Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-sh/2020/09/04

Jumat, 4 September 2020 (Minggu ke-13 sesudah Pentakosta)

Mazmur 98
Nyanyian Baru bagi Allah

Apa artinya menyanyikan nyanyian baru bagi Allah? Kita dapat menghayatinya dengan melihat Mazmur 98. Mazmur ini dimulai dengan ajakan pemazmur untuk menyanyikan nyanyian baru bagi Allah. Sepanjang pasal terlihat sorak-sorai dan nyanyian yang disebutkan pemazmur (4-6, 8). Nyanyian dan sorak-sorai menjadi gambaran dari nyanyian baru tersebut.

Sebenarnya, nyanyian baru ini merupakan kelanjutan dari puji-pujian kepada Allah sebagai Raja yang berkuasa atas seluruh ciptaan. Sekalipun demikian, nyanyian baru yang dinyatakan dalam Mazmur 98 terlihat berbeda karena ada variasi dalam nyanyian dan pujian kepada Allah. Artinya, tidak hanya manusia yang diminta untuk memuji Allah, tetapi juga seluruh ciptaan (7-8). Selain itu, pujian dalam Mazmur 98 juga melibatkan pemakaian berbagai jenis alat musik, seperti kecapi, nafiri, dan sangkakala (5-7). Bahkan, seluruh ciptaan juga diundang untuk menambah kemeriahan alat musik yang bunyinya seperti gemuruh laut serta isinya, tepuk tangan sungai-sungai (8), sorak sorai, yang dalam bahasa aslinya berarti nyanyian, gunung-gunung (7-8).

Semua ini dilakukan karena keselamatan, keadilan, kebenaran, dan kasih setia yang dilakukan Allah sebagai Raja (1-3, 9). Nyanyian baru bagi Allah adalah nyanyian yang harus dilakukan oleh semua ciptaan dan bukan hanya manusia. Dengan nyanyian tersebut seluruh ciptaan menggambarkan bahwa Allah adalah Allah yang setia, yang menyelamatkan, dan yang menunjukkan kebenaran serta keadilan.

Selama ini bagaimana kita menghayati nyanyian pujian kepada Allah? Nyanyian pujian kita memang sejatinya harus ditujukan hanya kepada-Nya. Tidak boleh sedikit pun timbul di dalam hati kita keinginan untuk memuliakan diri atau menikmati pujian demi kesenangan dan kepuasan kita sendiri. Kita tidak layak menerima pujian, apalagi kemuliaan. Marilah kita bersama-sama dengan segenap alam menyanyikan nyanyian baru bagi Allah kita, yakni suatu nyanyian yang lahir dari dalam hati yang penuh syukur. [HOS]

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org