Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-sh/2018/05/12

Sabtu, 12 Mei 2018 (Minggu ke-5 sesudah Paskah)

Mazmur 18:1-19
Bersyukur karena Diselamatkan Tuhan

Apakah ucapan syukur kepada Allah itu penting? Hal itu tergantung seberapa jauh dan dalam kecintaan kita kepada Allah. Sebagai orang yang beriman kepada Kristus, seharusnya setiap orang wajib menaikkan rasa syukur kepada Allah. Sebab rasa syukur adalah ungkapan terima kasih atas pemeliharaan Allah dalam kehidupan kita.

Daud adalah pribadi yang selalu bersyukur kepada Tuhan atas segala hal yang menimpa hidupnya, apakah itu baik atau buruk. Rasa syukur itu diungkapkan Daud secara jujur. Dalam kejujurannya terpancar kasihnya yang dalam kepada Allah. Pertanyaannya adalah bagaimana Daud bisa memiliki perasaan syukur yang mendalam kepada Allah? Dalam hidupnya, Daud menjadikan Tuhan sebagai gunung batu, kubu pertahanan, tempat perlindungan, dan penyelamatnya. Artinya, Tuhan adalah satu-satunya tempat keselamatan yang kukuh, kuat, perkasa, dan abadi bagi Daud.

Ketika seseorang memanjatkan syukur, pasti ada pengalaman khusus yang dialaminya saat itu. Bagaimana dengan dengan Daud? Pengalaman apa yang membuatnya berulang kali bersyukur kepada Allahnya? Ia menyatakan bahwa Tuhanlah yang telah menyelamatkan hidupnya dari musuh, ketika tali-tali maut melilitnya, banjir-banjir jahaman menimpanya, dan lolos dari berbagai perangkap maut. Saat Daud dalam kesesakan dan berteriak minta pertolongan Tuhan, ia menjumpai bahwa Allah tidak pernah mengecewakan dirinya. Allah selalu mendengar seruan hatinya.

Bagaimanakah Tuhan menjawab Daud? Allah memperlihatkan keperkasaan dan kuasa-Nya. Kuasa Allah dilukiskan dengan kata "goncanglah bumi, dasar-dasar gunung gemetar" (8), dan suara mengguntur di langit (14). Semua kiasan tersebut membuktikan betapa Allah sayang kepada Daud. Kasih Tuhan inilah yang memberikan Daud kekuatan untuk maju terus dalam iman dan pengharapan.

Kita harus belajar bersyukur. Apa pun yang kita alami akan teratasi karena Tuhanlah sandaran dan penyelamat kita yang kukuh. [BK]


Baca Gali Alkitab 2

Mazmur 18

Buat orang percaya, Tuhan dapat diandalkan sepenuh-Nya. Tuhan Yesus sudah mati disalib, terkubur tiga hari, demi pengampunan dosa kita, lalu bangkit sebagai Tuhan yang hidup untuk menyatakan kemenangan atas maut. Kedahsyatan apa lagi yang lebih besar dari dosa yang tidak dapat diatasi-Nya? Maka setiap orang percaya tidak boleh meragukan Tuhan, apa pun yang sedang ia alami. Lihat dan kecaplah Tuhan, sebab Dia baik. Naikkan syukur kepada-Nya dan siapkan diri Anda untuk Tuhan perlengkapi menjadi alat Tuhan bagi pelaksanaan dan penggenapan rencana-Nya!

Apa saja yang Anda baca?
1. Kapankah peristiwa sejarah yang menyebabkan lahirnya mazmur syukur ini (1)?
2. Siapakah Tuhan bagi Daud (2-7, 47-51)?
3. Mengapa Daud berani meminta pertolongan Tuhan (21-30)?
4. Bagaimana cara Tuhan menolong Daud (8-20, 31-43, 44-46)?

Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Siapakah Tuhan bagi orang percaya?
2. Apa yang seharusnya menjadi keberanian Anda untuk meminta pertolongan pada Tuhan?
3. Apa yang Tuhan lakukan untuk menolong Anda?

Apa respons Anda?
1. Kesulitan apa yang Anda sedang hadapi sebagai anak Tuhan? Sudahkah Anda memohon pertolongan-Nya?
2. Apakah yang Anda akan lakukan saat-saat menantikan pertolongan Tuhan dinyatakan?

Pokok Doa:
Untuk setiap gereja di Indonesia yang masih menghadapi aniaya dan penolakan agar mengandalkan Tuhan saja.

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org