Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/2022/02/24

Kamis, 24 Februari 2022

Bacaan   : KEJADIAN 41:8-14, 40
Setahun : Bilangan 26-27
Nas       : Kemudian Firaun menyuruh memanggil Yusuf. Segeralah ia dikeluarkan dari tutupan; ia bercukur dan berganti pakaian, lalu pergi menghadap Firaun. (Kejadian 41:14)

Tak Pernah Terpenjara

Mimpi yang luar biasa itu amat menggelisahkan hati Firaun. Tetapi, tak satu pun cendekiawan Mesir bisa meraba artinya. Ketika itulah, kepala juru minuman Firaun ingat pada Yusuf (ay. 9-13). Ketika itu pula, Yusuf akhirnya keluar dari penjara (ay. 14), bahkan ia diangkat menjadi raja muda Mesir, menjadi orang nomor dua di negeri yang besar itu (ay. 40).

Ya, Yusuf keluar dari penjara.

Tetapi, benarkah Yusuf pernah terpenjara?

Karena fitnah istri Potifar, Yusuf memang pernah dipenjarakan. Tetapi, dia tak pernah terpenjara oleh keterpenjaraannya. Yusuf pernah diperjualbelikan sebagai budak. Tetapi, dia tak pernah teperbudak oleh siapa pun maupun oleh apa pun. Dia dijual sebagai budak. Tetapi hati dan integritasnya di hadapan Tuhan dan sesama tak pernah terjual. Ia bukan orang yang dapat dibeli. Yusuf banyak disakiti oleh sesamanya: oleh orang lain, bahkan oleh saudaranya. Tetapi, tak pernah ia terpenjara oleh sakit hati kepada mereka yang menyakitinya.

Yusuf tak pernah terpenjara, tak pernah terbeli, tak pernah teperbudak. Dia seorang man of principle, orang yang teguh berpegang pada prinsip yang benar, di mana pun dia berada, siapa pun yang ia hadapi, apa pun yang menimpanya. Dia mampu menentukan dirinya sendiri, dan tetap menjadi diri sendiri. Dia orang yang merdeka, mampu membebaskan diri dari desakan maupun seretan negatif baik di dalam maupun di luar dirinya.

Seraya memohon pertolongan Tuhan, kita sungguh patut berjuang untuk mengarahkan diri menuju kualitas pribadi seperti itu. --EE/www.renunganharian.net

ORANG YANG TEGUH BERJALAN DI ATAS PRINSIP TAK PERNAH TERPENJARA,
TAK PERNAH TERBELI, TAK PERNAH TEPERBUDAK.-O.S. RAILLE

 

Dilarang mengutip atau memperbanyak materi Renungan Harian® tanpa seizin penerbit (Yayasan Pelayanan Gloria)

Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org