Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-sh/2007/08/13

Senin, 13 Agustus 2007

Bilangan 27:1-11
Anugerah dan kesempatan kedua

Judul: Budaya vs Taurat? Budaya patriarkat memang meninggikan harkat pria melampaui harkat wanita. Tentu saja hal itu tidak berkenan di hadapan Tuhan. Taurat mengajarkan kepada kita sejak awal bahwa baik pria maupun wanita adalah gambar Allah yang sepadan (Kej. 1:26-27, 2:18). Dosalah yang merusak tatanan asri yang Allah aturkan pada ciptaan-Nya. Kasus putri-putri Zelafehad yang menuntut hak waris dari ayah mereka merupakan pelajaran penting untuk mengerti, bagaimana Taurat yang Tuhan berikan kepada umat Israel mengatasi budaya-budaya yang ada di sekeliling Israel.

Pertama, secara prinsip, Taurat memberlakukan laki-laki dan perempuan sederajat. Justru dalam menghadapi budaya patriarkat, Taurat melindungi kaum perempuan yang sering terabaikan hak-haknya. Misalnya, Taurat melindungi seorang istri yang diceraikan suaminya, dengan keharusan suami memberikan surat cerai pada istrinya. Tujuannya, istri tidak dituduh berzina bila ia dinikahi pria lainnya. Selain itu, suami pertama tidak dapat melecehkan mantan istrinya itu (Ul. 24:1-4). Demikian juga ketika suami mencurigai istrinya tidak setia, ia berhak mendapatkan keadilan dan kesempatan membuktikan diri tak bersalah (Bil. 5:11-19).

Kedua, dalam kasus putri-putri Zelafehad ini terlihat bahwa penerapan firman Tuhan dalam berbagai situasi selalu menjadi prioritas utama. Taurat mengaturkan hak pewaris yang tidak boleh keluar dari masing-masing kaum dan suku Israel. Oleh karena itu dalam kasus tidak adanya anak lelaki, Taurat mengatur agar anak perempuan pun boleh mewarisi harta ayahnya.

Kita patut bersyukur karena firman Tuhan melampaui semua aturan, tradisi, dan budaya buatan manusia yang terbatas dan diwarnai dosa. Marilah kita meminta Tuhan memberikan kepekaan dan hikmat kepada kita, untuk selalu menerapkan prinsip Alkitab dalam menghadapi situasi, di mana budaya dan tradisi terlihat tidak sejalan bahkan bertentangan dengan kebenaran firman Tuhan.

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org