (Matius 5:13-16).
  2. 'Kamu akan menjadi saksi-Ku' (Kisah Para Rasul 1:8); 'Kami ini
     adalah utusan-utusan Kristus' (2Korintus 5:20).
  3. Teladan orang Kristen pada Gereja mula-mula (Kisah Rasul 8:1,4).
  4. Perintah Yesus Kristus (Matius 28:19-20).

  Menyimak kepada keempat butir di atas, jelaslah bahwa kewajiban
  mengabarkan Injil adalah tanggung jawab setiap orang yang telah
  menerima Kristus menjadi Tuhan dan Juruselamatnya. Setiap orang
  percaya wajib mengabarkan Injil sesuai kemampuan dan karunia-karunia
  yang dianugerahkan Roh Kudus kepadanya.

  Harus diakui bahwa kita sering malas atau segan melaksanakan
  kewajiban ini. Penyebabnya antara lain adalah:
  1. Sikap tak acuh terhadap keadaan buruk sesama manusia
     Simaklah: Matius 25:31-46; Markus 9:43-48; Wahyu 20:11-15.
     Ingatlah: - akan kasih sayang Kristus akan manusia yang hilang
                 (Lukas 19:41-44; Matius 23:37-39).
               - juga teladan Yeremia dan Paulus (Yeremia 9:1;
                 Roma 9:1-3).

  2. Takut kepada sesama manusia
     "Takut kepada orang mendatangkan jerat" (Amsal 29:25). Ketakutan
     kepada sesama manusia bermacam-macam bentuknya, antara lain:
     a. Takut ditertawakan, dibenci, dianiaya, dianggap aneh, dll.
           Simaklah: Yohanes 15:18-21; Matius 24:9.
           Ingatlah: Roma 1:16; Ibrani 13:5,6; Filipi 4:19.
     b. Takut kehilangan kedudukan dalam masyarakat.
           Simaklah: Yohanes 12:42,43.
           Ingatlah: Markus 8:38.
     c. Malu karena belum mengerti atau menguasai asas-asas
        kepercayaan Kristen.
           Simaklah: 1Pet