Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-sh/2016/05/21

Sabtu, 21 Mei 2016 (Minggu ke-1 sesudah Pentakosta)

Ulangan 22:1-12
Sikap Hidup Umat Allah

Israel wajib menolong lembu atau keledai dari sesama (Kel. 23:4-5), bahkan pakaian atau setiap barang yang hilang dari saudara-nya. Orang yang menemukannya wajib menyelamatkan dan mengembalikannya kepada pemiliknya (1-4). Ada aturan penghargaan terhadap milik sesama. Allah juga menghargai perbedaan jenis kelamin melalui aturan perbedaan jenis pakaian yang mereka kenakan (5). Pakaian harus dilihat dalam konsep sebagai penutup kulit, menutupi sesuatu yang tidak layak diperlihatkan (Kej. 3:21), sehingga pelanggaran terhadap hal ini menjadi kejijikan bagi Allah. Israel harus membuat tali yang terpilin pada keempat punca kain penutup tubuh mereka untuk sembahyang (12, band. Bil. 13:8; Mat. 23:5).

Dalam hal mengambil burung, Israel boleh mengambil anak-anaknya tetapi melepaskan induknya (6-7; band. larangan memasak lembu atau kambing bersama anaknya Kel. 23:19; Im. 22:28). Ini merupakan pemeliharaan terhadap makhluk ciptaan Allah. Dalam hal pendirian rumah, setiap orang harus memikirkan keamanan bagi orang lain, menghindari risiko kecelakaan bahkan kehilangan nyawa seseorang (8). Atap rumah yang disebut sotoh di Israel kebanyakan berbentuk datar dan dapat digunakan untuk berbagai tujuan, termasuk berjalan di atasnya (Yos. 2:6; 2Sam. 11:2, dst.). Apabila tidak ada pagar, seseorang yang berada di atasnya dapat terjatuh sehingga terluka bahkan meninggal dunia. Dalam hal penjagaan kemurnian, Israel dilarang menanam dua jenis benih yang berbeda, membajak dengan lembu dan keledai atau memakai pakaian dari dua jenis bahan yang berbeda (9-11).

Setiap orang percaya bertanggungjawab menolong dan mengembalikan milik sesamanya, berdandan dan bersikap sebagaimana kodratnya, melestarikan makhluk hidup, mengurangi risiko terhadap nyawa manusia, dan menjaga kemurnian termasuk dalam dunia pertanian.

Menjadi umat Allah bukan sekadar status, tetapi menyangkut seluruh sikap hidup! Hiduplah sebagaimana umat Allah yang sejati! [JH]


Baca Gali Alkitab 3

Ulangan 22:1-12

Ciri utama manusia yang takut akan Allah tercermin dari perilakunya. Ia akan berlaku murah hati saat menemukan barang sesamanya yang hilang. Ia tidak acuh tak acuh, melainkan merawatnya dengan baik dan dikembalikan kepada pemiliknya. Ia akan berpakaian yang pantas sesuai dengan kodratnya. Ia selalu memperhatikan keselamatan dari sesamanya saat mereka berkunjungan ke rumahnya. Ketika melihat sarang burung, ia tidak tamak. Ia hanya mengambil telur burung tetapi membiarkan induk dan anak-anaknya hidup.

Apa saja yang Anda baca?
1. Apa yang patut dilakukan bangsa Israel ketika ada barang atau hewan sesamanya hilang (1-4)?
2. Bagaimana seharusnya seorang pria dan wanita berpakaian (5)?
3. Bagaimana kita harus bersikap saat menemukan sarang burung yang tergantung di pohon (6-7)?
4. Saat mendirikan rumah, hal apa yang patut diperhatikan terlebih dahulu (8)?
5. Apa larangan Allah soal menabur benih anggur (9)?
6. Apa hukum membajak dan memakai pakaian (10-12)?

Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Mengapa Allah memberikan pelbagai hukum untuk dilakukan oleh umat-Nya?
2. Apa fungsi hukum Taurat?

Apa respons Anda?
1. Tekad apa yang Anda ambil sehubungan dengan aturan-aturan Allah?
2. Manfaat apa yang Anda dapatkan dari menjalani hukum Allah dan ucapan syukur yang bagaimana akan Anda lakukan?

Pokok Doa:
Agar Allah memberikan motivasi dan kesungguhan kepada kita untuk melakukan pelbagai aturan yang diberikan-Nya.

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org