Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-sh/2019/12/28

Sabtu, 28 Desember 2019 (Minggu ke-1 sesudah Natal)

Yohanes 1:35-51
Kami Menemukan Mesias

Allah menggenapi janji-Nya kepada bangsa Israel dengan menghadirkan Mesias. Dan Yohanes tahu persis apa yang harus dia lakukan.

Yohanes mengakui kemesiasan Yesus di depan kedua muridnya (35-56). Para murid itu pun segera pergi meninggalkan Yohanes dan mengikut Dia (37). Dan setelah terjadi dialog singkat, Yesus menerima mereka (38-40).

Andreas, salah satu murid yang mengikut Yesus, kemudian membawa Simon (Petrus) kepada Yesus (41). Dan Yesus juga menerimanya.

Sosok seorang guru bagi muridnya harus memberikan teladan dan ajaran kebenaran. Sebagai guru bagi murid-muridnya, Yohanes mengajarkan hal yang benar tentang Yesus Kristus. Terbukti, ketika Yohanes mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Domba Allah, para murid segera memahami dan langsung mengikuti Dia. Yohanes pun tidak berat hati dengan hal tersebut. Ini menunjukkan bahwa memang Yohanes hadir untuk membuka jalan bagi Yesus.

Keesokan harinya, Yesus memanggil Filipus. Dan Filipus membawa Natanael dengan perkataan yang sama bahwa ia telah menemukan Mesias (43-51).

Ungkapan "Kami telah menemukan Mesias!" menunjukkan kepada kita bahwa para murid telah lama menantikan kehadiran Mesias bersama dengan bangsa Israel lainnya. Mereka berani meninggalkan segala sesuatu demi mengikut Yesus karena mereka sadar mengikut Mesias merupakan hal tertinggi dalam hidup mereka. Tidak ada yang lebih penting dari itu. Meski mereka belum memahami secara lengkap Kemesiasan Yesus adalah dalam menyatakan Kerajaan Allah, bukan kerajaan dunia ini, tetapi tekad yang mereka berikan murni dengan kesungguhan hati. Semakin waktu bergulir, mereka semakin dibukakan siapa Yesus, Sang Mesias yang dinantikan sepanjang sejarah itu. Dan mereka makin takjub.

Siapakah Yesus bagi kita? Jika Yesus sungguh penting bagi kita, sudahkah kita memberikan hati kita bagi-Nya?

Doa: Tuhan, kami rindu mengenal Yesus Sang Mesias lebih dalam lagi. Amin. [RS]


Baca Gali Alkitab 9

Yohanes 1:35-51

Manusia suka berkompetisi. Ia berhasrat menjadi yang pertama, terdepan, dikenal, populer, dan dipuja. Tidak jarang orang Kristen memanfaatkan Tuhan untuk popularitas saja. Manusia selalu ingin menjadi yang terbesar dengan cara licik.

Yohanes Pembaptis sadar bahwa misinya bukan terpusat pada dirinya, melainkan Kristus. Karena ia sadar bahwa Yesus adalah Sang Mesias. Ia hanyalah pembuka jalan pertobatan dan mengarahkan orang kepada Mesias itu. Ia sadar bahwa ia harus makin kecil dan Yesus makin besar (bdk. Yoh. 3:30). Meski Yohanes mempunyai potensi menjadi besar, ia rela menjadi kecil demi Kristus. Bagian Yohanes adalah mengarahkan semua orang berfokus pada Kristus. Dan Yohanes mengerjakan bagiannya dengan baik.

Apa saja yang Anda baca?
1. Apa yang diberitahukan Yohanes kepada muridnya tentang Yesus dan apa yang mereka lakukan setelah mendengarnya (35-37)?
2. Apakah respons Yesus terhadap murid-murid Yohanes tersebut (38-39)?
3. Bagaimanakah Petrus dapat mengikut Yesus (40-42)?
4. Bagaimanakah Filipus dan Natanael mengikut Yesus (43-51)?

Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Bagaimanakah cara Yesus menerima Anda sebagai murid-Nya?
2. Bagaimana Anda dapat mengetahui telah mengikut Yesus sebagai murid-Nya?

Apa respons Anda?
1. Apakah Anda pernah bersikap seperti Yohanes yang rela menjadi kecil demi Kristus?
2. Sudahkah Anda sungguh-sungguh mengikut Yesus?

Pokok Doa:
Kiranya Tuhan memberikan hati seperti Yohanes Pembaptis yang rela menjadi kecil demi Kristus.

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org