Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2019/08/30

Jumat, 30 Agustus 2019 (Minggu ke-11 sesudah Pentakosta)

1 Samuel 25:1-44
Si Bodoh dan Si Bijak

Secara sederhana, terdapat dua sikap manusia: sikap bodoh dan sikap bijak. Sikap bodoh dianggap karena dia berpikir pendek. Sikap bijak-dapat melihat jauh ke depan-memperhitungkan segala sesuatu dan memilih yang terbaik. Orang bijak akan mampu meraih masa depan yang lebih baik.

Nabal dan Abigail adalah sepasang suami istri yang kaya. Keduanya memiliki sikap hidup yang berbeda. Nabal disebutkan kasar dan jahat, sedangkan, Abigail bijak dan cantik (3). Daud yang hidup dalam pelarian, membutuhkan dukungan bahan pangan. Ia meminta Nabal untuk memberikan dukungan (8). Salah satu alasan Daud bertindak demikian adalah selama ini domba milik Nabal dilindungi oleh para prajuritnya. Nabal menolak. Malahan, ia merendahkan Daud dengan mempertanyakan siapakah Daud (10). Tindakan Nabal dimaknai sebagai penghinaan (14).

Hal itu mengesalkan hati Daud. Daud memutuskan untuk membalas (13). Tindakan Daud didengar oleh Abigail. Segera Abigail menyiapkan berbagai bahan makanan untuk diberikan kepada Daud (18). Setelah berjumpa, ia bersujud di hadapan Daud dan meminta pengampunan (24). Tindakan Abigail mengundang pujian dari Daud. Daud bahkan menyebut Abigail telah menolongnya untuk tidak menumpahkan darah orang tidak berdosa (34).

Sementara itu, Nabal hidup bersenang-senang dalam kemabukan. Ia seolah tidak peduli pada apa pun, termasuk masa depan (36). Nabal tewas terkena serangan jantung (37). Setelah kematian Nabal, Daud mengingat kebijakan Abigail. Lalu, ia mempersunting Abigail menjadi istriya (39).

Sikap bijak Abigail membuahkan berkat. Ia tidak hanya selamat dari rencana serangan Daud, ia dipersunting Daud menjadi istrinya. Cara bijak membawa Abigail pada kehidupan yang lebih baik.

Kita dituntut untuk bijaksana dalam merespons ragam peristiwa kehidupan. Cara hidup bijak membuat kita mampu menyongsong masa depan gemilang yang Allah telah sediakan.

Doa: Tuhan, karuniakan kami kebijakan yang dari pada-Mu. [AP]

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org