Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2020/11/14

Sabtu, 14 November 2020 (Minggu ke-23 sesudah Pentakosta)

Yesaya 28:7-22
Tempat Perhentian yang Dilewatkan

Mungkin kita pernah melihat pengendara kendaraan jarak jauh yang secara tiba-tiba kendaraannya bergerak melenceng entah ke kanan atau ke kiri, padahal berada di jalan lurus. Hal itu terjadi mungkin karena pengendaranya letih atau mengantuk. Pengendara itu membutuhkan tempat perhentian untuk beristirahat. Namun tak jarang mereka memaksakan diri, sehingga melewatkan tempat-tempat peristirahatan yang dilaluinya. Akibatnya, pengendara itu mengalami kecelakaan.

Ketika Yesaya datang memberikan teguran kepada para pemimpin, mereka menolak. Saat Yesaya mengajarkan tentang Hukum Allah, mereka tidak menerima. Mereka merasa telah mengetahui banyak tentang hukum itu (10). Oleh karena kedegilan hati mereka, Allah akan mendatangkan bangsa lain yang memaksa mereka untuk mempelajari hukum yang tidak pernah mereka dengar sebelumnya, bahkan yang sama sekali bertentangan dengan hati nurani mereka dan hukum yang selama ini mereka pegang. Hukum itu akan membuat jerat bagi mereka sendiri (11). Allah menawarkan kepada mereka untuk berbalik kepada-Nya dengan meninggalkan semua beban dosa, namun mereka menolak (12).

Firman Allah datang kepada mereka yang lelah dan letih karena menjalani kehidupan yang tidak sesuai dengan kehendak-Nya. Orang-orang yang memilih jalan hidupnya sendiri dan mengabaikan Allah akan merasakan ketidakberdayaan dan kelelahan rohani. Allah menawarkan tempat yang tenang dan nyaman, yaitu Diri-Nya dan Hukum-hukum-Nya. Melewatkan itu semua hanya akan membuat manusia semakin lelah dan tidak berdaya.

Kasih yang agung dan mulia juga ada dalam Perjanjian Baru. Yesus mengajak orang yang letih lesu datang kepada-Nya karena Dia bisa memberi kelegaan (lih. Mat. 11:28). Terkadang kita bersikap seperti orang Israel, mengabaikan panggilan-Nya. Kita menolak undangan Allah untuk masuk ke tempat perhentian. Janganlah kita mengeraskan hati! Mari datang kepada-Nya untuk mendapat kelegaan! [SGT]


Baca Gali Alkitab 2

Yesaya 25:1-5

Tuhan adalah Tuhan yang ingin dikenal secara pribadi. Ia juga Tuhan bagi setiap orang yang mau percaya kepada-Nya. Kesetiaan-Nya kepada umat-Nya sudah teruji dari zaman ke zaman dan itu memperlihatkan bahwa Dia adalah pemelihara, penyelamat, dan juga menjadi tempat perlindungan bagi orang-orang yang lemah.

Apa saja yang Anda baca?
1. Siapakah Tuhan? Apa yang mau dilakukan Yesaya ? Bagaimana karakter Tuhan yang dinyatakan? (1)
2. Apa yang terjadi dengan kota yang berkubu? (2)
3. Apa yang dibangkitkan oleh Tuhan pada masa demikian? Apa yang dilakukan mereka? (3)
4. Apa sajakah sifat Tuhan yang digambarkan dalam ayat 4-5? Kepada siapakah sifat Tuhan itu ditujukan?
5. Apa yang dilakukan Tuhan terhadap orang-orang luar dan orang-orang sombong? (5)

Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Mengapa kita perlu bersyukur kepada Tuhan?
2. Mengapa Tuhan menunjukkan kesetiaan-Nya?
3. Apa yang menyebabkan orang menjadi sombong? Mengapa orang sombong akan direndahkan oleh Tuhan? Mengapa Tuhan menghentikan tindakan orang yang bersikap demikian?
4. Mengapa Tuhan membangkitkan orang-orang yang takut akan Dia?
5. Mengapa Tuhan menjadi tempat perlindungan satu-satunya di dunia ini bagi umat manusia?

Apa respons Anda?
1. Cobalah introspeksi diri dan lihat dalam aspek apakah Anda merasa lebih baik dibandingkan orang lain? Apakah Anda menyombongkan diri karena hal itu, walau hanya di dalam hati?
2. Melihat hukuman Tuhan atas orang sombong, bagaimana respons Anda?

Pokok Doa:
Belajar untuk menyadari keadaan diri sendiri di hadapan Tuhan dan tidak menjadi sombong.

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org