Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-sh/2007/07/09

Senin, 9 Juli 2007

Bilangan 15:1-21
Nekat? Kalah!

Judul: Persembahan yang menyenangkan Tuhan Allah sungguh baik. Sesudah pemberontakan Israel yang membuat Dia murka, Allah menegaskan aturan persembahan. Meski tidak dijelaskan persembahan apa yang dimaksud, paling tidak ini memperlihatkan jaminan dari Allah bahwa umat boleh mendekati Allah melalui kurban yang Tuhan karuniakan. Aturan tentang persembahan ini menegaskan bahwa ada masa depan bagi Israel.

Ungkapan kunci dari bagian ini adalah "menyenangkan bagi Tuhan" (3, 7, 10, 14). Sebanyak apa pun persembahan, tidak otomatis berkenan kepada Tuhan. Kepada Israel, Musa mengajarkan dua syarat utama tentang persembahan yang menyenangkan hati Tuhan. Keduanya berlaku baik untuk persembahan yang bersifat nazar khusus, sukarela, maupun yang menyangkut perayaan tertentu (3). Pertama, persembahan harus sesuai dengan kehendak Allah. Unsur roti dan anggur harus menyertai korban bakaran atau korban sembelihan yang dipersembahkan kepada Tuhan (4-5, 6-7, 9-10). Kenapa? Dalam bagian ini tidak dijelaskan. Kita boleh menduga-duga bahwa dua hal itu ada dalam suatu perjamuan makan, maka bisa melambangkan persekutuan umat dengan Tuhan. Dalam pernyataan Yesus saat Perjamuan

Terakhir, unsur roti dan anggur diberi-Nya makna sebagai lambang tubuh dan darah-Nya, yang diserahkan bagi keselamatan umat-Nya (Luk. 22:19-20). Kedua, persembahan itu harus yang terbaik, bukan yang sisa. Kata "terbaik" berulang kali digunakan untuk menegaskan pokok ini (4, 6, 9).

Kita bersyukur bahwa melalui persembahan Kristus yang sempurna, kita menerima pengampunan dan beroleh persekutuan dengan Tuhan. Anugerah Tuhan ini membukakan kemungkinan lebih jauh yaitu hidup sebagai persembahan yang kudus yang menyenangkan hati Tuhan. Tuhan layak menerima hanya yang terbaik dari umat-Nya, karena Dia telah terlebih dulu memberikan yang terbaik kepada kita. Mari kita bersungguh hati mensyukuri kurban Kristus dengan hidup layak memuliakan Tuhan.

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org