Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/2012/11/22

Kamis, 22 November 2012

Bacaan   : Keluaran 23:20-33
Setahun : Kisah 15-16
Nas       : "Janganlah engkau sujud..., dan janganlah engkau meniru perbuatan mereka..." (Keluaran 23:24)

BUDAYA MENIRU

Para pemuda di gereja kami antusias membicarakan teknologi handphone yang maju demikian pesat. Jika salah satunya punya handphone terbaru dengan fitur yang lebih canggih, yang lain akan tertarik dan berkeinginan membelinya juga. Mental menginginkan dan meniru kepemilikan dan perilaku orang lain memang tertanam dalam diri manusia, sejak dulu.

Tuhan melihat kecenderungan manusia dalam meniru hal-hal yang ada dan terjadi di sekitarnya. Dalam perjalanan Bangsa Israel dari tanah perbudakan menuju tanah perjanjian, Tuhan memberikan peraturan-peraturan untuk mereka taati. Di antaranya, peraturan agar mereka tidak meniru perbuatan-perbuatan bangsa-bangsa lain -- tidak boleh sujud menyembah dan beribadah kepada allah bangsa-bangsa yang tinggal di sana (ayat 24). Perbuatan mereka -- orang Amori, orang Het, orang Feris, orang Kanaan, orang Hewi dan orang Yebus -- jelas-jelas tidak berkenan di hati Tuhan dan karena itu mereka akan dilenyapkan (ayat 23). Sangat bodohlah orang yang coba-coba mengikuti jejak mereka. Lalu apa yang berkenan kepada Tuhan? Bangsa Israel diberitahu dengan jelas: mereka harus beribadah kepada Tuhan!

Meniru bisa merupakan sesuatu yang baik, tetapi apa yang ditiru, itu yang mesti diwaspadai. Sebagai pengikut Kristus, kita diminta meniru teladan-Nya (1 Korintus 11:1). Firman Tuhan harus selalu dijadikan patokan (ayat 21-22), guna mengevaluasi apakah perbuatan, kebiasaan, gaya hidup, adat istiadat, dan berbagai hal lain di sekitar kita layak ditiru atau tidak. Pikirkanlah beberapa praktik hidup yang kita adopsi selama ini. Adakah yang harus kita ubah karena tidak sesuai dengan firman Tuhan? -- YKP

HATI-HATI DENGAN APA YANG ANDA TIRU.
UJILAH SEGALA HAL DENGAN FIRMAN TUHAN LEBIH DULU.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org