Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2020/04/01

Rabu, 1 April 2020 (Minggu Pra Paskah 5)

Lukas 22:39-46
Jadilah Kehendak-Mu

Penderitaan atau kematian, bagi kebanyakan orang, adalah hal yang tidak menyenangkan. Tidak semua orang bisa menerimanya, kecuali dipaksa keadaan. Misalnya, terkena penyakit mematikan yang tak kunjung sembuh sehingga pasien ingin mengakhiri penderitaannya dengan kematian (eutanasia). Pada umumnya, orang akan memandang hidup sebagai kesempatan menikmati dunia dan bersenang-senang. Orang dengan pandangan seperti ini pasti akan menolak kematian. Bahkan kalau bisa, penderitaan pun menjauh dari hidupnya.

Penderitaan dan kematian adalah dua hal yang sedang Yesus gumuli. Keduanya sedang membentang di hadapan-Nya. Di Bukit Zaitun, Ia galau. Dalam doa-Nya, Ia seperti tawar-menawar dengan Bapa supaya cawan itu diambil (42).

Cawan adalah simbol penderitaan atau murka Allah (bdk. Why. 14:10, 16:19) yang akan ditanggung Yesus. Yesus tahu Ia akan disalibkan seperti penjahat, menderita, lalu mati secara tidak terhormat. Yesus ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa (44a). Rasa takut-Nya terlukis oleh peluh yang terlihat menjadi seperti tetesan darah ke tanah (44b). Ia menanggung penderitaan yang bukan semestinya Ia alami demi merampungkan karya penyelamatan. Tanpa penumpahan darah, tak ada pengampunan dan penyelamatan.

Di tengah ketakutan-Nya, Yesus tidak memaksakan kehendak-Nya sendiri, melainkan kehendak Bapa. Ini tanda ketaatan. Ia bersedia menghadapi kengerian yang membayang di depan mata. Kehendak Bapa dituntaskan-Nya secara tanpa berbantah.

Salah satu bukti iman adalah ketaatan. Banyak godaan dan kelemahan merayu agar kita tidak taat. Salah satunya adalah menghindar. Kita sering menghindar dari masalah, apalagi yang sulit. Padahal jika dihadapi, Tuhan pasti menyertai. Lewat masalah itu, Ia sebenarnya sedang melatih kedewasaan iman kita. Jadi, jalan terbaik saat menghadapi kesulitan adalah dengan menghadapinya, bukan melarikan diri dari masalah tersebut. [SGP]

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org