Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2015/07/02

Kamis, 2 Juli 2015

Bacaan   : Kejadian 6
Setahun : Mazmur 40-45
Nas       : Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN. (Kejadian 6:8)

BUKAN KARENA SALEH

Sejak zaman Sekolah Minggu, saya membayangkan Nuh sebagai seorang nabi yang saleh, kalis dari kesalahan, menjulang berbeda dari orang-orang sezamannya -- karena itulah Tuhan memilihnya untuk memulai sebuah angkatan baru. Film Noah garapan Darren Aronofsky menawarkan cara pandang yang menggelitik. Pada satu titik, Nuh menyadari bahwa dirinya sama bejatnya dengan orang-orang di sekitarnya. Selebihnya, sosoknya ditampilkan garang, lengkap dengan sebuah pilihan yang nyaris fatal, yaitu hendak membunuh cucunya. Film ini mendorong saya memikirkan ulang sosok Nuh.

Bagaimana sebenarnya Alkitab menggambarkan Nuh? Jika kita mencermati Kejadian 6:1-7, Alkitab memaparkan kejahatan seluruh manusia -- tanpa kecuali. Secara tersirat, Nuh juga bagian dari angkatan yang jahat itu. Ia tidak sebersih yang kita kira. Titik balik berlangsung di ayat 8: "Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN." Baru kemudian muncul catatan: "Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya" (ay. 9). Artinya, Nuh menjadi orang benar bukan karena kesalehannya sendiri, melainkan karena mendapatkan kasih karunia Tuhan.

Catatan Alkitab tentang Nuh nyatanya menggarisbawahi Injil kasih karunia. Kisah Nuh menggaungkan kabar gembira: bahwa dari masa ke masa Tuhan membenarkan manusia bukan karena perbuatan baik atau amal ibadahnya, melainkan karena anugerah-Nya semata (bdk. Ef. 2:8). Kabar gembira yang sungguh melegakan karena kepada kita pun Tuhan berkenan menyatakan kemurahan-Nya. -- Arie Saptaji/Renungan Harian

KESALEHAN KITA BUKANLAH SYARAT UNTUK PEMBENARAN TUHAN.
SEBALIKNYA, KESALEHAN KITA ADALAH BUAH DARI PEMBENARAN TUHAN.

 

Dilarang mengutip atau memperbanyak materi Renungan Harian® tanpa seizin penerbit (Yayasan Gloria)

Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org