Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2018/11/13

Selasa, 13 November 2018 (Minggu ke-25 sesudah Pentakosta)

Maleakhi 2:1-9
Allah Menghukum yang Berlaku Cemar

Tuhan memberi kita berbagai talenta yang bisa digunakan dalam pelayanan. Talenta itu beraneka ragam. Beberapa orang terampil memersiapkan tata ibadah. Orang lain mahir bermain musik. Bahkan, ada yang dipersiapkan-Nya untuk berkhotbah. Namun, jangan menyangka Allah akan berdiam diri kalau talenta itu tidak dimaksimalkan atau disalahgunakan. Allah bisa menarik kembali talenta itu. Bahkan, Ia bisa menghukum kita karena dianggap tidak menghormati-Nya.

Allah benar-benar murka kepada para imam yang tidak menghormati kekudusan-Nya karena sudah berlaku cemar saat melaksanakan tugasnya. Oleh karena itulah, Allah akan mengutuk mereka. Semua yang telah mereka terima sebagai berkat akan diubah menjadi kutuk (2). Keturunan mereka pun akan dimurkai Allah (3a bdk. Kel. 20:5). Mereka akan dibuat malu dan najis sehingga tidak layak lagi menjadi imam. Hingga akhirnya, mereka akan dipandang rendah (3b).

Allah menegaskan bahwa perjanjian-Nya dengan imam keturunan Lewi tetap berlaku (4). Kepada nenek moyang mereka, Allah berjanji akan memberkati dengan kehidupan dan kesejahteraan. Pada masa itu, mereka masih takut kepada-Nya (5). Mereka masih mengajarkan yang benar, menghidupinya, dan menuntun orang kembali pada kebenaran (6). Inilah tugas dan kewajiban seorang imam (7).

Namun, generasi ini telah menyimpang, bahkan menyeret orang lain bersama kejahatannya (8). Allah kembali menegaskan akan menghukum mereka karena tidak mengikuti kehendak-Nya. Apalagi dalam melayani umat, mereka kerap membeda-bedakan orang (9).

Tugas melayani Tuhan bukanlah pekerjaan remeh. Allah menuntut kekudusan, kesungguhan hati, dan profesionalitas. Dia menetapkan standar yang harus kita ikuti dengan penuh integritas. Allah ingin para pelayan-Nya menghidupi kebenaran-Nya dan mengajarkan itu kepada orang lain. Tanpa itu, hanya murka Allah yang tersisa.

Doa: Tuhan ampunilah jika dalam melayani-Mu, aku berlaku cemar dan tidak menghormati kekudusan-Mu. [IVT]

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org