Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2015/10/25

Minggu, 25 Oktober 2015

Bacaan   : 1 Samuel 3:1-10
Setahun : Lukas 10-11
Nas       : Lalu datanglah TUHAN, berdiri di sana dan memanggil seperti yang sudah-sudah: "Samuel! Samuel!" Dan Samuel menjawab: "Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar." (1 Samuel 3:10)

HAMBA YANG MENDENGAR

Mengapa Tuhan menciptakan dua telinga dan hanya satu mulut? Bukankah ini sebenarnya sebagai tanda bagi manusia untuk lebih banyak mendengar daripada berbicara? Mendengar bukan sekadar membuka telinga dan membiarkan ada gelombang suara masuk ke telinga. Mendengar yang sesungguhnya adalah proses memahami, mengerti, dan melakukan. Nah, apakah kita mendengarkan suara Tuhan dengan benar dan setia?

Mendengarkan suara Tuhan dengan benar dan setia bukanlah hal mudah, tetapi bukan juga mustahil. Samuel kecil berlatih untuk mendengarkan. Ketika ada suara memanggil namanya, ia segera meresponsnya. Ia dalam proses belajar membedakan mana suara Tuhan dan mana suara manusia. Kita mendapati Tuhan berkali-kali memanggil Samuel. Ada inisiatif Tuhan untuk menyapa Samuel. Ketika Samuel mengetahui bahwa memang Tuhan yang sedang menyapanya, ia menyiapkan hati untuk mendengarkan dan berkata, "Berbicaralah, ya Tuhan, hamba-Mu ini mendengar." Ketika Samuel mendengar suara Tuhan, ia mengerti kehendak Tuhan atas jalan hidupnya.

Kita menghadiri kebaktian dan mendengar pemberitaan firman, tetapi mungkin kita tidak mendengar suara Tuhan. Kita membaca Alkitab, tapi tetap juga tidak mendengar suara Tuhan. Marilah kita belajar mendengar yang benar seperti Samuel. Tuhan yang Mahabaik sudah aktif menyapa kita terlebih dahulu. Kita, umat-Nya, hendaknya menyiapkan telinga dan hati senantiasa untuk memahami, mengerti dan melaksanakan kehendak-Nya. -- Lukas Suprastowo/Renungan Harian

HAMBA YANG MENDENGAR ADALAH HAMBA
YANG BERSEDIA MEMBANGUN RELASI YANG AKRAB DAN MULIA.

 

Dilarang mengutip atau memperbanyak materi Renungan Harian® tanpa seizin penerbit (Yayasan Gloria)

Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org