Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/2023/05/02

Selasa, 2 Mei 2023

Bacaan   : 2 KORINTUS 5:1-10
Setahun : 2 Raja-raja 4-5
Nas       : Karena kami tahu bahwa jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di surga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia. (2 Korintus 5:1)

Kemah Sejati

Kemah diartikan sebagai tempat tinggal darurat, biasanya berupa tenda yang ujungnya hampir menyentuh tanah, dan terbuat dari kain terpal atau bahan lainnya. Itu hanya tempat tinggal sementara. Mudah dibongkar dan dipindahkan. Memiliki sangat banyak keterbatasan dan ketidaknyamanan dibandingkan sebuah rumah permanen. Kemah ini biasanya digunakan oleh para pengembara, atau korban bencana, juga oleh orang-orang dengan tujuan rekreasi. Namun, mereka tidak pernah berniat untuk selamanya menetap dalam sebuah kemah. Mereka mendambakan tempat tinggal yang lebih baik.

Gambaran inilah yang digunakan Rasul Paulus untuk menggambarkan kehidupan manusia. Tubuh kita ini hanya ibarat kemah. Terbatas. Rentan. Sementara. Dapat mengalami kematian kapan saja. Karenanya kita tidak seharusnya hanya berfokus kepada hal-hal lahiriah, baik pemenuhan kebutuhannya maupun memuaskan keinginannya. Kita juga hendaknya berpikir tentang kemah abadi alias tempat kediaman permanen setelah hidup di dunia ini berakhir. Tempat kediaman itu disediakan oleh Allah sendiri bagi semua orang yang percaya kepada-Nya. Rumah yang kekal. Lengkap. Sempurna. Karena Allah sendiri hadir di sana untuk tinggal bersama kita.

Sekarang kita memang belum bisa membayangkan hal ini sepenuhnya. Kita belum melihatnya, namun kita memercayainya (ay. 7). Keyakinan inilah yang membuat kita dapat menjalani hidup yang berpengharapan. Juga memampukan kita bersikap tabah dan tegar saat berhadapan dengan duka dan berbagai kesukaran. Serta menjadi pendorong agar kita tetap bertekun menjalani hidup sesuai perintah Allah di dunia ini. --HT/www.renunganharian.net

HIDUP DI DUNIA TIDAK SEHARUSNYA MEMBUAT KITA MENJALANINYA DENGAN
CARA DAN NILAI-NILAI DUNIA, SEBAB DUNIA INI BUKANLAH RUMAH SEJATI KITA.

 

Dilarang mengutip atau memperbanyak materi Renungan Harian® tanpa seizin penerbit (Yayasan Pelayanan Gloria)

Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org