Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2019/06/05

Rabu, 5 Juni 2019 (Minggu ke-6 sesudah Paskah)

Keluaran 39:1-31
Cara Hidup yang Berbeda

Pernahkah Anda disindir sinis karena menjaga kesucian hidup? ”Ah, kamu sok suci!” begitu biasanya kata si penyindir. Sebagai orang Kristen, Allah memang menuntut agar kualitas hidup kita berbeda. Rasul Paulus suatu kali pernah mengingatkan agar kita jangan seperti dunia (Rm. 12:1-2). Lalu, apa hubungannya dengan pakaian para imam?

Sepanjang Alkitab, Allah hanya mengatur pakaian para imam. Dalam nas ini, kita melihat betapa detail baju itu diatur. Coraknya, bahannya, penutup dada, dan sebagainya ditentukan dengan teliti.

Apa maksud ini semua? Ini menunjukkan bahwa imam memiliki predikat dan tanggung jawab yang berbeda dari yang lain. Mereka bukan kelas masyarakat sembarangan. Hal ini tentu bisa kita terima dengan mudah jika melihat tugas mereka. Mereka adalah jembatan dalam relasi antara Allah yang kudus dan umat. Nyawa para menjadi taruhan ketika mereka menjalankan kewajiban ini.

Dalam Perjanjian Baru, setiap orang percaya adalah kaum imamat (1Ptr. 2:9). Sekarang, Gereja adalah jembatan antara Kristus dan dunia. Oleh karena itu, kita pun dituntut untuk mengenakan “pakaian” yang berbeda. Pakaian itu adalah kehidupan kita sebagai kitab yang terbuka (2Kor. 3:2). Cara hidup kita wajib berbeda dari dunia. Kita harus membawa terang Kristus dalam pergaulan, menjalankan profesi, dan semua aspek kehidupan lain.

Jadi, jika kita, sebagai umat Allah, pernah disindir karena kualitas hidup yang berbeda, janganlah bersedih. Sebaliknya, berbanggalah karena cara hidup kita sudah berbeda dengan dunia. Dengan menjalani hidup dengan cara Yesus, kita sedang mengajak dunia agar datang kepada Yesus. Kita sedang menjalankan peran sebagai imam.

Tugas ini memang sulit. Sukar rasanya mempertahankan kekudusan ketika lingkungan menganggap dosa adalah hal yang biasa. Nas hari ini semoga memberi kita kekuatan untuk mempertahankan hidup kudus walau dengan cucuran air mata.

Doa: Tuhan, beri kami kekuatan agar tetap menjaga kekudusan hidup. [RP]

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org