Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-sh/2022/01/29

Sabtu, 29 Januari 2022 (Minggu ke-3 sesudah Epifani)

Yeremia 6:1-21
Rambu-rambu Kehidupan

Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Nasihat itu sering kali digunakan bilamana kita mengalami sesuatu yang pada awalnya terasa kurang menyenangkan, tetapi kemudian memberi kita satu pandangan kehidupan yang mencerahkan. Yeremia berjuang semaksimal mungkin memperingatkan bangsanya atas bahaya yang akan mereka hadapi. Yeremia melihat bahwa bahaya itu semakin dekat di depan mata.

Dengan susah payah Nabi Yeremia menyuarakan firman Tuhan akan penghakiman yang ada di depan mereka, yakni sebuah hajaran dari Allah untuk mendidik mereka (1, 7, 8, 10, 11). Berita penghiburan dan penguatan sudah diberikan beberapa kali, tetapi ditanggapi dengan sinis, bahkan serta-merta ditolak (12-17). Maka dari itu, Allah memandang perlu untuk menjatuhkan hukuman atas umat-Nya. Hukuman dijatuhkan sebagai satu pelajaran untuk mengingatkan mereka akan Allah (18, 19). Hal itu dilakukan supaya mereka memandang serius ibadah yang bermakna di hadapan Allah (20). Selain itu, hukuman merupakan cara untuk menyaring mereka yang taat kepada Allah (21). Dengan demikian, penderitaan dan malapetaka bisa menjadi pelantang suara Allah untuk memanggil umat milik-Nya kembali kepada-Nya.

Nubuatan Nabi Yeremia mengajak umat untuk menghargai dan menerima didikan dari Tuhan. Secara tersirat, seperti orang tua yang sedang mendidik anak-anaknya. Makna teologis dari penghukuman dan pendisiplinan yang dialami oleh orang-orang percaya juga tidak terlepas dari gambaran relasi orang tua dengan anak-anak. Ada makna yang menekankan tentang relasi Allah sebagai Bapa dengan umat sebagai anak-anak-Nya.

Didikan yang diberikan Allah bertujuan untuk menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih melaluinya. Ada kasih dalam setiap pendisiplinan dari Allah. Ada anugerah yang senantiasa disiapkan dalam setiap perjalanan kehidupan. Semua itu dapat kita yakini karena Allah Alkitab adalah Allah yang kekal, yang hadir dalam setiap detik kehidupan umat-Nya. [IBS]


Baca Gali Alkitab 5

Yeremia 5:1-9

Tuhan memerintahkan agar jalan-jalan Yerusalem dilintasi untuk mencari orang-orang yang melakukan keadilan dan kebenaran. Jika ternyata masih ada, Dia akan mengampuni kota itu. Akan tetapi, tak ada seorang pun yang dapat diampuni. Sebab, mereka tidak mau bertobat dan sikap keras kepala mereka lebih daripada batu.

Namun, Yeremia masih berupaya meringankan tuduhan terhadap bangsanya. Siapa tahu ada banyak orang yang belum mengetahui hukum Tuhan, karena mereka hanya orang kecil yang tidak terpelajar. Akan tetapi, apa yang ditemukannya sungguh mengecewakan. Orang-orang besar, yang semestinya terpelajar pun tak jauh berbeda. Seperti lembu yang ingin melepaskan diri dari kuk, semuanya ingin lepas dari ikatan perjanjian dengan Tuhan.

Apa saja yang Anda baca?
1. Apa perintah Tuhan yang harus dilakukan Yeremia? (1)
2. Keadaan seperti apakah yang ditemui oleh Yeremia? (2-4)
3. Bagaimanakah keadaan orang-orang besar dan apa yang akan terjadi pada mereka? (5-9)

Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Apakah Allah yang cemburu mengampuni tindakan menyembah berhala yang dilakukan oleh umat-Nya? Peringatan apakah yang Anda dapatkan dari firman yang diberikan Allah kepada Yeremia? Jelaskan!
2. Penyertaan Allah begitu luar biasa terhadap umat-Nya. Pelajaran apa yang bisa Anda ambil dari Allah yang setia menyertai umat-Nya?

Apa respons Anda?
1. Allah selalu memberi kesempatan kepada siapa pun yang ingin kembali kepada-Nya. Lalu, bagaimanakah cara Anda bersyukur atas kesempatan yang Tuhan berikan dalam hidup Anda?
2. Apakah Anda pernah membuat Tuhan dan sesama sedih? Jika ya, segeralah bertobat dan ubahlah perilaku Anda!

Pokok Doa:
Kita berdoa bagi gereja, pemeliharaan iman warga jemaat, dan pekabaran Injil bagi banyak orang.

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org