Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-sh/2016/06/11

Sabtu, 11 Juni 2016 (Minggu ke-4 sesudah Pentakosta)

Ajaran, wejangan, teguran, dan peringatan telah Musa sampaikan kepada bangsa Israel. Saat-saat terakhir kehidupannya, Musa hanya menyampaikan berkat Allah kepada dua belas suku Israel (1, 6-25).

Dalam pembuka berkatnya, Musa menaikkan pujian kepada Allah yang telah memberikan hukum-Nya kepada bangsa Israel (2, 4). Hukum ini menjadi menjadi makanan rohani dan sumber kehidupan bagi umat-Nya yang kudus (3). Tidak heran jika Musa menyebut umat Israel dengan kata "yesyurun" (5, 26a). Kata "yesyurun" merupakan panggilan untuk Yakub atau Israel, yang artinya orang jujur, benar, tulus hati, dan yang dicintai. Musa mengenakan nama ini kepada bangsa Israel. Dengan panggilan seperti itu, Musa berharap mereka menyadari status dan derajat sebagai umat Allah yang harus hidup dalam kebenaran, kejujuran, dan ketulusan hati.

Sebagai umat pilihan Allah, seharusnya bangsa Israel berbahagia. Tidak ada sejarah bangsa yang sama dengan Israel. Sejarah Israel sangat unik dan istimewa sebab mereka ditebus dan diselamatkan oleh Allah Abraham, Ishak, dan Yakub. Karena itu Allah Israel dilukiskan Musa sebagai perisai dan pedang (29a-b). Kata "perisai" memperlihatkan Allah Israel menjadi tempat perlindungan yang menopang kehidupan dan keselamatan mereka (27a). Kata "pedang" menunjukkan keperkasaan Allah Israel yang membela umat-Nya dan menumpas semua musuh mereka (27b, 29c). Dengan armada perang-Nya, Allah maju berperang demi umat-Nya. Ia membuat nama Israel menjadi masyhur dan ditakuti oleh bangsa-bangsa (26b). Itu sebabnya Musa berupaya menyadarkan bangsa Israel bahwa Allah mereka itu adalah tempat perlindungan abadi yang paling aman. Di bawah naungan-Nya, bangsa Israel akan hidup sejahtera dan tentram. Kehidupan mereka dan anak cucu akan terjamin senantiasa. Bahkan di tanah yang kering dan tandus, Allah Israel dapat menjadikan wilayah itu sebagai tempat yang subur (28).

Orang percaya adalah surat Kristus yang terbuka. Hiduplah selaras dengan nama itu. [TG]


Baca Gali Alkitab 6

Ulangan 33:1-29

Sebelum Musa wafat, ia mempunyai tugas terakhir, yaitu mewakili Allah memberkati bangsa Israel. Saat Musa memberkati dua belas suku Israel, ia menyebut mereka sebagai orang yang dicintai, orang yang tulus hati, dan orang yang benar. Panggilan itu merupakan harapan Musa terhadap bangsa Israel. Sebab mereka memiliki Allah yang perkasa dan penuh kemuliaan.

Apa saja yang Anda baca?
1. Apa yang dikatakan Musa sebelum ia mati (1-5)?
2. Apa isi berkat Musa kepada dua belas suku Israel (6-25)?
3. Mengapa Musa menyebut Israel dengan sebutan "Yesyurun" (26)?
4. Apa gambaran Musa tentang Allah Israel (26-27)?
5. Mengapa Musa menyebut bangsa Israel berbahagia (29)?
6. Hasil apa yang akan Israel dapatkan ketika mereka hidup bersandar pada Allah (28)?

Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Apa yang dilakukan Allah terhadap umat yang dikasihi-Nya?
2. Siapakah sumber berkat dan apa alasannya?

Apa respons Anda?
1. Tekad apa yang akan Anda ambil berkenaan dengan berkat Allah yang telah Anda peroleh?
2. Doa seperti apa yang akan Anda panjatkan kepada Allah mengenai perlindungan-Nya atas hidup Anda?

Pokok Doa:
Ajari kami bersyukur atas karya-Mu dalam hidup kami sehingga kami disebut orang-orang yang berbahagia.

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org