Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-sh/2020/09/19

Sabtu, 19 September 2020 (Minggu ke-15 sesudah Pentakosta)

Mazmur 107:1-9
Sahabat Sejati

Pernahkah Anda memiliki sahabat karib yang mau mendampingi Anda di kala suka dan duka? Berbahagialah jika kita memilikinya. Tidak semua orang bisa menjadi sahabat sejati. Beberapa orang justru memanfaatkan pertemanan demi kepentingan pribadinya.

Tidak demikian dengan Allah. Ia adalah sahabat sejati bagi umat-Nya. Ia bukan hanya menjadi sahabat setia dalam suka dan duka, Ia juga bertindak sebagai Penebus dan Pembebas untuk umat. Berkali-kali Allah menolong dan menyelamatkan umat-Nya dari mara bahaya. Oleh karena itu, pemazmur berkata: "Bersyukurlah ... sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya" (1). Pemazmur mengajak umat bersyukur karena mereka memiliki Allah yang penuh kasih, rahmat, dan kebaikan.

Sesungguhnya, Allah melihat dan memperhatikan umat-Nya. Ia siap mengulurkan tangan menopang dan menolong umat-Nya. Mereka yang sedang dalam kesesakan dan terpuruk akan ditolong-Nya saat mereka mau berseru kepada-Nya. Tidak berhenti pada tindakan yang menyelamatkan, Allah melanjutkan karya-Nya dengan menuntun mereka pada jalan yang lurus (7). Ia bukan Allah yang membiarkan umat-Nya jatuh dalam kesesatan. Ia adalah Allah yang menuntun umat-Nya pada kebenaran. Akhirnya, umat Tuhan dapat menikmati sukacita sejati dan memuji-muji Allah karena kebaikan-Nya (8-9).

Sebaik-baiknya seorang sahabat, mereka pasti pernah mengecewakan kita. Namun, hal itu tidak berlaku bagi Allah karena Ia adalah sahabat yang tidak pernah ingkar janji. Lebih dari itu, Ia selalu menyertai dan melindungi kita.

Seburuk apa pun keadaan yang kita alami, Ia selalu ada untuk kita. Tangan-Nya senantiasa terbuka bagi siapa pun yang membutuhkan pertolongan-Nya. Bagaimanapun tersesatnya kita, selalu ada harapan dan jalan pertobatan. Ia juga menuntun kita kepada jalan yang lurus dan benar sehingga kita tidak salah arah dan dapat menikmati sukacita sejati. Oleh karena itu, jangan ragu untuk datang kepada-Nya, Sahabat sejati kita. [STG]


Baca Gali Alkitab 3

Mazmur 105:23-45

Setelah Yakub tinggal di Mesir, berkembanglah keturunannya menjadi bangsa yang kuat. Namun, ternyata apa yang mereka alami di sana tidaklah menyenangkan sehingga akhirnya Tuhan mengutus hamba-Nya untuk membawa bangsa pilihan-Nya ini keluar dari Mesir.

Apa saja yang Anda baca?
1. Siapakah yang datang ke Mesir dan apa yang dilakukan Tuhan kepada mereka di sana? (23-24)
2. Mengapa Tuhan mengubah hati lawan Israel? (25)
3. Siapa saja hamba pilihan Allah dan apa yang mereka lakukan? (26-27)
4. Tulah apa saja yang Tuhan berikan kepada Mesir? (28-36)
5. Apa yang selanjutnya Tuhan lakukan untuk umat-Nya? (37)
6. Mengapa orang Mesir bersukacita ketika umat Israel pergi meninggalkan Mesir? (38)
7. Karena Allah ingat akan firman-Nya dan Abraham, dan menghendaki umat pilihan-Nya tetap mengikuti ketetapan-Nya, apa yang dilakukan-Nya terhadap umat-Nya? (39-45)

Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Allah begitu membela bangsa pilihan-Nya, tetapi juga memberi pukulan kepada mereka. Apa pendapat Anda tentang Allah yang demikian?
2. Allah memberikan negeri-negeri kepada Israel supaya mereka memegang segala pengajaran-Nya. Sepertinya kesetiaan Israel kepada Tuhan bersyarat. Apa yang Anda simpulkan dari bangsa seperti ini?

Apa respons Anda?
1. Bagaimana Anda akan setia kepada Tuhan supaya Dia tidak memberi pukulan kepada Anda?

Pokok Doa:
Supaya Tuhan menjadikan kita takut akan pengajaran-Nya dan senantiasa menuruti perintah-Nya.

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org