Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2022/05/18

Rabu, 18 Mei 2022 (Minggu ke-5 sesudah Paskah)

Yeremia 36
Menolak Firman Penghakiman

Natur manusia berdosa hanya senang mendengar kata-kata manis, tetapi tidak suka mendengar kata-kata penghakiman, bahkan walau Tuhan yang menyatakannya.

Barukh, juru tulis Yeremia menuliskan segala malapetaka yang Tuhan rancangkan bagi umat Yehuda, dengan tujuan supaya umat bertobat. Barukh kemudian menyampaikannya kepada umat (5-10). Beberapa pemuka mendengarnya, kemudian menyampaikannya kepada raja Yehuda.

Namun, Raja Yoyakim mengoyak-ngoyak gulungan itu dan melemparkannya ke dalam api. Baik raja maupun para pegawainya tidak mau bertobat (23-24). Tidak mengherankan, Tuhan kemudian menyatakan bahwa Ia akan menghukum Yoyakim. Sang raja tidak akan memiliki keturunan yang akan duduk di atas takhta Daud, dan Tuhan akan mendatangkan malapetaka (30-32).

Entah apa yang dipikirkan Raja Yoyakim sehingga ia berani mengoyak-ngoyak gulungan firman Tuhan dan membakarnya. Mungkin ia berpikir bahwa jika ia menolak firman itu, maka apa yang dinyatakan dalam firman itu tidak akan terjadi. Namun, apa yang terjadi adalah sebaliknya. Tuhan memberikan hukuman yang lebih keras, bahkan menghukum Yoyakim sehingga tidak ada anaknya yang duduk di atas takhta Daud. Sejarah menunjukkan bahwa Yoyakhin, anak Yoyakim hanya bertakhta selama tiga bulan sebelum dibuang ke Babel, dan Zedekia pamannya menjadi raja.

Sayangnya, orang Kristen juga sering kali hanya mau mendengarkan firman yang menyenangkan hati mereka, lalu menolak mendengar firman yang menegur dan mengadili mereka.

Kita harus sadar bahwa menolak untuk mendengar bukan berarti penghakiman tidak akan datang. Bahkan, yang mungkin terjadi adalah penghakiman akan diberikan dengan lebih berat jika kita masih terus menolak kesempatan untuk bertobat yang Tuhan berikan. Kita harus sadar: jika Tuhan masih mau menegur, itu adalah karena Tuhan masih bersabar dan memberi kita kesempatan.

Janganlah kita meremehkan kesempatan pertobatan yang masih Tuhan berikan. [INT]

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org