Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2019/06/19

Rabu, 19 Juni 2019 (Minggu Trinitas)

Lukas 8:26-39
Pulanglah ke Rumahmu!

Pernahkah kita begitu mengagumi seseorang karena jasanya telah mengubah hidup kita secara drastis? Apa respons kita? Kita pasti kagum kepadanya, bukan? Kita mungkin akan mendengar semua perkataannya dan selalu mengingatnya sepanjang hayat.

Hari itu sangat bersejarah bagi seorang laki-laki yang sudah lama kerasukan setan di Gerasa (26). Ia sudah lama tidak berpakaian dan tidak tinggal dalam rumah, tetapi di pekuburan (27). Roh dalam dirinya telah lama menyeret-nyeretnya. Ia bahkan tak mampu lagi mengendalikan diri karena setan menguasai tubuhnya (30). Oleh karena hal itu, ia terpaksa dirantai dan dibelenggu (29).

Saat bertemu Yesus, bukan orang itu yang berbicara, melainkan setan-setan yang telah mengambil alih tubuh dan kesadarannya. Si setan berkata pada Yesus, ”Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus Anak Allah Yang Maha Tinggi? Aku memohon kepada-Mu supaya Engkau jangan menyiksa aku, ”(28).

Yesus pun bertindak dengan memasukkan setan-setan itu ke kawanan babi. Tak lama berselang, sejumlah babi itu pun terjun dari tepi jurang ke dalam danau sehingga mati lemas (34). Yesus menyelamatkan jiwa dan tubuh lelaki itu.

Orang itu berterima kasih kepada Yesus. Kemudian, ia meminta supaya diperkenankan menyertai-Nya. Yesus berkata, ”Pulanglah ke rumahmu dan ceritakanlah segala sesuatu yang telah diperbuat Allahmu atasmu, ”(39).

Betapa bersyukurnya kita memiliki Tuhan yang penuh belas kasih dan berkuasa. Ia tahu bagaimana cara menolong saat kita dalam kondisi tak berdaya sekalipun. Bagi-Nya, menyelamatkan satu jiwa sungguh sangat berharga.

Kita, yang sudah menerima keselamatan dan perubahan hidup, diminta-Nya agar pulang ke rumah. Itu bisa diartikan bahwa perubahan hidup dimulai dari rumah sebab orang yang kita kasihi ada di rumah. Dengan demikian, belas kasih Tuhan tidak berhenti pada diri kita sendiri. Mari kita menceritakan perbuatan Tuhan di rumah.

Doa: Tuhan, ajar kami agar mau menceritakan perbuatan- Mu dalam keluarga supaya kami memuliakan nama-Mu. [SA]

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org