Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2019/04/21

Minggu, 21 April 2019 (Hari Paskah)

Matius 28:1-10
Tuhanlah Bentengmu

Kita semua pasti mempunyai pengalaman dengan ketakutan. Setiap orang mempunyai ragam cara dalam merespons perasaan itu. Ada orang terdiam membeku di hadapan ketakutan. Sebagian lagi bersikap reaktif bergegas mencari pertolongan guna mengatasi rasa takut itu. Sementara yang lain lekas-lekas bersujud menyembah Allah untuk memperoleh kekuatan dari-Nya. Dan mungkin kita mempunyai respons yang lain.

Saat itu terjadi gempa bumi yang hebat di kuburan Yesus. Batu penutup kubur Yesus digulingkan oleh malaikat (2). Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju (3). Kejadian spektakuler itu disaksikan oleh para penjaga kubur. Mereka menjadi sangat ketakutan dan menjadi seperti orang mati (4).

Maria Magdalena dan Maria yang lain pun turut menjadi saksi peristiwa itu (1). Mereka juga merasa takut. Namun, malaikat itu berpesan, ”Jangan takut!” (5). Malaikat meminta mereka untuk memberitahukan para murid bahwa Yesus telah bangkit (5-7). Mereka pun pergi dengan perasaan campur aduk: takut dan sukacita yang besar (8).

Anugerah Allah pun hadir pada perempuan-perempuan itu melalui pertemuan dengan Yesus. Sontak mereka berlari dan memeluk kaki-Nya dan menyembah-Nya (9). Yesus pun memberikan kekuatan kembali kepada mereka dengan ucapan, ”Jangan takut, pergilah”(10).

Allah selalu ingin membawa manusia hidup dalam sukacita. Ia akan menghalau ketakutan dari kita. Seruan, ”Jangan takut!” juga berlaku bagi kita pada zaman ini. Janji Allah selalu digenapi. Kuasa-Nya selalu dinyatakan. Inilah alasan untuk kita hidup tanpa rasa takut.

Kita memiliki Allah yang hidup, Penguasa alam semesta, dan peduli pada kita. Jadi, apa yang kita takutkan? Mari kita tegakkan kepala dan mantapkan langkah dalam menjalani kehidupan. Optimisme ini bukan datang dari rasa percaya diri seperti ajaran para motivator dunia. Keberanian ini justru bersandar pada kepercayaan bahwa Tuhan akan selalu menyertai.

Doa: Ya Allah, saat mengalami ketakutan, kuatkan dan teguhkanlah hati kami. [SA]

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org