Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-sh/2022/06/04

Sabtu, 4 Juni 2022 (Minggu ke-7 sesudah Paskah)

Yeremia 49:23-39
Ikuti Saja Rencana-Nya

Dalam tiga perikop yang kita baca, diperlihatkan nubuat Allah yang menghukum tiga bangsa.

Allah menghukum Damsyik, yaitu ibu kota negara orang Aram. Kota yang terpuji dan penuh kegirangan akan hangus dilalap api dan kosong (25-27). Kemakmuran bangsa Aram itu akan punah dalam sekejap. Dosa-dosa mereka bisa kita amati dari Amos 1:3-5 yang menuliskan perbuatan orang Aram yang begitu kejam.

Berikutnya, hukuman Allah datang kepada orang Kedar (28). Bangsa itu hidup sentosa dan aman, tetapi selalu menyendiri. Semua harta mereka akan dirampas dan tempat tinggal mereka akan menjadi tandus (32-33). Orang Kedar tidak mau tahu dengan orang-orang di sekeliling mereka. Sikap itu salah karena sebagai makhluk sosial, manusia harus memiliki kepedulian terhadap orang lain.

Lalu, Tuhan menghukum bangsa Elam (34). Bangsa itu menyandarkan dirinya pada kekuatan senjata dan militernya. Akibat hukuman itu, orang Elam banyak terbunuh dan menjadi pelarian di berbagai negara. Namun, dari ketiga bangsa yang Tuhan hukum, hanya Elam yang mendapat janji pemulihan Tuhan (39).

Dari bacaan hari ini, kita melihat bahwa tiga bangsa Tuhan hukum dengan keras. Tidak ada satu pun yang luput dari hukuman atas dosa. Tuhan berdaulat atas semua bangsa.

Kita harus hidup dengan sadar bahwa Tuhan tidak bisa ditipu. Ia akan melihat semua dosa yang kita lakukan, bahkan yang tersembunyi sekalipun. Kita juga harus membuang sikap tidak peduli kepada orang lain. Jika tidak demikian, kita tidak akan dapat menjadi garam dan terang bagi orang lain (Mat. 5:13-16). Kita juga harus membuang sikap menyandarkan diri pada hal-hal yang kita miliki seperti kekayaan, kuasa, dan lain sebagainya.

Jika ternyata hukuman itu sedang menimpa kita, ingatlah: Tuhan menghukum karena Tuhan mengasihi kita. Tuhan menghendaki supaya kita sungguh-sungguh bertobat dan hidup kembali dengan pimpinan Roh Kudus. Tuhan mempunyai rencana yang indah bagi setiap orang yang hidup dalam pertobatan yang sungguh-sungguh. [RMS]


Baca Gali Alkitab 5

Yeremia 49:1-22

Menjadi kerajaan yang adikuasa adalah idaman semua bangsa. Besarnya suatu bangsa biasanya ditandai dengan kota-kota yang megah, sumber daya yang melimpah, kekuatan militer yang dahsyat, dan penduduk yang hidup sejahtera. Dengan memiliki itu semua, mereka merasa bahwa diri mereka tak terkalahkan. Mereka berpikir bahwa tidak ada yang bisa melawan mereka, sehingga tak jarang mereka menindas bangsa lain dan berlaku sewenang-wenang. Namun, apa yang akan terjadi bila Tuhan berfirman?

Apa saja yang Anda baca?
1. Apa yang Tuhan firmankan mengenai bani Amon? (1-2)
2. Apa perintah Tuhan atas penduduk di Kota Hesybon? (3-6)
3. Apa yang Tuhan firmankan mengenai bani Edom? (7)
4. Apa perintah Tuhan atas orang-orang Dedan? (8-13)
5. Kabar apa yang Yeremia dengar dari Tuhan? (14-19)
6. Apa putusan Tuhan atas Edom dan segala rencana mereka? (20-22)

Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Apa saja yang Amon dan Edom banggakan? Mengapa hal-hal itu tidak dapat melindungi mereka dari penghukuman Tuhan?
2. Apa saja yang kita sering banggakan? Apakah itu semua mampu melepaskan diri kita dari kuasa Tuhan?
3. Apakah memiliki kekayaan dan kekuatan yang membanggakan itu salah? Mengapa?
4. Apa yang sepatutnya dilakukan orang-orang Amon dan Edom, dan juga kita, agar dapat mengalami pemulihan Tuhan?

Apa respons Anda?
1. Apa satu hal dalam hidup Anda yang berpotensi menjadi kebanggaan berlebih? Bagaimana Anda dapat mengontrolnya?
2. Apa yang dapat Anda lakukan agar Anda dapat berbangga secara benar tanpa menyombongkan diri?

Pokok Doa:
Bersyukur atas segala pemberian Tuhan, atas setiap kebaikan dan kenikmatan yang kita terima dari-Nya.

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org