Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2019/07/12

Jumat, 12 Juli 2019 (Minggu ke-4 sesudah Pentakosta)

Lukas 11:27-28
Yang Berbahagia

Masih ingatkah Anda dengan sang Juara badminton Asian Games 2018 Jakarta-Palembang yaitu Jonathan Christie yang mengalahkan Chou Tien Chen dan mendapatkan medali emas ke-23 untuk Indonesia? Ia menuai begitu banyak pujian. Indonesia bangga. Semua mengucapkan selamat kepada pahlawan bangsa, Jonathan Christie.

Lukas mencatat, ketika Yesus masih berbicara ada seorang perempuan dari antara orang banyak yang berseru kepada Yesus, "Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau" (27). Ia memuji ibunda Yesus sebagai ibu yang berbahagia. Ia kagum dengan pengajaran (1-13, 15-26) dan mukjizat yang dilakukan-Nya (14). Baginya, prestasi Yesus tidak terlepas dari peranan seorang ibu (keluarga). Perempuan itu bukan hanya menyanjung status ibu Maria sebagai ibu Yesus, tetapi juga peranan Maria sehingga Yesus dapat tampil sebagai salah seorang guru yang dihormati pada masa itu.

Adalah lumrah bagi manusia menilai dengan dengan ukuran manusia. Tetapi, Yesus memanfaatkan peristiwa ini untuk mengatakan bahwa yang berbahagia ialah orang yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya (28). Yesus tidak bermaksud merendahkan hubungan darah melainkan menegaskan bahwa ada ikatan lain yang lebih dari itu. Ikatan yang dimaksud adalah ikatan keluarga surgawi. Ikatan ini didasarkan pada ketaatan seseorang untuk sedia mendengarkan dan memelihara firman Allah. Mereka yang sudi mendengar dan memelihara firman-Nya adalah anggota keluarga Allah. Dengan firman Allah, anggota keluarga Allah akan menerangi bumi.

Tentu saja Yesus mengasihi Maria, ibu-Nya. Ia sedang menegakkan konsep kebahagiaan yang terbesar dan sejati. Kebahagiaan sejati hanya di dapat ketika mendengar dan melakukan firman Allah.

Keluarga Allah bukan soal hubungan darah tetapi soal respons pribadi terhadap anugerah. Sediakanlah waktu untuk membaca, merenungkan, dan melakukan firman Allah sebagai anggota keluarga Allah.

Doa: Tuhan, berkati keluarga kami untuk taat pada-Mu. [IM]

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org