Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2020/10/10

Sabtu, 10 Oktober 2020 (Minggu ke-18 sesudah Pentakosta)

Yesaya 5:8-24
Celakalah Mereka

Israel adalah bangsa yang Allah pilih berdasarkan perjanjian-Nya dengan nenek moyang mereka. Bangsa ini diharapkan menjalani kehidupan sebagai bangsa yang memiliki karakter Allah yang telah memilih mereka. Akan tetapi, hal yang terjadi justru sebaliknya.

Mereka membelakangi Allah. Hati mereka condong kepada berhala-berhala bangsa lain, dan perbuatan mereka melukai hati Allah. Karena itu, Yesaya memperingatkan mereka dan mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang celaka. Mereka orang-orang yang layak mendapat murka Allah karena tidak taat kepada Allah yang telah mengikatkan diri kepada mereka dengan perjanjian.

Siapa saja yang masuk ke dalam kategori celaka? Pertama, orang-orang yang hatinya penuh keserakahan (8). Kedua, orang-orang yang hidup dalam pesta pora (11-12). Pesta pora dan kemabukan membuat bangsa itu lupa akan anugerah Tuhan. Ketiga, orang-orang yang hidup dalam kebohongan (18). Keempat, orang-orang yang memutarbalikkan fakta. Kelima, orang-orang yang merasa bijaksana (21). Keenam, orang-orang yang menyebabkan kemabukan (22). Ketujuh, orang-orang yang karena suap berlaku licik dan culas (23).

Karena umat Tuhan memiliki karakter seperti itu, Allah menghukum mereka. Mereka dihukum ke pembuangan. Di sana mereka mengalami berbagai penderitaan akibat tidak mengindahkan hukum dan firman Tuhan.

Allah Yang Mahakudus akan memperlihatkan keadilan-Nya kepada umat yang hidupnya menyimpang dari kebenaran-Nya. Pembuangan menjadi tempat yang tepat bagi mereka agar masuk ke dalam hajaran Allah yang mendidik dan mengubahkan.

Apa yang terjadi pada umat Tuhan dalam Perjanjian Lama merupakan peringatan bagi kita semua saat ini. Ketika kita memilih untuk hidup dalam kesenangan dunia dan mengabaikan kekudusan Allah, maka Ia tidak akan segan-segan menghukum umat-Nya. Hal itu merupakan hajaran yang mendatangkan kebaikan sehingga kita menghormati-Nya secara patut, dengan hidup terpuji di tengah-tengah dunia. [MAM]


Baca Gali Alkitab 6

Yesaya 3:1-15

Dalam perikop ini, Yesaya menubuatkan kehancuran yang akan datang kepada Yehuda dan Yerusalem karena dosa mereka. Allah mengatakan, Ia akan menyingkirkan semua unsur yang dibutuhkan untuk kehidupan maupun pemerintahan mereka. Yesaya juga memperingatkan semua orang agar tidak menaruh kepercayaan kepada manusia atau ciptaan lain karena semuanya akan binasa.

Lalu, bagaimanakah pengadilan Tuhan atas mereka? Mari kita lihat.

Apa saja yang Anda baca?
1. Apa yang akan dilakukan Tuhan semesta alam? (1)
2. Siapa saja yang dimaksud dengan orang yang diandalkan? (2-3)
3. Apa yang akan terjadi setelah Tuhan mengangkat pemuda-pemuda menjadi pemimpin mereka? (4-5)
4. Apa percakapan yang terjadi di antara orang-orang? (6-7)
5. Mengapa Yerusalem runtuh dan Yehuda rubuh? (8)
6. Apa yang tidak lagi disembunyikan orang-orang dan apa akibatnya? (9)
7. Apa upah bagi orang benar dan ganjaran bagi orang fasik (10-11)?
8. Apa yang akan terjadi dengan umat Tuhan? (12)
9. Apa yang dilakukan Tuhan terhadap orang-orang? (13-15)

Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Pelajaran apa yang bisa ditarik dari penghukuman Tuhan bagi orang jahat?

Apa respons Anda?
1. Supaya terhindar dari hukuman Tuhan, tindakan apa yang akan Anda lakukan?
2. Untuk perbuatan buruk apa, jika ada, Anda berkomitmen untuk tidak melakukannya lagi?

Pokok Doa:
Kekuatan dari Tuhan kita butuhkan agar kita tidak menjadi sesat dan mengalami penghukuman-Nya.

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org