Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-sh/2020/10/03

Sabtu, 3 Oktober 2020 (Minggu ke-17 sesudah Pentakosta)

Yesaya 1:21-31
Dibentuk atau Dihancurkan

Ketika Tuhan sudah berfirman, maka hanya ada dua respons yang bisa kita pilih, yakni menerima atau menolak. Tidak ada yang namanya posisi netral. Tentu saja dua respons yang berbeda ini akan mengarah pada tindakan Tuhan yang berbeda.

Tuhan mengecam Yerusalem yang semula setia kemudian meninggalkan kesetiaannya. Yerusalem yang semula penuh keadilan, kemudian penuh dengan pembunuh. Ternyata itu semua terjadi karena para pemimpin senang menerima suap sehingga tidak peduli dengan apa yang terjadi, seperti penindasan yang dilakukan terhadap anak yatim dan janda yang seharusnya mereka lindungi (23). Karena itu, Tuhan menumpahkan murka-Nya terhadap lawan-Nya.

Cara Tuhan adalah dengan memurnikan para pemimpin, seperti memurnikan perak, dan mengembalikan para hakim seperti dahulu kala; sehingga Yerusalem kembali disebut sebagai "kota keadilan, kota yang setia". Orang yang bertobat akan Tuhan bebaskan. Namun, terhadap mereka yang tetap memberontak, Tuhan akan menghancurkannya (25-28). Mereka yang memilih menyembah berhala akan menjadi seperti berhala yang mereka sembah, yang daunnya layu, dan seperti kebun yang kekurangan air. Mereka semua akan dibakar dengan api yang tidak dapat dipadamkan (29-30).

Tuhan yang penuh kasih tidak akan membiarkan umat terus berkancah dalam dosa. Ia akan memberikan teguran keras dan menuntut umat bertobat. Jika mereka mau bertobat, mereka akan dimurnikan dan dihindarkan dari penghakiman. Kenyataannya, umat tidak mau bertobat, hati mereka menjadi begitu keras, sehingga Tuhan menghukum dan menghancurkan mereka.

Berdosa adalah "manusiawi", sebab tidak ada manusia yang dapat menghindarinya sama sekali, tetapi bukan berarti kita boleh terus berkancah dalam dosa. Apalagi ketika Tuhan sudah murka, hanya ada dua respons yang tersedia: bertobat, lalu dipulihkan dan dihindarkan dari kehancuran; atau tetap memberontak tetapi menerima hukuman yang mengerikan, di mana pada akhirnya Tuhan akan menghancurkan. [INT]


Baca Gali Alkitab 5

Yesaya 1:10-20

Umat Tuhan suka mempersembahkan banyak kurban kepada Tuhan, seperti: domba jantan, lembu jantan, anak lembu, dan kambing. Semuanya tidak disukai Tuhan. Baunya menjadi kejijikan bagi Tuhan. Mengapa? Karena perayaan yang mereka lakukan penuh kejahatan dan tangan mereka penuh darah. Banyak dosa dan ketidakadilan yang sudah mereka lakukan.

Namun, Ia adalah Allah yang maha pengampun. Ia mau mengampuni manusia yang jahat. Dosa yang merah akan dijadikan putih, tentunya jika manusia mau menurut dan mendengar-Nya. Sebaliknya, jika mereka melawan dan memberontak, mereka akan mendapat pedang.

Apa saja yang Anda baca?
1. Kepada siapa saja Tuhan berfirman? (10)
2. Terhadap apa Tuhan sudah jemu? (11-12)
3. Mengapa Tuhan melarang umat membawa lagi persembahan yang tidak sungguh dan mengapa Tuhan tidak tahan melihatnya? (13)
4. Apa yang menjadi beban bagi Tuhan? (14)
5. Apa yang akan dilakukan Tuhan jika umat berdoa? Mengapa demikian? (15)
6. Apa perintah Tuhan kepada umat? (16-17)
7. Penghapusan dosa seperti apa yang Tuhan berikan? (18)
8. Apa konsekuensi dari setiap perbuatan umat? (19-20)

Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Apa yang akan Tuhan lakukan jika kita melakukan perbuatan-perbuatan baik dan tidak berbuat jahat?
2. Apa tanggapan Tuhan terhadap kita jika hidup kita tidak kudus?

Apa respons Anda?
1. Apa yang akan Anda lakukan supaya Tuhan mendengar doa-doa Anda dan tidak memalingkan muka ketika Anda memohon kepada-Nya?

Pokok Doa:
Memohon agar kita dimampukan untuk mau mendengarkan, menuruti kehendak Tuhan, dan tidak melawan.

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org