Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2018/12/16

Minggu, 16 Desember 2018 (Minggu Adven ke-3)

Keluaran 23:1-13
Gaya Hidup yang Berbeda

Dunia sudah terbiasa dengan hukum rimba. Buat apa kita mengurusi orang lain? Apalagi, kalau dia itu musuh kita? Apa gunanya kita mengusahakan kelegaan bagi orang miskin dan asing? Bukankah lebih baik jika kita mengeksploitasi mereka saja? Namun, Israel berbeda. Mereka punya gaya hidup yang lain.

Orang asing dan miskin mendapatkan perhatian khusus di Israel. Orang Israel harus memperlakukan mereka dengan setara. Mereka berhak mendapatkan keadilan. Jika ternak musuh tersesat, mereka harus mengembalikannya (4). Jika keledai musuh rebah karena beban yang berat, mereka harus rela menolong untuk membongkar muatannya (5). Lembu, keledai, budak, dan orang asing berhak mendapatkan istirahat. Bahkan, tanah garapan harus diberi istirahat setelah tujuh tahun. Mereka harus membiarkan apa pun hasil yang keluar dari tanah itu sebagai jatah orang miskin (11).

Umat Allah jangan meniru bangsa di sekitarnya. Mereka adalah bangsa penindas yang lemah untuk mencari untung yang sebesar-besarnya. Kehadiran Allah di tengah umat-Nya harus menghasilkan hidup yang berbeda.

Hidup zaman sekarang terasa sulit. Semangat individualistis membuat manusia semakin cuek pada sesama, apalagi kepada musuhnya. Tekanan ekonomi memusatkan tindakan kita demi mencari untung belaka. Situasi ini menyulitkan kita untuk menunjukkan belas kasihan kepada mereka yang miskin dan lemah. Kita pun memperlakukan lingkungan bukan lagi menjadi sebuah objek yang sakral sebagai ciptaan Tuhan. Kita memeras alam demi kepentingan diri sendiri.

Tuhan memerintahkan umat-Nya untuk hidup berbeda dari nilai-nilai dunia. Alasannya karena kita memanggil nama Allah yang hidup (13). Allah yang telah membebaskan Israel dari perbudakan di Mesir. Dia akan menolong kita hidup di tengah nilai-nilai dunia yang berbeda ini.

Doa: Tuhan, ajarilah kami agar punya gaya hidup yang berbeda dari dunia ini. Sebuah gaya hidup untuk memperjuangkan keadilan. [IM]

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org