Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2019/05/23

Kamis, 23 Mei 2019 (Minggu ke-4 sesudah Paskah)

Keluaran 31:1-11
Percaya kepada Tuhan, bukan Diri Sendiri

Paul Harvey, seorang selebritas penyiar radio di AS, suatu kali berkata, "Saya belum pernah melihat sebuah monumen dibangun bagi orang pesimis." Pesimis adalah sikap memandang rendah diri sendiri dan merasa tidak berdaya. Orang pesimis akan cenderung menarik diri dan memilih untuk menjadi makhluk tak terlihat, sehingga orang akan segera melupakannya. Tanpa disadari, dalam sikap pesimis itu, kita sedang meminggirkan Allah dari arena kehidupan. Rasa minder itu sebenarnya tumbuh dari benih kesombongan yang tak mau bergantung kepada Allah.

Dalam nas ini, Allah menunjuk Bezaleel bin Uri bin Hur untuk mengerjakan proyek pembangunan Kemah Pertemuan (2). Tugas ini tentu penting dan juga berat. Oleh karena itu, Allah memenuhi Bezaleel dengan Roh agar memiliki keahlian dan keterampilan (3). Bukan hanya itu, Allah pun menyediakan partner sebagai penolong, yaitu Aholiab bin Ahisamakh (6).

Allah tidak pernah sembarangan saat mengutus kita. Ia akan menugasi kita sesuai dengan kemampuan. Seandainya kita tidak punya kemampuan atau keterampilan, Ia sendiri yang akan memperlengkapi dan memampukan kita. Allah tidak akan pernah membiarkan kita sendirian. Inilah alasan mengapa kita jangan lagi minder sebab ada Allah yang menopang. Kita jangan mudah pesimis, tetapi harus optimis sebab Allah bersama kita. Kemantapan hati muncul bukan karena kita percaya pada kemampuan diri sendiri. Sebenarnya, fajar pengharapan terbit justru karena kita percaya kepada-Nya.

Allah adalah sumber pengetahuan dan kekuatan kita dalam menapaki jalan misteri kehidupan. Misteri memang selalu menawarkan rahasia. Biasanya, kita selalu akan takut pada sesuatu yang tidak diketahui. Jadi, rasa minder dan pesimis adalah wajar sekaligus manusiawi. Namun, nas hari ini mengingatkan agar kita jangan lagi pesimis karena kita percaya kepada Allah, bukan kepada diri sendiri.

Doa: Tuhan, mampukan kami lebih percaya kepada-Mu dibanding percaya kepada diri sendiri. [IG]

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org