Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-sh/2016/05/25

Rabu, 25 Mei 2016 (Minggu ke-2 sesudah Pentakosta)

Ulangan 24:1-5
Hal Perceraian dan Pernikahan

Perceraian dan menikah kembali saat ini bagaikan hal yang lumrah. Banyak pasangan melakukannya tanpa merasa bersalah. Bahkan hal ini terjadi di kalangan orang percaya.

TUHAN menegaskan larangan bercerai bagi orang Israel (Mal. 2:16a). Tetapi dalam kekerasan hati umat-Nya dan dosa yang ditimbulkan, tetap terjadi perceraian di kalangan umat Israel hingga kemudian hari (Mat. 19:3, 8, 5:31). Dalam hal ini, ada izin pemberian surat cerai kepada perempuan yang tidak disukai karena ketidaksenonohan yang ditemukan padanya (1). Perempuan ini mungkin menikah lagi dan dapat diceraikan lagi atau ditinggal mati oleh suaminya yang kemudian (2-3). Apabila hal seperti ini terjadi, maka suaminya yang pertama tidak boleh menerimanya lagi sebagai istri karena perceraian dan menikah kembali merupakan perzinaan, suatu dosa di hadapan TUHAN (Mat. 5:32, berbeda dengan kasus 1Kor. 7:39). TUHAN sangat mengerti dan memberi kesempatan kepada umat-Nya untuk menjalani kehidupan pernikahan dengan baik. Oleh karena itu, ada kesempatan satu tahun bagi setiap laki-laki yang baru menikah untuk tidak ikut berperang (5). Hal ini harusnya menjadi pertimbangan bagi setiap pasangan baru, memberi waktu khusus untuk menyukakan hati pasangannya.

Allah tidak pernah menghendaki perceraian. Sejak awal pernikahan dirancang untuk melengkapi pasangan suami-istri menjadi gambaran dan wakil Allah di muka bumi. Dosa telah membuat manusia melakukan perceraian dan kemudian menimbulkan dosa-dosa lain yang lebih memalukan. Allah menghendaki setiap pasangan menyukakan pasangannya sehingga dapat menghindari perceraian. Menyediakan waktu bagi pasangan akan menjadi kesempatan yang baik untuk hal itu.

Jagalah hidup pernikahan dalam kekudusan dan hindari perceraian! Berikan kesempatan untuk saling menyukakan di antara pasangan hidup kita. Jangan sampai kesibukan pekerjaan dan sebagainya merenggut kesukaan itu dan memberi kesempatan dosa bertumbuh di dalamnya. [JH]

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org