Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-sh/2015/10/14

Rabu, 14 Oktober 2015

2 Tesalonika 3:1-18
Ikuti Teladan Kami!

Judul: Ikuti Teladan Kami!
Pernahkah Anda memainkan permainan ‘Tirulah Teladanku’? Dua orang berhadapan di mana seorang berdiri di depan cermin, dan salah satunya perlu menirukan semua gerakan dan perubahan mimik wajah dari orang yang lain. Permainan tersebut menarik, karena kita diajak untuk benar-benar melepaskan semua keakuan kita dan mencoba mengikuti semua tindakan serta gerak gerik dari rekan kita.

Bagian akhir dari suratnya yang kedua kepada jemaat Tesalonika, sekali lagi rasul Paulus menekankan pentingnya hidup dalam doa dan ketaatan kepada Allah. Paulus memohon supaya jemaat mendoakan dia untuk beberapa hal, yakni: supaya firman Tuhan yang diberitakan dapat diterima (1); supaya Tuhan melepaskan mereka dari para pengacau dan orang-orang jahat (2-3); supaya mereka menjadi taat dengan cara tetap menujukan hati kepada kasih Allah dan kepada ketabahan Kristus (4-5). Ketiga hal ini ditegaskan oleh rasul Paulus sebagai ungkapan iman dalam praktek sehari-hari. Perhatikan bahwa dia tidak meminta pokok-pokok doa untuk dirinya sendiri, melainkan hanya tentang pekerjaan Injil.

Paulus menekankan hal ini dalam kaitan untuk memberikan teladan, yaitu bagaimana dia tidak mengandalkan orang lain untuk memberinya penghasilan, melainkan tetap bekerja dengan rajin untuk memberikan teladan hidup dalam iman. Inilah panggilan untuk setiap kita: hidup oleh iman dalam ketaatan setiap hari demi memuliakan Allah Bapa dalam Kristus Yesus.

Ketika Allah memanggil kita untuk menjadi percaya, Dia juga memberi kita panggilan untuk menjadi saksi bagi kemuliaan-Nya di dunia. Karena Allah memilih kita untuk mempersiapkan yang terbaik untuk kita. Dia tidak memanggil kita tanpa mengubah dan membentuk kita. Dia memberikan Roh Kudus untuk memproses kita setiap hari, agar kita dapat menjadi saksi Kristus.

Jadi, keefektifan kita dalam memberitakan kebenaran hanya bisa terjadi jika kita menghadirkan hidup yang kudus dalam kebenaran. Sekali lagi, rasul Paulus menekankan pentingnya hidup dalam praktek iman, kasih, dan kekudusan kebenaran-Nya. [IBS]

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org